Seni Hidup Minimalis Digital

2

Ada saatnya kita berhenti sejenak dan menikmati kesendirian, bebas dari teknologi. Karena pada dasarnya, teknologi berfungsi untuk memudahkan hidup manusia bukan menguasai hidup manusia.

Kali ini saya akan membahas buku Digital Minimalism karya Cal Newport. Buku ini membahas bagaimana kita bisa menjalani hidup dengan lebih hidup tanpa membiarkan teknologi menguasai hidup kita. Minimalis adalah seni untuk mengetahui rasanya cukup. Sedangkan, minimalisme digital menerapkan ide ini pada kehidupan teknologi pribadi kita. Ini merupakan kunci untuk menjalani kehidupan yang fokus di tengah dunia yang semakin bising. Perlu dipahami, teknologi pada dasarnya tidak baik ataupun buruk. Kuncinya adalah menggunakan teknologi untuk mendukung tujuan kamu, daripada membiarkannya menguasai dirimu.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Apa itu digital minimalism?
Sumber foto: medium.com

Apa itu digital minimalism?

Ada sebuah ironi di era digital. Kita membuat akun di media sosial agar bisa terhubung dengan teman yang mungkin lokasinya berada jauh dari tempat tinggal kita sekarang. Namun, teknologi ini malah membuat kita tidak bisa fokus ngobrol dengan teman yang sedang ada di depan kita. Tanpa kita sadari, kita sudah kecanduan dengan teknologi yang ada di dalam ponsel atau komputer kita. Sebagai informasi, kecanduan adalah suatu kondisi di mana seseorang terlibat dalam penggunaan suatu zat atau sebuah perilaku yang memberikan dorongan kuat untuk berulang kali melakukan perilaku tersebut meskipun ada konsekuensi yang merugikan. Perubahan sosial ini tidak diharapkan atau direncanakan sebelumnya. Tidak ada yang bisa meramalkan bahwa rata-rata pengguna akan menghabiskan 2 jam per hari di media sosial dan akan memeriksa smartphone mereka 85 kali per hari. Dua alasan kuat yang mendorong kecanduan teknologi ini adalah penguatan positif dan dorongan untuk persetujuan sosial. Penggunaan media sosial memberikan kamu dorongan yang sangat kuat melalui jumlah engagement misalnya view, like, comment, dan sebagainya. Menariknya, algoritma membuat jumlah engagement yang kita terima tidak bisa kita prediksi sebelumnya, sehingga inilah yang memberikan dorongan kuat untuk terus menggunakan media sosial. Jika kita bicara soal ketidakpastian, maka hal ini akan membuat otak kita melepaskan lebih banyak hormon dopamin atau dikenal sebagai senyawa yang berkaitan dengan kebahagiaan. Suatu pagi, kita bangun dan menemukan bahwa teknologi baru ini tanpa sadar telah membuat kita kecanduan. Pada dasarnya, dorongan untuk diterima dalam lingkaran sosial sudah berakar pada identitas kita sebagai manusia. Kita adalah makhluk sosial dan tidak pernah bisa sepenuhnya mengabaikan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Teknologi baru telah memanfaatkan dorongan dasar ini untuk menciptakan kecanduan. 

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Kita harus mengubah perilaku kita. Cal mendefinisikan minimalis digital sebagai filosofi penggunaan teknologi di mana kamu memfokuskan waktu ketika kamu sedang online pada sejumlah kecil aktivitas yang dipilih dengan cermat. Aktivitas yang dipilih harus mendukung nilai kehidupan yang kamu anut. ‍Orang yang menjalankan minimalisme digital ada di sekitar kita. Mereka merupakan orang yang dapat melakukan percakapan panjang tanpa seringkali melirik ponselnya. Mereka bisa terlarut dalam membaca buku, mengerjakan proyek yang mereka sukai, atau lari pagi yang santai. Mereka dapat bersenang-senang dengan teman dan keluarga tanpa dorongan obsesif untuk mendokumentasikan pengalaman tersebut. Mereka selalu up to date soal informasi, namun tidak merasa kewalahan atas banyaknya berita yang mereka baca. Mereka juga tidak mengalami perasaan takut ketinggalan karena mereka sudah tahu kegiatan apa yang mampu memberikan makna dan kepuasan.

