Kisah Sukses Chandra Putra Negara dari Nol

Dalam hidup, kita pasti akan mengalami tantangan. Kadang hanya masalah kecil, namun bisa juga sebesar badai. Pola pikir kita akan menentukan hasilnya seperti apa.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Chandra Putra Negara. Dia merupakan pengusaha sukses sekaligus sosok di balik channel Youtube Success Before 30 dengan jutaan subscribers.

Chandra Putra Negara lahir di Surabaya pada tahun 1976 dalam keluarga olahragawan. Ayahnya merupakan atlet basket di klub yang sangat terkenal pada masanya dan ibunya juga merupakan atlet basket dan juara kompetisi aerobik pada masanya. Lahir dalam keluarga olahragawan membentuk mental Chandra sebagai anak yang disiplin, komitmen, dan kerja keras. Sejak usianya 12 tahun, dia sering membantu ayahnya berjualan di toko hasil bumi miliknya dan membantu pamannya di toko kelontong. Ayahnya banyak berjasa besar dalam membentuk pribadi Chandra menjadi pengusaha, terutama dalam hal kedisiplinan. Walaupun sekarang Chandra merupakan pengusaha sukses percaya diri yang rutin memberikan inspirasi kepada orang lain, ternyata masa kecilnya jauh berbeda, dia adalah anak yang minder. Saat masih duduk di bangku SMP, Chandra sering jadi bahan bully teman sekelasnya karena tubuhnya yang kurus dan kerempeng. Bahkan, tidak jarang juga, dia pulang dengan kondisi kaki yang bengkak dan wajah yang lebam. Pengalaman ini lalu membuat Chandra tertarik untuk belajar ilmu bela diri. Waktu itu, dia mengenal olahraga taekwondo dari rekan kakaknya yang merupakan juara taekwondo putri nasional pada tahun 1990-an. Selama setahun Chandra berlatih taekwondo, namun tetap saja dia masih jadi cowok yang penakut, karena pada dasarnya dia tidak suka berkelahi. Beruntungnya, kondisi di bangku SMA berubah karena dia pindah sekolah dan lingkungan sekolahnya telah berbeda. Pertemuan dengan taekwondo, bukan hanya sebagai ilmu bela diri, namun ternyata Chandra jatuh cinta pada olahraga ini. Pada tahun 1994, dia berhasil meraih medali perunggu pada Kejuaraan Daerah se-Jawa Timur dan Kejuaraan Se-Jabodetabek di tahun berikutnya. Puncaknya, Chandra berhasil menjadi juara satu di kejuaraan daerah provinsi Jawa Timur pada tahun 2000.

Sumber foto: chandraputranegara.co.id

Setelah lulus SMA, dia lalu melanjutkan kuliah di Universitas Surabaya jurusan teknik Industri. Namun, pada tahun 1996, usaha yang dirintis ayahnya mengalami gangguan finansial. Kondisi ini lalu membuat Chandra untuk menjadi guru les privat dari rumah ke rumah untuk meringankan beban orang tuanya sekaligus untuk menambah uang saku. Saat menjadi guru les, dia mulai berkenalan dengan dunia direct selling dari salah satu muridnya. Dari situ, dia berkenalan dengan seorang Crown Star Director yang merupakan posisi tertinggi dalam karir direct selling perusahaan tersebut. Namun sayangnya, perusahaan direct selling itu tidak bertahan lama. Saat krisis moneter tahun 1997 dan 1998, perusahaan itu bangkrut karena kurangnya komitmen dari manajemen puncak, padahal jaringan distributornya telah mencapai 1,000 orang dalam waktu 2,5 tahun. Chandra pun saat itu mampu membeli mobil sedan untuk mendukung operasional bisnisnya. Akhirnya, dia pun keluar dan mengikuti partner bisnisnya untuk berkiprah di KK Indonesia. Begitulah hidup, kadang kita tidak pernah tahu, kapan terjadinya badai. 

