Memiliki Hubungan yang Sehat dengan Uang

2

Pola pikir kita soal uang harus berubah, dari sumber daya yang terbatas, menjadi sumber daya yang berkelimpahan. Perubahan pola pikir ini akan menjadi magnet yang menarik peluang dan rezeki ke dalam hidup kita.

Kali ini saya akan membahas buku Happy Money karya Ken Honda. Buku ini membahas seni orang Jepang dalam berdamai dengan uang. Seringkali, uang menjadi sumber ketakutan, stress, dan kemarahan. Tidak jarang juga, uang menjadi penyebab sebuah hubungan menjadi rusak dan hidup yang berantakan. Itu adalah satu sisi dari uang. Di sisi lain, uang juga memiliki kemampuan untuk membuat kita tersenyum. Ken akan membantu kita untuk memahami kembali hubungan kita dengan uang. Kita akan belajar untuk memperlakukan uang sebagai tamu yang dihormati, membiarkannya datang dan pergi dengan hormat serta tanpa rasa penyesalan. Selain itu, kita akan belajar bukan hanya menerima uang, tapi juga proses dalam memberikan uang kepada orang lain. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Hubungan kamu dengan uang
Sumber foto: hbr.org

Hubungan kamu dengan uang

Memori masa kecil Ken membentuk hubungannya dengan uang. Ken tumbuh dengan belajar tentang kekayaan dari ayahnya yang merupakan seorang akuntan. Saat kecil, Ken menyajikan teh untuk para klien ayahnya. Dia mengamati, beberapa klien ayahnya berada dalam keadaan gelisah terus-menerus dan khawatir tentang keuangan mereka. Tidak peduli apakah situasi keuangan mereka sedang dalam kondisi baik atau tidak, situasi yang gelisah dan khawatir membuat kliennya kehilangan uang. Di sisi lain, Ken juga bertemu dengan tipe klien ayahnya yang lain. Ada tipe klien yang terlihat damai dan bahagia, pada akhirnya akan menjadi lebih kaya. Mereka ibaratnya memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana uang menjadi faktor dalam kehidupan mereka. Bagi mereka, uang bukanlah seperti permainan atau barang yang harus dikumpulkan terus menerus, tetapi sebagai alat positif untuk mendukung hal penting dalam hidup mereka. Dua tipe klien ayah Ken yang berbeda mungkin membuat kita bertanya, apakah kekayaan berasal dari pendekatan yang tenang dan damai tentang uang? Atau, apakah keberuntungan dan kecerdasan mengarah pada kekayaan, yang pada akhirnya menciptakan pendekatan yang tenang soal uang? Barulah ketika kuliah, Ken bertemu dengan istilah happy money atau uang yang bahagia. Saat itu, kenalan yang ditemui Ken di sebuah pesta mengambil dompetnya dan mulai memeriksa uang yang ada di sana. Dia lalu menggunakan istilah uang yang bahagia untuk menjelaskan uang yang ada di dompet Ken.

Uang dapat berasal dari pengalaman dan emosi positif atau negatif. Perasaan itu pada akhirnya dapat mempengaruhi seluruh pengalaman keuangan kamu. Ken membaginya menjadi dua, happy money atau uang yang bahagia dan sad money atau uang yang sedih. Uang menjadi uang yang bahagia ketika digunakan dengan kegembiraan dan cinta. Contohnya seperti ini, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang membelikan bunga untuk ibunya pada Hari Ibu, atau orang tua yang dengan sengaja dan dengan senang hati menabung setiap minggu agar anaknya bisa mendaftar untuk pelajaran tambahan musik dan sebagainya. Uang apapun yang dihabiskan dengan cinta, perhatian, atau persahabatan adalah uang yang bahagia. Tipe uang yang kedua yaitu sad money atau uang yang sedih. Uang akan menjadi uang yang sedih ketika digunakan dengan penuh emosi negatif, misalnya frustasi, marah, sedih, dan putus asa. Misalnya mendapatkan gaji dari pekerjaan yang kamu benci atau bagi sebagian orang, membayar pajak menimbulkan kebencian.

