Cara Meningkatkan Memori Otak dan Mengingat dengan Cepat

2

Kemampuan memori bisa diibaratkan seperti jaring laba-laba yang menangkap informasi baru. Semakin banyak yang ditangkap, maka jaringnya akan semakin besar. Begitu juga sebaliknya, semakin besar jaringnya, maka semakin banyak informasi yang ditangkap.

Kali ini saya akan membahas buku Moonwalking with Einstein karya Joshua Foer. Buku ini membahas soal bagaimana kamu bisa meningkatkan kemampuan ingatan. Pernahkah kamu lupa nama seseorang atau sulit mengingat kembali di mana kamu menaruh file yang dua tahun lalu kamu simpan? Hampir sebagian besar manusia dilahirkan dengan mesin memori yang persis sama. Dan ingatan dulunya adalah bagian penting dari semua kehidupan manusia. Namun, seiring berkembangnya zaman, manusia semakin banyak mengganti sistem mengingat dengan sistem untuk mengingatkan. Hingga akhirnya, begitu banyak dari kita lupa bagaimana menggunakan mesin di dalam diri kita. Apalagi di zaman sekarang, kita menggunakan kemampuan memori kita semakin sedikit. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Kemampuan memori bisa dipelajari
Sumber foto: helpguide.org

Kemampuan memori bisa dipelajari

Ada fakta yang menarik. Pada dasarnya, orang dengan kemampuan ingatan fotografis mungkin tidak ada, atau paling tidak jumlahnya sangat sedikit sekali. Bahkan atlet memori terbaik dan orang paling cerdas pun masih memiliki ingatan sama seperti manusia pada umumnya. Perbedaan besar adalah mereka jauh lebih baik dalam menggunakan otak mereka secara efektif. Sebuah keterampilan yang bisa dicapai oleh siapa saja dengan latihan. Teknik memori kuno pertama kali diperkenalkan sebagai ‘Istana Memori’ yang berusia 2.500 tahun. Pada zaman dulu, kemampuan memori jauh lebih penting dan ingatan merupakan alat yang fundamental. Namun, seiring berkembangnya zaman, banyak yang mengira bahwa kebutuhan akan ingatan yang baik menjadi mubazir setelah buku telah diproduksi secara massal dan kamu bisa mencari informasi apapun di internet. Inilah yang lalu menyebabkan banyak orang mengalami penurunan ingatan dan menganggap itu adalah hal yang alamiah, sebenarnya hal tersebut terjadi karena mereka tidak konsisten melatih otak mereka untuk mengingat. 

Jika kamu merupakan orang yang pelupa, jangan berkecil hati. Ada yang bisa kamu lakukan dengan berlatih metode phonological loop. Melalui metode ini, kamu akan mengulang sesuatu yang perlu kamu ingat. Metode ini merupakan metode klasik yang dilakukan oleh psikolog K. A. Ericsson dan koleganya Bill Chase, yang mempresentasikan seorang sarjana yang dikenal dengan nama inisial SF yang bertugas untuk mengulangi angka yang diminta. Pada awalnya, SF dapat mempertahankan sekitar tujuh angka dalam lingkaran fonologisnya, yang dianggap sebagai hasil rata-rata. Namun, setelah mempraktikkan tes ini selama 250 jam, SF mampu mengembangkan ingatannya berkali-kali lipat. Ini merupakan metode yang mungkin kamu lakukan saat kamu sekolah. Kamu berusaha untuk menghafal pelajaran sebelum ujian. Selain phonological loop, seseorang juga meningkatkan kemampuan memorinya dengan cara menjadi ahli di bidang tertentu. Pada tahun 1940-an, sebuah riset menemukan kalau pemain catur yang ahli punya kemampuan yang disebut sebagai chess memory, ini merupakan kemampuan mereka dalam melihat papan catur dengan cara berbeda dibandingkan dengan pemain yang kurang berpengalaman. Walaupun begitu, kemampuan memori para ahli catur secara umum masih sama seperti kebanyakan orang, namun kemampuan memori mereka di permainan catur jauh berbeda.

Kenapa kemampuan memori kita menurun?
Sumber foto: inc.com

Kenapa kemampuan memori kita menurun?

