Keluarga Rothschild yang Penuh Konspirasi

Mayer Amschel Rothschild_Cover

Sedikit orang yang memahami sebuah sistem keuangan, akan tertarik atas keuntungan yang didapat atau jadi bergantung pada sistem yang dibuat. Oleh karena itu, tidak peduli siapa penguasa yang memimpin, penguasa sebenarnya adalah yang menguasai pasokan uang.

Kali ini saya akan membahas kisah dari konglomerat yaitu keluarga Rothschild. Semua ini bermula dari Mayer Amschel Rothschild, yang merupakan generasi pertama yang merintis kekayaan dari keluarga Rothschild. Buat yang belum tahu, keluarga Rothschild merupakan pionir dalam pembangunan industri keuangan internasional. Mayer bahkan dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh sepanjang masa dan penemu sistem perbankan modern. 

Mayer Amschel Rothschild lahir pada tahun 1744 di Jerman. Mayer tidak terlahir dalam keluarga yang kaya raya, melainkan dia dibesarkan di sebuah jalan yang dibuat khusus sebagai kampung untuk kaum Yahudi. Jalan sempit itu menampung hingga tiga ribu kaum Yahudi. Kondisinya juga tidak begitu baik, sempit, dan sesak. Sebagai gambaran, Mayer tinggal di atas toko keluarga mereka bersama tiga puluh sanak keluarganya dalam kondisi yang penuh sesak. Bukan hanya ditempatkan dalam lingkungan khusus, kaum Yahudi saat itu juga tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah pada malam hari, hari minggu, dan hari libur khusus. Mereka juga dilarang untuk mengunjungi taman umum, kedai kopi, dan berjalan dalam kelompok lebih dari dua orang. Mayer belajar soal bisnis dari usia yang masih belia. Ayahnya merupakan pedagang kain sutra dan penukar uang. Salah satu pekerjaan pertama Mayer yaitu menyortir koin yang diperoleh melalui pameran perdagangan setengah tahunan di Frankfurt, yang menarik penjual dan pembeli di seluruh wilayah. Namun sayangnya, orang tua Mayer meninggal dunia saat umurnya 12 tahun. Kondisi ini memaksa dia harus tinggal dengan sanak keluarganya yang mengirim Mayer ke Hannover untuk belajar dari Simon Wolf Oppenheimer, seorang figur perbankan Yahudi yang terkenal. Di bawah bimbingan Simon, Mayer belajar soal perdagangan internasional dan keuangan. Dia juga belajar soal koin langka yang berasal dari Romawi kuno, Persia, dan Kerajaan Byzantine. Pengetahuan ini membuka koneksi Mayer pada kolektor koin langka dari kalangan pangeran dan bangsawan. 

Sumber foto: merdeka.com

Pada tahun 1763, Mayer kembali ke Frankfurt dan bergabung dengan saudaranya untuk meneruskan usaha keluarga. Dia berhasil menjadi pedagang koin langka dan menjalin kerjasama yang baik dengan putra mahkota Pangeran Wilhelm dari Hesse. Mayer lalu memperlebar kerjasamanya hingga ke jasa keuangan dan Pangeran Wilhelm membantu dia untuk menjalin hubungan dengan para bangsawan yang lain. Kerajaan perbankan keluarga Rothschild berkembang pesat selama revolusi Perancis. Mayer memfasilitasi pembayaran dari Inggris untuk menyewa tentara bayaran dari Hesse. Pada awal 1800-an, dia mengirim lima anak laki-lakinya untuk tinggal di Naples, Vienna, Paris, London, dan satu lagi berada tetap di Frankfurt. Dengan menyebarkan anak laki-lakinya di beberapa ibukota Eropa, Mayer menciptakan sistem perbankan pertama lintas wilayah. Penyebaran ini juga dilambangkan pada simbol keluarga mereka dengan lima anak panah yang dipegang erat dalam satu kepalan. Gambar ini menjelaskan kalau Rothschild bersaudara mungkin berada di negeri yang berbeda, tetapi mereka tetap berhubungan dan bersatu di bawah instruksi ayah mereka. Bisnis Rothschild berada pada jasa keuangan. Jadi, mereka memberikan pinjaman kepada para pemerintah di beberapa negara Eropa untuk membiayai perang. Sebagai gantinya, keluarga Rothschild membangun kekayaan dari berbagai industri. Menariknya, sebelum Mayer meninggal, dia menuliskan instruksi yang ketat bagi para keturunannya tentang bagaimana mereka harus mengatur keuangan keluarga Rothschild. Bahkan, Mayer ingin menjaga kekayaan agar tetap ada di dalam keluarga Rothschild dengan cara hanya anak laki-laki yang dapat mewarisi gelar dan properti keluarga. Hal ini lalu mendorong adanya pernikahan di antara anggota keluarga mereka. Selama tahun 1824 hingga 1877, ada 36 pernikahan dari keturunan laki-laki Mayer. Dari jumlah tersebut, 30 anak laki-lakinya menikah dengan anggota keluarga yang lain, sebagian besar menikah dengan sepupu pertama atau keduanya. Hanya empat wanita Rothschild dan dua pria yang menikah dengan pasangan yang tidak ada hubungan keluarga.

