Kisah Benjamin Franklin, Bapak Pendiri Amerika Serikat

Benjamin Franklin_Cover

Jika kamu ingin terus diingat ketika kamu sudah meninggal, maka entah menulis sesuatu yang layak untuk dibaca atau melakukan sesuatu yang layak untuk ditulis.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Benjamin Franklin yang merupakan bapak pendiri Amerika Serikat. Selain itu, banyak orang mengenalnya dari eksperimen layang-layang yang diterbangkan saat hujan badai.

Benjamin Franklin lahir dalam keluarga yang sederhana di Boston pada tahun 1706. Ayahnya merupakan pembuat lilin dan sabun. Pendidikan formal Ben boleh dibilang terbatas dan berakhir ketika usianya 10 tahun. Waktu belajarnya di sekolah hanya dua tahun, karena penghasilan ayahnya yang rendah dan sumber daya yang terbatas. Walaupun begitu, Ben merupakan anak yang hobi membaca dan belajar secara otodidak hingga menjadi penulis yang handal. Dia bahkan mampu membaca ratusan buku dalam setahun dan menuliskan berbagai catatan penting. Pada tahun 1718, dia menjadi karyawan magang kakak laki-lakinya yang bekerja sebagai pencetak kertas. Ketika Ben berusia 15 tahun, kakaknya mendirikan The New England Courant yang boleh dibilang sebagai koran lokal pertama di Boston. Karena hobi menulis, Ben ingin sekali menulis artikel yang kemudian dipublikasikan di koran tersebut. Namun, dia tahu kalau kakaknya tidak akan mengizinkannya karena dianggap Ben hanyalah karyawan magang rendahan. Dia pun tidak putus asa, Ben mulai menulis artikel setiap malam dan menaruh surat tersebut di bawah toko kakaknya setiap malam, jadi tidak ada yang tahu siapa yang mengirim surat tersebut. Ben menggunakan nama samaran Silence Dogood yang merupakan seorang janda fiksi yang rajin menuliskan nasehat bijak dan sangat kritis terhadap bagaimana wanita diperlakukan pada masa itu. Tanpa disangka, tulisan Silence Dogood langsung jadi primadona dan semua orang penasaran siapa sosok wanita tersebut. Setelah 14 surat yang dia kirimkan, akhirnya Ben mengaku kalau selama ini dia lah yang menulis artikel tersebut, namun kakaknya malah cemburu atas keahlian Ben. Hingga akhirnya, Ben melarikan diri dari Boston pada tahun 1723.

Saat itu, melarikan diri merupakan hal yang ilegal. Di awal Amerika, setiap orang sudah punya tempatnya dalam masyarakat dan orang yang melarikan diri tidak memiliki tempat dimanapun. Walaupun begitu, Ben tetap pergi ke New York dengan perahu untuk mencari pekerjaan bagian percetakan. Namun sayangnya tidak ada, dia pun lalu berjalan ke New Jersey, dan akhirnya tiba di Philadelphia. Di sana, akhirnya Ben berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan magang percetakan. Pekerjaan dia sangat bagus hingga gubernur Pennsylvania berjanji untuk mengijinkan dia mendirikan bisnis di sana apabila Ben membeli font dan peralatan printing ke London. Namun sayangnya, gubernur itu ingkar janji dan Ben terpaksa harus menghabiskan beberapa bulan di London untuk bekerja di sana. Sekembalinya ke Philadelphia, Ben kembali lagi menjadi pembantu percetakan. Namun, dia yakin kalau dia bisa menjadi pebisnis percetakan yang lebih baik, Ben lalu meminjam uang untuk membangun bisnisnya. Berkat ketekunannya, banyak orang mulai memberikan pesanan kepada dirinya. Ben juga berhasil mendapatkan kontrak untuk melakukan pekerjaan pemerintah dan bisnisnya mulai berkembang pada tahun 1730-an hingga 1740-an. Menariknya, ketika seorang pekerja magang mencapai usia cukup dewasa, biasanya pada usia 21 tahun, mereka menjadi pekerja harian dan bebas meninggalkan toko Ben untuk mendirikan bisnis sendiri, jika mereka berhasil mendapatkan modal awal. Ben tidak melihatnya sebagai risiko bisnis ketika menemukan salah satu pekerja hariannya menjadi pesaing. Alih-alih, Ben melihatnya sebagai ide bisnis potensial untuk mewaralabakan dan memberi mereka peralatan dan bahan yang dibutuhkan sehingga mereka dapat berubah menjadi mitra percetakan di kota bagian yang lain, di mana tidak ada bisnis semacam itu. Sebagai imbalannya, Ben mendapatkan sepertiga dari keuntungan tahunan mereka dan membantunya menembus pasar yang baru.

