Perbedaan Dasar Mental Orang Sukses

2

Sukses itu bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Tapi, sesuatu yang berasal dari keputusan dan tindakan yang kamu ambil untuk mencapainya.

Kali ini saya akan membahas buku The 10x Rule karya Grant Cardone. Buku ini membahas jika kamu mau sukses, maka kamu harus bekerja 10 kali lipat lebih keras daripada orang lain. Pada dasarnya, kebanyakan orang melakukan sesuatu dibagi menjadi tiga tipe, tidak melakukan apapun, mundur, atau tindakan normal. Jika kamu mau mengejar tujuan besar, kamu tidak ingin puas dengan hal-hal biasa. Untuk mencapai level berikutnya, maka kamu harus memahami tipe tindakan yang lebih tinggi. Grant menyebutnya sebagai derajat ke-4 atau juga dikenal sebagai Aturan 10x, tingkat tindakan yang menjamin perusahaan dan individu mewujudkan tujuan dan impian mereka. Tentu saja, pemikiran Grant menghasilkan pro dan kontra. Beberapa orang bersikukuh bahwa menetapkan tujuan yang tidak realistis akan membunuh motivasi, dan mereka merasa lebih baik sedikit janji tapi memberikan hasil lebih. Grant merasa hal ini tidak cukup baik. Target yang tinggi akan memacu kamu bekerja lebih keras, melakukan lebih banyak, dan mencoba lebih dari siapapun. Dan bahkan jika kita gagal, lebih baik gagal dari target yang besar daripada gagal atau bahkan mencapai target kecil.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Bekerja 10x lipat
Sumber foto: .kompas.com

Bekerja 10x lipat

Orang yang membatasi potensi diri mereka akan membatasi apa yang akan dia lakukan untuk menciptakan dan mempertahankannya. Apa pun yang ingin kita capai, misalnya menulis buku, menurunkan berat badan, memiliki pacar impian, dan sebagainya, Grant memberitahu kita bahwa keinginan untuk mencapai tujuan tersebut adalah elemen penting untuk mencapainya. Tetapi terlalu banyak orang yang mencoba untuk membatasi keinginan mereka. Mereka memberi tahu diri mereka sendiri dan orang lain bahwa mereka tidak membutuhkan kesuksesan besar. Tetapi pemikiran seperti ini berbahaya karena ketika kita membatasi keinginan, kita membatasi apa yang ingin kita lakukan untuk mencapai tujuan kita. Grant meminta kita untuk sejenak melupakan gagasan tentang apakah tujuan itu bisa dicapai? Apakah tujuan itu wajar? Satu-satunya cara agar kita bisa mencapai ukuran kesuksesan apapun adalah berusaha meraih tujuan besar setinggi bintang dan mengambil tindakan 10 kali lebih banyak daripada orang lain untuk mencapainya. Grant memberikan contoh pengalamannya sendiri. Saat itu, Grant menetapkan tujuan untuk memulai acara TV-nya sendiri di waktu yang kurang lebih sama saat dia menulis menulis buku ini. Tentu saja, saat itu, banyak orang mencemoohnya dan mengatakan kalau mimpinya itu tidak realistis. Tetapi pada saat Grant menyelesaikan bukunya, ada banyak perusahaan produksi yang tertarik untuk memproduksi acara TV-nya. Target yang awalnya disebut sebagai hal yang mustahil, telah tercapai.

Membuat target yang besar itu baru langkah awal, selanjutnya kamu harus melakukan 10x lipat lebih keras untuk mencapai target yang awalnya terlihat mustahil. Inilah yang jarang orang lakukan, mereka memasang target yang besar, tapi tidak banyak yang bersedia bekerja keras untuk mencapainya. Bagi Grant, ketika dia pertama kali memulai bisnis sebagai konsultan, hal ini berarti melakukan 10 kali lebih banyak panggilan penjualan dalam sehari dibandingkan jumlah yang dianggap perlu atau bahkan masuk akal. Tindakan ini lalu mendorong dirinya sendiri di luar batas kemampuan normalnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Menjadi sukses adalah kewajiban
Sumber foto: andrespira.com