Pada tahun 1999, ini merupakan tahun yang cukup berat bagi Chandra. Dia dihadapkan pada tiga tantangan hidup. Pertama, dia harus menamatkan kuliahnya. Kedua, mengembangkan bisnis direct selling sebagai perintis. Ketiga, ibunya sakit keras dan masuk rumah sakit. Saat itu, Chandra bangun pagi hari untuk membangun jaringan bisnisnya dan tidur subuh untuk menemani ibunya yang terbaring di rumah sakit. Selama berbulan-bulan, Chandra hanya tidur tiga hingga empat jam saja dalam sehari. Namun, pada pertengahan tahun 1999, ibunya meninggal dunia. Ini merupakan salah satu titik terendah dalam hidup Chandra. Dia terpuruk, putus asa, dan depresi berat. Ditambah lagi selain usaha ayahnya yang bangkrut, dia juga harus menanggung hutang ibunya karena ditipu oleh rekan bisnis sebesar 400 juta rupiah. Angka ini merupakan angka yang fantastis mengingat Chandra masih berusia 22 tahun yang tidak punya modal sepeserpun pada masa itu. Saat itu, penghasilan dia baru 2,5 juta per bulan dan harus menanggung hutang yang sangat besar. Mau tidak mau, rumah dan toko keluarganya harus dijual untuk melunasi semua hutang. Meskipun sudah dijual, ternyata uang hasil penjualan aset keluarganya masih belum cukup untuk melunasi semua hutang tersebut. Chandra pun memutuskan untuk cuti kuliah saat mengerjakan tugas akhir dan fokus merintis usahanya di KK Indonesia.

Sumber foto: resellerkomunitasyes.com

Perlahan-lahan, kerja keras Chandra mulai terbayarkan. Saat itu, dia memulai karir sebagai reseller di KK Indonesia. Namun, Chandra mampu mencapai tingkat Diamond Star Director setelah sebulan ibunya meninggal dan 10 bulan kemudian, Chandra berhasil meraih posisi tertinggi yaitu Crown Star Director di KK Indonesia. Semua hutangnya pun dilunasi Chandra dalam 3,5 tahun. Namun, walaupun sudah sukses, Chandra tidak melupakan kuliahnya. Dia pun lalu kembali ke kampus untuk menyelesaikan tugas akhirnya hingga bisa lulus sebagai sarjana. Di sini, kita belajar bahwa kita harus punya komitmen dan menyelesaikan apa yang sudah kita mulai sebelumnya. Sebagai informasi, KK Indonesia adalah direct selling dibawah APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) dan WFDSA (World Federation Direct Selling Association). Produk KK Indonesia meliputi 5 lini utama, yakni produk suplemen kesehatan, skin care dan kosmetik kecantikan, perawatan diri, barang-barang konsumsi, dan fashion. Kini, jumlah reseller KK Indonesia telah mencapai 1,2 juta reseller dan KK Indonesia berencana IPO di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2025. Saat ini, Chandra merupakan pengusaha, motivator bisnis, penulis buku, dan youtuber. Di bawah CPN Grup, Chandra memiliki enam anak perusahaan yang bergerak di bidang direct selling, konsultan bisnis, interior, pelatihan perawatan wajah dan spa, percetakan, media, dan fashion. 

Chandra memberikan tips buat kamu ketika mengalami ujian hidup. Dalam hidup, memang kita tidak bisa menghindari ujian hidup yang berat atau diibaratkan sebagai badai. Sama halnya ketika kita mau naik kelas, maka kita harus menghadapi ujian. Ketika kita maju terus, badai pasti akan berlalu. Oleh karena itu, kita perlu mindset yang tepat. Ketika ada masalah datang, kita punya dua pilihan, kita menganggap hal tersebut sebagai berkah atau musibah? Respons kita sangat penting ketika mengalami masalah. Ketika kita menganggap hal tersebut sebagai berkah, maka kita menganggap badai dalam hidup sebagai pembelajaran. Beda halnya ketika kita malah menganggap hal ini sebagai musibah, kita merasa sedang mengalami kesialan, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan keadaan, dan sebagainya. Hal ini malah membuat kita tidak maju. Chandra bercerita pengalamannya sendiri. Karena lahir dalam keluarga olahragawan, dia menjalani hidup yang sangat disiplin. Chandra bercerita, dulu mulai dari umur empat tahun, dia sudah belajar berenang. Ketika umurnya enam tahun, setiap hari bangun jam empat pagi dan berlatih berenang hingga jam enam pagi. Latihannya belum selesai, setelah pulang sekolah, jam tiga sore dia harus berlatih lagi. Ketika mengalami tantangan hidup seperti ini, setiap orang punya dua cara pandang, apakah dia menganggap hal ini sebagai berkah atau musibah? Mental inilah yang membuat Chandra kuat dalam menghadapi tekanan. Dia juga menekankan, kebanyakan orang ketika menghadapi sedikit masalah, langsung merasa kalau apa yang dihadapi sangat berat. Padahal, masalah tersebut merupakan kesempatan bagi kamu untuk naik kelas dan memperkaya kekuatan mental kamu untuk menghadapi badai yang lebih besar di masa depan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.