John D. Rockefeller, Orang Terkaya Pertama di Amerika Serikat

John D Rockefeller_Cover

Salah besar jika kita berasumsi bahwa orang kaya raya selalu bahagia. Yang jauh lebih penting soal kekayaan adalah apa yang kamu lakukan dengan kekayaan tersebut?

Kali ini saya akan membahas kisah dari John D. Rockefeller, orang terkaya sepanjang sejarah Amerika Serikat. Dia merupakan pendiri dari perusahaan minyak bernama Standard Oil Company.  Saat dia meninggal pada tahun 1937, kekayaannya mencapai 409 miliar dolar dan setara dengan 2% ekonomi Amerika Serikat pada masa itu. 

Jika kita membicarakan sosok John D. Rockefeller sepertinya tidak ada habisnya, apalagi bagi para ahli teori konspirasi, namanya selalu disebut sebagai orang yang menguasai dunia. Apakah benar? Di sisi lain, banyak orang yang mengenalnya sebagai pekerja keras. John mengumpulkan kekayaan yang melimpah dari gurita bisnisnya. Bagi yang mengenal John, dia merupakan pribadi yang dianggap kejam ketika sedang mengincar sesuatu, namun di sisi lain, dia juga banyak bersedekah di penghujung usianya.

John D. Rockefeller lahir pada tahun 1839, di Richford, New York. Dia merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Ayahnya boleh dibilang merupakan penipu ulung keliling yang menjual minyak ular. Dikenal sebagai Devil Bill, Ayahnya terkenal karena bepergian dari kota ke kota menjual obat bohongan yang mampu menyembuhkan kanker dan skema penipuan kesehatan lainnya. Ketika John masih kecil, Ayahnya mengaku menipu dia dengan harapan menjadikan putranya seorang pengusaha tangguh. Dia bahkan bercerita ke tetangganya kalau hal ini dilakukan olehnya untuk mengasah intuisi bisnis anaknya dan mengajarkan nilai sebuah uang. Walaupun ayahnya mengajarkan John untuk curang dan kejam, tapi di sisi lain ibunya mengajarkan dia untuk berhemat, kerja keras, dan mengendalikan diri. Itulah yang membuat John kecil sudah mulai menghasilkan uang dari tetangganya dengan membesarkan ayam kalkun dan menjual potongan cokelat kepada teman sekolahnya.

Sumber foto: hudsonvalley.org

Ketika usianya mencapai 12 tahun, John berhasil menabung hingga $50. Dia lalu mengikuti saran Ibunya untuk meminjamkan uang tersebut kepada petani lokal dengan bunga 7% yang dibayarkan setahun kemudian. Ini merupakan pertama kalinya, John belajar untuk membuat uang bekerja, bukan sebaliknya. Semakin lama, kelakuan ayahnya semakin buruk, ayahnya terlibat skandal pemerkosaan dan beberapa penipuan. Karena malu, ibunya lalu memindahkan keluarga mereka ke Cleaveland untuk bersembunyi. Di sana, John mengikuti kelas bisnis di mana dia belajar soal pembukuan. Untuk membantu ekonomi keluarganya, John bekerja sebagai asisten pembukuan. Pengalaman sebelumnya saat meminjamkan uang kepada petani dan menjual barang kecil, membuat John menjadi berpengalaman. Pada tanggal 26 September 1855, setelah berbulan-bulan mencari, John mendaftar sebagai asisten pembukuan dan menghasilkan 50 sen sehari di perusahaan perdagangan bernama Hewitt & Tuttle. Hingga hari kematiannya, John merayakan “hari kerja” setiap tanggal 26 September untuk memperingati masuknya ke dunia bisnis. Hari itu merupakan hari penting bagi John karena masa depannya dimulai pada hari itu. Sebagai pegawai muda, John harus hidup hemat dan terbiasa membuat jurnal pengeluaran. Di kemudian hari, kebiasaan inilah yang membantunya untuk memahami nilai sebuah uang. Di waktu yang sama, John menyisihkan 10% pendapatannya untuk beramal. Kebiasaan ini terus dia lakukan meskipun sudah jadi orang terkaya di dunia, bahkan hingga dia meninggal dunia. John merupakan karyawan pekerja keras, dia pun naik jabatan menjadi kasir dan naik lagi menjadi karyawan pembukuan dalam hitungan bulan.