Ketika perang usai, keluarga Rothschild mampu menyesuaikan diri dan terus bertumbuh. Grup perbankan itu terus melanjutkan transaksi bisnis internasionalnya tetapi semakin menjadi agen sekuritas pemerintah dalam saham perusahaan asuransi dan industri. Dengan demikian, keluarga tersebut berhasil beradaptasi dengan revolusi industri dan berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi di seluruh Eropa dengan investasi di kereta api, batu bara, pengerjaan besi, dan metalurgi. Keluarga Rothschild terus berkembang setelah tahun 1850-an dan, khususnya, mencapai posisi penting dalam perdagangan minyak dunia. Saat ini, kekayaan keluarga mereka telah dibagi di antara keturunan dan ahli waris selama bertahun-tahun. Kepemilikannya mencakup sejumlah industri, termasuk jasa keuangan, properti, pertambangan, energi, dan pekerjaan amal. Keluarga itu juga memiliki lebih dari selusin kilang anggur di seluruh dunia.

Sumber foto: jta.org

Mungkin kamu penasaran, kenapa keluarga Rothschild sering menjadi target teori konspirasi? Salah satunya terkait prasangka terhadap suku bangsa tertentu. Kaum Yahudi seringkali dianggap sebagai orang yang menggunakan kekayaan mereka untuk mengontrol institusi keuangan global. Walaupun klaim ini seringkali dibantah dan dibuktikan salah, namun tetap saja selalu muncul. Pada tahun 1846, ada sebuah pamflet politik yang ditulis oleh Georges Dairnvaell dengan nama alias Satan. Pamflet ini berisi soal sejarah keluarga Rothschild dan pengaruhnya di Eropa. Salah satu bagian pamflet tersebut yang terkenal adalah keterlibatan anak dari Mayer yaitu Nathan dalam Pertempuran Waterloo. Sebagai informasi, Pertempuran Waterloo merupakan perang antara tentara Perancis melawan tentara gabungan dari Inggris, Belanda, Belgia, dan Jerman. Perang ini merupakan upaya Perancis untuk mendominasi Eropa, namun kalah pada bulan Juni 1815. Dikisahkan, setelah pertempuran selesai, Nathan segera pergi ke pantai Belgia dan membayar mahal untuk menyeberangi Selat Inggris di tengah badai petir. Dia lalu tiba di London 24 jam sebelum berita kekalahan Napoleon secara resmi diumumkan, dan hasilnya, Nathan tiba-tiba memenangkan 20 juta franc, sementara saudara-saudaranya yang lain juga mendapatkan bagian. Jika ditotal, maka total keuntungan yang dihasilkan mencapai 135 juta franc. Pamflet politik itu langsung populer di seluruh Eropa, walaupun isinya adalah kabar bohong dan berbahaya. Riset dari profesor jurnalistik dari sebuah surat kabar Inggris The Independent menemukan fakta kalau pada bulan Juni 1815, Nathan tidak berada dekat Waterloo. Tidak ditemukan juga badai petir pada Selat Inggris. Walaupun keluarga Rothschild meraup kekayaan besar dari perang melawan Napoleon, namun mereka tidak mendapatkan uang sebesar ratusan juta franc seperti yang awalnya diberitakan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.