Category Archives: Film

5 Pesan Tersembunyi dari Film Doctor Strange

Sumber foto: superherohype.com
Sumber foto: superherohype.com

Doctor Strange adalah film yang “se-aneh” judul filmnya. Bayangkan saja, film ini awalnya berkisah tentang seorang ahli bedah sukses yang kemudian di akhir cerita menjadi seorang penyihir hebat. Selain aneh, saya melihat film ini cukup ironis. Film ini bercerita tentang seorang ahli bedah yang mampu menyembuhkan pasien yang dianggap “tidak bisa disembuhkan”, tapi tidak mampu menyembuhkan tangannya sendiri yang mengalami kerusakan syaraf akibat kecelakaan hebat.

Continue reading 5 Pesan Tersembunyi dari Film Doctor Strange

Alice Through the Looking Glass, Bermain dengan Sang Waktu

alice-through-the-looking-glass-official-movie-poster-1184x696
Sumber foto: theguardian.com

Bagi Alice, waktu dianggap sebagai musuh. Waktu ‘mengambil’ hal yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu ayahnya. Tapi, di film Alice Through the Looking Glass, Alice harus berpetualang ke masa lalu untuk menyelamatkan teman baiknya yang sekarat, Mad Hatter. Tentu saja, berusaha kembali ke masa lalu merupakan sesuatu yang terlalu muluk, tapi bukan berarti tidak mustahil. Ada harga yang harus dibayar untuk meminta sesuatu yang terlalu muluk. Dalam film ini, Alice harus memilih antara menyelamatkan Mad Hatter atau dunia yang hancur akibat usahanya mengubah masa lalu.

Continue reading Alice Through the Looking Glass, Bermain dengan Sang Waktu

Suicide Squad: yang Baik jadi Jahat, yang Jahat jadi Baik

Suicide-Squad-Skull-Wallpaper-suicide-squad-39721677-1920-1200
sumber foto: ru.fanpop.com

Untuk menyelamatkan dunia bukan hanya tugas superhero, bahkan di kondisi tertentu super villains pun menjadi satu-satunya harapan manusia dalam menyelamatkan dunia dari kehancuran. Dasar pemikiran inilah yang membuat DC Comics Extended Universe (DCEU) meluncurkan film terbarunya yaitu, Suicide Squad. Bukan cuma “peran yang tertukar” antara superhero dan super villains, film ini juga memiliki pesan moral yang cukup dalam soal bagaimana kita menilai segala sesuatu secara dangkal hanya berdasarkan hitam dan putih. Padahal hitam tidak selamanya jahat dan putih tidak selamanya baik.

Continue reading Suicide Squad: yang Baik jadi Jahat, yang Jahat jadi Baik

3 Pesan Moral dari Film The Jungle Book (2016)

The-Jungle-Book-2016-Movie-Animated-Poster-WallpapersByte-com-1366x768
sumber foto: wallpapersbyte.com
Menceritakan ulang sebuah cerita yang sudah populer memang tidak mudah. Kendalanya adalah penonton sudah bisa menebak jalan ceritanya. Namun, di film ‘The Jungle Book’ (2016), sebuah dongeng klasik diceritakan ulang dengan sangat baik, hingga saya pun tidak merasa bosan ketika menonton filmnya. Apalagi ditambah efek visual yang terlihat sangat nyata sampai membuat saya berdecak kagum. Bukan cuma soal efek visual, seperti biasa Disney selalu menghadirkan film-film yang sarat pesan moral.

Continue reading 3 Pesan Moral dari Film The Jungle Book (2016)

3 Hal yang Mungkin Kamu Lewatkan dari Film IP Man 3

Sumber foto: aceshowbiz.com
Sumber foto: aceshowbiz.com

Setelah sempat jeda kurang lebih lima tahun dari sekuel sebelumnya, akhirnya film kungfu mandarin IP Man 3 mulai tayang sejak tanggal 24 Desember 2015 lalu di Indonesia. Untuk sekuel ini, filmnya tidak hanya berfokus pada adegan pertarungan, namun lebih banyak mengandung muatan sosial dan sisi humanis sang guru Wing Chun. Secara garis besar, fokus ceritanya akan membahas dua sisi dari seorang Yip Man, sebagai seorang pahlawan dan juga sebagai seorang kepala keluarga.

