Rahasia Membuat Strategi Bisnis yang Efektif

2

Banyak perusahaan salah kaprah soal strategi hingga akhirnya fokus pada hal yang kurang tepat. Strategi yang tepat akan membantu organisasi menjawab tantangan yang dihadapi.

Kali ini saya akan membahas buku Good Strategy Bad Strategy karya Richard P. Rumelt. Buku ini membahas bagaimana membuat strategi yang benar dan tepat sasaran. Apa yang membedakan antara strategi yang winning dan tidak? Tentu saja, strategi digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, tapi walaupun tujuannya sama, hasilnya jauh berbeda. Ternyata, bagian dari perbedaan ini adalah tentang bagian mana yang kita pikir strategi, tapi padahal bukan. Banyak hal yang merupakan elemen dari kepemimpinan, salah satunya yaitu menyusun strategi yang winning. Ini bukan hal yang mudah, banyak orang salah kaprah soal strategi, ada yang menganggap strategi seperti tujuan atau bahkan sebuah kalimat slogan motivasi, dan sebagainya.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Apa itu strategi yang baik?
Sumber foto: iwconnected.com

Apa itu strategi yang baik?

Visi atau tujuan hanyalah ide yang berdiri sendiri. Namun, strategi adalah sekumpulan ide berbeda yang mencakup rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Seringkali tujuan atau visi bisa menjadi titik awal yang sangat bagus untuk sebuah strategi. Namun, strategi itu sendiri harus mencakup informasi yang tepat tentang bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Misalnya, jika pelatih sepak bola menasihati sebuah tim untuk memenangkan pertandingan berikutnya, tapi bukan hanya itu, dia harus memberi tahu bagaimana caranya menang. Dengan kata lain, dia harus memberikan rencana tindakan atau strategi. Bukan hanya tujuan yang sering disalahartikan sebagai strategi, slogan motivasi dan kata kunci terkadang dianggap sebagai strategi juga. Perlu diingat, strategi yang baik hampir selalu terlihat sederhana, jelas, dan tidak membutuhkan setumpuk slide Powerpoint yang tebal untuk dijelaskan. Ada sebuah kisah yang menarik. Sebuah perusahaan grafis menghubungi Richard untuk membantu mereka menyusun strategi perusahaan. Pada saat meeting, CEO-nya bilang kalau dia punya rencana 20/20 yang akan digunakan sebagai fundamental strategi perusahaannya. 20/20 adalah rencana CEO-nya untuk mencapai kenaikan pendapatan 20% dan margin keuntungan bersih-nya mencapai 20% atau lebih. Rencana ini juga termasuk kalimat seperti,”Kami ingin menjadi perusahaan grafis pilihan utama pelanggan.” Setelah mendengar rencana dari CEO-nya, Richard bertanya, apa langkah nyata untuk mencapainya? CEO-nya hanya bilang kalau dengan memasang target yang ambisius akan membuat karyawannya terinspirasi untuk mencapainya. Ini seringkali terjadi di dunia nyata, banyak rencana besar tapi tidak punya strategi yang jelas untuk mencapainya. Hasilnya, rencana hanya tinggal rencana dan tidak realistis.

Strategi yang baik umumnya terdiri dari tiga bagian: diagnosis, guiding policy, dan coherent action. Diagnosis menentukan tantangan yang dihadapi oleh bisnis. Apa yang menahan kamu untuk mencapai sebuah tujuan? Diagnosis yang baik mampu menyederhanakan sesuatu yang rumit menjadi informasi yang mudah dimengerti. Selanjutnya, menyusun guiding policy, ini adalah kebijakan panduan yang berisi pendekatan keseluruhan yang dipilih untuk mengatasi hambatan yang diidentifikasikan dalam diagnosis. Ibaratnya seperti pagar pembatas di jalan raya, kebijakan panduan akan mengarahkan dan membatasi tindakan ke arah tertentu tanpa menjelaskan dengan tepat apa yang harus dilakukan. Ketiga adalah coherent action. Ini merupakan serangkaian tindakan yang menentukan bagaimana kebijakan panduan akan dilaksanakan. Strategi butuh aksi nyata dan ini ibarat oksigen yang membuat semua hal menjadi kenyataan. 