Menjadi sukses adalah kewajiban

Setiap orang punya definisi sukses yang berbeda. Ada beberapa orang menganggap kalau kesuksesan bukan segalanya. Tentu saja itu benar. Tapi, kesuksesan itu penting. Jika kita mengecilkan betapa pentingnya sebuah kesuksesan dengan berkata sukses bukan segalanya, maka hal ini bisa menjadi alasan kita untuk membatasi diri soal sukses yang ingin kita capai dalam hidup dan tindakan menuju ke sana. Grant punya pandangan berbeda. Banyak orang hidup hanya menjalaninya saja. Mereka hanya mengikuti alur hidup mereka tanpa berusaha keras untuk meraih kesuksesan karena mereka berpikir kesuksesan bukan hal yang penting dan terjadi secara kebetulan. Grant merasa kalau kita harus memandang kesuksesan sebagai kewajiban. Sama halnya, seperti orang tua yang menganggap itu adalah tugas mereka untuk memberikan anak mereka kesempatan terbaik dalam hidup, demikian pula kewajiban kita masing-masing untuk memberikan diri kita sendiri kesempatan terbaik. Mindset lain soal sukses adalah kalau tidak ada jalan pintas untuk mencapai kesuksesan. Setiap orang bisa mencapai kesuksesan yang dia inginkan asalkan mereka bekerja keras untuk mencapainya. 

Secara umum, ada empat level tindakan yang kita gunakan di berbagai titik dalam hidup. Mayoritas orang tetap berada di tiga level pertama pada sebagian besar fase hidup mereka. Untuk mencapai hasil yang luar biasa, kita juga perlu mengambil tindakan besar. Level tindakan pertama, do nothing. Ini berarti kondisi di mana kamu tidak melakukan apapun untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan. Level tindakan kedua, retreat. Ini adalah kondisi di mana kamu mundur. Ada beberapa alasan, mungkin kamu pernah mencoba untuk mengejar kesuksesan yang kamu inginkan, lalu gagal. Atau, kamu menghindari pengalaman negatif apabila kamu mencoba dan gagal. Level tindakan ketiga, normal action. Ini adalah kondisi di mana banyak orang berada. Kamu melakukan apa yang harus kamu lakukan seperti kebanyakan orang. Misalnya, jika kamu diminta mengerjakan lima tugas, ya kamu kerjakan hanya lima tugas saja. Level tindakan keempat, massive action. Ini adalah kondisi yang jauh berbeda dan hanya sedikit orang yang bersedia untuk melakukan hal ini. Kamu akan berusaha keras untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan. Ini bukan hanya soal berapa banyak jam yang kamu habiskan untuk bekerja, namun bagaimana cara kamu bekerja juga menentukan hasilnya seperti apa. 

Bertanggung jawab atas kesuksesan 
Sumber foto: inc.com

Bertanggung jawab atas kesuksesan 

Untuk mencapai hasil yang luar biasa, kamu tidak bisa berpikir dan melakukan hal seperti orang rata-rata. Kamu harus punya mindset yang berbeda. Ketika kamu memasang target rata-rata dan ternyata kondisi tidak sesuai harapan, maka hasilmu malah di bawah rata-rata. Beda halnya, ketika kamu memasang target yang tinggi. Ketika kondisi tidak sesuai harapan, hasil yang kamu capai masih di atas rata-rata. Kamu bisa mulai menerapkan Aturan 10X dengan berfokus pada visi besar di masa depan tetapi mengambil tindakan di saat ini. Langkah awal dengan membuat daftar awal 10X tujuan kamu. Pada titik ini, jangan kurangi ukuran tujuan kamu atau khawatir tentang bagaimana kamu akan mencapainya. Buat daftar tindakan yang dapat kamu lakukan dengan bertanya, “tindakan apa yang dapat saya lakukan sekarang untuk mendorong saya mencapai tujuan ini?” Jika sudah, kamu harus mengambil tindakan segera, terlepas dari apa yang kamu rasakan, dan jangan mengevaluasi hasil tindakan kamu terlalu cepat. Setiap hari, kamu mengecek dan menulis ulang tujuan setiap hari saat kamu bangun dan sebelum tidur. Hal ini dilakukan untuk terus menjaga semangat dan dorongan untuk mencapainya. Perlu dipahami, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kamu, baik atau buruk, adalah tanggung jawab kamu, bahkan ketika sesuatu yang berada di luar kendali kamu muncul misalnya pandemi COVID-19, krisis ekonomi, dan sebagainya. Jika sesuatu yang negatif terjadi pada kamu, bahkan jika kamu tidak memiliki kendali atas kejadian itu, tanyakan pada diri kamu, “Jika situasi ini muncul lagi, apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi dampak negatifnya?” Pola pikir baru ini menempatkan kamu sebagai orang yang bertanggung jawab dan punya kendali atas hidup yang kamu jalani. Kamu tidak lagi merasa sebagai korban dari keadaan, tapi kamu bertanggung jawab atas hidupmu, entah kamu suka atau tidak.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.