Semua tulisan dari michaelbliss

A fine young man, a communication enthusiast, and a knowledge hunter

Presiden Kita tidak “Sehebat” Dulu

Sumber: presidenri.go.id
Sumber: presidenri.go.id

Setelah hampir 15 tahun Indonesia telah memasuki masa reformasi, banyak hal yang sudah berubah. Khususnya adalah Presiden di era reformasi tidak “sehebat” ketika era otoritarian. Meski kita masih menganut sistem pemerintahan presidensial, namun era kuat eksekutif telah berakhir. Dulu di era otoritarian, parlemen konon hanya sebagai “tukang stempel” dan mengamini apa saja yang dikatakan oleh pemerintah. Kini situasi yang terjadi malah sebaliknya. Parlemen bisa saja menyandera bahkan memupuskan apa yang menjadi kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan dan perencanaan pembangunan.

Lanjutkan membaca Presiden Kita tidak “Sehebat” Dulu

Hilangnya Empati di Era Digital

Sumber foto: mashable.com
Sumber foto: mashable.com

Sejak munculnya media sosial, komunikasi menjadi semakin mudah. Sudah sering kita dengar, bagaimana media sosial bisa menghubungkan teman lama, bagaimana media sosial bisa menemukan seseorang dengan kembarannya yang telah terpisah sejak lahir. Di tengah semua keunggulan yang ditawarkan media sosial, secara tidak sadar empati dalam diri kita juga semakin berkurang. Ketika sebuah pelukan hangat saat sahabat kita sedang sedih cukup diganti dengan emoticon *hugs*. Ketika kita lebih memilih mengetik get well soon daripada datang menjenguk teman kita yang sedang sakit. Ketika kita melakukan semua itu, di saat itulah empati kita mulai terkikis. Slowly but sure.

Lanjutkan membaca Hilangnya Empati di Era Digital

Hanya Cinta yang Menguatkan Aku

 

Sumber foto: Istimewa
Sumber foto: Istimewa

21 Juli 2014 lalu, saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. Saya tercerahkan oleh lagu “Karena Cinta” karya Joy Tobing. Jujur saja, sebelum tanggal 21 Juli lalu, menurut saya lagu ini agak lebay. Masa karena cinta, masih bisa tegar sampai saat ini? Tapi, semua berubah ketika saya mendengar adik – adik penderita kanker dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) beserta orang tuanya menyanyikan lagu ini ketika kunjungan kami kesana.

Lanjutkan membaca Hanya Cinta yang Menguatkan Aku

Rekonsiliasi Pasca Pilpres

Sumber foto: TEMPO
Sumber foto: TEMPO

9 Juli 2014 lalu, masyarakat Indonesia sedang mengalami gegap gempita pesta demokrasi yang berlangsung setiap 5 tahun sekali. Menariknya, dua pasang capres dan cawapres yang berkompetisi bukan merupakan incumbent. Selain itu, menurut beberapa survei kedua pasangan ini berkompetisi sangat ketat. Untuk hasil pemilu 2014 kali ini, sejarah telah mencatat siapa pemenangnya. Yang ingin saya bahas kali ini adalah tugas besar yang harus dilakukan presiden dan wakil presiden pemenang beserta pendukungnya yaitu: REKONSILIASI (perukunan kembali).

Lanjutkan membaca Rekonsiliasi Pasca Pilpres

Keluar dari Zona Nyaman, Berani?

????????????????????????????????

Kita tidak akan pernah siap mengalami perubahan. Kita terlalu takut akan kegagalan. Rasa takut itulah yang menyebabkan kita selalu bermain “aman”. Padahal, untuk “naik kelas” atau memasuki tingkatan yang lebih baik dalam hidup, kita harus berani ambil resiko. Ketika kita bersembunyi dalam zona nyaman, sesungguhnya kita telah meremehkan kemampuan terpendam kita yang paling dahsyat yaitu: ADAPTASI.

Lanjutkan membaca Keluar dari Zona Nyaman, Berani?

