Cara Mengubah Hobi Jadi Bisnis

2

Untuk hidup sesuai passion, kamu harus bisa mengubah passion menjadi sumber penghasilan. Semua hal ini sangat mungkin dilakukan di era digital.

Kali ini saya akan membahas buku Crush It! karya Gary Vaynerchuk. Buku ini membahas soal bagaimana kamu bisa mengubah passion menjadi sebuah profesi dan menghasilkan uang. Saat ini boleh dibilang merupakan waktu yang tepat buat kamu untuk mengejar passion dan bisa menghasilkan uang dari sana. Gary akan menunjukkan bagaimana kamu bisa menggunakan kemampuan internet untuk mengubah apa yang awalnya hanya hobi menjadi bisnis yang menjanjikan. Mungkin kita bisa lihat kisah dari Gary sendiri. Dia menghabiskan bertahun-tahun untuk membangun bisnis wine keluarganya menjadi salah satu pemimpin industri nasional. Suatu hari, Gary lalu menyalakan video kameranya dan mengubah hidupnya dengan membangun reputasi diri. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Mengubah passion menjadi sumber penghasilan
Sumber foto: glassdoor.com

Mengubah passion menjadi sumber penghasilan

Banyak orang bermimpi menjalani hidup dengan melakukan apa yang mereka sukai, tapi pada kenyataannya, mereka terjebak dalam kehidupan dan pekerjaan yang tidak mereka sukai. Kenyataan ini membuat kisah seseorang yang mengubah passion menjadi sumber penghasilan, terasa seperti terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Beruntungnya, di era saat ini, semua hal tersebut dimungkinkan, kamu bisa mengubah passion menjadi sumber penghasilan. Bagaimana caranya? Langkah awal bisa dimulai dari mengetahui dulu apa passion kamu? Ini bisa berbagai macam, mulai dari bermain game, berkebun, memasak, dan sebagainya. Jika sudah, langkah kedua adalah hidup berdasarkan passion. Apa maksudnya? Kita harus bisa mengubah sebuah passion menjadi sebuah penghasilan. Contohnya seperti Oprah Winfrey dan Martha Stewart. Dua wanita ini mendedikasikan hidupnya untuk menjalani passionnya yaitu berbicara dan memasak, kemudian mengubahnya menjadi sebuah karir. Langkah ketiga, cintai keluargamu. Mungkin kamu bertanya, apa hubungannya? Keluargamu akan memberikan dukungan yang besar untuk membantu kamu mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Langkah ketiga, kamu perlu bekerja super keras. Nah, ini kunci sukses yang banyak orang abaikan. Mereka pikir kalau bekerja sesuai passion itu bisa santai-santai, kenyataannya jauh berbeda. Orang yang bisa hidup sesuai passion-nya, bekerja super keras agar mereka bisa menjalani hidup yang mereka inginkan. Ini adalah sebuah komitmen untuk mengubah passion menjadi sebuah profesi yang menghasilkan. 

Berkat perkembangan internet, kamu bisa memulai passion yang kamu miliki jauh lebih mudah dibandingkan era sebelumnya. Kamu bisa mencapainya dengan mengubah dirimu sendiri menjadi sebuah brand atau merek, ini adalah sebuah citra yang kamu tunjukkan tentang siapa diri kamu dan merupakan cerminan dari kepribadianmu. Melihat kisah Gary, dia menerjemahkan passion-nya terhadap wine melalui channel Youtube-nya yang bernama Wine Library TV. Sepanjang acaranya, dia berbicara soal wine sesuai dengan seleranya pribadi dan dengan gayanya yang dianggap beberapa orang kasar. Namun, hal ini adalah kepribadiannya dan Gary berusaha tampil sesuai kepribadiannya tanpa harus mengikuti harapan orang lain. Selain itu, kamu juga harus mendengar konsumenmu atau penontonmu. Sebagai contoh, Gary menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjawab pertanyaan dari para penontonnya, tidak jarang juga membalas soal kritik yang mereka sampaikan. Dengan cara inilah, Gary telah mengubah dirinya sebagai sebuah brand yang dipercaya.

