Ludwig van Beethoven, Komposer Terbaik Dalam Segala Keterbatasan

Ludwig van Beethoven_Cover

Setiap hari akan hilang apabila kita tidak mempelajari sesuatu yang bermanfaat. Manusia tidak memiliki harta yang lebih mulia atau lebih berharga daripada waktu. Oleh karena itu, jangan pernah menunda sampai besok apa yang dapat kamu lakukan hari ini.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Ludwig van Beethoven, seorang musisi dan pencipta lagu jenius yang mampu menciptakan musik yang indah di tengah kondisinya yang hilang pendengaran. 

Ludwig van Beethoven lahir pada tahun 1770 di kota Bonn di Jerman. Beethoven seringkali dianggap sebagai komposer terhebat sepanjang sejarah. Selain itu, banyak juga orang yang kagum atas perjuangannya saat tiba-tiba saja dia mengalami kehilangan pendengaran dan beberapa karya pentingnya justru berasal dari 10 tahun hidupnya hingga akhirnya pendengaran Beethoven hilang total. Ayahnya merupakan penyanyi istana yang biasa-biasa saja yang lebih dikenal karena kecanduan alkoholnya daripada kemampuan musik apa pun. Namun, kakek Beethoven adalah musisi di kota Bonn yang paling makmur dan terkemuka. Dia merupakan sumber kebanggaan tak berujung bagi Beethoven muda. Awalnya, mereka sekeluarga hidup makmur, namun ketika kakeknya meninggal dan ayahnya kecanduan alkohol, kehidupan keluarga mereka mulai menurun dan jatuh miskin. 

Sumber foto: dissentmagazine.org

Dari kecil, ayahnya mulai mengajari dia soal musik dengan ketelitian dan kebrutalan luar biasa. Trauma ini mempengaruhi Beethoven selama sisa hidupnya. Dia saat itu mengalami kekerasan oleh ayahnya. Para tetangga memberikan laporan tentang bocah lelaki yang menangis ketika dia memainkan alat musik clavier karena ayahnya seringkali memukuli dia atas setiap keraguan atau kesalahan yang dibuatnya. Hampir setiap hari, Beethoven dicambuk, dikunci di ruang bawah tanah, dan dilarang tidur selama berjam-jam untuk terus latihan. Dia belajar biola dan clavier dengan ayahnya serta mengambil pelajaran tambahan dari pemain organ di sekitar kota. Terlepas dari atau karena metode kejam ayahnya, Beethoven adalah musisi yang sangat berbakat sejak awal. Semua ini dilakukan ayahnya agar berharap Beethoven dianggap sebagai musisi berbakat seperti Mozart. Namun sayangnya, saat ayahnya mengatur pertunjukkan publik Beethoven pada tahun 1778 dengan sebutan anak kecil jenius berusia enam tahun, acaranya tidak mendapat banyak liputan. Bahkan, ketika Beethoven bersekolah, teman sekelasnya bilang kalau tidak ada tanda seseorang yang jenius dari dirinya. Maklum saja, saat bersekolah, Beethoven kesulitan dengan berhitung dan mengeja, dan dia merupakan anak rata-rata di sekolah. Banyak penulis biografi berhipotesa kalau mungkin Beethoven mengalami disleksia ringan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Beethoven kalau musik lebih mudah dia tangkap daripada kata-kata. Pada tahun 1781, Beethoven keluar dari sekolah saat usianya 10 tahun untuk belajar langsung dari pemain organ kerajaan yang baru. Dari bimbingan gurunya, Beethoven berhasil mempublikasikan musik pertamanya yaitu satu set variasi piano. Pada tahun 1784, kecanduan minuman beralkohol ayahnya semakin parah dan membuat dirinya tidak sanggup lagi untuk bekerja, Beethoven pun terpaksa menjadi tulang punggung keluarga pada umurnya 13 tahun. Dia melamar menjadi asisten pemain organ kerajaan. Walaupun usianya yang masih sangat muda, permintaannya disetujui dan akhirnya mendapat gaji yang rendah.

