Category Archives: Komunikasi

Era Digital dan Warganya yang “Pemarah”

social-support
sumber foto: blog.medialabs.in
Internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2014, populasi pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta pengguna. Masih dari data APJII 2014; 87,4% mengaku menggunakan internet untuk media sosial. Itulah sebabnya media sosial seringkali dijadikan ruang percakapan isu-isu publik. Menanggapi isu yang beredar, tak jarang netizen sering tersulut emosi dan mengungkapkan kemarahannya. Apabila dulu netizen meluapkan kemarahannya melalui unjuk rasa dan petisi, sekarang melawan ketidakadilan melalui kebaikan (penggalangan donasi).

Continue reading Era Digital dan Warganya yang “Pemarah”

Advertisements

5 Tips untuk Komunikasi yang Lebih Baik

sumber foto: marketingnv.com
sumber foto: marketingnv.com

Sejak munculnya media sosial, setiap orang berlomba-lomba untuk ‘berbicara’. Kita bisa bebas mengekspresikan diri kita melalui status, foto, video, dan tulisan. Namun, di era ini setiap orang rasanya perlahan-lahan mulai kehilangan kemampuan untuk mendengarkan. Padahal, percakapan yang baik memerlukan keseimbangan antara berbicara dan mendengarkan. Penelitian yang dilakukan oleh Pew Research kepada 10.000 orang dewasa di Amerika menemukan fakta bahwa saat ini kita semakin terpecah belah dan sulit untuk menerima pendapat orang lain dibandingkan hubungan kita di masa sebelumnya. Artinya, sekarang ini kita sulit untuk mendengarkan satu sama lain.

Continue reading 5 Tips untuk Komunikasi yang Lebih Baik

Pelajaran Reputasi dari Kasus Blue Bird

sumber foto: e-rain.com

“Papa gak pernah nyangka supir Blue Bird bisa kasar seperti itu,” ujar Ayah saya dalam sebuah perbincangan santai, minggu lalu setelah demo anarkis supir taksi. Saya rasa banyak orang seperti ayah saya yang tidak pernah menyangka sebuah perusahaan taksi yang selama puluhan tahun memiliki reputasi yang baik karena pengemudinya yang ramah dan santun berubah menjadi arogan dan anarkis. Sebuah reputasi yang dibangun selama puluhan tahun pun hancur dalam sekejap. Kejadian ini seolah menjadi pengingat bagi saya untuk berhati-hati dalam mengelola sebuah reputasi.

Continue reading Pelajaran Reputasi dari Kasus Blue Bird

Go-Jek CS dan Metromini Melanggar Hukum, Kenapa Perlakuannya Berbeda?

Sumber foto: cbc.ca
Sumber foto: cbc.ca
Beberapa hari ini, publik dikejutkan dengan tindakan Pemerintah terkait angkutan umum. Rabu lalu (16/12), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyerukan penangkapan dan pencabutan KIR Metromini yang tidak memenuhi syarat. Selanjutnya, Kamis malam (17/12) lalu, Kemenhub secara resmi melarang transportasi pelat hitam berbasis aplikasi Internet seperti Go-Jek, Grab Bike, Uber Taksi, sampai Go-Box karena tidak sesuai dengan Undang-Undang 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Bila pada kasus Metromini, mayoritas masyarakat malah setuju dengan keputusan Ahok, sedangkan pada kasus Go-Jek CS, mayoritas masyarakat malah menolak bahkan mampu menganulir keputusan dari Kemenhub terhadap kasus tersebut. Walaupun Metromini dan Go-Jek CS sama-sama melanggar hukum, kenapa perlakuan Pemerintah dan masyarakat terhadap dua kasus itu sangat berbeda?

Continue reading Go-Jek CS dan Metromini Melanggar Hukum, Kenapa Perlakuannya Berbeda?

Kenapa Orang Suka Membocorkan Rahasia?

sumber foto: playbuzz.com
Rahasia cenderung tidak akan bertahan menjadi sebuah rahasia dalam waktu yang lama. Tidak percaya? Coba ingat kapan terakhir kali seseorang dengan serius memohon kepada kamu untuk tidak menceritakan rahasianya kepada siapa pun? Jika kamu seperti kebanyakan orang lain, kamu akan pergi dan menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Dalam bukunya yang berjudul ‘Contagious’, Jonah Berger menjelaskan fenomena ini disebabkan karena mata uang sosial (social currency). Secara sederhana, Jonah menjelaskan setiap orang ingin dianggap hebat oleh orang lain.
Continue reading Kenapa Orang Suka Membocorkan Rahasia?