Menggunakan medium yang tepat
Sumber foto: buffer.com

Menggunakan medium yang tepat

Kamu sudah tahu apa passionmu, kamu juga sudah yakin mau membangun citra diri seperti apa. Nah, selanjutnya kamu harus bisa menyentuh orang yang punya passion yang sama denganmu. Dalam kasus Gary, dia harus bisa menemukan orang yang memang suka dengan wine. Di jaman sekarang, semua hal ini sangat dimungkinkan dengan adanya media sosial. Medium ini mengubah cara orang menjalankan bisnis di Youtube Wine Library TV. Sebagai contoh, pada masa itu, Gary menggunakan Facebook dan Twitter untuk berkomunikasi dengan followers dan fans-nya. Perlahan-lahan, jumlah follower-nya terus bertambah hingga menarik perhatian dari bisnis wine tradisional, sehingga mereka berminat untuk tampil dan memasang iklan di acaranya. Popularitas ini bukan hanya berdampak pada bisnis wine keluarganya, tapi juga pada Gary pribadi sebagai sebuah brand. Hingga akhirnya, dia punya kesempatan untuk melebarkan bisnisnya menjadi penulis buku dan media. 

Perlu diingat, saat ini ada banyak sekali media sosial dan online seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok, dan bahkan yang terbaru ada clubhouse. Setiap media sosial punya karakter dan keunikannya masing-masing. Jika kontenmu lebih banyak berisi soal gambar atau foto, mungkin Instagram merupakan platform yang cocok. Kalau konten kamu banyak berisi video pendek, mungkin Tiktok adalah platform yang cocok. Jika sudah memilih platform yang kamu inginkan, mulailah dengan membagikan cerita. Ingat, untuk menjadi berbeda, kamu harus menjadi orisinil, dirimu apa adanya, jangan berusaha untuk menjadi orang lain. Sebagai contoh, ketika menjalani Wine Library TV, Gary menjadi dirinya apa adanya, seorang pecinta wine dengan seleranya sendiri dan tidak takut untuk bersikap cukup kasar. Itu adalah dirinya apa adanya dan keaslian inilah yang disukai oleh para followers-nya.

Hidup dari passion butuh waktu
Sumber foto: vox.com

Hidup dari passion butuh waktu

Untuk mengubah passion menjadi sumber penghasilan itu tidak mudah dan butuh waktu. Sepertinya halnya dalam bisnis apapun, kamu harus punya mindset kalau ini adalah sebuah marathon, bukan sprint. Kamu menyukai apa yang kamu lakukan dan hal itulah yang membuatmu terus bekerja keras. Maka ketika misalnya kamu tidak berhasil, kamu tidak akan menyesal karena kamu melakukan apa yang kamu sukai. Gary telah berulang kali mengatakan bahwa jika kamu menjalani hidup sesuai passion-mu dan menggunakan media sosial secara maksimal, maka kesempatan menghasilkan uang akan terbuka lebar. Namun, ada satu pengecualian. Orang lain dengan passion yang kurang dan konten yang lebih buruk bisa mengalahkanmu, jika mereka bersedia bekerja lebih lama dan lebih keras daripada kamu. Ini adalah resep utama untuk sukses dalam menjalani hidup sesuai passion. Sebagai contoh, Gary rutin membuat konten di Youtube Channel Wine Library TV dari tahun 2006 hingga tahun 2011 dengan jumlah konten mencapai 1,000 video. Oleh karena itu, tidak heran, apabila Gary memiliki citra diri yang kuat karena dedikasinya yang luar biasa dan bekerja jauh lebih keras daripada orang lain. 

Kenapa butuh waktu untuk bisa sukses? Untuk sukses di era digital, kamu perlu menemukan orang yang tepat dan ikut dalam komunitas, sekelompok orang yang memiliki minat yang sama dengan kamu. Nantinya, kamu akan bertemu dengan fans dan konsumen kamu di masa depan. Sebagai contoh, ketika awal Gary menjalani passion untuk wine-nya, dia menghabiskan waktu delapan jam sehari untuk mencari video, jurnal, blog, dan sebagainya untuk mengetahui apa yang sekarang sedang hangat dibicarakan. Dia juga aktif berpartisipasi dalam komunitas. Sama seperti kamu sebagai tetangga baru, kamu pasti akan memperkenalkan dirimu siapa, Gary pun begitu, dia aktif memberikan komentar dan ikut dalam diskusi online di komunitas pecinta wine. Dari sini, semua orang perlahan tahu dia siapa dan lebih penting lagi Gary tahu apa yang diinginkan para pecinta wine.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.