Sumber foto: history.com

Walaupun bisnisnya semakin sukses, Ben memutuskan untuk berhenti berbisnis dan mulai fokus pada sains, eksperimen, dan penemuan. Pada tahun 1743, dia berhasil menciptakan perapian dengan tenaga panas yang efisien dikenal dengan Franklin Stove. Walaupun perapian ini membantu masyarakat untuk menghangatkan rumahnya, namun Ben menolak untuk mengajukan paten atas karyanya. Penemuan Ben yang lain juga sangat bermanfaat seperti sirip renang, harmonika kaca, dan bifocal.  Pada awal 1750-an, dia memulai penelitian soal listrik. Saat itu, Ben menerbangkan layang-layang saat badai besar untuk membuktikan kalau hubungan petir dengan listrik dan benda logam dapat digunakan untuk menarik petir dalam melindungi rumah dari tersambar petir. Awalnya, dia ingin memasang konduktor di gedung yang tinggi, namun akhirnya Ben menggunakan layang-layang. Beberapa bahan yang dia siapkan seperti layang-layang sederhana yang dibuat dengan sapu tangan sutra besar, tali rami, dan tali sutra. Ben juga menggunakan kunci rumah, kendi Leyden sebuah alat yang dapat menyimpan muatan listrik, dan kawat yang tajam. Eksperimen ini dibantu oleh anak laki-lakinya. Mereka berdua lalu menunggu petir menyambar layang-layang sambil berada di dalam lumbung yang kering untuk mencegah dirinya tersengat listrik. Mungkin perlu diperjelas kalau layang-layang itu tidak tersambar langsung oleh petir tetapi konduktor menarik muatan negatif dari awan bermuatan ke layang-layang, tali, kunci logam dan kendi Leyden. Tampaknya dia cukup tahu tentang grounding sehingga Ben mampu melindungi dirinya dari sengatan listrik. Ketika Ben menggerakkan tangannya di dekat kunci, dia mendapat kejutan kecil karena muatan negatif menarik muatan positif ke dalam tubuhnya. Penemuan inilah yang membuat nama Benjamin Franklin dikenal oleh seluruh dunia. 

Selain menjadi penemu, Ben juga mulai aktif dalam politik. Pada tahun 1757, Ben pergi ke Inggris dan merupakan perwakilan dari Pennsylvania. Selanjutnya, dia tetap tinggal di sana dan pada tahun 1775, Ben bukan hanya perwakilan koloni untuk Pennsylvania, tapi juga untuk  Georgia, New Jersey, dan Massachusetts. Tak lama kemudian, Ben menjadi geram atas korupsi yang merajalela di Inggris dan mulai berpikir untuk kemerdekaan Amerika Serikat dari jajahan kolonial Inggris. Pada tahun 1776, Ben merupakan salah satu dari lima anggota komite yang menyusun naskah deklarasi kemerdekaan, di mana 13 koloni Amerika memproklamasikan kemerdekaan dari jajahan Inggris. Bukan hanya itu, Ben merupakan satu-satunya bapak pendiri Amerika yang menandatangani empat dokumen penting Amerika Serikat yaitu Deklarasi Kemerdekaan pada tahun 1776, Perjanjian Aliansi dengan Prancis pada tahun 1778, Perjanjian Paris untuk membangun perdamaian dengan Inggris Raya pada tahun 1783, dan Konstitusi Amerika Serikat pada tahun 1787.

Sumber foto: timeforkids.com

Setahun sebelum Ben meninggal, dia menuliskan pasal tambahan dalam surat wasiatnya. Disitu tertulis, Ben akan memberikan kota Boston dan Philadelphia masing-masing 1,000 pound sterling untuk diinvestasikan. Detail penggunaan uang tersebut juga tertulis jelas. 100 tahun pertama, masing-masing dari 1,000 pound sterling akan menghasilkan bunga dan digunakan untuk mendanai pinjaman bagi pedagang muda yang ingin memulai bisnis. Ini merupakan cara Franklin membalas budi kepada generasi selanjutnya, karena dulu dia bisa sukses menjadi pebisnis berkat pinjaman yang diberikan kepadanya. Pada akhir 100 tahun, kota tersebut dapat mengambil 75 persen dari pokok dan membelanjakannya untuk pekerjaan umum. Sisa 25 persen akan tersisa sampai satu abad lagi berlalu, pada saat di mana kota dan negara bagian masing-masing dapat membelanjakan dana tersebut dengan cara apapun yang mereka inginkan. Ben pun terus dikenang dan wajahnya berada pada mata uang tertinggi Amerika Serikat yaitu $100 sejak tahun 1914 sebagai bentuk penghargaan atas semua jasanya kepada Amerika Serikat.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.