P.K. Movie (2014): Si Pencari Tuhan

P.K. Movie Official Teaser
P.K. Movie Official Teaser

Seperti halnya anak-anak yang lahir ke dunia dengan telanjang, alien tanpa nama (Aamir Khan) dalam film P.K. (2014) juga datang dengan telanjang. Seperti anak-anak yang penuh rasa ingin tahu, begitu juga dengan alien itu yang selalu menanyakan banyak pertanyaan. Tapi, ketika alien itu mulai menanyakan keberadaan Tuhan, masyarakat menamai dia PK (peekay: dalam bahasa India berarti pemabuk). Film ini tergolong kontroversial karena terdapat beberapa sentilan soal agama-agama besar di dunia seperti Hindu, Kristen, dan Islam. Maka itu, sebelum film dimulai sudah ada peringatan bahwa film ini hanyalah fiksi belaka, tanpa berniat untuk melukai individu, komunitas, sekte atau agama tertentu.

Lanjutkan membaca P.K. Movie (2014): Si Pencari Tuhan

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Mengelola Ekspektasi dalam Hubungan

Sumber foto: inbetweenwithjudi.com
Sumber foto: inbetweenwithjudi.com

Sebagai manusia, kita semua pandai membuat hidup menjadi lebih rumit. Secara tak sadar, seringkali kita membuat ekspektasi yang entah bisa dipenuhi atau tidak oleh pasangan kita. Selain cinta dan komitmen, pengelolaan ekspektasi sangat menentukan apakah hubungan itu bisa bertahan atau tidak. Itulah yang membuat kita sering mendengar kalimat,”Love is just not enough.” Perlu disadari, akar dari kegagalan sebuah hubungan adalah ketidakpuasan dan kekecewaan. Ketika ekspektasi tak seindah realita, kamu punya dua pilihan: memutuskan atau menerima.

Lanjutkan membaca Mengelola Ekspektasi dalam Hubungan

STUDI KASUS: Perang Reputasi KPK Vs Polri

Sumber foto: okezone.com
Sumber foto: okezone.com

Sejak melewati era reformasi, di Indonesia muncul dua kekuatan besar yaitu, people power dan mass media power. Dukungan kedua kekuatan itu sanggup untuk menumbangkan pengusaha atau pemerintah. Ciri dasarnya yaitu, kedua kekuatan itu selalu mendukung yang ‘lemah’ dan ‘tertindas’. Untuk menggalang kedua dukungan itu diperlukan reputasi yang baik. Oleh karena itu, saya percaya reputasi yang baik akan menyelamatkan kamu, bahkan di saat terburukmu. Tidak percaya? Masih ingat kasus Prita dan rumah sakit Omni Internasional? Kasus Bambang wakil KPK yang ditangguhkan penahanannya? Kalau bukan karena dukungan dua kekuatan besar tersebut, tentunya mereka sudah mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang cukup lama.

Lanjutkan membaca STUDI KASUS: Perang Reputasi KPK Vs Polri

Pentingnya Memberi Hadiah untuk Diri Sendiri

Photo credit: Handi Erawan
Sumber foto: Handi Erawan

Karena kamu begitu berharga. Itu adalah alasan paling dasar kenapa kamu harus memberikan hadiah untuk diri sendiri (self-reward). Memberi hadiah kepada orang lain merupakan hal yang wajar, tapi kenapa kita tidak memberikan hadiah untuk diri sendiri apalagi ketika kita berulang tahun? Saya pribadi telah melakukan ritual memberikan hadiah untuk diri sendiri sejak dua tahun yang lalu. Pakar psikologi juga menyatakan memberikan hadiah untuk diri sendiri merupakan cara yang efektif dalam membentuk kebiasaan positif.

Lanjutkan membaca Pentingnya Memberi Hadiah untuk Diri Sendiri

Merry Riana Movie (2014): Mimpi, Kerja Keras, dan Realita

Sumber foto: sidomi.com
Sumber foto: sidomi.com
Setelah menonton filmnya, saya akhirnya menyadari kenapa banyak orang terinspirasi oleh kisah hidup Merry Riana. Jujur saja, sebelumnya saya memang tidak pernah membaca bukunya. Tapi, selama 105 menit, saya salut akan kegigihan dan semangat Merry dalam menghadapi kerasnya hidup. Semua yang kelihatannya seperti mimpi, ternyata memang bisa jadi kenyataan. Semua yang kelihatan sangat buruk, ternyata memunculkan kemungkinan – kemungkinan tanpa batas. Tapi, hidup memang tak pernah mengenal kata ‘seandainya’. Menerima kenyataan, bekerja keras dan berbuat baik, niscaya hidup akan menjadi lebih baik.
Lanjutkan membaca Merry Riana Movie (2014): Mimpi, Kerja Keras, dan Realita