STUDI KASUS: Unilever, Risma dan Es Krim

sumber foto: lovelypradeep.com
sumber foto: lovelypradeep.com

Semua berawal dari bagi – bagi es krim gratis yang kemudian dihujani protes dan kritik. Padahal, misi dari Wall’s Indonesia sebagai pihak penyelenggara sebenarnya cukup mulia yaitu memberikan perasaan bahagia sederhana di tengah kesibukan warga kota besar dengan menikmati es krim. Namun sayangnya, acara Wall’s Ice Cream Day  yang diadakan serentak di 8 kota pada 11 Mei 2014 lalu menuai protes dan kritik di dua kota yaitu, Bandung dan Surabaya. Walaupun begitu, langkah manajemen krisis yang diambil oleh Corporate Communications Unilever Indonesia selaku induk perusahaan dari Wall’s Indonesia patut diapresiasi.

Lanjutkan membaca STUDI KASUS: Unilever, Risma dan Es Krim

Wisata Asik di Medan

Sumber foto: pribadi
Sumber foto: pribadi

Ini kedua kalinya saya berkunjung ke Medan. Keduanya pun urusan kantor. Cuma beruntungnya, tepat pada 2 Mei 2014 lalu, pada kunjungan kedua saya bisa menikmati beberapa tempat wisata yang ada di kota Medan. Perjalanan diawali dengan decak kagum akan kecantikan dari Bandara Kualanamu. Sepertinya, Kualanamu adalah bandara satu – satunya di Indonesia yang mengintegrasikan kereta api dengan bandara.

Lanjutkan membaca Wisata Asik di Medan

Sisi Lain Bangsa Viking

sumber foto: digital-art-gallery.com
sumber foto: digital-art-gallery.com

Bangsa Viking adalah suku bangsa dari Skandinavia yang terkenal sebagai perompak pada abad ke-9 hingga abad ke-11. Tidak semua dari mereka merupakan perompak, di tempat asalnya, mereka berprofesi sebagai petani, nelayan, pedagang dan pengrajin. Selain itu, tak banyak orang yang tahu bahwa nenek moyang bangsa Swedia, Denmark, Norwegia dan Iceland ini ternyata sangat kreatif dan inovatif. Menariknya lagi, bangsa perompak ini sangat menghargai wanita.

Lanjutkan membaca Sisi Lain Bangsa Viking

REVIEW: Stand Up Comedy #TanpaBatasVol2

sumber foto: twitter.com
sumber foto: twitter.com

Standup Comedy itu tidak boleh hanya sekadar lucu, tapi harus memberikan pesan yang berguna kepada para pendengarnya. Itulah yang selalu dianut oleh Standup Comedian Sammy D. Putra (@notaslimboy). Sabtu, 26 April 2014 lalu, merupakan malam penutup dari tur kedua Sammy #TanpaBatasVol2 dengan judul: “Komedian Menggugat”. Judul yang cukup berat untuk sebuah komedi. Seusai menonton, saya baru sadar kenapa diberi judul seperti itu. Komedian Menggugat merupakan kegelisahan Sammy atas kondisi Indonesia, mulai dari kondisi politik, sosial, budaya hingga SARA. Ketika menyampaikan bit demi bit, saya pun merinding merasakan luapan emosi yang meluap dari tubuh gembulnya.

Lanjutkan membaca REVIEW: Stand Up Comedy #TanpaBatasVol2

Yuk, Review Ulang Temanmu di Jejaring Sosial!

sumber foto: path.com
sumber foto: path.com

Belakangan ini, media sosial heboh dengan kasus akun bernama Dinda menulis status berisi kebencian terhadap ibu hamil yang meminta duduk di kereta api dalam jejaring sosial path. Dinda marah dan kesal pengorbanannya bangun pagi demi mendapat duduk di KRL diganggu oleh wanita hamil itu. Semua keluh kesah soal ibu hamil yang meminta kesediaannya memberikan tempat duduk ditumpahkan ke sosial media tersebut. Dinda menyebut wanita hamil itu manja dan pemalas karena tak mau bangun lebih pagi atau ke stasiun terjauh untuk mendapatkan duduk. Ternyata status itu, di-capture salah satu temannya dan tersebar di jejaring sosial, hujatan dan makian pun tertuju pada Dinda. sumber: merdeka.com

Lanjutkan membaca Yuk, Review Ulang Temanmu di Jejaring Sosial!