Berpikir Lima Langkah ke Depan Dalam Berbisnis

2

Pebisnis sukses dan grandmaster catur memiliki kesamaan yang sama. Mereka mampu membaca situasi dan merencanakan lima langkah ke depan. 

Kali ini saya akan membahas buku Your Next Five Moves karya Patrick Bet-David. Buku ini membahas tentang lima langkah yang harus kamu kuasai untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis. Mungkin kamu penasaran kenapa harus lima langkah ke depan? Ada dua alasan utama. Pertama, lima langkah adalah jumlah yang cukup dari sebuah strategi yang bijak dan tindakan cepat. Meskipun ada kalanya, kamu ingin berpikir lebih dari lima langkah, terlalu banyak berpikir ke depan dapat menyebabkan kamu hanya sibuk menganalisa. Lima gerakan sudah cukup untuk memastikan kamu mengantisipasi kemungkinan di masa depan sambil melihat gerakan dan tindakan balasan dari situasi kondisi yang berubah. Alasan kedua adalah, pada tingkat yang lebih besar, ada lima langkah yang perlu kamu kuasai agar berhasil dalam bisnis dan krusial untuk mencapai kesuksesan. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Berpikir lima langkah ke depan
Sumber foto: inc.com

Berpikir lima langkah ke depan

Kebanyakan orang tidak berpikir lebih dari satu atau dua langkah ke depan. Mereka terlalu fokus pada apa yang ada di depan mata mereka, sampai tidak bisa berpikir dengan lebih strategis. Mereka adalah para amatir dan terlalu gegabah dalam berbisnis. Perlu dipahami, strategi yang efektif adalah tentang membuat langkah dan bersiap untuk meluncurkan serangkaian langkah lain berdasarkan perubahan situasi dan kondisi pesaing atau pasar. Ada contoh yang menarik. Ahli catur Norwegia Magnus Carlsen menjadi grandmaster pada usia 13 tahun. Alasannya, karena dia terus-menerus memikirkan 15 langkah ke depan. Carlsen juga memainkan permainan catur di dalam pikirannya berkali-kali sebelum hal itu benar-benar terjadi. Inilah kesamaan antara catur dan bisnis. Dalam dua hal tersebut, kamu harus memikirkan beberapa langkah ke depan untuk berhasil. Bukan hanya langkah awal yang ingin kamu ambil, tapi harus berpikir lebih jauh untuk menjalankan sebuah strategi yang efektif.

Langkah pertama, Master of Knowing Yourself. Mengenal diri sendiri jarang dibicarakan di kalangan bisnis, tetapi tidak mungkin kamu bisa berpikir ke depan tanpa memahami diri sendiri dulu. Setelah kamu memutuskan ingin menjadi apa, maka arah mana yang akan diambil, akan menjadi jauh lebih jelas. Ini hal yang penting, karena saat kamu bekerja pada hal yang menarik perhatianmu, maka kamu akan menjadi antusias dalam menjalaninya. Ada perspektif yang menarik. Daripada kamu bersaing di pasar yang kompetitif, bagaimana bila kamu mengeksplor pasar baru di mana kamu yang jadi juaranya. Coba cek lagi apa keahlian unik kamu dan keunggulan kompetitif untuk menemukan blue ocean-mu sendiri. Sebagai informasi, keunggulan kompetitif adalah faktor yang membuat kamu lebih baik daripada kompetitor. Kamu bisa mulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada dirimu sendiri. Apakah kamu bisa bersaing dalam kondisi pasar yang kompetitif sekarang? Apakah kamu punya sumber daya yang cukup untuk bersaing? Apakah kompetitor kamu punya manfaat yang tidak bisa kamu tawarkan? Pertanyaan ini bertujuan untuk mencari pasar yang cocok dengan keahlian dan keunggulan kompetitif-mu. Jika sudah, maka kamu perlu menjalani hidup seperti masa depan kamu sudah terwujud di saat ini. Contohnya begini, jika kamu ingin jadi chef, maka kamu harus bekerja seperti seorang chef dari sekarang. Hal ini berarti kamu mulai dengan belajar caranya memasak, bereksperimen terus menerus, dan mengetahui apa karakter seorang chef yang hebat. Jika kamu sudah berpikir dan bekerja seperti chef yang hebat dari awal, maka barulah kamu bisa menjadi chef yang hebat. Pemikiran yang sama juga bisa kamu aplikasikan ke dalam bisnis. Untuk menjadi perusahaan yang hebat, maka perusahaan tersebut harus berpikir dan berperilaku seperti perusahaan hebat dari awal.

