Kisah Inspiratif Pendiri Toyota

Budaya perusahaan yang kuat mampu mentransformasi sebuah perusahaan biasa menjadi perusahaan kelas dunia. Ini adalah salah satu keunggulan kompetitif dan menjadi pembeda dengan kompetitor.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Toyota.

Jika kita mau membahas soal kisah inspiratif dari Toyota, maka kita harus memulainya dari Sakichi Toyoda yang merupakan founder dari Toyota. Sakichi lahir pada tahun 1867 di Shizuoka, Jepang dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai petani dan tukang kayu, sedangkan ibunya bekerja sebagai penenun untuk menyokong ekonomi keluarga. Pada masa itu, revolusi industri bergerak sangat cepat di dunia Barat dan Jepang pun menyadari hal ini. Beruntungnya, pemerintah Jepang memanggil para investor dan mendorong warganya untuk ikut dalam revolusi ini. Pada saat itu, usianya baru 20 tahun. Sakichi sangat terinspirasi dari buku pengembangan diri, di mana dia membaca tentang seorang penemu yang berhasil menemukan mesin tekstil bermotor. Pada suatu hari, Sakichi pulang ke rumah setelah bekerja untuk bisnis pertukangan ayahnya dan kemudian dia mengamati bahwa ibunya bekerja sangat keras untuk menenun pakaian. Peristiwa ini menginspirasi Sakichi untuk membuat mesin tenun otomatis. Dia pun sadar, penemuannya pasti akan membantu hidup ibunya menjadi lebih mudah. Namun, ayahnya menentang idenya tetapi Sakichi tetap bertahan dan mengabdikan seluruh waktu dan perhatiannya untuk mewujudkan mimpinya dalam membangun mesin tenun. 

Pada tahun 1981, Sakichi berhasil mendapatkan hak paten pertamanya untuk alat tenun listrik Toyoda, alat tenun yang dioperasikan secara manual dan terbuat dari kayu. Ini adalah alat tenun pertama di Jepang dan dijalankan dengan satu motor oli tenaga kuda dan mesin ini sangat andal. Kerja keras dan dedikasinya pun terbayarkan. Sakichi lalu menarik perhatian para investor penting dan pada tahun 1906 ia mendirikan perusahaan alat tenun Toyoda. Perusahaan ini dimulai sebagai usaha patungan dan mulai menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. Sakichi lalu bekerja tanpa henti untuk meningkatkan alat tenun yang dioperasikan secara manual dan setelah jangka waktu tiga tahun, dia menemukan penemuan baru alat tenun otomatis. Menariknya lagi, ini merupakan alat tenun otomatis pertama di Jepang. Sayangnya, kesuksesan tersebut tidak bertahan lama. Pada tahun 1910, Jepang mengalami resesi ekonomi. Bisnis Sakichi sangat terdampak oleh resesi dan kehilangan hampir seluruh aset yang dia miliki, termasuk pabrik, karyawan yang bekerja di perusahaannya, dan bahkan hak patennya. Semua perubahan ini memaksa Sakichi harus keluar dari perusahaan miliknya sendiri. 

Sumber foto: toyota-global.com

Dia pun memutuskan untuk pergi ke Eropa dan Amerika Serikat untuk mencari inspirasi. Di sana, Sakichi kagum atas perkembangan yang sangat cepat berkat revolusi industri, terutama pada kendaraan bermotor. Perjalanan ini memberikan inspirasi bagi Sakichi untuk memulai perjalanan bisnis berikutnya. Sakichi lalu kembali ke Jepang pada tahun 1918 untuk mendirikan perusahaan alat tenun otomatis bernama Toyoda Spinning and Weaving. Tidak lama kemudian, dia menjual bisnisnya dan mendapatkan dana sebesar satu juta yen. Dana segar ini lalu Sakichi gunakan untuk mewujudkan mimpinya yaitu bisnis kendaraan bermotor. Dia memberikan uang tersebut kepada anaknya untuk melakukan riset dan mengembangkan industri kendaraan bermotor di Jepang. Awalnya, anak Sakichi yang bernama Kiichiro tidak begitu yakin, tapi dia baru percaya diri setelah dia pulang dari Amerika Serikat dan melihat langsung perkembangan industri otomotif di sana. Keluarga Toyoda pun lalu kembali ke Jepang pada tahun 1930 dan merintis usaha otomotif. Di waktu tersebut, pemerintah Jepang juga memberikan insentif bagi pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis otomotif. Namun sayangnya, Sakichi meninggal pada tahun 1930 dan Kiichiro menjadi sangat bersemangat untuk mewujudkan mimpi ayahnya. Bahkan, dia menciptakan laboratorium penelitian agar industri otomotif di Jepang tidak lagi bergantung pada teknologi dari Barat. Tidak main-main, Kiichiro berani berinvestasi sangat besar yaitu sembilan milyar dollar untuk riset dan pengembangan. Hingga akhirnya, mimpi Kiichiro terwujud dengan meluncurkan mobil pertamanya pada tahun 1935 bernama Toyota AA dan sukses berat.

