Kisah Sukses Putri Tanjung

Putri Tanjung_Cover

Jika kita sudah komitmen mengerjakan sesuatu, kita harus bertanggung jawab dan menyelesaikan pekerjaan tersebut sebaik-baiknya. Mental ini yang membuat seseorang meraih kesuksesan dalam hidup.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Putri Tanjung. Putri Tanjung lahir pada tahun 1996. Walaupun lahir sebagai anak konglomerat, hidup tidak lantas menjadi mudah. Putri pernah bercerita kalau dirinya terjun ke dunia usaha karena awalnya dendam dengan orang yang sering meremehkan dia saat kecil. Hal ini lalu membuat dirinya saat berumur 15 tahun menjadi tidak percaya diri karena merasa tidak pintar dalam bidang apapun. Selain itu, sejak kecil, dia juga punya tekanan sosial sebagai anak dari Chairul Tanjung, seorang pengusaha hebat. Dari situ, Putri lalu berusaha mencari apa yang dia bisa dan apa yang dia sukai. Waktu itu, ada kesempatan muncul saat Putri diminta oleh gurunya untuk membuat acara di sekolah. Dari proyek sekolah itu, dia sangat menikmati proses membuat acara itu dari awal hingga selesai. Suatu hari, Putri mengajukan diri ke teman sekolahnya untuk membuat pesta ulang tahun. Dia lalu meminta izin untuk presentasi ke orang tua temannya untuk memaparkan konsep ulang tahun yang Putri coba tawarkan. Saat presentasi di depan orang tua temannya, Putri belajar banyak hal dari berbagai pertanyaan yang diutarakan oleh orang tua temannya, mulai dari tempat parkir hingga cara pembayarannya. Akhirnya, orang tua temannya pun setuju dengan konsep garden party yang ditawarkan oleh Putri dan mentransfer uang belasan juta untuk acara ulang tahun tersebut. Namun, masalah muncul, di hari acara ulang tahunnya, dia tidak memperkirakan kalau akan terjadi hujan, padahal acaranya diadakan di bulan Desember. Dan benar saja, saat itu, hujan deras. Putri mengenang saat itu dia dan dua temannya menggotong sound system dari area outdoor menuju indoor agar tidak rusak. Pengalaman ini sangat berharga bagi Putri dan dia juga sadar ternyata untuk membuat sebuah acara itu cukup kompleks dan banyak yang harus dipikirkan. 

Ada sebuah kisah yang menarik. Dalam mempersiapkan acara ulang tahun temannya, Putri pernah sampai jam 12 malam masih di toko percetakan untuk mencetak undangan ulang tahun. Ayahnya lalu menelpon Putri dan marah, maklum saja, anak cewek masih 15 tahun tapi jam 12 malam belum pulang. Ayahnya lalu bilang, apakah ada yang suruh kamu kerja? Putri pun menjawab, tidak ada. Tapi, ada yang bilang kalau sudah komitmen untuk menjalankan sesuatu, harus dikerjakan dengan benar. Ini adalah filosofi kerja yang diajarkan oleh ayahnya kepada Putri dari kecil. Mendengar anaknya bilang seperti itu, ayahnya pun tidak bisa berkata apa-apa. 

