Rahasia Menjadi Orang Yang Optimis dan Realistis

2

Tidak ada era di masa sebelumnya, di mana dunia merupakan tempat yang lebih aman, makmur, dan sejahtera. Perkembangan perdagangan dan perkotaan mendukung terjadinya pertukaran ide dan inovasi yang bermanfaat bagi dunia.

Kali ini saya akan membahas buku The Rational Optimist karya Matt Ridley. Buku ini membahas bagaimana kita bisa melihat dunia dengan sudut pandang yang optimis sekaligus rasional. Selama lebih dari dua ratus tahun, kaum pesimis mendominasi pembicaraan di publik, mereka bersikeras bahwa segala sesuatunya akan segera menjadi jauh lebih buruk daripada di masa lalu. Namun nyatanya, hidup menjadi lebih baik dan dengan kecepatan yang semakin cepat. Ketersediaan pangan, pendapatan dan harapan hidup terus meningkat, sedangkan penyakit, kematian anak, dan kekerasan menurun di seluruh dunia. Kehidupan modern tidak bisa dibandingkan dengan kehidupan kuno. Di masa kini, semua sudah jauh lebih aman, mudah, dan sejahtera. Contoh nyata yaitu dari sisi ekspansi perdagangan yang telah meningkatkan kepercayaan antar negara dan berdampak pada peningkatan kekayaan. Di sisi lain, penemuan inovasi seperti kemampuan memasak makanan ternyata memiliki peran yang krusial dalam perkembangan umat manusia.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Perkembangan manusia dimulai dari penemuan memasak
Sumber foto: flickr.com

Perkembangan manusia dimulai dari penemuan memasak

Manusia tidak selalu memiliki kemampuan alami untuk berdagang dan berinteraksi satu sama lain. Manusia purba awalnya berada dalam kelompok yang masih ada hubungan keluarga atau suku kecil dan tidak menghasilkan banyak kemajuan teknologi yang signifikan. Namun, semua itu boleh dibilang berubah sejak adanya penemuan memasak. Memasak adalah langkah pertama dalam evolusi budaya. Kita mendapatkan lebih banyak kalori dari makanan yang dimasak daripada makanan mentah. Selain itu, makanan yang dimasak merupakan makanan yang lebih bergizi dan dapat dibagikan kepada lebih banyak orang dalam waktu yang lebih singkat. Penemuan ini juga memulai adanya sistem pembagian kerja yang spesialis di manusia purba. Para wanita mengumpulkan biji-bijian dan karbohidrat pokok, sementara pria memburu hewan yang lebih besar untuk mendapatkan protein. Perkembangan ini terus menerus hingga akhirnya manusia memiliki surplus dalam hal makanan. Kelebihan sumber daya ini lalu mendorong untuk terjadinya rasa saling percaya terhadap orang di luar kelompoknya melalui perdagangan. 

Saat kepercayaan di antara orang asing perlahan meningkat, manusia mulai berdagang barang selain makanan. Perdagangan ini berkembang menjadi jaringan inovasi pertama sekitar 160.000 tahun yang lalu. Untuk pertama kalinya, manusia memiliki akses ke tradisi budaya, bahan mentah, dan teknologi komunitas yang berbeda. Mereka juga bisa berbagi ilmu bahkan antar komunitas yang jauh. Evolusi budaya ini sangat vital bagi perkembangan umat manusia. Kemakmuran meningkat dan masing-masing pihak mendapatkan manfaatnya. Saking pentingnya keterhubungan satu sama lain melalui perdagangan, hal ini bisa membuat peradaban lain tertinggal apabila tidak ikut dalam jaringan. Sebagai contoh, orang yang tinggal di Tasmania adalah masyarakat yang terisolasi oleh naiknya arus laut sekitar 10.000 tahun yang lalu. Akibatnya, kondisi mereka boleh dibilang memburuk dalam hal penggunaan teknologi. Mereka lupa cara membuat kail, tombak berduri, dan pakaian cuaca dingin. Mereka tidak memiliki teknologi yang maju seperti yang dimiliki oleh orang yang ada di daratan. Oleh karena itu, perdagangan adalah ciri evolusi awal terpenting bagi perkembangan manusia. Sebuah komunitas akan mendapat manfaat dari pengetahuan kolektif dari berbagai komunitas sehingga membuat mereka berkali-kali lebih produktif.