Apakah kamu tahu sejarah di balik nama Toyota? Pada tahun 1936, mobil yang diproduksi oleh Kiichiro diberi nama Toyoda berdasarkan nama keluarga pendirinya. Dalam bahasa Jepang, Toyoda berarti ladang padi yang subur, tentu saja hal ini tidak sesuai dengan perusahaan yang memproduksi mobil. Nama Toyota kemudian dipilih karena hanya membutuhkan delapan goresan kuas jika ditulis dalam bahasa Jepang dan jumlah ini dipercaya dapat membawa keberuntungan dan kemakmuran. Ternyata, apa yang dicita-citakan terwujud. Pada tahun 1937, Toyota Motor Corporation didirikan dan memproduksi mobil dengan harga terjangkau daripada mobil yang diimpor dari Ford Motor Company atau General Motors. Tantangan berikutnya muncul saat akhir tahun 1940-an. Toyota sedang berada di ambang kebangkrutan akibat perang dunia kedua. Saat itu, ada tiga ribu orang yang bekerja di Toyota, tapi produksinya tidak jalan sama sekali karena situasi ekonomi yang buruk. Namun, budaya kerja Jepang yang penuh dedikasi dan kegigihan merupakan pendorong kuat mereka untuk terus bertahan. Ketika ekonomi Jepang mulai pulih, ada ketakutan kalau produsen mobil dari Amerika Serikat dan Eropa mampu mendominasi pasar otomotif di Jepang karena teknologi mereka yang lebih maju. Toyota pun berpikir keras dan berusaha mencari inovasi. Saat itu, produsen mobil Amerika Serikat fokus mengembangkan mobil ukuran sedang dan besar, Toyota lalu mengambil keputusan untuk mengembangkan mobil dengan ukuran kecil dan ternyata keputusan ini tepat. 

Sumber foto: blog.5stoday.com

Pada tahun 1950-an, beberapa manajer di Toyota menyadari kalau pekerja Amerika sembilan kali lebih produktif daripada pekerja Jepang. Setelah dianalisa, hal ini bukan karena karyawannya, tapi karena sistem dan proses yang perlu diperbaiki. Inilah konsep yang nantinya dikenal sebagai Toyota Productive System atau disingkat menjadi TPS. Sistem manufaktur ini mampu membuat Toyota memproduksi mobil kualitas baik dengan harga yang terjangkau. TPS membuat karyawan untuk berinovasi terus menerus dalam menciptakan mobil dengan kualitas yang lebih baik. Jadi, mereka selalu memastikan setiap masalah harus bisa diidentifikasi dengan baik, karena masalah yang terpendam biasanya akan menjadi ancaman serius di masa depan. Jika sebuah masalah sudah diidentifikasikan, maka bahkan orang yang tidak tahu soal masalah itu sebelumnya, mereka akan berusaha untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Contohnya seperti ini, ketika karyawan Toyota di pabrik menemukan sebuah masalah, maka dia punya kebebasan untuk menarik kabel andon dengan segera. Sebagai informasi, andon adalah istilah dalam bahasa Jepang yang berarti “cahaya” atau “lampu” dan sistem ini pertama kali digunakan di pabrik Toyota. Andon merupakan sistem peringatan visual dan suara yang dipasang di pabrik untuk menandakan adanya masalah dalam rantai produksi. Sehingga, apabila kabel andon ditarik, maka produksi dihentikan dan harus memastikan masalah telah selesai sebelum produksinya dimulai kembali. Bukan hanya soal inovasi terus menerus, rahasia sukses lainnya terletak pada prioritas Toyota dalam menjaga kualitas produknya dengan konsisten. Hal ini menjadi sangat penting bagi Toyota untuk selalu menghasilkan kendaraan dengan kualitas terbaik setiap saat. Maklum saja, produk yang dibuat sangat erat kaitannya dengan keselamatan manusia, jadi boleh dibilang diharapkan 100% tidak ada cacat produksi. Ini adalah kultur yang dibangun di dalam Toyota dan menjadikannya sebagai produsen mobil nomor satu di Jepang pada tahun 1950-an dan siap menjadi perusahaan kelas dunia. Di tahun ini juga, Toyota berhasil mengekspor mobilnya ke berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Brazil, Saudi Arabia, Taiwan, Thailand, dan Australia. Hingga sekarang, boleh dibilang Toyota merupakan salah satu produsen otomotif terbesar di dunia. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.