Jangan Bergantung Pada Kemauan Keras

Pohon yang tumbuh di lingkungan yang berangin dan berat dipaksa untuk menanam akar yang lebih dalam sehingga membuatnya lebih kuat menghadapi lingkungan yang sulit. Sama halnya dengan manusia kuat yang dibentuk oleh pilihan yang sulit. 

Kali ini saya akan membahas buku Willpower Doesn’t Work karya Benjamin Hardy. Buku ini membahas kenapa kemauan keras saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan. Jika kamu bergantung terlalu banyak pada kemauan keras, biasanya kamu akan berakhir gagal. Ada perspektif yang menarik. Daripada kamu terlalu bergantung pada kemauan keras, bagaimana bila kamu fokus menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga lingkungan tersebut membantu kamu untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan. Ben berargumen, sukses itu sebenarnya tidak begitu sulit. Kamu hanya butuh dua puluh langkah ke satu arah yang sama, namun kebanyakan orang hanya mengambil satu langkah ke dua puluh arah yang berbeda. Inilah yang membuat kebanyakan orang gagal mencapai tujuan yang mereka inginkan dan hanya sedikit yang berhasil.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Kenapa kemauan keras saja tidak cukup?
Sumber foto: sunnyhealthfitness.com

Kenapa kemauan keras saja tidak cukup?

Ada sebuah perumpamaan yang menarik dari Charles Darwin. Spesies yang bertahan hidup bukanlah yang terkuat, bukan pula yang paling cerdas, tapi yang paling mampu beradaptasi pada perubahan. Ini alasan utama kenapa Ben menekankan kalau kemauan keras saja tidak cukup untuk membantu seseorang untuk mencapai kesuksesan, tapi jauh lebih penting adalah bagaimana kita bisa membangun lingkungan yang kondusif sehingga bisa mengarahkan kamu untuk menuju kesuksesan yang kamu inginkan. Perlu disadari, kemauan keras merupakan sumber daya yang terbatas. Kemauan keras seringkali disamakan dengan otot. Kamu hanya bisa menggunakannya dalam waktu singkat sebelum akhirnya menjadi terlalu lelah. Ini bukan hal yang baru sebenarnya. Banyak psikolog juga sudah pernah mengungkapkan fakta ini. Namun, seringkali, ketika ingin merubah hidup yang dijalani, kebanyakan orang terlalu bergantung pada kemauan keras. Tapi, kemauan keras hanya akan membawa mereka hingga ke titik tertentu saja, hingga akhirnya berhenti membantu mereka untuk memberikan hasil yang diinginkan. Seperti halnya otot, kemauan keras juga punya batasan hingga akhirnya menjadi letih. Oleh karena itu, hanya bergantung pada kemauan keras saja merupakan pilihan yang buruk. Hampir seluruh perilaku kita dibentuk oleh lingkungan. Contoh paling mudah adalah di pesawat terbang. Dulu ketika tahun 1970-an, merokok di dalam pesawat adalah hal yang lumrah. Namun sekarang, hal ini dilarang di hampir seluruh penerbangan. Pelarangan inilah yang membuat penumpang pesawat tidak lagi merokok di dalam pesawat walaupun mereka adalah perokok. 

Jika kita bicara soal kemauan keras, kita harus paham soal cara kerja otak. Pertama adalah cara kerja otak otomatis yang berada pada alam bawah sadar. Contohnya seperti ini, saat kamu belajar mengendarai mobil, pada saat awal, pasti kamu butuh perhatian dan kesadaran penuh. Kamu belajar cara mengatur tenaga yang pas untuk menginjak rem atau pedal gas. Setiap momen berjalan dengan penuh kesadaran. Namun, seiring waktu ketika kamu semakin mahir mengendarai mobil, semua aktivitas tersebut menjadi otomatis dan berada di alam bawah sadar. Beda dengan kemauan keras, semua ini terjadi dengan penuh kesadaran dan inilah yang membuatnya merupakan sumber daya yang terbatas. 