Strategi baik akan memberimu keunggulan
Sumber foto: freepik.com

Strategi baik akan memberimu keunggulan

Jadi sekarang kamu sudah tahu cara menyusun strategi, terus apa? Bagaimana kamu bisa menggunakannya untuk menjadi lebih unggul dari kompetitor? Strategi yang kamu miliki seharusnya memberikanmu kesempatan duluan sebelum kompetitormu bergerak. Ini adalah bentuk dari antisipasi, artinya kamu dapat menyadari adanya peluang dan berusaha memanfaatkannya. Ada contoh yang menarik. Bahkan ketika mendapat untung dari penjualan SUV yang melonjak, Toyota menginvestasikan lebih dari $ 1 miliar untuk melakukan riset teknologi hybrid bensin dan listrik. Ternyata, alasan di balik keputusan mereka adalah insight yang menunjukkan bahwa pasokan bahan bakar fosil yang semakin menipis pada akhirnya akan mendorong permintaan untuk mobil hybrid, dan jika mereka dapat menciptakan teknologi hybrid pertama yang dapat diterima, maka pabrikan lain kemudian akan menggunakan sistem mereka daripada mengembangkan sistem mereka sendiri. Dengan kata lain: Toyota akan mendapatkan keunggulan dari hal yang mereka kuasai yaitu dalam hal pembuatan mobil. 

Apa ciri strategi yang buruk?
Sumber foto:

Apa ciri strategi yang buruk?

Mengetahui strategi yang baik itu penting, tapi memahami sebuah strategi yang buruk juga tidak kalah penting. Strategi yang buruk biasanya terjadi karena dua alasan umum. Yang pertama adalah kepemimpinan dan yang kedua adalah konsep yang salah tentang apa itu strategi. Seorang pemimpin perlu membuat pilihan dan fokus pada pembuatan strategi. Sayangnya, para pemimpin terkadang bekerja keras untuk menghindari dalam membuat pilihan yang sulit. Kenyataannya, tidak membuat pilihan strategis bisa lebih berbahaya di kemudian hari. Ada empat ciri dari strategi yang buruk. Pertama, fluff. Ini adalah sebuah strategi yang ditulis dengan penyamaran omong kosong sebagai sebuah konsep strategis dan merupakan contoh strategi buruk yang klasik. Strategi ini ditulis dengan kata-kata tingkat tinggi yang sulit dipahami oleh orang umum. Kedua, kegagalan dalam menghadapi tantangan. Banyak strategi gagal dalam mendefinisikan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan. Banyak orang mungkin bisa menuliskan banyak solusi tanpa memahami terlebih dahulu masalah atau tantangan yang harus diselesaikan. Ketiga, berpikir tujuan adalah strategi. Banyak strategi buruk hanya berisi pernyataan yang ingin dicapai daripada rencana untuk mengatasi rintangan. Misalnya, frase seperti “memasuki pangsa pasar baru” atau  “menjadi terdepan dalam”. Tujuan yang besar ini gagal memahami tantangan bisnis spesifik yang sedang dihadapi. Keempat, sasaran strategis yang buruk. Sasaran strategis adalah sarana untuk mengatasi hambatan. Sasaran strategis “buruk” ketika gagal untuk mengatasi tantangan bisnis atau ketika tidak praktis. Misalnya, ketika sebuah sasaran bisnis strategis adalah menjadi produsen furnitur terbesar di dunia. Ini adalah pernyataan visi dan bukan strategi.

Pembuatan strategi ini perlu latihan terus menerus. Strategi yang buruk bukan hanya masalah bagi bisnis kecil, namun juga bagi para pekerja di perusahaan besar. Hal ini memang tidak mudah dan disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, tidak bisa memilih. Dalam membuat strategi, kita harus menyadari, kalau pasti ada trade off, hal apa yang kita korbankan untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Terkadang, kita ingin mencapai semuanya, kalau sudah begitu, kita malah kehilangan segalanya. Kedua, strategi menggunakan template. Memang begitu, dengan menggunakan template, hal ini akan membantu kita dalam berpikir. Sebenarnya, ini adalah poin awal untuk memulai yang baik, namun di sisi lain, kita sering terjebak dalam mengisi template daripada fokus memastikan alur berpikir kita sudah tepat atau belum. Ketiga, pemikiran baru. Dalam menyelesaikan sebuah masalah, semangat dan motivasi saja tidak cukup, kita tidak bisa memasang target tinggi dan mendorong semua orang untuk mencapainya. Hal ini hanya akan membuat tim menjadi tertekan dan kelelahan. Pendekatan yang disarankan adalah dengan mengevaluasi, belajar lagi, dan baru bisa memperbaiki untuk lebih baik di masa depan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.