Kisah Inspiratif Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi_Cover

Jika saya percaya kalau saya bisa melakukannya, maka saya akan punya kapasitas untuk melakukannya walaupun di awal saya mungkin tidak memilikinya. Karena masa depan bergantung pada apa yang kamu lakukan hari ini.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Mahatma Gandhi, bapak pendiri India melalui jalan anti kekerasan.

Dihormati di seluruh dunia karena filosofi non-kekerasannya, Gandhi dikenal oleh banyak pengikutnya sebagai Mahatma, atau diartikan sebagai “yang berjiwa besar”. Dia memulai aktivismenya sebagai imigran India di Afrika Selatan pada awal 1900-an, dan pada tahun-tahun setelah Perang Dunia I menjadi tokoh terkemuka dalam perjuangan India untuk mendapatkan kemerdekaan dari Inggris Raya. 

Mohandas Karamchand Gandhi lahir pada tahun 1869 dan merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Keluarga mereka besar dan bahagia. Sebagai anak bungsu, Gandhi sangat disayang oleh ayah ibu dan saudaranya. Keluarga mereka juga cukup kaya dan tinggal di sebuah rumah besar bertingkat tiga di kota pelabuhan Porbandar di India, sekarang tempat tersebut menjadi Gujarat. Ayah Gandhi adalah seorang pria terpelajar. Penguasa Rajkot mengaguminya dan menjadikan ayahnya sebagai diwan Porbandar. Sebagai diwan, ayahnya mengelola bisnis negara. Orang-orang sangat menghormati ayahnya dan datang kepadanya untuk meminta nasihat. Ketika Gandhi masih kecil, dia merupakan anak pemalu. Gandhi banyak menghabiskan seluruh waktunya dengan buku. Di sinilah, dia belajar banyak hal dan membuatnya menjadi bijaksana. Walaupun begitu, dia tidak terlalu suka dengan sekolah karena menganggap pelajaran matematika yang sulit. Ada kejadian yang menarik. Suatu hari, Gandhi mendapat izin ayahnya untuk menonton drama tentang seorang raja bernama Harishchandra. Hal istimewa dari raja ini adalah dia tidak pernah berbohong, tidak peduli apa yang terjadi padanya. Gandhi sangat terkesan dengan drama ini sehingga dia bersumpah untuk tidak pernah berbohong dalam hidupnya.

Sumber foto: africa-online.com

Suatu hari, Gandhi menjalani tes ejaan dalam bahasa Inggris, jadi setiap murid akan dinilai untuk mengeja kata dengan benar. Dia tahu semua ejaan, kecuali kata ‘kettle’. Guru bahasa Inggrisnya ingin  membuktikan kalau dia adalah seorang guru yang bagus, jadi dia ingin semua siswanya bisa menjawab setiap soal ejaan dengan benar supaya bisa dipuji oleh atasannya. Namun, saat gurunya melihat Gandhi tidak yakin jawaban dari soal tersebut, dia lalu mendorong Gandhi untuk mengintip jawaban dari teman sekelasnya. Dalam hati Gandhi berpikir kalau itu adalah perbuatan yang curang. Dia lalu menolak untuk menyontek dan akhirnya menjadi satu-satunya siswa di kelas yang tidak bisa mengeja dengan benar. Kenyataan ini tidak terlalu membuat dia terganggu. Namun, Gandhi lebih terganggu saat gurunya meminta dia untuk menyontek.

Gandhi pernah berbohong ketika dia masih remaja. Dia mencuri beberapa emas dari saudaranya, lalu menjualnya. Tapi, ini bukan untuk dirinya sendiri, tapi uang itu diberikan kepada saudara laki-lakinya yang lain untuk membantunya keluar dari hutang. Walaupun begitu, kejadian ini membuatnya tidak bisa tidur semalaman, ada perasaan yang mengganjal di dalam dirinya. Akhirnya, Gandhi mengaku kepada ayahnya dan siap menerima hukuman apa pun. Alih-alih marah, ayah Gandhi malah menangis. Hatinya terluka karena putranya telah berbohong, tetapi dia juga senang karena Gandhi mengaku salah. 