Menciptakan lingkungan yang kondusif
Sumber foto: masaka.luxiarweddingphoto.com

Menciptakan lingkungan yang kondusif

Kebanyakan orang tidak secara sadar menciptakan lingkungan yang mereka inginkan. Mereka berada pada lingkungan yang kurang mendukung, sehingga membuatnya sangat sulit mencapai tujuan yang diinginkan. Ada sebuah ungkapan yang menarik dari Dr Marshall Goldsmith, jika kita tidak menciptakan dan mengatur lingkungan kita, maka lingkungan yang menciptakan dan mengatur kita. Di era sekarang, kemauan keras saja tidak cukup, terlalu banyak godaan sehingga otot kemauan keras akan cepat letih. Misalnya begini, kita ingin memulai gaya hidup sehat dan rajin berolahraga. Coba lihat di kulkas, lemari makanan, atau menu makanan sehari-hari. Apakah semua hal tersebut sudah mendukung tujuan kamu? Atau di kulkas, lemari makanan, atau menu sehari-hari masih banyak makanan yang tidak sehat? Ingat, kita adalah makhluk yang dibentuk dari lingkungan di mana kita berada dan banyak dari tindakan kita dipengaruhi olehnya. Contoh sederhananya seperti ini, siapa yang ada di sekelilingmu? Jika kamu dikelilingi oleh orang negatif, maka kamu akan lebih banyak fokus pada hal buruk yang ada di dunia daripada hal baik. Hal ini disebabkan, lingkungan sekitarmu akan membentuk pola pikir dan bagaimana cara kamu melihat dunia. 

Seorang pengusaha Amerika bernama Jim Rohn pernah berkata kalau kita adalah rata-rata dari lima orang yang sering menghabiskan waktu dengan kita. Ini merupakan pengingat yang sangat baik. Orang yang banyak menghabiskan waktu dengan kita akan membentuk bagaimana kita berpikir dan berperilaku. Hingga akhirnya, kita akan menjadi mirip seperti mereka. Inilah yang seringkali kita dengar kalau orang yang pacaran atau menikah, lama kelamaan mereka akan menjadi semakin mirip. Cara sederhana yang bisa kita lakukan adalah imajinasi tentang masa depan. Sebagai contoh, kamu bisa mengimajinasikan besok seperti apa di malam sebelumnya. Hal ini akan membantu kamu menjadi lebih sadar atas pilihan yang kamu akan ambil di masa depan, misalnya apa yang kamu makan besok, pekerjaan apa yang harus kamu selesaikan, dan sebagainya. Jika kita meluangkan waktu untuk melakukan imajinasi soal masa depan, maka kita akan menjadi sadar atas diri kita sendiri dan membuat pilihan dengan baik.

Tips untuk komitmen
Sumber foto: bookboon.com

Tips untuk komitmen

Ada sebuah kutipan yang menarik dari penyair Amerika Serikat bernama Ralph Waldo Emerson ketika kamu membuat sebuah keputusan, maka alam semesta akan membuat hal tersebut menjadi kenyataan. Jika kamu membutuhkan kemauan keras untuk melakukan suatu hal, maka kamu mungkin belum yakin apa yang kamu mau. Karena, ketika kamu membuat sebuah keputusan, maka tidak ada lagi pergumulan di dalam diri. Seperti yang dikatakan oleh pemain bola basket terkenal Michael Jordan ketika saya membuat keputusan, saya tidak pernah berpikir hal itu lagi. Biasanya, kebanyakan orang bergantung pada kemauan keras, karena dirinya entah belum tahu apa yang dia mau atau belum memutuskan apa yang dia mau, jadi usaha yang dilakukan tidak maksimal. Namun, ketika kamu sudah membuat keputusan, maka selanjutnya adalah soal komitmen. Ada beberapa faktor yang bisa menentukan seberapa besar komitmen kamu dalam suatu hal, mulai dari investasi di awal, informasi keputusan kamu di depan umum, membuat target, dan menghilangkan gangguan pada lingkungan yang bertentangan dengan komitmen kamu. Misalnya seperti ini, kamu memutuskan untuk menurunkan berat badan. Kamu lalu melakukan investasi mulai dari daftar ke gym, beli paket catering sehat, hingga mengambil sesi dengan personal trainer. Bukan hanya itu, kamu juga membuat status di media sosial kalau kamu akan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Target yang ingin kamu capai adalah dalam tiga bulan. Kemudian, kamu mulai menghilangkan semua cemilan dan es krim yang ada di dalam rumah. Ini adalah cara kamu membangun sistem yang memaksa kamu untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan melalui desain lingkungan yang kondusif. Kondisi yang sudah kamu buat pasti memaksa kamu untuk komitmen dan pada akhirnya bisa membantu kamu mencapai tujuan yang diinginkan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.