Kisah Inspiratif Abraham Lincoln Menghapus Perbudakan

Abraham Lincoln_Cover

Hal baik mungkin datang bagi orang yang menunggu. Tapi, hanya hal baik yang tersisa dari orang yang bekerja keras mengubah hidup mereka. 

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Abraham Lincoln, presiden Amerika Serikat ke-16. Mungkin beberapa orang mengenalnya sebagai tokoh yang menghapus perbudakan. Namun, di sisi lain, kisah suksesnya sangat inspiratif karena Abraham tidak menyerah pada kegagalan hingga akhirnya menjadi orang paling berkuasa di Amerika Serikat. 

Abraham Lincoln lahir pada tahun 1809 di Kentucky, Amerika Serikat. Dia berasal dari keluarga petani yang sederhana. Ketika usianya sembilan tahun, ibunya meninggal dunia. Peristiwa ini menimbulkan luka yang mendalam di benak Abraham dan membuat hubungannya semakin menjauh dengan ayahnya. Dia juga diam-diam kesal dengan tuntutan kerja keras yang harus dia kerjakan sejak kecil. Pada tahun 1817, keluarganya terpaksa harus pindah dari tempat kelahiran Abraham di Kentucky ke Indiana akibat kasus sengketa tanah. Di lingkungan yang baru, keluarga mereka terpaksa tinggal ilegal di tanah umum untuk mencari nafkah di tempat penampungan yang sederhana. Ayahnya lalu  berburu dan bertani di sebidang tanah kecil. Hingga akhirnya, mampu membeli tanah tersebut. Meskipun kedua orang tuanya kemungkinan besar buta huruf, istri baru ayahnya mendorong Abraham untuk membaca. Namun sayangnya, buku sangat terbatas pada masa itu. Para tetangga ingat bagaimana Abraham harus berjalan bermil-mil demi meminjam buku. Saat beranjak dewasa, Abraham baru mendapatkan pendidikan formalnya selama kurang lebih 18 bulan yang merupakan total dari beberapa hari atau minggu setiap kali. Keluarganya lalu berpindah-pindah ke dua kota yang ada di Illinois. Saat Abraham berumur 22 tahun, dia memutuskan untuk hidup mandiri dan bekerja sebagai buruh kasar. Dia pun akhirnya bermigrasi ke komunitas kecil di New Salem, Illinois. Di sana, Abraham selama beberapa tahun bekerja sebagai penjaga toko, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pemilik toko. Di kota itu juga, Abraham banyak berinteraksi dengan komunitas, belajar keterampilan sosial, dan mengasah kemampuan berbicara yang membuatnya populer di kalangan penduduk setempat.

Sumber foto: enjoyillinois.com

Namun pada tahun 1832, Abraham menjual sahamnya di toko yang dia miliki secara patungan. Dia terpaksa melakukan ini karena usahanya terus merugi. Bahkan hutangnya membutuhkan waktu 10 tahun untuk membayarnya hingga lunas. Kejadian ini membuat Abraham mendaftar sebagai kapten milisi yang membela Illinois dalam Perang Black Hawk. Sebagai informasi, Perang Black Hawk adalah konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan suku asli Amerika yang dipimpin oleh seorang kepala suku Sauk yang disebut sebagai Black Hawk. Konflik ini dipicu karena suku asli Amerika itu merasa ditipu atas perjanjian tanah yang baru dibuat. Selama perang, Abraham tidak melihat pertempuran secara langsung. Namun pemandangan medan perang yang dipenuhi oleh mayat sangat berbekas di dalam benaknya. Sebagai kapten, Abraham juga dikenal sebagai orang yang punya integritas tinggi. Suatu hari, dia menghentikan anak buahnya sebelum mereka mengeksekusi suku asli Amerika yang berkeliaran sebagai mata-mata. Bahkan, Abraham sampai berdiri di depan suku asli Amerika yang ketakutan untuk melindunginya. 

Setelah perang usai, Abraham belajar hukum dan mulai terjun ke dalam dunia politik. Karir politiknya tidak selalu berjalan mulus. Abraham berada pada peringkat ke delapan dari 13 kandidat. Kecewa dengan kegagalannya, Abraham kembali mengasah dirinya melalui buku. Kali ini, dia memasang target untuk belajar hukum, menjadi pengacara, dan mencalonkan diri lagi sebagai anggota dewan. Dia berkampanye untuk mendapatkan kursi di Badan Legislatif Negara Bagian Illinois dan sayangnya gagal. Kejadian ini tidak membuat Abraham menyerah, dia mencoba lagi dan akhirnya berhasil mendapatkan posisi tersebut pada tahun 1834, sebagai anggota partai Whig. Abraham pun berhasil mempertahankan posisinya selama empat periode. Namun, ketika Abraham berusaha mendapatkan kursi di Kongres Amerika Serikat, dia pun kembali gagal. Kejadian ini lalu membuat Abraham kembali menjadi pengacara dan menghabiskan waktu 15 tahun berkecimpung di bidang tersebut.