Continue reading 3 Hal yang Mungkin Kamu Lewatkan dari Film IP Man 3

P.K. Movie (2014): Si Pencari Tuhan

P.K. Movie Official Teaser
P.K. Movie Official Teaser

Seperti halnya anak-anak yang lahir ke dunia dengan telanjang, alien tanpa nama (Aamir Khan) dalam film P.K. (2014) juga datang dengan telanjang. Seperti anak-anak yang penuh rasa ingin tahu, begitu juga dengan alien itu yang selalu menanyakan banyak pertanyaan. Tapi, ketika alien itu mulai menanyakan keberadaan Tuhan, masyarakat menamai dia PK (peekay: dalam bahasa India berarti pemabuk). Film ini tergolong kontroversial karena terdapat beberapa sentilan soal agama-agama besar di dunia seperti Hindu, Kristen, dan Islam. Maka itu, sebelum film dimulai sudah ada peringatan bahwa film ini hanyalah fiksi belaka, tanpa berniat untuk melukai individu, komunitas, sekte atau agama tertentu.

Continue reading P.K. Movie (2014): Si Pencari Tuhan

Merry Riana Movie (2014): Mimpi, Kerja Keras, dan Realita

Sumber foto: sidomi.com
Sumber foto: sidomi.com
Setelah menonton filmnya, saya akhirnya menyadari kenapa banyak orang terinspirasi oleh kisah hidup Merry Riana. Jujur saja, sebelumnya saya memang tidak pernah membaca bukunya. Tapi, selama 105 menit, saya salut akan kegigihan dan semangat Merry dalam menghadapi kerasnya hidup. Semua yang kelihatannya seperti mimpi, ternyata memang bisa jadi kenyataan. Semua yang kelihatan sangat buruk, ternyata memunculkan kemungkinan – kemungkinan tanpa batas. Tapi, hidup memang tak pernah mengenal kata ‘seandainya’. Menerima kenyataan, bekerja keras dan berbuat baik, niscaya hidup akan menjadi lebih baik.
Continue reading Merry Riana Movie (2014): Mimpi, Kerja Keras, dan Realita

Terjebak Nostalgia di Film Stand by Me Doraemon (2014)

Sumber foto: otakumode.com
Sumber foto: otakumode.com

Bagi kebanyakan orang termasuk saya, Doraemon bukan hanya seekor robot kucing dalam sebuah anime dan manga populer, Doraemon adalah ‘teman masa kecil’. Selama kurang lebih 80 tahun, Doraemon berhasil membuat jutaan anak percaya kehidupan yang canggih di abad ke-22 dan seekor robot kucing yang bukan hanya bisa melakukan apa saja tetapi juga merupakan teman terbaik. Alhasil, film yang mulai dirilis di seluruh bioskop Blitz Megaplex dan Cinemaxx pada tanggal 10 Desember 2014 sukses membuat masyarakat rela mengantri panjang demi nostalgia singkat selama 95 menit.

Continue reading Terjebak Nostalgia di Film Stand by Me Doraemon (2014)

Chef (2014): Passion, Keluarga, dan Makanan

Sumber foto: dailytelegraph.com.au
Sumber foto: dailytelegraph.com.au
Di satu sisi, saya ingin melakukan apa yang saya suka dengan menambah variasi di beberapa hal. Di sisi lain, bos saya ‘memaksa’ untuk mengikuti tradisi lama. Di satu sisi, saya mencintai keluarga saya. Di sisi lain, saya tidak punya waktu untuk mereka. Masalah yang mungkin kelihatannya kecil, tapi dalam jangka panjang mampu membuatmu kehilangan segalanya. Pergumulan batin sang aktor utama digambarkan sangat baik oleh Jon Favreau, sehingga menjadikan film Chef (2014) tidak hanya soal koki, makanan dan komedi. Lebih jauh lagi, film ini mengajarkan kita untuk memperhatikan diri dan keluarga dengan lebih baik.
Continue reading Chef (2014): Passion, Keluarga, dan Makanan

Kembalikan Film Superhero yang ‘Dangkal’

robocop-2014
Sumber: oneroomwithaview.com

Sebagai seorang anak yang lahir dan tumbuh dalam dunia science fiction, saya kecewa setelah menonton RoboCop (2014) pada Minggu, 23 Februari 2014 lalu. Saya lahir di tahun 90-an dimana masa kecil saya dipenuhi para superhero mulai dari Kamen Rider dan Ultraman dari Jepang hingga Superman, Batman, Ironman, Robocop dan Spiderman dari Amerika. Semua film superhero itu intinya kurang lebih sama: kebaikan melawan kejahatan, meskipun awalnya kebaikan kalah, akhirnya selalu menang. Jalan cerita yang simpel tapi sangat menghibur. Tapi, saya merasa para sutradara Hollywood tidak rela membuat film superhero menjadi se-‘dangkal’ itu ketika masuk ke layar kaca. Alhasil, film yang dihasilkan selalu penuh dengan intrik, entah itu perang di Timur Tengah, percintaan yang penuh adegan ciuman yang penuh nafsu dan unsur manusia yang kental dalam diri superhero tersebut.

Continue reading Kembalikan Film Superhero yang ‘Dangkal’