Memulai digital declutter
Sumber foto: crafters.getcraft.com

Memulai digital declutter

Kegiatan merapikan kehidupan digitalmu atau dikenal sebagai digital declutter berfokus terutama pada teknologi seperti aplikasi, situs, dan hal lain yang berada pada layar komputer atau ponsel. Kamu mungkin juga harus memasukkan video game dan streaming video dalam kategori ini. Setelah itu, beristirahatlah selama tiga puluh hari dari salah satu teknologi yang kamu anggap ‘opsional’ artinya kamu dapat menjauh dari teknologi itu tanpa menimbulkan bahaya atau masalah besar baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi. Dalam beberapa kasus, kamu tidak akan menggunakan teknologi opsional sama sekali, sementara dalam kasus lain kamu mungkin menetapkan serangkaian prosedur yang menentukan kapan dan bagaimana kamu menggunakan teknologi tersebut selama proses decluttering berlangsung. Kejelasan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses decluttering berlangsung akan menentukan keberhasilannya.

Pada satu atau dua minggu pertama, kamu mungkin akan mengalami kesulitan dalam melawan dorongan untuk selalu mengecek teknologi yang sudah kamu kategorikan sebagai opsional. Ini adalah hal yang wajar dan perasaan ini pasti akan berlalu. Namun, perlu diingat, tujuan digital declutter ini tidak hanya untuk menikmati waktu menjauh dari teknologi yang mengganggu. Selama proses sebulan ini, kamu harus secara agresif mencari aktivitas berkualitas untuk mengisi waktu yang tersisa saat kamu menghindari teknologi opsional. Periode ini harus menjadi salah satu aktivitas dan eksperimen yang menarik. Tujuannya agar ketika kamu menyelesaikan decutter digital, kamu telah menemukan aktivitas yang menghasilkan kepuasan secara nyata sehingga kamu lebih percaya diri untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Di akhir jeda, perkenalkan kembali teknologi yang awal tadi ke dalam hidupmu, dimulai dari papan tulis kosong. Untuk setiap teknologi yang kamu perkenalkan kembali, tentukan nilai tambah apa yang bisa diberikan ke dalam hidupmu dan bagaimana kamu bisa menggunakannya secara maksimal. Kamu juga akhirnya sadar kalau teknologi hanya berfungsi sebagai pendukung untuk tujuan hidup yang lebih bermakna.

Menghabiskan waktu sendirian
Sumber foto: introvertdear.com

Menghabiskan waktu sendirian

Setiap orang dapat mendapatkan manfaat dari kegiatan solitude. Ini merupakan pengalaman positif di mana kamu memutuskan untuk menyendiri karena keinginan sendiri. Mungkin perlu dibedakan dengan rasa kesepian ya. Ini bukan rasa kesepian tapi keinginan untuk memberikan jeda sejenak di dalam hidup. Sebelum kita bisa membahas soal solitude, kita perlu lebih memahami dulu apa artinya. Solitude sering kali secara keliru dikaitkan dengan pemisahan jarak secara fisik. Solitude sebenarnya tentang apa yang terjadi dalam pikiran kamu, bukan lingkungan di sekitar kamu. Jadi, dalam keadaan solitude, kamu akan lebih fokus pada pikiranmu sendiri daripada fokus mendengarkan apa kata orang lain. Manfaat dari kegiatan solitude adalah mampu menghasilkan ide baru, memahami diri sendiri dengan lebih baik, dan mampu mendekatkan diri kita dengan orang lain. Latihan lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan meninggalkan ponsel kamu di rumah. Hidup tanpa ponsel terkadang menyebalkan, tetapi punya manfaat yang jauh lebih berharga. Ini bisa menjadi latihan yang berharga dan kamu akan sadar ternyata ponsel tidak begitu penting dalam hidupmu. Kita ternyata bisa terlepas dari keinginan untuk selalu mengecek handphone setiap saat. Kita pun bisa punya pilihan kapan harus menggunakan teknologi tanpa mengganggu kehidupan kita di dunia nyata. Latihan lain yang bisa kamu coba adalah berjalan dalam waktu yang cukup lama. Seorang filsuf dari Jerman bernama Friedrich Nietzsche mengatakan kalau pemikiran besar seringkali dihasilkan saat berjalan kaki. Berjalan sangat efektif karena melibatkan kesendirian. Filsuf ini juga terkenal karena kebiasaannya berjalan kaki hingga delapan jam sehari. Perjalanan ini selalu ditemani dengan buku catatan. Setelah mengisi enam buku catatan tersebut, Nietzsche juga menulis buku yang berjudul The Wanderer and His Shadow.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.