Membaca Kebohongan dari Bahasa Tubuh

2

Komunikasi manusia 60% berasal dari isyarat non verbal. Kemampuan observasi isyarat non verbal akan membantu kamu memahami niat dan perasaan mereka sebenarnya.

Kali ini saya akan membahas buku What Every Body is Saying karya Joe Navarro.  Buku ini membahas soal panduan mantan agen FBI dalam membaca isyarat non verbal bahkan ketika ucapan mereka berkata sebaliknya. Kenapa hal ini penting? Ternyata, lebih dari setengah komunikasi kita berasal dari isyarat non verbal. Isyarat ini bisa membantu kita memahami apa perasaan dan niat mereka sebenarnya. Hal ini memang tidak mudah, karena manusia cenderung melihat, tanpa mengamati secara mendalam. Namun, memperluas kemampuan untuk memecahkan kode bahasa tubuh adalah faktor yang sangat penting dalam menyimpulkan motivasi seseorang atau membangun kepercayaan dengan mereka. Selain itu, mungkin yang lebih penting, kita bisa menggunakan bahasa tubuh tertentu untuk berkomunikasi kepada orang lain seperti memberikan kesan wibawa atau penuh kepercayaan diri.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Komunikasi paling jujur
Sumber foto: nextiva.com

Komunikasi paling jujur

Boleh dibilang, isyarat non verbal merupakan komunikasi yang paling jujur. Hal ini termasuk ekspresi wajah, gerak-gerik, sentuhan, nada, dan volume suara. Menariknya, komunikasi manusia ibaratnya seperti puzzle dan apa yang terucap adalah salah satu bagiannya. Setiap pergerakan atau tidak di dalam sebuah percakapan merupakan satu kesatuan dari sebuah pesan yang ingin disampaikan. Joe mengalami sendiri pentingnya komunikasi non verbal ketika dia menjadi imigran di Amerika Serikat dari Kuba saat berusia delapan tahun. Saat itu, Joe hanya memahami teman sekelasnya melalui bahasa tubuh. Kemudian tentu saja dia belajar bahasa Inggris, namun Joe sudah punya teman sebelumnya. Hal ini juga berlaku ketika kamu sedang bepergian ke luar negeri, kamu mungkin pergi ke tempat yang bahasanya tidak kamu pahami dan mereka juga tidak mengerti bahasa inggris. Komunikasi non verbal adalah cara kamu berkomunikasi dengan mereka. Fakta menariknya lainnya, walaupun kita berusaha untuk menutupinya, tapi hal ini ternyata sudah berakar di dalam bagian otak kita yang disebut sebagai sistem limbik. Joe sering menyebut bagian ini sebagai otak yang jujur karena reaksi yang ditimbulkan cenderung instan dan apa adanya. 

Untuk memastikan kelangsungan hidup, otak kita punya tiga respon dalam menghadapi bahaya atau ancaman yaitu freeze, flight, dan fight. Ini merupakan warisan dari nenek moyang kita dan insting untuk bertahan hidup. Jutaan tahun yang lalu, manusia jarang sekali mengambil reaksi untuk fight, karena kondisi fisik manusia yang jauh lebih lemah daripada predatornya. Jadi, seringkali flight atau kabur merupakan pilihan yang sering diambil ketika menghadapi bahaya. Namun sebelum memilih untuk flight, respon pertama pada umumnya adalah freeze atau terdiam membeku. Ini banyak kita lihat pada banyak hewan yang diam di tempat berusaha menyembunyikan keberadaannya saat ada predator. Ketiga respon ini masih kita temukan dalam diri manusia modern. Walaupun kita tidak benar-benar kabur atau melawan secara fisik, namun insting ini tetap ada di diri manusia modern. Contohnya begini, ketika dalam percakapan yang stress, kita mungkin tidak sadar akan duduk menjauhi dari meja. Ini adalah contoh dari respon flight. Sedangkan untuk respons fight, memang jarang berhubungan dengan kontak fisik. Namun seringkali ditunjukkan melalui ekspresi verbal seperti penghinaan atau sarkasme.

