Kisah Inspiratif JP Morgan

JP Morgan_Cover

Uang sama dengan bisnis, bisnis sama dengan kekuasaan. Namun, semua ini berasal dari karakter dan kepercayaan.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari JP Morgan, yang boleh dibilang sebagai raja dari Wall Street. Sebagai informasi, Wall Street sering dianggap sebagai simbol dan pusat geografis kapitalisme Amerika Serikat. Secara simbolis, Wall Street mengacu pada semua bank, hedge fund, dan pedagang sekuritas yang menggerakkan pasar saham dan seluruh sistem keuangan Amerika Serikat. Secara geografis, Wall Street adalah pusat distrik keuangan Manhattan dan membentang dari timur atau barat sejauh delapan blok dari Broadway ke South Street. 

J.P. Morgan dengan nama lengkap John Pierpont Morgan lahir pada tahun 1837 di Connecticut, Amerika Serikat. Dia merupakan sosok berpengaruh dalam bidang keuangan pada dua dekade sebelum perang dunia pertama. Morgan juga diingat sebagai si tangan dingin yang mampu mengubah bisnis yang sekarat menjadi sukses. Dia lahir dalam keluarga yang kaya raya dan merupakan anak dari pengelola keuangan yang sukses. Dengan bantuan ekonomi keluarganya, Morgan berhasil mendapatkan pendidikan bisnis terbaik pada masa itu. Walaupun dia berasal dari orang kaya, Morgan pribadi juga merupakan anak yang pandai dan memiliki intuisi soal bisnis dan keuangan yang kuat. Saat masih kecil, dia sering menderita sakit, kejang-kejang, dan memiliki masalah kesehatan lainnya. Kesehatannya yang buruk memaksa Morgan untuk banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan di galeri. Inilah mungkin membuat dia menjadi kolektor karya seni di kemudian hari.

Sumber foto: internasional.kompas.com

Pada tahun 1854, keluarganya lalu pindah ke London karena pekerjaan ayahnya. Dia lalu bersekolah di Switzerland, di mana dia belajar bahasa Perancis hingga lancar dan memiliki bakat dalam hal matematika dan lalu melanjutkan studinya ke Jerman. Morgan memulai karirnya di New York pada tahun 1857 sebagai akuntan di perusahaan cabang Amerika Serikat milik ayahnya. Ada kisah yang menggambarkan bagaimana kecerdikannya, Morgan saat itu berada di New Orleans untuk urusan bisnis ketika dia bertemu dengan seorang kapten kapal yang penuh dengan kopi tapi sayangnya tidak ada pembeli. Morgan lalu menggunakan dana perusahaan untuk membeli kopi dan kemudian menjualnya ke pedagang lokal untuk mendapatkan keuntungan. Kehebatan Morgan dalam mengelola keuangan membuat bisnisnya semakin besar. 

Pada tahun 1864, bank pertama Morgan yaitu J.S. Morgan & Co. pertama kali didirikan. Ayah dan anak berbagi tugas, ayahnya fokus mengembangkan bisnisnya di London, sedangkan Morgan ditugaskan untuk mengambil tanggung jawab ayahnya di cabang Amerika Serikat. Karir Morgan yang sudah sukses mengambil lompatan yang lebih tinggi pada tahun 1879. Saat itu, William Vanderbilt menawarkan Morgan penjualan 250.000 saham di New York Central Railroad. Berkat kepiawaiannya, Morgan berhasil melakukan transaksi besar-besaran tanpa menurunkan harga saham, dan sebagai gantinya dia mendapatkan kursi di dewan direksi New York Central. Tahun berikutnya, dia memimpin sebuah sindikat yang menjual $ 40 juta obligasi untuk membiayai Northern Pacific Railroad, yang saat itu merupakan transaksi obligasi kereta api terbesar dalam sejarah AS. Setelah satu dekade berhasil menggabungkan beberapa perusahaan kereta api, Morgan membuat terobosan baru dengan mengatur penggabungan Edison General Electric dan Thomson-Houston Company untuk membentuk General Electric pada tahun 1892. 