Dari situ karier musik mulai dikenal. Pada tahun 1786, Beethoven pindah ke Vienna belajar langsung di bawah Mozart. Konon Mozart sampai mengakui kehebatan dari Beethoven dan bilang kalau pria ini akan menjadi orang besar di masa depan. Di sini pula, Beethoven juga belajar di bawah Haydn, seorang komposer musik klasik yang terkenal. Selama tinggal di Vienna, dia banyak terpapar pada dunia konser besar dengan para aristokrat dan keluarganya. Koneksi ini membantunya untuk mendapatkan akomodasi dan penghasilan. Tidak lama kemudian, Beethoven berhasil menjadi komposer independen yang sukses di Vienna. Boleh dibilang hidupnya saat itu berada pada jalur yang tepat dan dirinya mulai dikenal oleh banyak orang. Namun pada tahun 1796, Beethoven mulai mendengar suara berdengung di telinganya. Dari sini semuanya berubah seketika. Dua tahun kemudian, pendengarannya mulai hilang. Pada tahun 1801, Beethoven telah kehilangan 60% pendengarannya dan hal ini sangat mempengaruhi mentalnya, dia sangat tidak suka memberitahu orang lain soal disabilitasnya. Pada tahun 1816, pendengarannya telah hilang hampir 100%. Kondisi ini membuatnya sangat sedih dan kesal, bahkan dia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Beethoven mulai menutup dirinya dari mata publik dan orang lain. Dia hanya berkomunikasi dengan pengunjung dan teman terdekat melalui tulisan. Walaupun kondisi pendengarannya yang memburuk, Beethoven tidak berhenti untuk terus menciptakan musik. Dia mulai mengamati getaran piano dan menyadari kalau dia tidak dapat mendengar nada tinggi saat bermain piano. Untuk mendengar komposisinya sendiri, Beethoven memotong kaki pianonya, meletakkan piano di lantai, dan menempelkan telinganya ke lantai. Beethoven kemudian akan melanjutkan untuk memukul tuts dengan keras untuk mendengarkan apa yang telah dia tulis. Kuncinya adalah Beethoven tidak pernah menyerah dan menyadari bahwa dia harus menghadapi kenyataan dan terus mewujudkan mimpinya dalam menciptakan musik. Bahkan dalam segala keterbatasan, hal ini tidak menjadi penghalang baginya untuk mencapai kesuksesan. Hingga akhirnya pada tahun 1827, Beethoven meninggal dunia. Pemakamannya berjalan khusyuk dan dihadiri oleh lebih dari 20,000 orang.

Sumber foto: jackthobbit.com

Ada fakta menarik soal salah satu karya terbaik Beethoven. Apakah kamu pernah mendengar lagu Fur Elise? Ini merupakan salah satu karya Beethoven yang mendunia. Nadanya yang khas pasti membuat setiap orang terenyuh dan muncul perasaan nostalgia. Sejarahnya yaitu pada tahun 1810, Beethoven yang berusia 40 tahun sudah dikenal sebagai komposer terbaik sepanjang masa. Dia juga saat itu sudah diganggu oleh penyakit tinitus yang mengerikan sebelum ketuliannya. Meskipun tahun berikutnya dia berhenti tampil di depan umum sama sekali, namun Beethoven tidak pernah berhenti menulis. Saat itu, dia sedang menyusun bagatelle, sebuah musik singkat dan diberikan label “Für Elise” di atasnya dengan tulisan tangannya yang terkenal berantakan. Namun, Beethoven tidak pernah menerbitkan karya musik ini. Sebaliknya, karya tersebut disimpan di dalam laci sampai tahun 1822, ketika Beethoven merevisinya sedikit, dan memasukkannya kembali ke dalam laci yang sama. Pada tahun 1827, Beethoven meninggal, dan bagatelle-nya tidak pernah dipublikasikan. Baru pada tahun 1867, 40 tahun setelah kematian Beethoven, seorang ahli musik bernama Ludwig Nohl menemukan karya musik tersebut dan menerbitkannya. Mungkin kamu penasaran apa artinya dari Fur Elise? Fur Elise adalah kalimat dari bahasa Jerman yang berarti “Untuk Elise”. Sampai saat ini, nama Elise masih merupakan misteri. Ada sebuah teori yang mengatakan kalau Elise merupakan alias dari cinta Beethoven yang pupus dengan wanita bernama Therese Malfatti. Dia merupakan muridnya dan Beethoven jatuh cinta pada Therese di waktu yang kurang lebih sama saat pembuatan Fur Elise. Saat itu, Beethoven melamar Therese, namun ditolak dan wanita itu akhirnya menikah dengan pria lain. Jadi, teori yang paling populer adalah kalau Ludwig Nohl salah membaca tulisan tangan Beethoven yang berantakan dari Fur Therese menjadi Fur Elise.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.