Tag Archives: how to stop feeling like a shit

Cara Mudah Biarkan Dirimu untuk Bahagia

Hal yang menghambat diri untuk bisa bahagia adalah diri kita sendiri. Ketika kita berdamai dengan diri dan penuh kasih sayang, saat itulah kita akan siap untuk bahagia.

Kali ini saya akan membahas buku How to Stop Feeling Like Sh*t karya Andrea Owen. Buku ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Owen di tahun 2007 ketika berada dalam titik terendah dalam hidupnya. Saat itu, dia sedang berada dalam hubungan yang buruk, kehilangan pekerjaan, tidak punya tempat tinggal, dan sedang hamil. Saat itu, rasa malu dan kesepian selalu menghantui hari-hari yang dijalani oleh Owen. Pelan-pelan, dia mulai menata kembali hidupnya, hingga sekarang menjadi life-coach, pembicara internasional, dan penulis buku. 

Ketika membaca kisah hidupnya Owen, saya langsung terenyuh dan kagum akan kegigihannya untuk bangkit kembali. Dia menuliskan 14 kebiasaan buruk yang membuat kita tidak bisa bahagia. Saya akan memilih 3 hal yang paling banyak saya temui dalam kehidupan sehari-hari:

Sumber foto: Istock.com

Self-Critic Negatif

Ini hal yang paling sering saya temui. Suara hati kecil kita yang selalu menyalahkan diri sendiri kalau ada hal buruk. Mungkin bentuknya bukan cuma soal kritik, tapi juga perasaan tentang diri sendiri yang tidak pernah cukup. Owen bertanya,”Apa yang kamu katakan pada diri kamu saat melihat dirimu di cermin?” Saya jadi membayangkan Owen melihat ini dari sudut pandang seorang wanita, seperti pertanyaan apakah saya gemuk? Apakah ada jerawat baru yang muncul? Dan hal-hal insecure lainnya. Owen bilang kalau seseorang rajin melakukan self-critic negatif untuk dirinya sendiri, itu sama saja berarti kamu sedang berada dalam hubungan yang buruk. 

Owen mencontohkan Valerie, seorang penata rambut berumur 31 tahun. Valerie selalu bilang ke dirinya sendiri kalau dia gemuk dan itulah alasan dia tetap jomblo di umur yang mendekati 32 tahun. Valerie selalu punya self-critic negatif soal dirinya sendiri dan ketika ada orang yang memuji Valerie, dia hanya berpikir orang itu hanya sekedar menghibur dan tidak mengatakan yang sebenarnya. 

Sumber foto: chintanjain.com

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Ini kebiasaan buruk yang diperparah dengan munculnya media sosial. Di jaman sekarang dimana sosial media adalah ajang pamer keberhasilan, ini merupakan trigger buat banyak orang. Sebagai contoh, ketika kita lihat temen kita baru dapat promosi jabatan, baru beli mobil baru, beli rumah baru, baru menikah, baru punya anak. Pasti ada rasa membandingkan dengan kondisi kita saat ini. Kita merasa bahwa hidup mereka kelihatan begitu sempurna, padahal kenyataannya tidak seperti itu karena hidup tidak seindah feeds Instagram.

Sumber foto: franthony.com

People-pleaser and Approval-Seeker

Sadar atau tidak, mungkin kita sering untuk berusaha menyenangkan orang lain. Misalnya, selalu bilang iya, padahal ada saatnya kita merasa lagi gak mau. Kita merasa gak bisa bilang tidak karena takut ngecewain. Tidak cuma berusaha nyenengin orang lain, mungkin kita juga mencari validasi dari orang lain. Validasi itu simple-nya merasa ingin diakui dan dipuji oleh orang lain. Ini adalah langkah yang fatal karena kita menaruh kebahagiaan kita ke orang lain. Selain itu, apa yang orang lain pikirkan tentang kita, itu adalah tanggung jawab mereka dan bukan tanggung jawab kamu. Saat kamu sadar soal ini, kamu akan merasa bebas dan damai.

Untuk versi animasinya bisa dilihat di: