Jangan Menolak untuk bahagia

Bersikap baik kepada semua orang, karena kamu tidak akan tahu orang yang kamu temui sedang menjalani rintangan hidup yang berat.

Kali ini saya akan membahas buku Resisting Happiness karya Matthew Kelly. Buku ini membahas kenapa kita seringkali menolak untuk bahagia. Tanpa kita sadari, kita memilih untuk menyabotase diri kita sendiri, menunda pekerjaan, dan tidak berani mengejar mimpi yang kita inginkan. Apakah kamu bahagia? Ini mungkin pertanyaan yang salah. Banyak orang merasa cukup bahagia, tapi di waktu yang sama, mereka juga merasa kalau mereka bisa lebih bahagia dari sekarang. Matthew akan membahas pengalamannya sendiri mengenai alasan kenapa kita seringkali menyabotase kebahagiaan kita sendiri. Dia berpendapat, kalau semua ini berhubungan dengan adanya penolakan kita untuk bahagia. Ini merupakan perasaan untuk tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya kita tahu itu baik buat diri kita. Namun di sisi lain, kita tidak berhenti melakukan sesuatu yang malah merugikan diri kita. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Apakah kita tidak ingin bahagia?
Sumber foto: verywellmind.com

Apakah kita tidak ingin bahagia?

Mungkin kamu merasa, kok bisa kita menolak untuk bahagia? Bukannya kita selalu ingin bahagia? Ada contoh sederhana dari penolakan yang dimaksud oleh Matthew. Apakah kamu pernah mematikan alarm di pagi hari, mengubahnya ke mode snooze, dan tidur lagi. Ini adalah contoh sederhana bagaimana sebuah penolakan bekerja dan kita kalah di waktu pertama di pagi hari. Lebih jauh lagi, penolakan merupakan perasaan yang membuat kamu menolak untuk mengerjakan hal yang seharusnya kamu kerjakan. Apalagi pada sebuah proyek jangka panjang, penolakan ini merupakan masalah utama. Sebagai contoh, sebagai seorang penulis, Matthew seringkali diminta pendapatnya tentang bagaimana bisa menerbitkan sebuah buku. Tetapi, mayoritas orang yang bertanya kepada dia soal hal tersebut, belum menyelesaikan penulisan bukunya. Matthew lalu meminta mereka untuk berbicara lagi dengannya ketika mereka sudah selesai menulis buku mereka sendiri. Namun, 95% orang yang bertanya, tidak kembali ke dia. Hal ini menunjukkan mayoritas orang sudah jelas kalah pada pertarungan dalam diri mereka. Boleh dibilang, mayoritas mereka kalah dengan sikap menunda pekerjaan atau kemalasan.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Menurut Matthew, kita bisa mulai dengan mengidentifikasikan rintangannya. Ketika kamu tahu rintangan apa yang kamu hadapi, maka hal ini akan lebih mudah untuk mengetahuinya. Tips lainnya adalah dengan berdoa. Matthew bercerita pengalamannya yang mendedikasikan setiap hari 10 menit untuk berdoa di tengah padatnya kesibukan dia sehari-hari. Ketika Matthew berdoa, dia selalu bertanya empat hal, siapa saya? Apa tujuan hidup saya? Apa hal yang paling penting dalam hidup? Apa hal yang kurang penting dalam hidup? Mencari jawaban dari setiap pertanyaan ini akan memberikan dia kejelasan dan akhirnya menjalani hidup yang bermakna. Selain itu, jawaban ini juga meyakinkan lagi hal apa yang membuatnya bersemangat dan menjadi dasar dalam  membuat keputusan hidup yang lebih baik.