Pada zaman dulu, sebelum masyarakat mengenal tulisan, informasi dibagikan dengan cara lisan. Tradisi lisan ini bergantung pada orang tertentu yang membawa pengetahuan dan warisan budaya. Misalnya, di Yunani kuno, ada penyanyi dan penyair yang menceritakan mitos para dewa sebelum dicatat dalam sebuah naskah. Bahkan para tokoh hebat pada masa itu juga dikenal memiliki ingatan yang sangat baik. Misalnya, Pliny the Elder menulis tentang sosok luar biasa bernama Cineas yang dapat mengingat semua nama senator dan ksatria di Roma hanya dalam waktu satu hari saja di sana. Raja Cyrus juga dikenang karena mengetahui setiap nama prajurit yang bertempur di sisinya selama pertempuran. Hal ini menunjukkan di zaman kuno, sebelum buku diproduksi secara massal, penting untuk memiliki ingatan yang baik. 

Alasan lain mengapa daya ingat kita semakin buruk saat ini adalah karena menurunnya pentingnya membaca. Sebelum adanya buku modern seperti sekarang, waktu itu dikenal dalam bentuk naskah. Namun, orang pada masa itu mayoritas tidak membacanya karena mereka sudah tahu isinya. Selain itu, naskah pada masa itu sulit dibaca dan tidak mengandung tanda baca, misalnya tidak ada spasi di antara kata. Bahkan, saat itu membaca dianggap sebagai hal yang buruk, filsuf terkenal bernama Socrates percaya kalau membaca akan menyebabkan kelupaan serta kemunduran intelektual dan moral. Tapi kemudian, pada tahun 1440, Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak. Dengan penemuan ini, buku menjadi lebih mudah diakses dan lebih murah untuk diproduksi. Hasilnya, orang-orang dapat membeli lebih banyak buku dan mulai membacanya dengan kecepatan yang semakin tinggi. Di sisi lain, kemampuan memorinya juga semakin menurun, karena alasan orang untuk mengingat setiap informasi menjadi kurang relevan setelah banyaknya buku yang tersedia. Apalagi di zaman sekarang, kita bergantung pada penyimpanan eksternal seperti di smartphone atau komputer karena alat ini memiliki kemampuan yang jauh lebih cepat daripada memori kita sendiri. 

Latihan untuk meningkatkan memori
Sumber foto: medicalnewstoday.com

Latihan untuk meningkatkan memori

Apakah kamu bisa mengingat angka yang panjang? Apakah kamu bisa mengulangi angka 2412200001012001 setelah membacanya sekali? Kemungkinan besar tidak. Mayoritas orang hanya bisa mengingat lima sampai sembilan bagian informasi dalam satu waktu. Tapi, bagaimana jika kamu membagi angka tadi menjadi sekumpulan informasi khususnya menjadi tanggal 24/12/2001 dan 01/01/2001? Informasi yang sama, tapi menjadi jauh lebih mudah diingat kan. Ini adalah teknik yang disebut sebagai chunking. Melalui teknik ini, kamu mengelompokkan informasi ke dalam bagian yang lebih besar sehingga lebih mudah untuk diingat. 

Joshua menemukan kalau orang yang memenangkan kontes memori melakukan teknik tertentu untuk visualisasi, sebuah teknik yang dikembangkan di masa Yunani kuno. Ini merupakan teknik yang disebut sebagai memory palace atau istana memori. Ide ini berasal dari penyair Yunani kuno yang mampu mengingat nama semua orang yang meninggal dunia saat kuil mereka roboh saat perayaan. Dia punya memori visual yang berisi di mana tempat duduk setiap orang. Awalnya, Joshua tidak terlalu percaya dengan teknik ini, jadi dia mulai menghabiskan waktu setahun dengan berlatih setiap hari. Setelah setahun, Joshua lalu mengikuti Kejuaraan Memori Amerika Serikat dan berhasil menang. Bahkan, dia mampu memecahkan rekor Amerika tercepat untuk mengingat satu tumpuk kartu. Joshua bisa melakukannya dengan mengasosiasikan setiap kartu dengan seseorang, sebuah tindakan, atau tempat. Kemudian, hal ini ternyata membantunya dalam mengingat, sebagai contoh sebuah gambar seperti moonwalking with Einstein membantunya untuk mengingat tiga kartu dalam urutan yang benar dan Joshua  hanya membutuhkan 17 gambar untuk mengingat satu pak kartu.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.