Sejarah Kelam Penemuan Christopher Columbus

Christopher Columbus_Cover

Sejarah terkadang hanya mencatat romansa kisah heroik yang menginspirasi. Namun, di sisi lain, ada kisah kelam yang terkadang dilupakan oleh sejarah.

Kali ini saya akan membahas kisah dari Christopher Columbus, penjelajah yang dikenal karena dianggap menemukan benua Amerika.

Kehidupan Christopher Columbus adalah kisah inspirasi, keberanian, pencapaian luar biasa, dan perjuangan dalam menghadapi tantangan hidup yang berat. Sebagai penjelajah yang membawa tiga perahu kecil melintasi Atlantik dan menemukan benua yang belum ditemukan, dia adalah seorang pahlawan. Namun, keserakahannya akan emas dan kekuasaan membawa tragedi pada suku asli yang tinggal di sana, dan akhirnya menyebabkan kejatuhannya sendiri. Christopher Columbus lahir pada tahun 1451 di Italia. Dia dibesarkan dalam keluarga pedagang benang wol. Ketika masih remaja, Columbus mendapatkan pekerjaan di sebuah kapal pedagang. Dia menjadi awak kapal hingga tahun 1476 ketika kapalnya diserang oleh bajak laut hingga tenggelam. Beruntungnya, Columbus selamat karena dia mengapung di atas sebongkah kayu dan akhirnya terbawa arus hingga ke Lisbon, Portugal. Di sana, Columbus belajar matematika, astronomi, kartografi, dan navigasi. Pengetahuan inilah lalu membuatnya bermimpi dan merencanakan perjalanan yang membesarkan namanya di masa depan. 

Sepanjang abad ke-15 dan ke-16, pemimpin dari beberapa kerajaan di Eropa berlomba-lomba untuk mendanai pelayaran dengan harapan para penjelajah mampu menemukan kekayaan dan tanah yang belum pernah ditemukan. Orang Portugis merupakan yang pertama dalam memulai abad penjelajahan. Dimulai sekitar tahun 1420, kapal-kapal Portugis kecil yang dikenal sebagai karavel berlayar di sepanjang pantai Afrika, membawa rempah-rempah, emas, budak, dan barang-barang lainnya dari Asia dan Afrika ke Eropa. Inilah yang membuat kerajaan lain di Eropa juga ingin memperoleh kekayaan serupa. Pada akhir abad ke-15, hampir tidak mungkin untuk bepergian dari Eropa ke Asia melalui jalur darat. Selain karena rutenya yang panjang dan sulit, rute ini juga seringkali diserang oleh pasukan musuh atau perampok yang sulit dihindari. Penjelajah Portugis memecahkan masalah ini dengan menggunakan jalur laut. Mereka berlayar ke selatan di sepanjang pantai Afrika Barat dan mengelilingi Tanjung Harapan. Namun, Columbus punya gagasan yang berbeda, kenapa tidak berlayar ke barat melintasi Atlantik alih-alih mengelilingi benua Afrika yang besar? Logika navigator muda itu bagus, tapi secara perhitungan matematika sebenarnya salah. Dia berargumen bahwa lingkar bumi jauh lebih kecil daripada yang diyakini orang-orang pada masa itu. Oleh karena itu, Columbus percaya bahwa perjalanan dengan perahu dari Eropa ke Asia seharusnya tidak hanya mungkin, tetapi juga lebih mudah apabila melalui Jalur Barat Laut yang belum ditemukan. Ini merupakan salah satu kontribusinya. Columbus bukan membuktikan kalau bumi itu bulat, tapi membuktikan kalau ternyata kita bisa berlayar mengelilingi bumi. 

Sumber foto: idntimes.com

Columbus lalu bersemangat dan mempresentasikan idenya kepada para pejabat di Portugal dan Inggris, namun tidak mendapatkan respons yang bagus. Barulah ketika tahun 1492, dia berhasil mendapatkan pertemuan dengan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Spanyol. Pertemuan ini ternyata berakhir menggembirakan. Columbus berhasil membuat kontrak bisnis dengan penguasa dari Spanyol. Dia berhak 10% atas setiap kekayaan yang dia bawa ke Spanyol, gelar bangsawan, dan hak sebagai penguasa di wilayah yang dia temukan. Lalu pada bulan Agustus 1492, Columbus dan awak kapalnya berlayar dari Spanyol dengan tiga kapal. Hingga akhirnya, kapal mereka menemukan daratan yang dianggap olehnya sebagai Hindia Timur. Dia lalu menyebut suku yang ada di sana sebagai suku Indian, karena menganggap kalau dirinya sudah sampai di Indies atau dikenal sebagai Hindia. Padahal, perjalanan pertama Columbus tidak sampai ke benua Amerika, tapi hanya sampai di kepulauan Bahama. Inilah yang membuat pernyataan kalau Columbus menemukan Amerika, tentu saja kurang tepat. Sebelum penjelajahan Columbus, benua Amerika sudah dihuni oleh suku asli di sana. Selain itu, 500 tahun lalu sebelum petualangan Columbus, konon penjelajah Viking dengan nama Leif Eriksson pernah menginjakkan kakinya di Amerika Utara. Namun, berkat penjelajahan Columbus, barulah dimulai eksplorasi dan kolonisasi di Amerika. 