Sumber foto: indiaabroad.com

Gandhi pada dasarnya tertarik untuk menjadi dokter, namun ayahnya berharap dia menjadi menteri mengikuti jejak ayahnya dan mengarahkan Gandhi untuk terjun ke dunia hukum. Pada tahun 1888, Gandhi yang berusia 18 tahun berlayar ke London, Inggris, untuk belajar hukum. Di sana, dia berjuang dengan transisi ke budaya Barat. Perlu diketahui, Gandhi tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah dan mengikuti Jainisme, agama India kuno yang sangat ketat secara moral yang mendukung non-kekerasan, puasa, meditasi, dan vegetarianisme. Selama Gandhi tinggal di London, dari tahun 1888 hingga 1891, dia menjadi lebih berkomitmen pada pola makan tanpa daging, bergabung dengan komite eksekutif London Vegetarian Society, dan mulai membaca berbagai teks suci untuk mempelajari lebih lanjut tentang agama-agama di dunia.

Sekembalinya ke India pada tahun 1891, Gandhi baru mengetahui kalau ibunya telah meninggal beberapa minggu sebelumnya. Dia berjuang untuk bekerja sebagai pengacara. Namun dalam kasus di ruang sidang pertamanya, Gandhi yang gugup menjadi bingung ketika dia harus menguji keterangan seorang saksi. Dia pun segera pergi meninggalkan ruang sidang setelah mengganti biaya hukum kliennya. Setelah berjuang mencari pekerjaan sebagai pengacara di India, Gandhi memperoleh kontrak satu tahun untuk membuka layanan hukum di Afrika Selatan. Pada tahun 1893, dia berlayar ke Durban di negara bagian Natal di Afrika Selatan. Ketika tiba di sana, Gandhi dengan cepat dikejutkan oleh diskriminasi dan segregasi rasial yang dihadapi oleh imigran India di tangan otoritas Inggris dan bangsa Boer kulit putih. Sebagai informasi, bangsa Boer atau Afrikaner adalah keturunan bangsa Belanda yang berdiam di Afrika Selatan. Saat kemunculan pertamanya di ruang sidang Durban, Gandhi diminta untuk melepas sorbannya. Dia menolak dan meninggalkan pengadilan sebagai bentuk protes. Kejadian diskriminasi yang dialaminya bukan hanya itu, ada momen penting terjadi pada bulan Juni 1893, selama perjalanan kereta api ke Pretoria, Afrika Selatan, seorang pria kulit putih keberatan dengan kehadiran Gandhi di kompartemen kereta api kelas satu, meskipun dia memiliki tiket. Gandhi pun menolak untuk pindah ke bagian belakang kereta, lalu dia dipindahkan secara paksa dan dilempar dari kereta di sebuah stasiun di Pietermaritzburg. Kejadian ini membangkitkan tekad dalam dirinya untuk memerangi prasangka warna kulit yang mendalam. Sejak malam itu, pria kecil dan sederhana itu akan tumbuh menjadi kekuatan raksasa untuk memperjuangkan hak-hak sipil. 

Sumber foto: history.com

Selama berada di Afrika Selatan, di mana Gandhi dipenjara berkali-kali, dia mengembangkan konsep perlawanan damai dan “satyagraha” yang berarti keteguhan dalam kebenaran. Dari situ, Gandhi selalu berjuang tanpa melakukan kekerasan hingga pada tahun 1947 setelah bertahun-tahun berjuang untuk negaranya, dia akhirnya berhasil memenangkan kebebasan India dari jajahan Inggris. Itulah mengapa dia dianggap sebagai bapak negaranya. Gandhi juga terkenal karena memimpin kampanye pembangkangan melawan pemerintahan Inggris di India, memimpin pawai 165 mil ke Pantai Gujrat di Laut Arab. Dia menghasilkan garam dengan penguapan air laut yang melanggar hukum sebagai sikap menentang monopoli Inggris atas produksi garam. Gandhi dikenal sebagai pria hebat, pemimpin negara, suami, dan seorang ayah yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Dia selalu memikirkan orang lain seperti keluarga, orang, dan negaranya. Itulah yang membuat Gandhi menjadi orang yang dihormati di seluruh negaranya dan di seluruh dunia. Bahkan, walaupun tidak pernah memenangkan penghargaan Nobel meski sudah dinominasikan lima kali berturut-turut. Pada tahun 2006, komite penghargaan Nobel menyampaikan penyesalan karena tidak pernah punya kesempatan untuk menghargai jasa perdamaian Gandhi secara langsung dengan penghargaan Nobel. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.