Ciri Orang Sukses: Berani Mengubah Pola Pikir

2

Kemajuan tidak mungkin terjadi apabila tidak ada perubahan. Oleh karena itu, orang yang tidak bisa mengubah pemikirannya, maka tidak akan bisa mengubah apapun. 

Kali ini saya akan membahas buku Think Again karya Adam Grant. Sebelum kita mulai, buat kalian yang mau support channel ini agar terus berkarya, caranya gampang banget, kalian cukup klik subscribe dan nyalakan loncengnya. Dukungan kalian membantu banget supaya kita bisa rutin posting dan bersama-sama belajar di channel ini. Buku ini membahas keuntungan dari berpikir ulang apa yang sudah kita ketahui sebelumnya. Kecerdasan biasanya dilihat sebagai kemampuan untuk berpikir dan belajar, tetapi dalam dunia yang berubah dengan cepat, ada kemampuan yang mungkin jauh lebih penting yaitu kemampuan untuk berpikir ulang dan melepaskan apa yang kita ketahui sebelumnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengarkan pendapat yang membuat kita merasa lebih baik, bukan ide yang membuat kita berpikir keras. Kita melihat orang yang tidak sepakat sebagai ancaman bagi ego pribadi, bukan sebagai kesempatan untuk belajar. Hasilnya, kecerdasan bukanlah sebuah jawaban, malah sebuah kutukan karena ketika kita ahli dalam berpikir tapi di sisi lain, pemikiran ini malah membuat kita sulit untuk berpikir ulang.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Cara baru dalam berpikir
Sumber foto: zonamahasiswa.id

Cara baru dalam berpikir

Manusia pada dasarnya tidak bisa lepas dari kesalahan logika berpikir. Setiap orang tentu saja pasti pernah mengalami bias pikiran, asumsi, prasangka, dan sebagainya. Semua hal ini lalu mempengaruhi kita dalam hal pengambilan keputusan yang buruk, tidak fleksibel, tidak bisa mendengar masukan orang lain, dan sebagainya. Kita juga terbiasa terjebak pada pola pikir yang lama dan sulit sekali untuk menerima sesuatu yang baru. Adam mencontohkan sebuah kisah yang terjadi pada tahun 1949. Sebuah tim smokejumpers dikirim untuk memerangi kebakaran besar. Sebagai informasi, smokejumpers adalah petugas pemadam kebakaran hutan belantara yang terlatih khusus dalam memberikan respons awal terhadap kebakaran hutan liar terpencil. Jadi, mereka terjun dengan parasut ke titik api yang menjadi sumber kebakaran hutan, menggunakan kapak dan gergaji untuk memadamkan api. Mayoritas anggota tim menyimpan peralatan mereka seperti yang diinstruksikan meskipun itu memperlambat mereka. Hanya satu orang yang tidak mematuhi instruksi. Berkat kemampuannya untuk bereaksi dengan cepat, dia menemukan solusi alternatif, yang akhirnya membantunya untuk bertahan hidup. Melalui cerita ini, Adam mendorong kita untuk mencoba alternatif baru dan tidak terjebak pada pola pikir yang lama. Jadi, kecerdasan bukan hanya keahlian untuk berpikir dan mengetahui banyak hal, namun kecerdasan juga dilihat sebagai kemampuan untuk berpikir ulang dan melupakan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Hal ini lalu menjadikan kita lebih fleksibel dalam menghadapi dunia yang serba tidak pasti.

Ada contoh yang menarik. Steve Jobs seringkali identik dengan sosok yang jenius. Kita semua mendengar kisahnya kalau berkat visi dan kejeniusannya maka Apple lalu meluncurkan iPhone. Cerita ini hanya separuhnya yang benar. Kenyataannya tidak begitu. Pada awal tahun 2004, beberapa karyawan Apple mempresentasikan sebuah ide kepada Steve untuk mengubah iPod menjadi sebuah ponsel. Ide itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Steve dan dianggap sebagai ide terbodoh yang pernah dia dengar. Steve khawatir apabila ponsel yang dibuatnya malah membunuh iPod. Walaupun ditolak Steve, tim tersebut masih mengerjakan proyek itu di belakang layar dan berusaha mempengaruhi Steve untuk mengubah pemikirannya. Hingga akhirnya, iPhone pun lahir, karena Steve bersedia think differently dan timnya melakukan aktivitas berpikir ulang.

