Arsip Tag: berlatih mindfulness

Berhenti Sejenak untuk Menikmati Hidup

Hidup perlu diberikan jeda dan momen untuk berhenti sejenak. Sama halnya, seperti musik yang indah karena ada jeda di antara nadanya, begitu juga dengan hidup yang kamu jalani. Kali ini saya akan membahas buku The Things You Can Only See When You Slow Down karya Haemin Sunim. Buku ini membahas soal panduan bagaimana kamu bisa meningkatkan mindfulness di dunia yang sibuk. Hidup bergerak begitu cepat, tapi bukan berarti kita juga harus mengikutinya. Bagaimana bila dimulai dengan sebuah pertanyaan, ketika dunia bergerak begitu cepat, apakah memang dunia yang semakin sibuk atau pikiran saya yang semakin sibuk? Pada dasarnya, dunia yang kita jalani berdasarkan apa yang kita lihat dari jendela pikiran kita sendiri. Contohnya begini, ketika kita melihat keluar, kita hanya melihat sebagian kecil dunia yang kita sukai. Dunia yang kita lihat bukanlah dunia yang apa adanya, namun tergantung pada pikiran tersebut. Jika pikiranmu penuh dengan kasih dan kebahagiaan, maka dunia yang kamu lihat juga akan seperti itu. Sebaliknya, jika pikiranmu penuh dengan pikiran negatif, maka dunia akan terasa negatif juga. Sama halnya, ketika kamu merasa terlalu sibuk dan kewalahan, ingat, kamu bukannya tidak berdaya, karena ketika pikiranmu beristirahat, maka dunia juga akan ikut istirahat. Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:
Sumber foto: thriveglobal.com

Memberikan jeda dalam hidup

Apakah kamu pernah merasa burnout atau merasa sibuk sekali? Kamu merasa setiap hari berjalan begitu cepat tanpa kendali. Jika iya, apakah memang itu adalah kenyataan yang sebenarnya atau semua hal itu hanya terjadi di dalam pikiran kita? Dalam hidup, kita perlu jeda sejenak, berhenti sebentar. Apa yang membuat sebuah musik bisa terdengar begitu indah? Tentu saja karena ada jeda antara satu nada dengan nada lainnya. Apa yang membuat sebuah pidato begitu menarik? Tentu saja karena ada jeda yang tepat di antara kalimat yang diucapkan. Inilah pendekatan yang seharusnya kita ambil dalam menjalani hidup. Dari waktu ke waktu, kita perlu berhenti sejenak, memperhatikan nafas, dan menyadari hening di antara setiap suara yang muncul. Pendekatan yang sama juga bisa kamu lakukan ketika ada masalah di hidupmu. Jangan berusaha keras untuk menyembuhkan lukamu secepat mungkin. Berikan waktu kepada hatimu dan cukup menunggu. Ketika lukamu sudah siap, maka luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Pendekatan ini juga bisa kamu lakukan saat kamu merasa hidupmu terasa berantakan. Ketika sebuah kepercayaan retak, ketika harapan terlihat begitu suram, ketika orang yang dicintai meninggalkan kamu, sebelum melakukan apa pun, cukup berikan jeda pada hidupmu dan istirahat sejenak. Kelilingi diri kamu dengan teman dekat dan berbagi makanan dan minuman dengan mereka. Tonton film yang membuatmu tertawa. Temukan lagu yang menyentuh hatimu. Pergi ke suatu tempat yang selalu kamu katakan ingin kamu kunjungi. Pergilah sendirian. Hanya kamu dan jalanan. Setelah menghabiskan waktu sendirian, pergilah ke ruang tenangmu sendiri. Pejamkan mata dan jernihkan pikiranmu. Ajaklah hati yang penuh kasih dan rasakan pelukan sebuah penerimaan. Katakan pada dirimu, halo rasa putus asa dan patah hati, saya tahu kamu pernah menjadi saya dan saya pernah menjadi kamu. Jadi hari ini, saya berdoa untukmu.
Sumber foto: ineedmotivation.com

