Teknik Bernapas yang Benar

2

Tidak ada hal yang penting untuk kesehatan kita daripada bernapas. Latihan ini mampu meningkatkan kualitas hidup dan mencegah masalah kesehatan serius di masa depan.

Kali ini saya akan membahas buku Breath karya James Nestor. Buku ini membahas pentingnya cara bernapas yang benar dan membantu dalam meningkatkan kesehatan kita pribadi. Kita mungkin merasa tidak perlu belajar soal bernapas, toh kita sudah bernapas setiap hari sejak kita lahir. Namun, bernapas ternyata tidak sesederhana itu. Tidak peduli apa yang kamu makan, seberapa sering kamu berolahraga, apakah kamu muda, semua itu tidak penting apabila kamu tidak bernapas dengan benar. Tidak ada yang lebih penting bagi kesehatan kita daripada bernapas, udara masuk, udara keluar, kegiatan ini diulang 25 ribu kali sehari. Ternyata, seni bernapas yang benar hilang seiring perkembangan zaman. Barulah, kini sudah banyak orang mulai mempelajari kembali seni bernapas yang benar. Penelitian modern menunjukkan, membuat sedikit penyesuaian pada cara kita menghirup dan menghembuskan napas dapat meningkatkan performa olahraga, meremajakan organ dalam, menghentikan mendengkur, asma, dan sebagainya. Walaupun ini terdengar berlebihan, namun semua ini dimungkinkan.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Fakta menarik soal bernapas
Sumber foto: magazine.vitality.co.uk

Fakta menarik soal bernapas

Dari 5,400 spesies mamalia berbeda yang ada di planet ini, manusia sekarang adalah satu-satunya yang secara rutin memiliki posisi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal, secara medis dikenal sebagai maloklusi. Evolusi bukan selalu berarti kemajuan, namun cenderung berarti perubahan, ini bisa mengarah pada kehidupan yang lebih baik atau lebih buruk. Salah satunya ketika kita mengadopsi dan menurunkan sifat-sifat yang merugikan kesehatan. Konsep ini disebut dysevolution dan menjelaskan kenapa punggung kita sakit, kaki sakit, dan tulang semakin rapuh. Hal ini juga berkaitan dengan makanan yang kita makan. Semakin banyak kita memasak makanan kaya kalori hingga menjadi lembut dan mudah untuk dikonsumsi, maka semakin besar otak kita tumbuh dan semakin ketat saluran udara kita. Nah, ada fakta menarik soal hidung mancung dan pesek. Ternyata, dalam iklim yang lebih dingin, hidung kita akan tumbuh lebih sempit dan lebih panjang untuk memanaskan udara dengan lebih efisien sebelum memasuki paru-paru. Selain itu, kulit kita akan menjadi lebih cerah untuk menerima lebih banyak sinar matahari terkait produksi vitamin D. Sedangkan dalam iklim yang cerah dan hangat, kita beradaptasi dengan hidung yang lebih lebar dan rata, kondisi ini lebih efisien dalam menghirup udara panas dan lembab. Selain itu, kulit kita akan menjadi lebih gelap untuk melindungi diri kita dari sinar matahari. Namun tentu saja, bukan berarti kalau kita pindah ke iklim yang lebih dingin, tiba-tiba hidung kita berubah ya.

Fakta menarik lainnya, ternyata kapasitas paru-paru kita bisa ditingkatkan. Tentunya, hal ini akan membantu kamu dalam bernapas. Contohnya begini, penyelam bebas rata-rata memiliki kapasitas paru-paru yang jauh lebih besar daripada orang kebanyakan. Herbert Nitsch adalah contoh sempurna untuk hal ini. Herbert memiliki kapasitas paru-paru 14 liter, lebih dari dua kali lipat dari kapasitas paru-paru rata-rata pria pada umumnya. Dia tidak dilahirkan dengan paru-paru yang besar; sebaliknya, Herbert melatihnya melalui freediving. Kamu pun juga bisa meningkatkan kapasitas paru-paru, hanya dengan melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda secara konsisten. Ditambah lagi, sesekali melakukan olahraga yang membuat kamu bernapas lebih dalam dan detak jantungmu naik. James menjelaskan, perubahan kecil ini ternyata dapat meningkatkan ukuran paru-paru kamu hingga lima belas persen.