Bagaimana Sebuah Posting di Media Sosial Mampu Menghancurkan Hidupmu

sumber foto: socialnetworktrends.com
Jika dahulu kekuasaan hanya milik penguasa atau pengusaha, sejak kebangkitan media sosial, kekuasaan bersifat kolektif. Media sosial memungkinkan semua orang memiliki hak yang sama untuk didengar. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang kurang tepat malah berujung menghancurkan hidup dari pengguna tersebut. Dalam acara TED Talk, seorang penulis buku Jon Ronson menceritakan sebuah kisah tentang seorang wanita bernama Justine Sacco, yang hidupnya berantakan hanya karena sebuah tweet yang dibuatnya sebelum perjalanan dari Amerika ke Afrika.
Continue reading Bagaimana Sebuah Posting di Media Sosial Mampu Menghancurkan Hidupmu

Subliminal Marketing, Fakta atau Tipuan?

Sumber foto: isudio.wordpress.com
Sumber foto: isudio.wordpress.com
Subliminal marketing diyakini oleh sebagian besar marketer sebagai teknik yang ampuh dalam mempengaruhi pola pikir konsumen. Saking kuatnya teknik ini, membuat subliminal marketing dibenci sekaligus dicintai. Para marketer beranggapan, apabila pesan dimasukkan cukup dalam di alam bawah sadar, maka pesan tersebut mampu mengubah perilaku dari konsumenKhawatir akan dampak negatif dari subliminal marketing, beberapa negara di dunia melarang pemasangan pesan subliminal ke dalam sebuah iklan. Namun, apakah benar pesan yang hanya muncul sekilas, memiliki kekuatan yang dahsyat dalam mempengaruhi konsumen?

Continue reading Subliminal Marketing, Fakta atau Tipuan?

STUDI KASUS: Perang Reputasi KPK Vs Polri

Sumber foto: okezone.com
Sumber foto: okezone.com

Sejak melewati era reformasi, di Indonesia muncul dua kekuatan besar yaitu, people power dan mass media power. Dukungan kedua kekuatan itu sanggup untuk menumbangkan pengusaha atau pemerintah. Ciri dasarnya yaitu, kedua kekuatan itu selalu mendukung yang ‘lemah’ dan ‘tertindas’. Untuk menggalang kedua dukungan itu diperlukan reputasi yang baik. Oleh karena itu, saya percaya reputasi yang baik akan menyelamatkan kamu, bahkan di saat terburukmu. Tidak percaya? Masih ingat kasus Prita dan rumah sakit Omni Internasional? Kasus Bambang wakil KPK yang ditangguhkan penahanannya? Kalau bukan karena dukungan dua kekuatan besar tersebut, tentunya mereka sudah mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang cukup lama.

Continue reading STUDI KASUS: Perang Reputasi KPK Vs Polri

LINE dan Nostalgia Ada Apa Dengan Cinta? (2014)

Sumber foto: kapanlagi.com
Sumber foto: kapanlagi.com

“Saya akan ke Jakarta besok, selama dua hari. Bisa ketemu?,” pesan LINE Rangga kepada Cinta dalam Ada Apa Dengan Cinta? (2014) (mini drama). Sejak diunggah 6 November lalu di kanal youtube LINE Indonesia, video tersebut telah ditonton lebih dari satu juta orang dalam waktu kurang dari dua hari. Euforia film “Ada Apa dengan Cinta?” (AADC) yang tayang 12 tahun lalu, dimanfaatkan dengan baik oleh LINE Indonesia sebagai media untuk memperkenalkan fitur terbarunya: Find Alumni.

Continue reading LINE dan Nostalgia Ada Apa Dengan Cinta? (2014)

STUDI KASUS: Unilever, Risma dan Es Krim

sumber foto: lovelypradeep.com
sumber foto: lovelypradeep.com

Semua berawal dari bagi – bagi es krim gratis yang kemudian dihujani protes dan kritik. Padahal, misi dari Wall’s Indonesia sebagai pihak penyelenggara sebenarnya cukup mulia yaitu memberikan perasaan bahagia sederhana di tengah kesibukan warga kota besar dengan menikmati es krim. Namun sayangnya, acara Wall’s Ice Cream Day  yang diadakan serentak di 8 kota pada 11 Mei 2014 lalu menuai protes dan kritik di dua kota yaitu, Bandung dan Surabaya. Walaupun begitu, langkah manajemen krisis yang diambil oleh Corporate Communications Unilever Indonesia selaku induk perusahaan dari Wall’s Indonesia patut diapresiasi.

Continue reading STUDI KASUS: Unilever, Risma dan Es Krim