Merubah mindset uang yang terbatas
Sumber foto: moneyjunction.co.za

Mengubah mindset uang yang terbatas

Banyak orang di belahan dunia manapun merasa diperlakukan tidak adil. Banyak dari kita percaya bahwa ini adalah zero-sum game, sebuah situasi di mana jika orang lain memiliki sesuatu, maka kita tidak dapat memilikinya. Kita punya kepercayaan bahwa jika orang lain memiliki banyak uang, mereka secara otomatis merampas uang yang kita miliki. Inilah yang membuat banyak emosi negatif ketika kita berhubungan dengan uang. Pendekatan kita dengan uang seringkali berisi rasa takut, cemburu, dan keserakahan. Kita berusaha mengambil uang sebanyak yang kita bisa, kapanpun kita bisa mendapatkannya, namun tidak memikirkan bagaimana tindakan kita bisa berpengaruh terhadap orang lain. Cara berpikir ini sangat berbahaya. Ketika kita mendapatkan hal yang kita mau, kita tidak akan pernah merasa cukup. Karena akan selalu ada yang lebih besar, lebih baik, dan lebih menarik di luar sana. Dan jika kita tidak memilikinya, maka kita akan merasa ketinggalan. Ini adalah pola pikir kalau uang adalah sumber daya yang terbatas. Untuk mengubah pendekatan kita menjadi uang yang bahagia, maka pola pikir ini harus diubah. Uang bukanlah sumber daya yang terbatas, tapi sumber daya yang berkelimpahan. Perubahan pola pikir ini akan membuat kita mampu melihat kemungkinan baru, membuat kita lebih kreatif, dan bebas dalam menciptakan tujuan yang kita inginkan.

Pendekatan sebagian orang tentang uang biasanya diturunkan dalam keluarga mereka. Orang tua mereka juga mendapatkannya dari orang tua mereka lagi. Namun, kenyataan ini jangan jadi penghalang kita untuk punya hubungan yang berbeda dengan uang. Kita masih bisa menciptakan uang yang bahagia. Perlu kamu ingat, mungkin ketika orang tua kamu berhubungan dengan uang, waktu itu mereka masih muda, belum berpengalaman, dan rentan terhadap segala macam kesalahan. Bayangkan situasi orang tua kamu saat itu. Jika kamu bisa bersimpati dengan situasi dan kondisi mereka, maka kamu akan mulai menyadari kenapa mereka membuat kesalahan tersebut. Dari simpati, lalu kamu akan belajar memaafkan mereka dan ketika kamu sudah melakukannya, maka hati kamu akan terasa lebih ringan. Kamu bisa memutus rantai uang yang sedih dengan memaafkan orang lain dan sama pentingnya dengan memaafkan diri sendiri atas kesalahan keuangan yang mungkin pernah kamu buat. Hal ini penting, karena ketika kita berdamai dengan masa lalu, luka itu tidak lagi menjadi penghalang bagi kebahagiaan kita saat ini.

Menjalani hidup dengan penuh syukur
Sumber foto: thriveglobal.com

Menjalani hidup dengan penuh syukur

Untuk hidup dalam energi uang yang bahagia, kita harus menciptakan kondisi di mana kita terus menerus mengungkapkan penghargaan yang dalam atas energi yang mengalir dalam hidup. Kita bersedia untuk memberi dan menerima, daripada terus mencengkram apa yang kita miliki. Energi positif dari rasa syukur bekerja untuk kita dan dampaknya mampu mengundang lebih banyak uang ke dalam hidup kita. Ada dua jenis orang yang harus kita pahami. Pertama, mereka yang selalu menghargai dan berucap syukur. Kedua, mereka yang selalu menemukan apapun untuk disalahkan atau dikeluhkan. Menurut kamu, manakah yang akan menjadi magnet uang? Orang yang menghargai kehidupan lebih disukai, lebih mudah didekati, dan lebih menarik. Akibatnya, mereka mengundang semua jenis peluang ke dalam hidup mereka. Tentu saja, ada saat-saat ketika segala sesuatunya tidak berjalan tepat seperti yang sudah direncanakan. Namun, hati yang selalu mengatakan terima kasih di setiap tantangan hidup akan memberikan kita ketahanan mental yang kuat. Jadi, gunakan setiap kesempatan untuk menunjukkan rasa terima kasih dan tunjukkan penghargaan untuk diri sendiri. Jika kamu hidup dengan penuh syukur, hidup kamu akan dipenuhi dengan keajaiban yang tak terduga berasal dari aliran uang yang bahagia. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.