Bernapas melalui hidung bukan mulut
Sumber foto: health.clevelandclinic.org

Bernapas melalui hidung bukan mulut

Mungkin ini kadang tidak kita sadari, namun kebanyakan orang seringkali bernapas melalui mulut, bukan melalui hidung. Tanpa mereka sadari, hal ini berbahaya bagi kesehatan. Di bukunya, James bereksperimen menjadi sukarelawan dalam riset yang diadakan oleh Sinus Centre di Stanford University. Dia ingin tahu, apa yang terjadi pada tubuhnya, jika dia hanya bernapas melalui mulut selama sebulan. Walaupun eksperimen ini harusnya berjalan selama sebulan, James hanya mampu bertahan selama 10 hari. Hal ini dikarenakan tekanan darahnya naik 20 poin di hari pertama. Selain itu, James yang awalnya bukan orang yang suka mendengkur, tapi dia mulai mendengkur empat jam per malam. James juga mulai mengalami sleep apnea, jadi ini adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti selama beberapa kali saat tidur. Dampaknya, level oksigen dalam darah James menjadi 90%, padahal dalam kondisi manusia normal haruslah di antara 95% hingga 100%. Hasil ini bukan kebetulan, temannya yang juga menjadi sukarelawan dalam eksperimen ini juga mengalami hal yang sama. Setelah beberapa jam bernapas kembali melalui hidung, James merasa normal kembali. Kemudian, James memutuskan untuk menutup mulutnya dengan selotip ketika tidur. Hal ini lalu memaksa dia untuk bernapas melalui hidung ketika tidur. Setelah beberapa hari kemudian, James mengurangi waktu mendengkurnya dari empat jam per malam menjadi 10 menit per malam. Lebih penting lagi, James bangun dengan perasaan yang segar.

Selain bernapas melalui hidung, ada hal yang cukup penting yaitu latihan bernapas lebih lambat. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara level oksigen dan karbon dioksida yang ada di tubuh kita. Setiap kali kita mengikuti pola pernapasan lambat ini, aliran darah ke otak meningkat dan sistem dalam tubuh memasuki keadaan yang selaras, ketika fungsi jantung, sirkulasi darah, dan sistem saraf dikoordinasikan untuk mencapai efisiensi puncak. Saat kamu kembali bernapas atau berbicara secara spontan, jantung kamu akan berdetak sedikit lebih tidak menentu, dan integrasi sistem ini perlahan akan berantakan. Namun, dengan beberapa tarikan napas yang lambat dan rileks, keselarasan itu akan kembali lagi. James juga telah mencoba berbagai metode pernapasan selama bertahun-tahun. Terkadang teknik terbaik itu tergantung apakah kamu sedang berolahraga, ingin rileks, atau mencoba untuk tidur. Namun, menurut pengalamannya, ada teknik yang cukup efektif, salah satunya yaitu pernapasan simetris. Jadi, James merekomendasikan menarik napas selama 5,5 detik; kemudian menghembuskan napas 5,5 juga melalui hidung. Tujuan dari latihan pernapasan ini adalah agar detak jantung kita bisa menjadi lebih konsisten.

Manfaat bernapas dengan benar
Sumber foto: republika.co.id

Manfaat bernapas dengan benar

Ada fakta yang menarik. Hewan yang punya usia panjang merupakan hewan dengan detak jantung yang lambat, hal ini diasosiasikan tingkat pernapasan yang lebih lambat. Di dunia hewan, pernapasan dan rentang hidup berjalan proporsional. Gajah adalah salah satu hewan yang hidup paling lama dan mereka hanya mengambil empat hingga lima napas per menit. Demikian pula dengan aligator yang hanya mengambil satu napas per menit. Sebagai perbandingan, anjing, kucing, dan tikus mengambil lebih banyak napas per menit. Kemudian, mereka hidup jauh lebih pendek daripada gajah dan aligator. Manusia berada di antara gajah atau aligator dan kucing atau anjing untuk kecepatan napas dan masa hidup. Manfaat lain dari seni bernapas yang benar adalah hal ini bisa membantu seseorang dalam menghadapi kecemasan. Orang yang mengalami gangguan panik memiliki kadar karbon dioksida yang rendah dan rasa takut yang jauh lebih besar untuk menahan napas. Untuk menghindari serangan lain, mereka bernapas terlalu banyak dan akhirnya menjadi sangat peka terhadap karbon dioksida dan panik jika merasakan peningkatan gas ini. Mereka cemas karena bernapas berlebihan. Sebaliknya, napas berlebihan karena mereka cemas.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.