Namun, pada usianya ke 18 tahun, John bertengkar dengan bosnya karena gajinya yang kecil. Hingga akhirnya, dia pun memutuskan untuk membuka perusahaan perdagangan sendiri. Untuk memulai bisnisnya, dia dan rekannya menggunakan uang tabungan, pinjaman uang dari ayahnya, dan pinjaman bank. Semua uang itu setelah dikumpulkan menjadi senilai $4,000. Perusahaannya lalu menjual hampir semua barang yang masuk ke dalam Cleveland. Bisnisnya sukses berat dan pada umurnya 21 tahun, John sudah menjadi salah satu pengusaha lokal yang berpengaruh. Rahasianya yaitu kerja keras dan etos kerjanya tersebar luas. John tiba di kantor tepat waktu di jam yang sama setiap pagi, pulang untuk makan malam bersama keluarganya, dan sering kembali ke kantor pada malam hari.

Sumber foto: medium.com

Pada awal tahun 1860-an, produksi minyak mulai menarik di seluruh Amerika Serikat. Di Pennsylvania, terdapat produksi minyak yang besar dan insentif dari pemerintah. John memperhatikan pasar yang sedang berkembang ini dan membuat keputusan untuk membangun kilang minyak di Cleveland. Masalah pada masa itu adalah metode ekstraksi minyak yang tidak efisien, jadi mereka mengeruk minyak dalam jumlah besar, mengumpulkan sebanyak mungkin, dan kemudian membiarkan sisanya dibuang ke sungai, karena bagian produk tersebut tidak bisa digunakan untuk bahan bakar. John justru melihat peluang dari produk sisa tersebut. Dia lalu mengembangkannya dan menjualnya sebagai berbagai macam produk yang berbeda seperti pelumas, petroleum jelly, dan sebagainya. Ini merupakan keunggulan John dibanding perusahaan minyak sejenisnya dan inovasi ini lalu menghasilkan uang yang sangat banyak. 

Bisnisnya pun semakin menggurita hingga boleh dibilang merupakan perintis monopoli di Amerika Serikat. Melalui perusahaan minyaknya, dia lalu membeli perusahaan kecil untuk membesarkan Standard Oil Company. Jika mereka menolak bergabung dengan perusahaan John, maka perusahaan kecil itu akan dihancurkan. Hingga pada awal tahun 1990-an, perusahaanya telah menguasai 90% pasar minyak di Amerika Serikat. Praktik agresif Standard Oil Company dianggap banyak orang sebagai metode bisnis yang kejam hingga meningkatkan permusuhan publik terhadap praktik monopoli. Bukan hanya soal monopoli, daftar dosa John juga bertambah, dia dituduh menyuap orang untuk memata-matai perusahaan pesaing, membuat kesepakatan rahasia, memaksa pesaing untuk bergabung dengan perusahaannya di bawah ancaman, dan sebagainya. Hal ini lalu mendorong pemberlakuan undang-undang anti monopoli. Hingga pada tahun 1911, Mahkamah Agung Amerika Serikat menyatakan perusahaannya melanggar Undang-Undang Antitrust Sherman dan dipaksa harus dipisahkan menjadi 34 anak perusahaan, termasuk perusahaan yang akan menjadi Exxon, ConocoPhillips, Chevron, dan lainnya. Reputasi buruk John dalam berbisnis bahkan sampai disebutkan sebagai orang yang paling dibenci di Amerika Serikat pada masa itu. 

Sumber foto: cleveland.com

Untuk memperbaiki reputasinya yang buruk, John lalu menghabiskan sisa hidupnya untuk beramal. Dia bahkan dikenal selalu memberikan uang kepada anak kecil yang menghampirinya. Salah satu kegiatan amal yang paling menonjol adalah kontribusinya pada pembentukan Universitas Chicago. John kemudian melanjutkan untuk mendirikan Institut Penelitian Medis Rockefeller yang sekarang disebut sebagai Universitas Rockefeller untuk mendorong studi tentang penyakit dan pencegahannya. Berbagai teknik yang lahir dari institusi tersebut telah mengubah dunia biokimia dan kedokteran, termasuk pengobatan pneumonia dan meningitis tulang belakang.  John lalu membangun organisasi amal Rockefeller pada tahun 1901. Fokus yayasannya bergerak pada bidang pendidikan, agama, dan pengetahuan ilmiah. Yayasan tersebut juga berkontribusi pada pencapaian besar seperti pengembangan vaksin demam kuning dan keberhasilan pemberantasan penyakit cacing tambang di Amerika Serikat. John seringkali bilang kalau orang kaya seharusnya tidak meninggal hanya dalam keadaan kaya, tapi orang kaya seharusnya meninggal setelah melakukan banyak kebaikan dari kekayaan yang telah dihasilkan. Sepanjang hidupnya, John telah mendonasikan lebih dari 500 juta dolar. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.