Kisah Inspiratif Boyband BTS dari Awal

BTS Story_Cover

Jangan pernah menyerah atas mimpi yang ingin kamu capai. Beranikan dirimu untuk mendengar suara hati dan mengambil langkah untuk mencapainya.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari BTS, grup boyband dari Korea Selatan yang boleh dibilang merupakan salah satu grup boyband paling besar di dunia. 

Di balik lagunya yang sempurna dan terlihat gembira, terdapat pesan serius tentang kritik kehidupan sosial di masyarakat. Nama BTS bisa dijelaskan dengan berbagai cara. BTS merupakan singkatan dari Bangtan Sonyeondan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Bulletproof Boy Scouts. Namun, pada tahun 2017, mereka memutuskan untuk mengubah akronim nama mereka menjadi Beyond the Scene. Menurut halaman Wiki Fandom, konsep di balik BTS adalah bahwa para pria ini ingin menghentikan stereotip, kritik, dan ekspektasi yang ditembakkan kepada anak muda seperti peluru. Mereka ingin melindungi nilai-nilai dan cita-cita dari anak muda. Sebagai contoh, salah satu single debut mereka, “No More Dream,” membahas masalah anak muda yang membuang masa depan dan impian mereka demi memenuhi ekspektasi masyarakat. Lagu ini dirilis ketika mayoritas anggota grup BTS masih remaja dan lagu tersebut sangat berkaitan dengan bagaimana kehidupan anak muda Korea Selatan yang sebagian besar berputar di sekitar penekanan kulturnya pada pendidikan. Hal ini lalu membuat sebagian besar siswa dari usia belia dituntut untuk menghadiri kelas khusus setelah sekolah dengan tujuan agar bisa masuk ke dalam universitas bergengsi di Korea Selatan.

Anggota BTS pertama kali dikumpulkan pada tahun 2010 oleh manajemennya yaitu Big Hit Entertainment. Perusahaan entertainment seperti Big Hit punya berbagai cara untuk menemukan talenta. Sebagai contoh, anggota BTS Suga ditemukan melalui audisi online pada musim gugur 2010 sementara Jungkook mengatakan pada sebuah acara bincang-bincang Korea bahwa dia ditemukan oleh agensi bakat setelah mengikuti audisi untuk “Superstar K,” sebuah acara Korea yang mirip dengan “Indonesian Idol”. Setelah ditemukan, mereka lalu direkrut menjadi trainee untuk dipersiapkan menjadi bintang di masa depan. Pelatihan ini termasuk latihan menyanyi dan menari, begitu juga akting dan berbicara di depan umum. Banyak dari peserta pelatihan ini adalah remaja muda berusia antara 13 hingga 15 tahun. Anggota termuda dari BTS yaitu JungKook berusia 14 tahun ketika dia pertama kali memulai sebagai trainee sebelum memulai debutnya beberapa bulan sebelum berusia 16 tahun. Perjalanan dari trainee hingga akhirnya debut itu tidak mudah dan penuh persaingan dengan ketat. Hingga akhirnya, hanya RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook yang berhasil terpilih. 

Sumber foto: hot.liputan6.com

Karena bukan berasal dari tiga perusahaan rekaman terbesar di Korea Selatan, BTS harus berjuang dengan keras. Kurangnya koneksi dan dana promosi membuat mereka harus memutar otak dengan keras. Akhirnya, mereka memutuskan untuk promosi menggunakan media sosial. BTS merupakan salah satu grup K-pop pertama di Twitter. Mereka juga memposting vlog di YouTube dan membagikan detail kehidupan mereka di platform streaming Korea AfreecaTV dan V Live. Isi vlog-nya membuat BTS terlihat sangat autentik di mata para fans-nya. Kedekatan inilah yang membuat BTS berbeda dengan grup boyband lainnya. Ini merupakan keunggulan dari BTS yang akhirnya mampu mendapat dukungan fans yang sangat loyal dan solid. 