Bagian tubuh yang paling jujur
Sumber foto: marthastewart.com

Bagian tubuh yang paling jujur

Ada fakta yang menarik. Dari semua bagian tubuh manusia, bagian yang paling jujur ternyata adalah kaki. Misalnya, ketika kaki lawan bicara kita berpaling dari kita, maka hal ini bisa menunjukkan beberapa hal, mulai dari kalau mereka ingin segera pergi atau mereka merasa tidak percaya diri. Walaupun kita tidak selalu melihat kaki seseorang, namun pergerakan kakinya bisa terlihat di tubuhnya. Alasan kaki merupakan bagian yang paling jujur, karena ini merupakan bagian tubuh pertama yang bersentuhan langsung dengan tiga respon otak pertama saat menghadapi bahaya. Selain itu, kita mungkin seringkali diingatkan oleh orang tua kita yang bilang,”Mukanya jangan cemberut.” ketika kita tidak suka terhadap suatu hal. Ini merupakan salah satu bentuk dorongan untuk menyembunyikan apa yang kita pikirkan. Jadi, sejak kecil, kita sudah terlatih untuk menjaga ekspresi wajah. 

Ada bagian tubuh lain yang cukup sensitif ketika berhadapan dengan stress atau ketidaknyamanan yaitu tangan. Ternyata, ada alasan di baliknya. Kita punya kecenderungan untuk fokus pada tangan orang lain karena pada zaman dulu, ketika kita melihat orang lain memegang sesuatu, kita harus yakin dulu apakah benda tersebut berbahaya bagi kita atau tidak. Salah satu contohnya yaitu bagian jempol. Orang dengan status sosial yang tinggi atau ingin terlihat seperti itu, seringkali terlihat dengan jempol mereka berada di luar kantong celana sebagai tanda kepercayaan diri. Sebaliknya, ketika jempol berada seluruhnya di dalam kantong menandakan status sosial dan kepercayaan diri yang rendah. Jadi, lain kali setelah pandemi selesai dan kamu sudah bisa bersalaman dengan orang lain, coba perhatikan, apa yang tangan mereka lakukan setelah kalian bersalaman. 

Membaca bahasa tubuh perlu latihan
Sumber foto: wikihow.com

Membaca bahasa tubuh perlu latihan

Memahami komunikasi non verbal memang tidak mudah dan perlu latihan observasi terus menerus. Walaupun kita sudah tahu pola perilaku non verbal, hal ini bukan berarti kita langsung jadi ahli dan bisa membaca dengan akurat. Jika kita hanya mengamati satu bagian saja entah itu sebuah jabatan tangan atau senyuman, ini tidak berarti apa-apa kecuali kalau kamu juga menyadari konteks dan percakapannya. Seorang pengamat perlu memahami yang namanya situational awareness atau kesadaran situasi, hal ini berarti mengetahui sebanyak mungkin detail. Contohnya begini, bayangkan seorang pria sedang mengendarai mobil sambil mengirim pesan. Jika dia fokus pada ponselnya, dia mungkin tidak memperhatikan pengendara sepeda yang hampir dia tabrak. Artinya, orang ini tidak memiliki kesadaran situasional. Dengan kata lain, pengemudi tidak dapat fokus pada semua detail yang diperlukan dalam situasi tertentu. Dan dalam kasus ini, kurangnya kesadaran situasional bisa berakibat fatal. Untuk dapat menganalisis secara tepat pikiran tersembunyi dan isyarat non verbal seseorang, kamu pertama-tama harus menyadari perilaku dasar orang tersebut. Jika kamu tahu bagaimana dia bertindak dalam suasana yang tenang dan netral, maka kamu akan tahu kapan perilakunya berbeda dan dapat memecahkan kode perilaku istimewa mereka.

Dalam mengamati komunikasi non verbal seseorang, kamu juga harus memperhatikan apakah komunikasi verbalnya sesuai dengan non verbalnya atau tidak. Bahasa tubuh kita secara alami cocok dengan ucapan ketika kita mengatakan yang sebenarnya. Misalnya, kita menggunakan tangan saat berdebat atau mengedipkan mata saat kita tersenyum. Ini merupakan tindakan yang dilakukan tanpa dipikirkan sama sekali. Namun, ketika kita berbohong, kata-kata tidak sesuai dengan gerakan tubuh kita. Misalnya, orang yang berbohong selama interogasi akan selalu membutuhkan waktu ekstra untuk mengarang cerita fiksinya, sehingga akan ada sedikit penundaan dalam beberapa gerakannya. Misalnya, mereka mungkin menggerakkan lengan sedikit lebih lambat.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.