Ketika Merasa Rendah Diri, Baca Ini!

4-1

Kamu bertanggung jawab atas apa yang kamu katakan dan lakukan. Tapi, kamu tidak bertanggung jawab apa yang orang lain pikirkan tentang kamu.

Kali ini saya akan membahas buku You are a Badass karya Jen Sincero. Buku ini akan membantu kamu lebih sadar dan tahu apa yang kamu inginkan dalam hidup. Seringkali, kita membuat pilihan yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Kita menjalani hidup sesuai yang dikatakan oleh orang lain. Padahal, kamu bertanggung jawab atas apa yang kamu ucapkan dan lakukan. Kamu tidak bertanggung jawab atas apa yang orang lain katakan tentang dirimu. Semakin dewasa, biasanya banyak orang menjalani perjalanan hidup yang penting yaitu mereka mulai tidak terlalu peduli atas apa yang orang lain katakan. Mereka sadar, seringkali apa yang orang lain ucapkan tidaklah begitu penting, apalagi ucapan dari haters yang isinya hanya menjatuhkan kamu. Jika kamu melakukan hal terbaik yang kamu bisa dengan penuh integritas, maka kamu bisa bangga pada dirimu sendiri dan tidak perlu memperdulikan apa yang orang lain katakan. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Kenapa kamu bisa seperti sekarang?
Sumber foto: nantucketatheneum.org

Kenapa kamu bisa seperti sekarang?

Apakah kamu pernah merasa terjebak dengan rutinitas dan pekerjaan yang kamu jalani sekarang? Kenapa kita membuat pilihan dengan mengikuti omongan orang lain? Ternyata, alam bawah sadar kita berperan besar dalam menentukan sebuah pilihan. Kenyataannya seperti ini, apa yang kita percayai tentang diri kita, mayoritas berasal dari pesan atau ucapan yang terus diulang terus sejak kita masih kecil. Pesan ini lalu akan berada di dalam alam bawah sadar. Contohnya begini, misalnya kamu ingin mencari dan menikah dengan belahan jiwa kamu, namun kamu dibesarkan dalam keluarga di mana suami istri selalu bertengkar. Tanpa sadar, ternyata alam bawah sadar kamu mengasosiasikan hubungan percintaan dengan rasa sakit dan penderitaan. Hal inilah, tanpa kamu sadari, menahan kamu untuk jatuh cinta dan menjalin hubungan percintaan yang kamu inginkan. Perasaan negatif tentang dirimu dan dunia yang berada dalam bawah sadar membuat kamu terperangkap. Hal inilah yang disebut oleh Jen sebagai Big Snooze. Lebih lanjut Jen mendeskripsikan Big Snooze sebagai ego dalam diri. Ini adalah bagian diri yang ingin melindungi kita namun seringkali apa yang dilakukan malah menyabotase kebahagiaan yang kita inginkan. Big Snooze itu bisa diibaratkan sebagai ibu yang overprotektif. Karena saking overprotektifnya, kamu tidak boleh keluar rumah, harus terus bersama dia, karena takut ada bahaya di luar. Tentu saja, niatnya baik, namun sayangnya semua itu berdasarkan ketakutan. Ini yang membuat Big Snooze malah menyabotase kebahagiaan kita sendiri. 

Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Selain alam bawah sadar, Jen menekankan kita harus fokus pada the higher self, ini adalah bagian kesadaran diri. Perbedaan mendasar antara alam bawah sadar dan kesadaran adalah cara mereka beroperasi. Pikiran negatif yang berada di dalam alam bawah sadar kita bergerak berdasarkan ketakutan, sedangkan pada kesadaran, kita bergerak berdasarkan cinta. Kesadaran ini baru bisa bekerja ketika kamu punya kejelasan apa tujuan hidup yang bisa membawamu pada kebahagiaan sejati dan hidup sepenuhnya. Ini merupakan langkah awal, karena pada dasarnya, banyak orang menjalani hidup dengan mode autopilot, mereka tidak sadar apa yang mereka pikirkan dan menjalani hidup begitu saja. Namun, ketika kamu sadar apa yang kamu pikirkan, ucapkan, dan lakukan, maka hidup yang kamu jalani akan sangat jauh berbeda.