Columbus lalu kembali ke Spanyol sebagai pahlawan. Dia tidak hanya membawa barang dari benua yang disebut sebagai dunia baru, namun juga enam orang suku asli di kepulauan Bahama sebagai budak. Raja Spanyol pun senang atas pencapaian Columbus dan mendanai pelayaran berikutnya. Keserakahan Columbus tidak hanya terkait uang, tapi juga kekuasaan. Dalam pelayaran keduanya, Columbus sudah menandatangani perjanjian untuk menjual budak yang berasal dari suku asli kepada orang Eropa. Kedatangan pelayar dari Spanyol yang awalnya bertukar perhiasan, hewan, dan sebagainya dengan suku asli. Mereka juga berharap menemukan emas dan rempah-rempah eksotis ketika mereka mendarat di sana, namun sayangnya hanya ada sedikit emas dan rempah-rempah yang eksotis. Columbus kemudian mengalihkan perhatiannya ke komoditas terbaik berikutnya yaitu perdagangan budak. Dia pun mempersembahkan 500 budak untuk Ratu Isabella. Hal ini membuat Ratu merasa ngeri karena dia percaya bahwa setiap orang yang ditemukan oleh Columbus adalah orang Spanyol yang tidak dapat diperbudak. Ratu Isabella lalu dengan segera dan tegas mengembalikan hadiah Columbus. Perjalanan Columbus pun berlanjut hingga empat kali sepanjang hidupnya. Selama Columbus berkuasa di sana, dia menyiksa suku asli untuk kerja paksa mencari emas yang jumlahnya sangat sedikit. Bukan hanya itu, banyak juga suku asli yang meninggal karena penyakit yang dibawa oleh orang Eropa. Hal ini disebabkan mereka tidak memiliki imunitas atas penyakit yang berasal dari Eropa.

Sumber foto: history.com

Pada tahun 1499, raja Spanyol akhirnya mengetahui penganiayaan penjajah Spanyol di Hispaniola, misalnya seperti hukuman cambuk dan eksekusi tanpa pengadilan. Columbus, yang merupakan gubernur wilayah itu, lalu ditangkap, dirantai, dan dibawa kembali ke Spanyol. Meskipun beberapa tuduhan mungkin dibuat oleh musuh politiknya, Columbus mengakui kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella bahwa banyak tuduhan itu benar. Columbus akhirnya dicopot dari gelarnya sebagai gubernur. Pada tahun 1502, dia akhirnya berhasil membersihkan namanya dari berbagai tuduhan serius dan memohon kerajaan Spanyol untuk membiayai pelayaran terakhirnya ke Atlantik. Kali ini, Columbus berhasil sampai ke Panama, namun dia harus kembali ke Spanyol dengan tangan kosong karena cuaca yang buruk dan suku asli yang tidak bersahabat. Hingga akhirnya pada tahun 1506, Columbus meninggal dunia.

Selama ratusan tahun setelah pelayaran Columbus, kisah tentang Columbus adalah salah satu perayaan, penemuan, dan penaklukan. Namun, di sisi lain, di abad ke-21, kita harus melihatnya dari sisi yang lain yaitu dampak pelayaran Columbus pada kehidupan suku asli Amerika. Bahkan sejak tahun 1971, Hari Columbus telah dirayakan di Amerika Serikat sebagai hari libur nasional dan pada tanggal 9 Oktober 2002, Presiden George W. Bush mengeluarkan proklamasi kepresidenan yang merayakan ekspedisi berani Columbus dan perintis pencapaian. Selain itu, Bush juga memerintahkan bendera Amerika Serikat untuk dipajang di semua bangunan umum pada hari tersebut untuk menghormati jasa Christopher Columbus. Namun, yang jarang dibahas adalah penyebutan soal kekerasan, perbudakan, atau pengejaran kekayaan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.