Pinot dan Dita: Kreativitas dalam Keterbatasan

Sumber foto: picssr.com
Sumber foto: picssr.com

Pinot dan keluarganya selama ini dikenal sebagai Vine and Instagram artist berkat tutorial singkat yang sering mereka bagikan. Pada acara TEDx Jakarta: New Endings beberapa waktu lalu, Pinot bercerita bagaimana dia dan keluarga mengatasi rasa bosan di Kuwait serta menstimulasi kreativitas ketiga anaknya. Keterbatasan yang sebenarnya menjadi ‘penghalang’ dapat diubah menjadi ‘pintu peluang tanpa batas’.

Lanjutkan membaca Pinot dan Dita: Kreativitas dalam Keterbatasan

Terjebak Nostalgia di Film Stand by Me Doraemon (2014)

Sumber foto: otakumode.com
Sumber foto: otakumode.com

Bagi kebanyakan orang termasuk saya, Doraemon bukan hanya seekor robot kucing dalam sebuah anime dan manga populer, Doraemon adalah ‘teman masa kecil’. Selama kurang lebih 80 tahun, Doraemon berhasil membuat jutaan anak percaya kehidupan yang canggih di abad ke-22 dan seekor robot kucing yang bukan hanya bisa melakukan apa saja tetapi juga merupakan teman terbaik. Alhasil, film yang mulai dirilis di seluruh bioskop Blitz Megaplex dan Cinemaxx pada tanggal 10 Desember 2014 sukses membuat masyarakat rela mengantri panjang demi nostalgia singkat selama 95 menit.

Lanjutkan membaca Terjebak Nostalgia di Film Stand by Me Doraemon (2014)

TEDx Jakarta: New Endings (2014)

Sumber foto: TEDxJakarta Google+
Sumber foto: TEDxJakarta Google+

Akhir sebuah kisah selalu menjadi momok bagi semua orang tapi tidak bagi 10 pembicara yang tampil pada acara TEDx Jakarta: New Endings. Walaupun memiliki latar belakang dan masalah yang beragam, masing – masing pembicara bercerita bagaimana mereka bisa survive dari keadaan dan tampil sebagai “pemenang” atas kisah hidup mereka sendiri. Acara ini memberikan saya perspektif baru dalam memandang berbagai hal mulai dari lingkungan, makanan, musik, udang, sejarah, komunitas sosial hingga animasi.

Lanjutkan membaca TEDx Jakarta: New Endings (2014)

5 Keunikan Kota Padang

Sumber foto: Flickr.com
Sumber foto: Flickr.com

Selama ini, kita mengenal kota Padang hanya dari masakannya yang menggugah selera dan meruntuhkan iman (dalam kondisi diet). Namun, perjalanan tiga hari kemarin (16 – 18 November lalu) dalam acara OT Tradnovation 2014, bukan hanya sukses membuat lingkar pinggang saya bertambah, selain itu banyak keunikan yang saya temui soal kota Padang. Mulai dari ternyata orang Padang sayang mama hingga ramuan penambah semangat hidup. Berikut adalah lima keunikan kota Padang.

Lanjutkan membaca 5 Keunikan Kota Padang

Chef (2014): Passion, Keluarga, dan Makanan

Sumber foto: dailytelegraph.com.au
Sumber foto: dailytelegraph.com.au
Di satu sisi, saya ingin melakukan apa yang saya suka dengan menambah variasi di beberapa hal. Di sisi lain, bos saya ‘memaksa’ untuk mengikuti tradisi lama. Di satu sisi, saya mencintai keluarga saya. Di sisi lain, saya tidak punya waktu untuk mereka. Masalah yang mungkin kelihatannya kecil, tapi dalam jangka panjang mampu membuatmu kehilangan segalanya. Pergumulan batin sang aktor utama digambarkan sangat baik oleh Jon Favreau, sehingga menjadikan film Chef (2014) tidak hanya soal koki, makanan dan komedi. Lebih jauh lagi, film ini mengajarkan kita untuk memperhatikan diri dan keluarga dengan lebih baik.
Lanjutkan membaca Chef (2014): Passion, Keluarga, dan Makanan