Sumber foto: usnews.com

Tantangan dalam kehidupan Abraham tidak hanya terjadi pada karier politiknya saja. Kehidupan romantis dan keluarganya terbukti menjadi bagian yang sulit juga. Abraham bertunangan dengan seorang wanita bernama Ann Rutledge. Namun sayangnya, pada tahun 1835, calon istrinya meninggal karena demam tifoid. Abraham akhirnya menikah dengan Mary Todd yang berasal dari keluarga terpandang di Lexington, Kentucky. Pernikahan pertama mereka dibatalkan oleh pasangan tersebut setelah mereka memutuskan sebenarnya tidak ingin menikah. Namun, dua tahun kemudian, mereka akhirnya menikah. Abraham memiliki empat putra dan dia berhasil hidup lebih lama dari tiga anak mereka. Anak pertama, Edward, meninggal karena tuberkulosis pada usia 3 tahun, sedangkan anak kedua, William, meninggal pada usia 11 tahun. Putra keempat, Thomas, meninggal saat berusia 18 tahun karena gagal jantung. Hanya putra ketiga, Robert Todd, yang hidup sampai dewasa dan akhirnya meninggal pada usia 82 tahun. Ini merupakan masa yang sulit bagi Abraham dan istrinya. Kejadian ini sangat mengguncang kejiwaan dari Mary, hingga dia harus dirawat di rumah sakit jiwa di kemudian hari. Pada tahun 1836, Abraham juga sempat menderita depresi yang sangat parah hingga dia menghabiskan enam bulan di rumah.

Isu perbudakan di Amerika Serikat mendorong Abraham untuk kembali terjun ke dunia politik. Popularitasnya meningkat saat dia secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya dengan perdagangan budak. Abraham pun lalu bergabung dengan Partai Republik untuk bisa mendapat kursi di Senat. Namun, lagi-lagi, karir politiknya sangat terjal. Pada tahun 1843, Abraham kalah saat pemilihan untuk menjadi kongres. Namun, dia berhasil mendapatkan kursi di kongres pada tahun 1846. Sayangnya, dua tahun kemudian, dia tidak berhasil mempertahankan kursinya di kongres. Kegagalan Abraham berikutnya yaitu saat pemilihan sebagai anggota Senat pada tahun 1854 dan nominasi untuk wakil presiden pada tahun 1856. Tidak sampai disitu, Abraham pun lagi-lagi kalah dalam pemilihan anggota senat pada tahun 1858. Namun, dua tahun kemudian, akhirnya dia berhasil menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.

Sumber foto: loc.gov

Saat Abraham pertama kali menjabat sebagai presiden pada tahun 1861, Amerika Serikat belum benar-benar menyatu. Negara itu telah bersitegang lebih dari ratusan tahun soal perbudakan dan setiap negara bagian berhak untuk mengijinkannya. Perbedaan pola pikir ini membuat Amerika Serikat pada saat itu terbagi menjadi dua, utara dan selatan. Abraham mengijinkan perbudakan di negara bagian yang berada di selatan, namun melarang kebijakan itu di negara bagian yang ada di utara. Pemimpin dari negara bagian yang ada di Selatan tidak setuju dengan kebijakan Abraham. Hingga akhirnya, 11 negara bagian memutuskan untuk berpisah dari Amerika Serikat dan membentuk Negara Konfederasi Amerika untuk menentang 23 negara bagian utara yang memilih untuk tetap menjadi perserikatan. Keadaan yang semakin memanas akhirnya menghasilkan perang saudara pada bulan April 1861. Tujuan utama Abraham pada masa itu adalah bagaimana caranya agar Amerika Serikat tetap menjadi satu negara yang utuh. Namun, di awal perang, kondisinya tidak begitu baik dan negara bagian Selatan terlihat lebih unggul. Semua berubah pada tahun 1863 saat Abraham mendeklarasikan proklamasi emansipasi. Dia menjanjikan akan membebaskan budak yang berada di wilayah kekuasaan Negara Konfederasi Amerika apabila mereka ingin membelot. Ini merupakan langkah putus asa dari Abraham untuk mengubah kondisi perang hingga akhirnya dia menang perang dan perbudakan benar-benar dihapuskan dari Amerika Serikat pada tahun 1865.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.