Perdagangan meningkatkan kemakmuran
Sumber foto: alternativefinland.com

Perdagangan meningkatkan kemakmuran

Jauh sebelum dimulainya interaksi masyarakat melalui perdagangan, sebagian besar interaksi manusia antara orang asing boleh dibilang cukup kejam dan perang atas sumber daya yang terbatas cukup umum terjadi. Seiring waktu, ketika manusia mulai hidup dalam kelompok yang lebih besar dan berdagang dengan orang asing, banyak hal mulai berubah. Manusia mengembangkan rasa percaya yang lebih dalam satu sama lain, dampaknya hal ini mendorong umat manusia maju dan memberi manfaat hingga sekarang. Ada yang perlu kita sadari bersama. Terlepas dari apa yang ada di berita dan mungkin membuat kita percaya, data menunjukkan bahwa dunia merupakan tempat yang lebih aman untuk hidup dengan ukuran yang paling objektif. Perlu disadari, ketika terjadi sebuah kekerasan dan menjadi sebuah berita justru karena hal itu sangat jarang. Sebaliknya, keamanan yang kita nikmati sehari-hari tidak menjadi berita karena hal itu sangat lumrah.

Hubungan antara perdagangan dan tingkat kepercayaan terbukti nyata adanya karena di tempat di mana perdagangan berkembang pesat, kepentingan pribadi berkurang dan standar hidup meningkat. Masyarakat dengan tingkat kepercayaan antar sesama yang tinggi juga merupakan kunci untuk akumulasi kekayaan di masa depan. Masyarakat dengan tingkat kepercayaan yang tinggi umumnya lebih kaya daripada masyarakat dengan tingkat kepercayaan yang rendah. Pada tahap berikutnya, kemakmuran berperan penting dalam membantu menumbuhkan budaya kerja sama dan penghormatan individu. Contohnya, di Norwegia, negara yang relatif kaya, lebih dari 65% orang mengatakan bahwa mereka percaya satu sama lain, sementara di Peru, negara yang relatif miskin, hanya 5% penduduk yang mempercayai sesama warganya.

Perkotaan mendukung pertukaran ide dan inovasi
Sumber foto: discovermagazine.com

Perkotaan mendukung pertukaran ide dan inovasi

Kota-kota pertama muncul sekitar 7.000 tahun yang lalu di sepanjang rute perdagangan di Mesopotamia, di sana barang dari berbagai belahan dunia dipertukarkan. Masyarakat berbondong-bondong ke jalur perdagangan ini untuk mendapatkan anggur, logam, minyak zaitun, gandum, wol, atau barang lain yang tidak dapat mereka peroleh di wilayah mereka tinggal. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, manusia bisa hidup sebagai pedagang, bukan hanya bertani atau beternak. Selain pusat perdagangan, kota juga membantu perkembangan ide umat manusia. Perlu dipahami, sulit untuk mengembangkan ide sendirian, tetapi perkotaan menarik berbagai pedagang dan tipe orang yang beragam, sehingga pengetahuan kolektif masyarakat secara bertahap juga ikut berkembang. Hal inilah yang kemudian mendorong terjadinya inovasi yang berpengaruh dalam kehidupan umat manusia. Perkotaan merupakan tempat yang cocok untuk sebuah ide bisa berkembang dan menyebar. Sebagai contoh, banyak inovasi yang ada di dunia dikembangkan di London pada tahun 1800. Ledakan inovasi ini bukan karena orang yang tinggal di London lebih pintar daripada orang yang tinggal di daerah lain, namun karena kota tersebut banyak menarik manusia berbakat di berbagai belahan dunia. Walaupun buku ini bicara soal optimisme, tapi di sisi lain, pesimis juga punya manfaat. Pada dasarnya, baik pesimis maupun optimis memiliki peran masing-masing dalam masyarakat. Orang pesimis memperingatkan masyarakat tentang potensi bahaya dan orang yang optimis memimpin jalan menuju masa depan. Masyarakat yang hanya terdiri dari orang optimis akan membawa kita pada kehancuran. Sekelompok masyarakat yang hanya berisi orang pesimis akan berhenti berkembang.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.