Passion dalam hidup

Ada sebuah perumpamaan yang menarik. Haemin mengatakan, hidup itu ibarat sebuah pertunjukkan teater. Kamu diberikan sebuah peran. Jika kamu tidak suka peran yang diberikan, maka kamu punya kuasa untuk menciptakan peran yang kamu inginkan. Oleh karena itu, jangan khawatir atas apa yang orang lain katakan dan lakukan apa yang hatimu inginkan. Jangan juga penuhi pikiranmu dengan pikiran what if atau bagaimana jika. Hal ini hanya akan mempersulit hidupmu. Hanya ketika kamu bahagia maka kamu bisa membantu untuk menciptakan dunia sebagai tempat yang lebih bahagia. Itulah sebabnya daripada kamu fokus pada apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu, lebih baik kamu dedikasikan dirimu untuk mengejar mimpi yang kamu inginkan. Bagi orang yang bekerja dengan perasaan yang bahagia dan santai, cenderung bekerja secara efisien dan kreatif. Sebaliknya, mereka yang bekerja tanpa henti, hanya didorong oleh perasaan stres, bekerja tanpa kegembiraan. Oleh karena itu, untuk terus melakukan pekerjaan dalam waktu yang lama, jangan memperlakukannya hanya sebagai pekerjaan. Kamu harus melihatnya sebagai sumber dari kesenangan dan pengembangan diri. Sesungguhnya, jalan menuju kebahagiaan tidak hanya terletak pada menemukan pekerjaan yang baik, tetapi juga dalam belajar menikmati apa yang diminta untuk kamu lakukan. Kita pasti pernah merasakan sendiri atau mendengar dari orang lain. Terkadang kita melihat hidup orang lain terasa begitu sempurna dan jauh berada di depan. Namun, perlu kamu sadari, hidup itu bukanlah seperti perlombaan lari cepat dengan temanmu, tapi merupakan sebuah perlombaan lari marathon dengan dirimu sendiri. Bagaimana kalau persepsinya diubah? Daripada fokus menjadi lebih daripada orang lain, bagaimana kalau mencoba untuk mencari tahu warna unik dirimu dulu? Ini ada perspektif hidup yang cukup menarik. Sama halnya ketika hidup, banyak orang ingin sukses. Namun, dalam menentukan tujuan hidup, lebih baik pilih kebahagiaan daripada sebuah kesuksesan. Kenapa? Jika kamu sukses tapi tidak bahagia, apa gunanya? Kebebasanmu lebih berharga daripada uang. Lebih baik menjalani hidup yang kamu inginkan daripada menghasilkan uang lebih banyak, tapi terikat. Jangan pernah menjual kebebasanmu.
Sumber foto: verywellmind.com

Menjalani hubungan yang bahagia

Kedewasaan dalam sebuah hubungan berasal dari pengalaman. Salah satu pelajaran tentang kedewasaan adalah bahwa kita tidak boleh menganggap pikiran kita terlalu serius, belajar untuk mengekang ego kita sendiri, dan melihat gambaran yang lebih besar. Jika sudah begitu, kita akan sadar kalau menjadi benar tidak lebih penting daripada bahagia bersama. Dalam menjalani hubungan, pasti sebuah pasangan pernah atau sering bertengkar. Masing-masing berusaha untuk membuktikan siapa yang paling benar. Kita berpikir argumen yang kita sampaikan paling rasional dan masuk akal. Sedangkan, apa yang disampaikan oleh pasangan kita tidak rasional dan tidak masuk akal. Sebaliknya, pasangan kita merasa diri kita lah yang tidak rasional dan tidak masuk akal. Tapi, apakah menjadi benar lebih penting daripada bahagia bersama? Pertanyaan ini sangat mendalam dan membuat kita untuk berhenti sejenak dan berpikir ulang langkah apa yang akan kita ambil selanjutnya. Apakah kamu pernah berada dalam sebuah percakapan yang membosankan? Jika iya, apakah kamu tahu apa sebabnya? Bisa jadi karena kita terjebak dalam kesopanan dan tidak bisa berbicara sesungguhnya apa yang kamu rasakan. Pada dasarnya, sebuah percakapan bisa menjadi menarik dan seru, apabila kalian berdua mulai berbicara dengan kejujuran apa adanya. Mungkin ini adalah masalah utama pasangan yang menjalani hubungan dalam waktu yang lama. Mereka merasa percakapan yang dijalani terasa membosankan, ketika mereka berhenti jujur satu sama lain soal apa yang mereka rasakan. Untuk video animasinya, bisa ditonton di: