Cara Mempengaruhi Orang Lain dari buku 48 Hukum Kekuasaan

21

Jagalah reputasimu sebaik mungkin, karena reputasi inilah yang akan menyelamatkanmu dari musibah yang mungkin muncul di masa depan.

Kali ini saya akan membahas buku The 48 Laws of Power karya Robert Greene. Buku ini membahas soal bagaimana soal kekuasaan itu sendiri, cara mendapatkannya, melindungi dirimu dari kekuasaan yang menekanmu, hingga menggunakannya untuk keuntunganmu sendiri. Robert menuliskan buku ini berasal dari banyak kisah dalam sejarah dan merangkumnya menjadi 48 hukum kekuasaan. Menjadi tidak berdaya tentu saja merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Jika diberikan kesempatan, pasti tidak ada orang yang ingin di posisi tersebut. Untuk mendapatkan kekuasaan, kamu harus bisa masuk secara halus, cerdik, dan demokratis namun juga bisa licik. Hasilnya, buku ini merupakan salah satu buku yang kontroversial. Walaupun begitu, kamu bisa mendapatkan pelajaran berharga bagaimana sebuah kekuasaan bekerja dan cara mendapatkannya.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Jangan terlihat lebih hebat dari atasan
Sumber foto: freepik.com

Jangan terlihat lebih hebat dari atasan

Ini adalah hukum pertama yang ditulis oleh Robert dan menurut saya ini penting sekali. Jika kamu tidak hati-hati, apa yang kamu lakukan malah kontraproduktif dengan perkembangan karirmu. Satu hal yang tidak ingin dialami oleh orang dengan kekuasaan lebih tinggi adalah terlihat tidak berdaya. Walaupun mereka bilang kalau mereka ingin mempekerjakan karyawan yang lebih pandai dari dia, tapi dalam hati, pasti mereka tidak ingin terlihat tidak berdaya. Jadi, ketika kamu menyombongkan keahlian kamu di depan orang lain, apalagi terlihat lebih hebat dari atasan kamu, ini bisa jadi tanda bahaya. Ada sebuah kisah yang menarik. Menteri keuangan Prancis di bawah Raja Louis XIV,  , membayar pelajaran berharga itu dengan penjara seumur hidup. Ketika Nicolas mengadakan pesta yang berlebihan di istananya untuk kepentingan raja, raja menuduhnya mencuri, karena tidak ada orang yang secara hukum bisa sekaya itu, dan menjebloskannya ke penjara. Tentu saja, pada zaman dulu, apa yang dilakukan Nicolas tidak bisa dimaafkan, karena itu membuat Raja Louis terlihat lebih rendah daripada dia. Mungkin kamu merasa kalau kamu menunjukkan talentamu, malah atasan kamu makin sayang. Padahal, mungkin saja yang terjadi sebaliknya, ada ketakutan dan perasaan insecure yang muncul di benak atasan kamu. Kamu harus paham, pada dasarnya setiap orang punya perasaan insecure. Ketika kamu menunjukkan talenta kamu, secara alamiah kamu pasti akan memicu perasaan kekecewaan atau iri hati dari orang lain. Walaupun awalnya, atasan kamu terlihat menghargai kamu, tapi jika ada kesempatan, dia akan mengganti kamu dengan bawahan yang kurang pintar dan tidak mengancam posisinya. 

Apa yang harus kamu lakukan? Daripada terlihat lebih hebat apalagi di depan banyak orang, buatlah atasan kamu terlihat lebih hebat. Ingat, semakin hebat kamu membuat atasan kamu terlihat lebih hebat, maka kekuasaan kamu akan semakin besar. Kamu akan berada dalam kendali, bukan menjadi korban atas perasaan insecure atasan kamu. Sebagai contoh, ketika Galileo Galilei menemukan empat bulan Jupiter, dia bisa saja mengambil semua pujian atas hasil karyanya. Sebaliknya, ia menamai keempat bulan itu menggunakan nama Grand Duke, Cosimo II de ‘Medici, dan saudara-saudaranya. Hal ini tentu saja membuat Cosimo bahagia, bahkan dia menunjuk Galileo sebagai filsuf kerajaan dan ahli matematika resminya, dampaknya Galileo berhasil mengamankan dana untuk penelitiannya selama bertahun-tahun yang akan datang.

Jaga reputasi dan jangan banyak bicara
Sumber foto:

Jaga reputasi dan jangan banyak bicara

Reputasi adalah dasar dari sebuah kekuatan. Bahkan ada yang bilang, jagalah reputasi seperti kamu menjaga hidupmu. Ini menunjukkan betapa pentingnya reputasi bagi seseorang. Maklum saja, pada dasarnya, kamu sulit memahami seseorang, apalagi dengan orang yang baru. Tapi, ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita harus mengukur bagaimana lawan bicara kita, inilah yang membuat reputasi menjadi bagian yang sangat penting. Kamu dapat menggunakannya untuk menciptakan aura kewibawaan dan menang, tetapi jika reputasimu ternodai, maka kamu akan membuat dirimu rentan terhadap serangan. Jagalah reputasimu dengan baik dan selalu berhati-hati atas potensi serangan di masa depan. Di sisi lain, kamu juga bisa belajar untuk menghancurkan musuhmu dengan mencari celah dari reputasinya. Jika sudah, nanti biarkan opini publik yang menghancurkannya. 

Orang yang tidak bisa mengendalikan perkataannya menunjukkan bahwa dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan tidak pantas dihormati. Tapi, lidah manusia adalah makhluk yang hanya sedikit orang bisa kuasai. Ia berusaha keras untuk keluar dari kandangnya, dan jika tidak dijinakkan, ia akan menjadi liar dan membuat kamu menyesal di kemudian hari. Ingat, semakin sering kamu bicara, kamu akan tampak kurang mengesankan dan semakin tinggi kemungkinan kamu mengatakan sesuatu yang tidak tepat atau bahkan perkataan yang kamu sesali. Orang yang berkuasa cenderung berbicara sedikit. Hal Ini membuat kesan wibawa, orang tidak dapat menebak apa yang mereka pikirkan dan berpegang pada setiap kata dan reaksinya. Jawaban singkat dan diam juga membuat orang menjadi defensif dan biasanya ketika mereka mencoba mengisi keheningan dengan berbicara, mereka memberikan informasi yang berguna buat kamu.

Jangan minta tolong, berdasarkan hutang budi
Sumber foto:

Jangan minta tolong, berdasarkan hutang budi

Ada yang menarik ketika kamu mau minta tolong. Ingat, walaupun orang itu adalah temanmu, jangan minta tolong berdasarkan hutang budi atau kebaikan hati mereka. Pada dasarnya, kebanyakan orang termotivasi pada kepentingan pribadinya. Jika kamu mau minta tolong, kamu juga harus perhatikan kebutuhan mereka. Jika kamu membawa hutang budi masa lalu dan perasaan bersalah, hal ini malah kontraproduktif dengan hal yang ingin kamu capai. Ada kisah yang menarik. Castruccio Castracani adalah seorang prajurit yang berhasil menjadi penguasa di sebuah kota yang besar di Italia bernama Lucca. Ketika Castruccio sudah jadi penguasa, banyak pendukungnya yang berasal dari keluarga bangsawan merasa kalau dia lupa atas budi baik mereka di masa lalu. Hingga akhirnya, mereka berusaha untuk memberontak. Namun, ada satu keluarga bangsawan yang tidak mau ikut memberontak bernama Stefano Poggio. Dia adalah pria yang cinta damai dan merasa kalau pemberontakan tidak ada gunanya. Stefano lalu bertemu dengan Castruccio dan mengingatkan atas segala jasa keluarganya yang membantu Castruccio bisa ada di posisi sekarang. Castruccio pun mendengar dengan penuh perhatian dan meminta Stefano untuk membawa semua keluarganya agar mereka bisa punya diskusi yang lebih produktif. Ketika semua keluarga Stefano datang, Castruccio lalu membunuh mereka semua. Ini adalah contoh strategi yang salah. Stefano harusnya bisa menggunakan strategi yang lebih baik, misalnya membantu Castruccio untuk lebih berkuasa sebagai gantinya meminta jabatan yang berpengaruh. Stefano bisa saja memberikan tambahan dana kepada Castruccio atau mengatur pernikahan politik dengan keluarga bangsawan yang berpengaruh di Roma. Tapi malah Stefano mengambil strategi yang paling buruk.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.