Kematian mengingatkan kita soal hidup
Sumber foto: telegraphindia.com

Kematian mengingatkan kita soal hidup

Kita tidak bisa dengan gamblang memberikan harga untuk sebuah kebahagiaan. Seharusnya, hal terbaik dalam hidup seharusnya tersedia gratis, namun apabila kebahagiaan merupakan hal yang gratis bukan berarti kita tidak perlu berusaha untuk menemukannya. Ada sebagian orang berpikir kalau mereka baru bisa bahagia ketika punya mobil mewah, rumah besar, atau bahkan menikahi cinta sejatinya. Tapi, kenyataannya tidak indah itu. Seringkali, ide lama kita soal kebahagiaan dan barang material tidak memberikan kita kebahagiaan yang bertahan lama. Jadi, apa yang bisa kamu lakukan untuk membuatmu benar-benar bahagia? Ternyata, ketika kita berani menghadapi kalau waktu kita di dunia ini terbatas dan sewaktu-waktu kita akan meninggal akan memberikan kita penerangan soal bagaimana menjalani hidup yang penuh kebahagiaan. Matthew menyadari hal ini ketika dia menjadi seorang konsultan dari sebuah rumah sakit yang terkenal. Suatu hari, Matthew sempat berbicara dengan suster yang merawat pasien dengan kondisi sakit parah. Dia lalu bertanya, apa yang orang dalam kondisi sakit parah bicarakan? Jawaban suster itu lalu memberikan pencerahan bagi Matthew. Susternya bilang, kebanyakan orang terjebak dalam penyesalan hidup. Jika hanya mereka lebih berani dalam menjalani hidup, mengutarakan perasaan mereka dengan lebih baik, atau punya keberanian dalam mengambil resiko. Matthew menyadari jawaban ini sebagai petunjuk untuk menjalani hidup yang bermakna. Ketika menyadari kalau kematian adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, kita jadi lebih menghargai kehidupan yang kita miliki dan mulai berpikir prioritas dalam hidup, apa yang sebenarnya benar-benar penting untuk membuat kita bahagia? Dalam renungan ini, ada hal lain yang juga penting. Suatu hari, Matthew didiagnosa menderita kanker. Informasi ini membuat dia merasa dunianya seakan berhenti total. Namun, ketika dia melihat sekeliling, semua orang masih menjalani kehidupan mereka sehari-hari. Tidak ada yang tahu apa yang baru saja dialami oleh Matthew. Ini membuat dia sadar, walaupun orang lain terlihat baik-baik saja dari luar, namun di dalam diri mereka masing-masing mungkin sedang berjuang dalam pergumulan batin. 

Menikmati waktu sendiri
Sumber foto: goodnewsfromindonesia.id

Menikmati waktu sendiri

Kesepian memang bukan kondisi yang mudah dan banyak orang berusaha menghindarinya. Setiap orang punya caranya sendiri, namun ada yang malah membuat keputusan buruk seperti kencan dengan orang yang salah dan berusaha memenuhi seluruh jadwal harian mereka. Jawaban sebenarnya untuk menghadapi kesepian adalah menghabiskan lebih banyak waktu sendirian. Ini mungkin terdengar aneh, tapi dengan belajar menikmati kebersamaan dengan diri sendiri penting, maka kamu akan menemukan kebahagiaan. Misalnya begini, kamu saat ini dalam kondisi single dan mencari pasangan yang serius. Ketika ada calon pasangan yang berusaha mengajakmu kencan, tapi kamu tidak yakin, kemungkinan kamu dengan sopan akan menolaknya. Beda cerita ketika kamu dalam kondisi single dan tidak terlalu serius mencari pasangan untuk segera menikah. Mungkin saja, kamu bersedia kencan dan mencoba dulu, walaupun awalnya kamu tidak yakin. Di contoh ini, usia seseorang boleh dibilang juga ikut berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk menghargai kesendirian. Mungkin dulu, kamu baru merasa bahagia ketika jalan-jalan keluar seharian, tapi seiring bertambahnya usia, mungkin kamu malah tidak ingin keluar dan hanya ingin menikmati waktu sendirian di rumah. Itu mungkin adalah waktu berkualitasmu. Selain itu, kesendirian akan membantu untuk mengenal diri dengan lebih baik. Ini tidak bisa kamu pelajari dari siapapun, hanya kamu yang bisa mempelajarinya. Dampaknya, hal ini juga akan membantu kamu saat ketika berhubungan dengan orang lain. 

Ketika kamu sudah bahagia sendirian, maka kamu baru bisa meningkatkan kemampuanmu menjadi pendengar yang lebih baik bagi orang lain. Tapi, bagaimana cara seseorang bisa mencapai ini? Matthew membagikan lima teknik kunci untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan secara mendalam. Pertama, lakukan kontak mata. Tatap mata orang yang kamu ajak bicara dan tersenyum. Hal ini akan menunjukkan kepada mereka bahwa kamu tertarik dengan apa yang mereka katakan. Kedua adalah bahasa tubuh. Jika kamu memperhatikan, cara orang memposisikan tubuh menunjukkan banyak hal tentang perasaan mereka saat berinteraksi dalam sebuah percakapan. Misalnya, jika kamu menyilangkan tangan, kamu secara tidak langsung akan menunjukkan kurangnya minat pada orang lain. Ketiga, hindari mengganggu orang lain. Tidak ada yang suka saat dipotong ketika berbicara. Melakukan hal ini akan memberi kesan kalau apa yang kamu katakan lebih penting daripada apa yang mereka katakan. Meskipun kamu tidak setuju, lebih baik menunggu giliran sebelum menyuarakan pendapat. Keempat, hadir sepenuhnya pada saat percakapan. Orang yang kamu ajak bicara pasti akan menyadarinya jika kamu tidak sepenuhnya hadir, jadi jauhkan ponsel dan fokuslah pada percakapan. Kelima, ajukan pertanyaan. Ini adalah cara yang bagus untuk menunjukkan kalau kamu peduli dengan apa yang mereka katakan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.