Sumber foto: news.detik.com

Lalu pada usianya 17 tahun, Putri merasa harus melakukan hal yang berbeda. Soalnya, selama dua tahun, dia merasa jenuh menjalankan acara yang kurang lebih mirip. Dia pun lalu terinspirasi dengan kata creativepreneur, seorang pengusaha yang kreatif. Kata ini melekat di dalam benak Putri, hingga akhirnya dia pun datang ke salah satu seminar yang membahas creativepreneur. Namun, pengalaman ini tidak membuat dia senang, karena materinya yang terlalu serius dan pembahasannya yang terlalu umum. Putri merasa bukan hanya dirinya yang merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan ini setelah selesai seminar, dia pun akhirnya memutuskan untuk membuat acara creativepreneur dengan format yang berbeda, konsep yang edukatif, menarik, dan berisi banyak perspektif yang berbeda. Itulah yang mendasari pembentukan acara tahunan creativepreneur corner pertama pada tahun 2014. Mungkin banyak yang mengira, karena anak konglomerat, maka Putri bisa mengandalkan modal dan jaringan ayahnya. Tapi ternyata tidak begitu. Orang tuanya mengajarkan dia untuk mandiri. Jadi, Putri mengumpulkan modal sendiri, bahkan dia juga tidak diperbolehkan untuk meminta sponsor dari perusahaan ayah ibunya. Hal ini mendidik Putri menjadi anak yang mandiri dan punya daya juang yang keras, termasuk merasakan pahitnya kegagalan. Selama menjalani bisnisnya, Putri pernah merasakan kerugian hingga 800 juta rupiah, ditolak sponsor ketika mengajukan kerjasama dalam sebuah acara, hingga merasakan acara yang dibuat gagal dilaksanakan karena tidak didukung oleh sponsor. Semua pengalaman ini mengajarkan Putri kalau jadi pengusaha, pasti ada susahnya, ada saatnya ketika ditolak, ada saatnya ketika gagal, ada saatnya rugi, ada saatnya diberikan tanggung jawab yang besar. Ini adalah hal yang tidak bisa dihindari. Putri pun mengibaratkan kegagalan itu seperti sahabat kita, kalau kita bisa belajar dari kegagalan, maka kita baru bisa berkembang.

Acara creativepreneur corner pertamanya pun berjalan sukses. Ini merupakan ajang pembuktian diri dan sebuah pencapaian yang luar biasa untuk anak yang baru berusia 17 tahun. Menariknya, semua ini dijalankan oleh Putri di sela-sela kesibukannya di bangku sekolah di Singapura. Namun, bukan hanya untuk pembuktian diri, acara creativepreneur corner yang dibuat ternyata mampu memberikan manfaat bagi para peserta yang hadir. Di sisi lain, acara ini juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, karena saat itu tidak banyak EO yang menggelar acara untuk pengusaha, dikemas dalam format yang inspiratif dan entertainment. Inilah yang mendorong Putri untuk terus membuat acara creativepreneur corner di tahun-tahun berikutnya hingga sekarang. Dia pun belajar banyak dari para pembicara hebat yang hadir dalam acara tersebut. Salah satunya yang dipelajari oleh Putri adalah racikan orang sukses itu berbeda. Jadi, tidak ada satu tips paling mujarab membantu seseorang untuk mencapai kesuksesan. Namun, melalui pertemuan Putri dengan banyak orang sukses di acara creativepreneur corner yang dibuatnya, dia akhirnya bisa membuat racikan suksesnya sendiri. Ada sebuah petuah dari ayahnya yang selalu diingat oleh Putri kalau setiap orang punya hak yang sama untuk sukses, tidak peduli umur kamu berapa, anaknya siapa, jenis kelaminnya apa, semua orang punya hak yang sama. Sebagai informasi, Chairul Tanjung juga memulainya dari nol, bahkan Putri sempat mendengar cerita perjuangan ayahnya dari pembantu rumah tangganya. Saat jaman susah dulu, ayahnya dan keluarga, mereka tinggal di gang sempit bahkan tidak punya toilet yang ada di dalam rumah. 

Sumber foto: liputan6.com

Dari acara creativepreneur corner, Putri pun mendirikan bisnis Creativepreneur Event Creator yang berkembang menjadi sebuah agensi kreatif bagi perusahaan di Indonesia yang ingin merambah ke pasar milenial. Perusahaannya cukup sukses, selain rutin menggelar acara tahunan creativepreneur corner, bahkan di sebuah kesempatan, Putri berhasil mendapat proyek dari Telkomsel. Dia pun mendirikan bisnis lain dan aktif sebagai Chief Business Officer dari Kreavi, sebuah platform kreatif tempat komunitas maya pekerja kreatif visual Indonesia untuk berjejaring yang mewadahi 55 ribu creative creators. Putri juga dikenal sebagai inisiator gerakan “Muda Bergerak”, sebuah proyek yang dibuat bersama teman-temannya. Gerakan itu bertujuan mendorong semangat generasi muda sebagai inspirasi generasi bangsa untuk berkontribusi pada lingkungan sekitar. Setelah sukses merintis usahanya sendiri dan memberikan kontribusi positif pada generasi muda, Putri pun berhasil menjadi staf khusus milenial yang diangkat oleh Presiden Jokowi pada tahun 2019. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.