Sumber foto: rri.co.id

Morgan dan para konglomerat industrialis lainnya sering dicap sebagai robber baron. Sebagai informasi, seorang perampok baron adalah istilah yang sering digunakan di abad ke-19 selama Zaman Emas Amerika untuk menggambarkan seorang tokoh industrialis sukses yang menggunakan praktik bisnis yang dianggap kejam atau tidak etis. Mereka tidak suka dengan kompetisi yang ketat, jadi mereka akan menggunakan reputasi dan kekuatan mereka untuk menggabungkan bisnis tersebut sehingga dapat mengurangi persaingan sekaligus meningkatkan efisiensi. Namun, tidak semua orang melihat hal yang sama seperti Morgan dan teman konglomeratnya. Banyak yang berpikir cara yang dilakukan oleh Morgan seperti perampok karena dianggap tidak etis. Walaupun begitu, tidak ada yang meragukan kehebatan dia dalam mengatur keuangan. Reputasinya yang hebat, bahkan lebih bernilai daripada kekayaan yang dimilikinya. Contohnya seperti ini, Bank yang dimiliki Morgan saat itu tidak memiliki ukuran yang cukup besar untuk melakukan penjaminan dalam penawaran publik atau menangani masalah obligasi tanpa bantuan dari sektor keuangan yang sedang berkembang. Namun, setiap kali banknya menjadi bagian dari sindikat bank tertentu, maka akan berhembus kabar kalau seolah-olah Morgan yang memimpin proyek tersebut. Hasilnya, penawaran publik tersebut berjalan sukses berkat reputasi bank pemberi penawarannya, bukan fundamental perusahaan. Ini yang memperkuat persepsi publik tentang Morgan sebagai wajah dari Wall Street.

Selama era Morgan, Amerika Serikat tidak memiliki bank sentral sehingga dia menggunakan pengaruhnya untuk membantu menyelamatkan negara dari bencana keuangan selama beberapa kali krisis ekonomi. Pada tahun 1895, Morgan membantu menyelamatkan standar emas Amerika Serikat ketika dia memimpin grup perbankan untuk meminjamkan lebih dari $ 60 juta kepada pemerintah federal. Pada kesempatan lain, kepanikan keuangan pada tahun 1907 membuat Morgan mengadakan pertemuan dengan para pemodal terkemuka negara itu di rumahnya di New York City dan meyakinkan mereka untuk memberikan dana talangan kepada berbagai lembaga keuangan yang goyah untuk menstabilkan pasar. Morgan juga dikenal secara luas karena memimpin bursa perdagangan Amerika Serikat di Wall Street untuk keluar dari krisis keuangan pada tahun 1907. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, banyak orang menuduh Morgan terlalu berkuasa dan dianggap mampu memanipulasi sistem keuangan untuk kepentingannya sendiri. Hingga akhirnya, pada tahun 1912, Morgan dipanggil untuk bersaksi di depan komite kongres Amerika Serikat soal dugaan adanya “money trust,” sebuah komplotan kecil pemodal elit Wall Street, termasuk Morgan, yang diduga berkolusi untuk mengontrol perbankan dan industri Amerika Serikat. Dampak dari kejadian tersebut, akhirnya Amerika Serikat membentuk sistem bank sentral yang bernama Federal Reserve System pada bulan Desember 1913 dan mendorong pengesahan Undang-Undang Antitrust Clayton pada tahun 1914.

Sumber foto: .ziglar.com

Ada sebuah kisah yang menarik. Suatu hari, seorang pria asing mendekati Morgan dengan membawa sebuah amplop sambil berkata, “Tuan, di tangan saya, ada formula yang dijamin bisa membuat Anda sukses. Saya dengan senang hati akan menjual formula ini kepada Anda seharga $ 25.000.” Morgan lalu menjawab,“Tuan, saya tidak tahu isi amplopnya. Namun, jika Anda menunjukkannya dan saya menyukainya, saya berjanji sebagai seorang pria terhormat akan membayar sesuai permintaan Anda.” Pria itu lalu menyetujui persyaratan yang diajukan oleh Morgan dan menyerahkan amplopnya. Morgan kemudian membukanya dan mengeluarkan selembar kertas. Dia melihatnya sekali dan mengembalikan selembar kertas itu kepada pria tersebut, mengeluarkan buku ceknya, dan membayar pria itu $ 25.000 sesuai kesepakatan. Apakah kamu penasaran isinya? Surat ini berisi dua poin. Pertama, setiap pagi, tulislah daftar hal apa yang perlu dilakukan hari itu. Kedua, lakukan. Walaupun terlihat sederhana, namun pesan ini memiliki dampak yang signifikan apabila seseorang benar-benar menjalankannya. Ini adalah bagaimana kamu menyusun prioritas hidup. Apakah kamu bersedia mengorbankan kesenangan jangka pendek demi kebahagiaan jangka panjang? Apakah kamu bersedia menabung sekarang demi kondisi keuangan yang lebih stabil di masa depan? Hidup pada dasarnya adalah soal bagaimana kamu membuat pilihan dan prioritas. Pilihan yang benar akan membawamu kepada masa depan yang kamu inginkan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.