Mulai dengan mencintai diri sendiri
Sumber foto: healthshots.com

Mulai dengan mencintai diri sendiri

Coba diingat lagi. Ketika masih kecil, kita sepertinya tahu apa yang kita mau dan menjalani hidup sesuai dengan yang kita inginkan. Kita bermain dan suka pada suatu hal tertentu tanpa berpikir apa yang orang lain pikirkan soal pilihan kita. Namun, semakin kita dewasa, kita lebih sering mendengar suara yang ada di luar diri daripada yang ada di dalam diri. Akhirnya, seringkali kita berada dalam kondisi yang jauh dari ideal, bekerja di tempat atau pekerjaan yang tidak kamu sukai atau bertahan pada hubungan percintaan yang buruk. Langkah awal untuk keluar dari semua ini adalah dengan mulai mencintai dirimu sendiri. Setiap hari, kamu harus selalu mengingatkan dirimu dengan penuh cinta dan afirmasi positif. Katakan pada dirimu, kalau saya cantik atau ganteng, saya itu pintar, saya bisa menjalani hidup yang saya mau. Afirmasi ini harus sering kamu ucapkan pada dirimu sendiri, entah itu ketika kamu sedang santai ataupun sebelum memulai bekerja. Bahkan, kamu bisa menuliskannya ke dalam post it dan kamu tempel agar menjadi pengingat. Rasa cinta pada dirimu sendiri akhirnya akan membuat kamu berhenti membandingkan hidup yang kamu jalani dengan orang lain. Ingat, setiap orang unik dan punya hidup yang berbeda. Bukan hanya itu, kecintaan terhadap diri sendiri akan mengurangi rasa takut tentang apa yang orang lain pikirkan. Kamu tidak lagi membiarkan orang lain mendikte cara kamu menjalani hidup. Jika kamu mau jadi penulis, silahkan, coba mulai menulis rutin setiap hari. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan.

Ingat, semua dimulai dari pikiran dan menentukan kenyataan hidup yang kamu jalani. Jadi, jika kamu ingin mengubah kenyataan, maka kamu harus mengubah pikiranmu dulu. Mulailah percaya kalau kamu bisa melakukannya dan bisa mencapai mimpi yang kamu inginkan. Apapun yang kamu pikirkan akan memberikanmu energi dan pada akhirnya energi itu yang menjadi kenyataan. Jadi, kenapa tidak berusaha mengarahkan energi itu ke hal yang kamu inginkan? Ibaratnya seperti pepatah, fake it until you make it. Jika kamu bermimpi ingin jadi pembicara yang hebat tapi kamu takut berdiri di atas panggung, jangan fokus pada tanganmu yang gemetar atau suaramu yang gugup. Melainkan, visualisasikan dirimu sebagai orang yang mampu memberikan pidato yang menarik, dan tanpa kamu sadari, kamu akan merasa lebih percaya diri. Selanjutnya, lakukan hal ini terus menerus dan jangan menolak tawaran untuk berbicara di depan umum. Tanpa kamu sadari, semakin sering kamu memberikan pidato di depan umum, maka kepercayaan diri kamu akan semakin bertumbuh dan kemampuanmu berbicara di depan umum akan semakin baik. 

Perhatikan lingkungan di mana kamu berada
Sumber foto: secretentourage.com

Perhatikan lingkungan di mana kamu berada

Seringkali banyak orang tidak menjalani hidup yang mereka inginkan, karena mereka terlalu cepat menyerah. Kamu harus sadar kalau penolakan adalah bagian dari hidup dan semua orang pasti pernah mengalami penolakan. Contohnya begini, pemain basket legenda Michael Jordan tidak diterima dalam tim sepakbola sekolahnya dulu dan direktur film terkenal Steven Spielberg ditolak oleh sekolah film hingga tiga kali. Walaupun penolakan adalah fakta hidup, namun yang membedakan mereka dan kebanyakan orang lainnya adalah mereka tidak pernah menyerah atas mimpi yang mereka inginkan. Mereka malah belajar dari setiap kesalahan dan akhirnya bisa hidup sesuai dengan mimpi yang mereka inginkan. Tentu saja, menjalani hidup seperti itu tidak mudah, apalagi ditambah lingkungan yang tidak mendukung. Faktanya, lingkungan bisa mempengaruhi kamu dalam mencapai tujuan yang kamu inginkan dalam hidup. Sebagai contoh, jika kamu adalah seorang atlet, maka buat dirimu dikelilingi oleh orang yang punya passion yang sama. Mulai dan akhiri setiap harimu dengan hal yang bisa membantu kamu mencapai tujuan yang kamu inginkan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.