timothy ronald, Anak Muda Kaya dari Saham Umur 20 Tahun

Timothy Ronald_Cover

Ketika melihat orang lain sukses, biasakan untuk tidak iri dan mencoba berpikir bagaimana caranya untuk bisa mencapai kesuksesan yang kamu inginkan dalam hidup.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Timothy Ronald yang mendapatkan 1 miliar pertamanya ketika berusia 20 tahun melalui pasar modal. 

Bagi yang belum kenal Timothy Ronald, jadi dia boleh dibilang merupakan financial influencer yang terkenal di tiktok. Timothy pun tidak langsung pertama kali terjun ke dunia pasar modal, awalnya dia mulai dengan berbisnis dulu, baru kemudian belajar lebih dalam soal saham. Oke, kita simak ya kisahnya. Timothy mengaku kalau sejak kecil dia adalah anak yang cukup nakal. Orang tuanya seringkali dipanggil ke sekolah akibat kelakuannya. Namun, ketika kecil, dia punya kebiasaan yang cukup unik, Timothy suka sekali membaca komik tentang tokoh dunia seperti Bill Gates, Warren Buffet, Endo Ferrari, dan sebagainya. Bahkan setiap kali pulang sekolah, dia langsung membaca komik tersebut, tidak jarang juga, beberapa komik dibaca berulang kali. Kisah para tokoh dunia menginspirasi Timothy dan membuatnya bertanya-tanya kenapa orang tersebut bisa sukses. Ketika dia masuk SMP, sifat nakalnya masih sama dan bahkan dia pernah diskors di sekolah. Timothy saat itu sedang keranjingan main game online bernama League of Legends, bahkan dia sempat mencapai rangking dua di Indonesia. Timothy bersama tim online game player lainnya berhasil masuk dalam sejenis turnamen game online pada masa itu. Namun, karena hadiah dari turnamen saat itu tidak begitu besar, Timothy menjadi jockey gamer dan sebulan dia bisa mendapatkan 800 ribu hingga satu juta rupiah. Ini adalah momen pertama kalinya dia mencari uang sendiri. Saat itu, dirinya belum mengenal soal investasi saham, uangnya lalu dihabiskan untuk membeli peralatan komputer mulai dari mouse hingga keyboard. Ketika Timothy masuk SMA, dia mulai mencari caranya mencari uang, cara menjadi kaya, inilah yang kemudian membuat Timothy memulai usaha impor barang. Dia lalu mengimpor barang dan menjualnya di Tokopedia, salah satunya yaitu pomade suavecito. Usahanya pun lalu ramai, namun di sisi lain, tiba-tiba saja rumahnya didatangi petugas yang membawa surat kalau produk yang dia jual tidak memiliki ijin BPOM. Hal ini merupakan pelajaran bagi Timothy bahwa bisnis itu harus punya ijin. Perjalanan bisnisnya pun berlanjut, dia pun lalu berjualan banyak barang impor, misalnya seperti sedotan stainless boba, dan sebagainya.

Sumber foto: admiralmarkets.com

Kenakalan Timothy berlanjut hingga kuliah. Waktu itu, dia seringkali bolos saat seminar di kampus. Suatu hari, ketika mau bolos seminar, Timothy ketahuan dan dipaksa oleh dosennya untuk duduk di bangku paling depan. Waktu itu seminar yang sedang dibahas adalah soal startup. Karena dia terpaksa harus mendengar seminar itu sampai habis, Timothy lalu bertanya kepada pembicara beberapa hal soal startup karena sebelumnya dia sudah punya pengalaman berbisnis. Pembicaraan ini lalu berlanjut di luar acara, Timothy pun memberikan beberapa saran pengembangan media sosial kepada pembicara tersebut. Hal ini lalu memantik minat dari pembicara tersebut yang akhirnya menjadi mentor pertama Timothy. Dia pun lalu direkrut untuk bekerja sebagai marketing executive di perusahaan tersebut. Namun, karena kinerjanya yang bagus, beberapa klien malah tertarik dengan Timothy secara langsung. Akhirnya, Timothy pun keluar dan membuka agency sendiri. Saat itu, dia sudah punya penghasilan 20 hingga 30 juta sebulan saat masih kuliah. Hingga akhirnya, dia bisa mendapat 100 juta pertamanya saat usianya 19 tahun.