BTS mencetak sejarah pada tahun 2017, saat itu mereka merupakan grup K-Pop pertama yang tampil di acara American Music Awards. Hal ini memperkuat BTS di kancah dunia. Ada beberapa resep sukses BTS yang menjadi populer seperti sekarang. Pertama adalah musik. Dengan semakin populernya K-pop, musik yang mereka buat pun semakin populer. Menurut Billboard, album mereka ‘Love Yourself: Tear’, yang dinyanyikan dalam bahasa Korea, menjadi “album No 1 berbahasa asing pertama dalam lebih dari 12 tahun.” Tidak hanya itu, banyak orang mengatakan bahwa topik yang diangkat dalam musik mereka juga berperan besar dalam kesuksesan yang mereka raih. Jika banyak lagu K-pop berbicara tentang hubungan percintaan, BTS membahas topik yang mungkin jarang dibahas oleh grup musik lain seperti bullying, elitisme, dan kesehatan mental. Kedua adalah penampilan. Bukan hanya musiknya saja, BTS juga memberikan penampilan yang memukau. Semua ini didapat melalui latihan panjang dan kerja keras. Untuk menyempurnakan penampilan mereka di atas panggung, BTS berlatih selama berjam-jam. Sebagai gambaran, dalam persiapan debut, mereka berlatih selama 12 hingga 15 jam sehari. Ketiga adalah media sosial. Ini merupakan bagian resep rahasia dari kesuksesan BTS. Suga dalam sebuah interview mengatakan kalau mereka beruntung lahir di waktu yang tepat. Tanpa media sosial, mungkin mereka tidak akan setenar sekarang. Pada tahun 2018, mereka memenangkan Billboard Music Award untuk Top Social Artist, mengalahkan nama-nama besar seperti Justin Bieber, Ariana Grande dan Selena Gomez. Menariknya lagi, BTS merupakan grup K-Pop pertama yang memenangkan award itu. Perkembangan media sosial juga membuat anggota BTS mampu berinteraksi dengan fans mereka di seluruh dunia. Beruntungnya, karena berasal dari agensi yang tidak begitu besar, mereka diberikan kebebasan untuk berinteraksi dengan fans mereka di media sosial. Keempat adalah fans. Tidak ada grup musik manapun yang bisa sukses tanpa dukungan yang luar biasa dari fans mereka. Fans mereka dikenal sebagai ARMY yang merupakan akronim dari Adorable Representative M.C. for Youth. Boleh diakui, fans BTS boleh dibilang sangat militan dan memberikan dukungan yang luar biasa. Sebagai gambaran, fans  BTS memberikan dukungan online sebanyak 300 juta pada ajang Billboard Award agar BTS bisa menang dalam dalam ajang tersebut.  Bukan hanya itu, ARMY juga mendukung BTS saat mereka menggalang donasi secara online untuk kampanye Black Lives Matter. Saat itu, BTS memposting sebuah tweet yang berisi dukungan mereka untuk gerakan Black Lives Matter. Para fans lalu membantu BTS untuk menggalang donasi hingga mencapai satu juta dolar. 

Sumber foto: kepo.co

Setiap kisah sukses, pasti di sisi lain ada perjuangan yang berat untuk menuju kesana. Anggota BTS juga mengalami hal yang serupa. Tidak semua anggotanya bercita-cita menjadi penyanyi, misalnya, Jin mengikuti audisi karena ingin membuat ibunya bangga. RM memiliki kesempatan dimana dia bisa menjadi solois yang hebat. Tetap saja, dia memilih untuk tetap di BTS. Suga juga punya cerita sendiri, dia lahir dalam keluarga yang miskin. Suga lalu memberitahu orang tuanya kalau dia ingin menjadi rapper dan musisi. Namun, orang tuanya tidak setuju karena mereka menginginkan Suga untuk sekolah yang rajin dan bekerja seperti orang pada umumnya. Anggota BTS yang lain yaitu Jimin pada awal debut terkenal karena perutnya yang six pack. Namun, seiring berjalannya waktu, perut six pack-nya sempat hilang. Hal inilah yang kemudian membuat Jimin mendapat banyak hate comment yang mengatakan kalau dia gemukan dan malas. Kejadian ini yang membuat dirinya sempat tidak percaya diri dan tidak nafsu makan agar bisa kembali kurus. BTS pun sempat hampir bubar karena tidak punya cukup uang untuk melanjutkan lagi. Bukan hanya itu, di balik penampilan penuh percaya diri, mereka juga terus berjuang dengan keraguan diri dan depresi. Saat berbicara pada saat pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, RM mewakili BTS berbicara soal kehidupan awalnya dan bagaimana dia hampir menyerah pada apa yang dia inginkan karena mendengarkan suara orang lain tetapi akhirnya mampu mengatasinya dan menemukan kenyamanan dalam bermusik setelah mengikuti suara hatinya. RM juga mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama dan menjadi pendukung bagi diri mereka sendiri. Karena untuk benar-benar mencintai diri kita sendiri, maka penting untuk pertama-tama tahu siapa diri kita, apa kelebihan dan kekurangan kita. Apabila kita sudah bisa mencintai diri kita sendiri, barulah kita baru bisa mencintai orang lain. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.