Berpikir seperti ilmuwan
Sumber foto: bigthinkedge.com

Berpikir seperti ilmuwan

Adam menjelaskan tiga pola pikir umum yang diciptakan oleh ilmuwan politik Phil Tetlock yaitu preacher, prosecutor, dan politician. Kita seringkali berada di dalam satu atau lebih dari peran tersebut ketika kita sedang berinteraksi dengan orang lain dan dalam percakapan dengan diri kita sendiri. Saat kita terkunci dalam mode preacher, kita mempromosikan ide kita terus menerus, tanpa mendengarkan pendapat orang lain. Mode lain yaitu prosecutor, ini adalah kondisi di mana kita secara aktif menyerang ide orang lain dalam upaya memenangkan argumen. Mode ketiga yaitu politician, ini adalah mode ketika kita berusaha untuk mencari persetujuan orang lain dan memiliki sedikit keyakinan akan kebenaran. Dalam mode preacher dan prosecutor, yang penting adalah apa yang kita ucapkan benar dan apa yang orang lain ucapkan itu salah. Oleh karena itu, kita tidak perlu mengubah apa yang ada di pikiran kita. Sedangkan di dalam mode politician berarti kita mungkin akan berbicara sesuai apa yang ingin didengar orang lain. Namun, bukan berarti pandangan kita tentang suatu hal berubah. Masing-masing dari tiga pola pikir, kebenaran berada di urutan paling belakang daripada beberapa pertimbangan lain seperti: berusaha menjadi benar, mempertahankan keyakinan diri sendiri, dan menggalang dukungan dari orang lain. Adam lalu memperkenalkan cara pikir yang keempat yaitu, scientist. Ketika kita berpikir seperti seorang scientist, maka kita mendahulukan kerendahan hati daripada kesombongan dan mendahulukan rasa penasaran daripada keyakinan pasti benar. Seorang scientist melihat pandangan pribadinya sebagai sebuah hipotesis yang butuh konfirmasi atau bantahan. Jadi, dia akan selalu melakukan tes hipotesisnya, secara rutin melakukan eksperimen, dan secara terus menerus mencari fakta baru dan memperbaiki pemikirannya. Dengan pola pikir ini, mengubah apa yang kita percayai, bukanlah sebuah tanda kalau kamu lemah atau hal yang memalukan, tapi sebuah tanda kalau kamu berkembang secara intelektual. Mindset ini lalu mengubah cara kita berinteraksi dengan orang lain. Bukan hanya kita bersedia untuk mendengar pandangan yang baru, tapi kita juga berusaha mencari bukti yang bertentangan dengan pandangan kita saat ini. 

Beberapa pemimpin paling sukses di dunia sudah memahami manfaat dari cara berpikir ini. Jeff Bezos misalnya, mencari orang yang sering berubah pikiran karena ini adalah tanda pemikiran gaya ilmuwan yang rendah hati secara intelektual. Dua ratus tahun yang lalu, bapak pendiri Amerika Serikat, Benjamin Franklin, mengakui kecenderungan pemikirannya sebagai mode prosecutor dalam otobiografinya. Oleh karena itu, Ben menasihati dirinya sendiri dan orang lain untuk mengurangi waktu berdebat dan lebih banyak mencari cara baru yang cerdas dalam memandang dunia. Hal ini memang tidak mudah. Bagi sebagian orang, pandangannya soal topik tertentu dianggap sebagai identitas pribadinya, jadi ketika ada pandangan lain yang bertentangan atau fakta baru yang berbeda, biasanya sangat sulit untuk menerima perubahan tersebut. 

Meyakinkan orang lain untuk berubah pikiran
Sumber foto: personalitytutor.com

Meyakinkan orang lain untuk berubah pikiran

Debat yang baik bukanlah seperti perang argumen. Ini pun bukan seperti tarik-menarik, di mana kamu dapat menyeret lawan bicara ke sisi kamu dengan menarik tali dengan kuat. Ibaratnya, boleh dibilang seperti tarian yang belum ada koreografinya, maka perlu diselaraskan dengan pasangan yang memiliki serangkaian langkah berbeda dalam pikirannya. Jika kamu berusaha terlalu keras untuk memimpin, maka pasangan dansa kamu akan menolak. Namun, jika kamu dapat menyesuaikan gerakan kamu dengan miliknya, dan membuatnya melakukan hal yang sama, kemungkinan besar kamu dan dia akan menari dengan indah. Meyakinkan orang lain untuk berpikir ulang bukan hanya tentang membuat argumen yang baik. Namun, ini tentang motif yang benar saat melakukannya. Ketika kita mengakui bahwa orang lain telah memberikan pendapat yang baik, kita memberikan isyarat kalau kita berpikir seperti ilmuwan, bukan berusaha membuktikan kalau kita benar dan mereka salah. Jarang sekali kita bisa memotivasi orang lain untuk berubah. Lebih baik kita membantu mereka menemukan motivasi dari dalam diri mereka sendiri untuk berubah.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.