Selain berbisnis, Timothy juga mulai mendalami pasar keuangan sejak usianya 15 tahun. Waktu itu, dia mulai terjun ke dalam dunia aset kripto dan mata uang forex. Setahun berikutnya, Timothy baru mulai masuk ke pasar modal. Dia masih ingat saham pertama yang dibeli yaitu BBCA, saat itu ketika harganya baru naik sedikit, langsung buru-buru dijual. Timothy mengakui saat itu dia masih kurang ilmu sehingga belum memahami pasar modal. Timothy pun lalu mempelajari saham secara mendalam. Dia menggunakan dana yang berasal dari keuntungan bisnis, kemudian diinvestasikan ke pasar modal. Inilah yang membuat portofolio sahamnya bisa besar dan untung ratusan juta dari pasar modal. Hingga akhirnya, dia bisa mendapatkan 1 miliar pertamanya di umur 20 tahun. Saat ini, selain aktif memberikan edukasi soal saham di akun sosial medianya, Timothy juga sedang merintis platform edukasi finansial bernama Ternak Uang. Dia punya cita-cita untuk mencetak 10 juta investor baru di Indonesia.

Sumber foto: ternakuang.id

Ada beberapa hal yang menjadi kunci kesuksesan Timothy. Pertama, jangan takut gagal. Ini merupakan mindset dirinya saat membuka usaha sejak usianya masih sangat muda. Bagi dia, gagal itu urusan nanti, yang paling penting adalah coba dulu aja. Pikirannya sesederhana yang penting bisa makan dan tidur, maka dia punya peluang untuk mengejar mimpi yang dia inginkan dalam hidup. Kedua, jangan fokus pada modal berupa uang. Dalam berbisnis, Timothy bercerita kalau dirinya juga tidak berasal dari keluarga kaya raya dan punya koneksi yang luas. Waktu awal berbisnis, dia hanya diberikan modal tiga ratus ribu rupiah dan uang tersebut digunakan untuk membeli pomade, lalu kemudian dijual kembali. Modal lainnya yaitu ketika dia membuka akun saham, ibunya memberikan dia modal dua juta rupiah. Selain itu, Timothy berusaha sendiri untuk bisa sampai ke titik sekarang. Itulah mengapa dia menekankan pentingnya ilmu dan koneksi daripada uang. Ketiga, mindset soal uang. Mungkin bagi sebagian orang, uang adalah alat tukar. Tapi, bagi Timothy, uang adalah hasil dari penciptaan nilai. Semakin besar nilai yang kita berikan, maka begitu juga dengan uang yang didapat. Keempat, pentingnya pengetahuan soal investasi. Ketika berhasil mengumpulkan satu miliar pertamanya, Timothy sadar kalau pendapatan sebesar apapun itu tidak ada artinya apabila dia tidak mengerti caranya investasi atau menyimpan uangnya. Dia mencontohkan petinju dunia Mike Tyson yang pernah bangkrut pada tahun 2003. Saat itu, Mike kehilangan seluruh uangnya dan dalam kondisi berhutang sebesar 23 juta dolar. Padahal, di puncak karirnya, Mike bisa menghasilkan 300 juta dolar. Timothy mencontohkan bagaimana dia mengelola uangnya sendiri. Misalnya, pendapatan dia mencapai 400 juta sebulan, dia membagi 50% untuk diinvestasikan kembali sedangkan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan ini telah dia lakukan saat pendapatannya masih kecil. Nantinya hal ini akan membantu kita di kemudian hari. Timothy mencontohkan, kalau dirinya pribadi selalu menyisihkan pendapatan untuk dimasukkan ke dalam rekening saham. Lalu ketika Maret 2020 saat kondisi pasar saham sedang crash, Timothy yakin itu saat yang tepat untuk menginvestasikan seluruh uangnya yang telah ditabung selama empat hingga lima tahun. Inilah yang kemudian membantu dia untuk menjadi miliarder saat usianya 20 tahun. Kelima, jangan suka cari alasan. Timothy menekankan, banyak orang ketika mendengar kesuksesan orang lain selalu punya mental block kalau merasa orang lain bisa sukses karena punya privilege, khususnya dalam hal punya modal yang besar. Bagi dia, modal jangan selalu jadi alasan untuk tidak memulai. Timothy memberikan contoh, misalnya ada orang yang beralasan tidak punya modal, tapi ketika dikasih modal satu milyar, kemudian pasti akan ada alasan berikutnya, ide bisnis apa ya? Ketika diberikan ide bisnis, lalu muncul pertanyaan baru, gimana cara marketingnya? Ketika diajarin cara marketingnya, kemudian pasti akan ada pertanyaan lagi, gimana soal rantai produksinya? Pertanyaan ini tidak akan pernah selesai dan akan selalu menjadi alasan seseorang untuk tidak memulai sesuatu. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.