Mindset untuk membangun bisnis yang besar
Sumber foto: entrepreneur.com

Mindset untuk membangun bisnis yang besar

Langkah kedua, Master the Ability to reason. Perlu kamu sadari, tidak ada keputusan yang sifatnya hitam atau putih. Penting untuk kita bisa melihat area abu-abu dan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Seperti yang pernah diucapkan oleh raja dari Roma bernama Marcus Aurelius yaitu kamu hanya bisa mengontrol pikiranmu sendiri, bukan kejadian yang ada di luar. Jika kamu menyadarinya, maka kamu akan menemukan kekuatan. Menurut saya, ini merupakan pengingat yang sangat baik. Seringkali kita terlalu fokus pada kejadian yang ada di luar diri, namun lupa bahwa banyak hal di dunia itu berada di luar kendali kita dan sepertinya sia-sia jika kita fokus pada hal tersebut. Pemikiran ini mengubah cara kita melihat keadaan dan menyadarkan lagi ke mana seharusnya kita berpikir. Dalam bisnis, boleh dibilang, setiap saat kita selalu diminta untuk mengambil keputusan. Inilah kehidupan, cara kamu merespon setiap hal yang muncul ditentukan dari bagaimana kamu bisa memproses peristiwa tersebut. Banyak pengusaha gagal, bukan karena model bisnisnya yang kurang baik atau tidak didukung lagi oleh investor. Mereka gagal karena mereka menolak untuk meninggalkan pemikiran lama dan menolak untuk mengadopsi cara berpikir yang baru. 

Langkah ketiga adalah Master building the right team. Setiap bisnis butuh tim yang kuat untuk bisa terus bertumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, penting untuk bisa memahami satu sama lain. Bisnis yang sukses mampu membangun rasa percaya antara karyawan dan pemiliknya sehingga kerjasama yang saling menguntungkan ini lalu akan mempercepat perkembangan dari bisnis. Beberapa pemilik bisnis membuat kesalahan dengan berpikir bahwa kegiatan merekrut karyawan berakhir saat orang tersebut bergabung dalam perusahaan. Kenyataannya tidak seperti itu, ketika kamu merekrut karyawan terbaik, kamu harus terus membuatnya terus bersemangat untuk berkontribusi terhadap perusahaan. Caranya bisa berbagai macam. Beberapa orang dimotivasi oleh saham dari perusahaan, beberapa oleh pembagian keuntungan, beberapa oleh gaji besar, beberapa oleh bonus, dan yang lainnya oleh keamanan finansial jangka panjang. Tidak ada yang persis sama. Jadi, kamu perlu tahu apa motivasi utama karyawanmu dan bagaimana kamu bisa menciptakan sebuah hubungan yang saling menguntungkan.

Cara meningkatkan bisnis
Sumber foto: cioreviewindia.com

Cara meningkatkan bisnis

Langkah keempat adalah Master Strategy to Scale. Sebelumnya kita sudah bahas bagaimana membangun tim yang tepat. Selanjutnya, kita harus mengerti bagaimana caranya untuk mengembangkan bisnis. Ada sebuah kutipan yang menarik dari Alexander the Great yang menyatakan kalau dia tidak takut dengan sekumpulan singa yang dipimpin oleh seekor domba. Tapi, dia takut apabila sekumpulan domba yang dipimpin oleh seekor singa. Hal ini menunjukkan kalau seorang pemimpin yang hebat sangat disegani. Dalam dunia bisnis, mereka adalah pemimpin yang tahu bagaimana cara untuk mengembangkan bisnis yang mereka jalani. Terakhir, langkah kelima adalah Master Power Plays. Setiap bisnis pasti ada Goliath-nya, dan perusahaan ini tidak selalu menjadi perusahaan terbesar di industri kamu. Goliath dapat berupa perusahaan yang mengambil pangsa pasar di wilayah tertentu, atau punya keunggulan di wilayah tertentu. Sebelum kamu melawan Goliath, kamu perlu tahu bahwa Goliath lebih besar dari kamu dan memiliki lebih banyak modal, pengalaman, dan sumber daya. Tapi, Goliath cenderung melambat saat mereka menang dan akhirnya berhenti bekerja sekeras dulu. Jadi, ini adalah kesempatan yang bisa kamu gunakan untuk mengalahkan mereka.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.