Tips Sukses Bisnis? Jangan Tiru Kompetitor

2-5

Untuk memenangkan persaingan bisnis masa kini, tidak lagi harus mengalahkan kompetitor. Namun, menjadi perusahaan yang berbeda dan menciptakan kategori yang baru.

Kali ini saya akan membahas buku Play Bigger karya Al Ramadan. Buku ini membahas bagaimana sebuah perusahaan mampu mendominasi dan menjadi pemimpin pasar. Untuk menjadi pemenang bisnis masa kini, kita tidak lagi mengalahkan pesaing yang sudah ada sebelumnya. Namun, yang sekarang terjadi justru berbeda. Pemenang bisnis masa kini memenangkan persaingan dengan menciptakan permainan yang sepenuhnya baru, menciptakan kategori pasar baru, mengembangkannya hingga akhirnya mampu mendominasi. Inilah mindset yang harus dimiliki oleh pendiri perusahaan masa kini. Kamu tidak bisa membangun perusahaan legenda hanya menciptakan produk yang hebat, tapi kamu harus membangun kategori pasar yang melegenda.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Kunci sukses perusahaan yang hebat
Sumber foto: inc.com

Kunci sukses perusahaan yang hebat

Ketika sebuah perusahaan dapat mendominasi pasar yang kompetitif, ada salah satu konsep penting yaitu category design. Jadi, category design adalah tentang menciptakan ekosistem baru untuk sebuah inovasi. Perusahaan atau organisasi ini merubah cara pandang kita tentang sesuatu dengan perspektif yang sama sekali baru. Menariknya, perspektif yang mereka perkenalkan membuat bisnis yang sudah ada sebelumnya menjadi tidak efisien, mahal, dan ketinggalan zaman. Perlu kamu sadari, sebuah produk atau perusahaan ibaratnya berada di dalam sebuah kontainer yang ada di pikiran konsumen dan kontainer itu dinamakan kategori. Ini adalah cara konsumen memberikan label terhadap sebuah perusahaan atau produk sehingga memudahkan mereka dalam memahami apa produk dan perusahaan tersebut. Seorang pengusaha atau inovator yang sukses adalah orang yang melihat ada yang kurang dari dunia saat ini dan berusaha untuk melengkapinya. Mereka mampu mengidentifikasikan masalah yang baru atau masalah lama yang bisa diselesaikan dengan cara yang baru. Inilah cara mereka untuk meyakinkan konsumen. Pada dasarnya, konsumen perlu tertarik dulu pada sebuah kategori baru, sebelum akhirnya membeli produk tersebut. Contohnya begini, kamu perlu menyadari betapa pentingnya sistem ojek online dulu, baru kemudian kamu bisa memilih antara Gojek atau Grab. Inilah yang kemudian membuat produk atau perusahaan tersebut diterima dan menjadi primadona.

Ada perspektif yang cukup menarik, ternyata ada perbedaan mendasar antara menjadi berbeda atau menjadi lebih baik. Ketika kamu berusaha untuk jadi lebih baik, berarti kamu akan masuk ke dalam teritori orang lain yang sudah ada, di sana kamu akan selalu bertarung dan membuktikan kalau perusahaan atau produk kamu lebih baik daripada orang lain. Menariknya, ketika ada dua orang yang bilang kalau mereka yang terbaik atau nomor satu, pasti salah satu dari mereka berbohong. Ada perspektif yang lain, daripada kamu berusaha menjadi lebih baik, bagaimana kalau kamu berusaha untuk menjadi berbeda. Perspektif ini artinya kamu tidak sibuk menaiki tangga orang lain, karena kamu menciptakan tanggamu sendiri. Contohnya begini, Uber tidak hanya bisnis taksi yang lebih baik, tapi mereka menciptakan model bisnis yang berbeda karena mereka memberikan solusi yang baru dari permasalahan yang ada. Uber membuat kita sadar kalau ada masalah dalam sistem taksi yang ada di Amerika yaitu pengalaman yang tidak menyenangkan dalam memesan taksi. Ini merupakan masalah yang nyata tapi tidak semua orang menyadarinya atau bahkan berusaha memecahkannya. Kemudian, Uber datang dan memberikan masalah itu solusi yang baru. 

Membuat kategori produk yang sukses
Sumber foto: blog.gutenberg-technology.com

Membuat kategori produk yang sukses

Dalam hidup atau bisnis, memang lebih mudah mengikuti jalan yang sudah dilewati orang lain sebelumnya. Namun, apabila kamu ingin menjadi perusahaan yang hebat, kamu perlu menciptakan jalanmu sendiri yaitu dengan membuat kategori produk yang berbeda. Ada beberapa keuntungan menjadi orang yang berbeda. Pertama, kamu bisa fokus pada big picture daripada berusaha untuk meniru kompetitor. Sebagai contoh, iPad pertama kali diperkenalkan ke publik setelah Microsoft Tablet PC. Walaupun bukan yang pertama, tapi iPad sangat sukses diterima di pasaran daripada tablet. Apa yang membedakan keduanya? Microsoft melihat tablet sebagai pengganti PC, namun Apple melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda. Apple melihat tablet sebagai perangkat yang berada di tengah antara iPhone dan MacBook. Makanya, ketika konsumen membandingkan Microsoft tablet dengan PC, mereka kecewa. Sedangkan, pengguna iPad tidak memiliki pembanding atas produknya. Kedua, menggunakan data yang lebih baik. Biasanya, perusahaan yang merupakan pemimpin dari kategori produk yang berbeda, punya kemampuan dalam mengolah data. Mereka tidak fokus melihat apa yang dilakukan oleh kompetitor, tapi fokus melakukan analisa atas data yang mereka miliki. Contohnya begini, Netflix menggunakan data film streaming penggunanya untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi para penggunanya. Perlu disadari, dalam membangun kategori baru, ini bukan hal yang mudah dan cepat. Bahkan, dalam beberapa kasus, butuh waktu bertahun-tahun sampai konsumen benar-benar menerimanya. Sebagai contoh, ketika pertama kali mobil diciptakan, masyarakat belum yakin untuk menggunakannya. Mereka merasa mobil merupakan alat yang berbahaya dan tidak aman.

Cara sukses menjual produk
Sumber foto: beerlawcenter.com

Cara sukses menjual produk

Produk yang hebat saja tidak cukup, tapi cara menyampaikan produk tersebut juga tidak kalah penting. Kamu bisa menggunakan cerita sebagai cara kamu menjelaskan apa produk yang kamu jual dan bagaimana produk tersebut mampu memberikan solusi. Cerita itu sangat penting bagi orang dewasa dan juga anak-anak. Cerita dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan merasakan sesuatu. Sebuah studi oleh peneliti dari Stanford University pada tahun 1969 menemukan bahwa mahasiswa di sana mampu mengingat enam hingga tujuh kali jumlah kata apabila disisipkan dalam sebuah cerita. Studi lain dari Claremont Graduate University menyatakan kalau cerita dapat mempengaruhi kita lebih dalam daripada fakta itu sendiri. Hal ini disebabkan, ketika kita mendengar sebuah cerita, maka akan meningkatkan hormon oksitosin di dalam otak sehingga membuat kita merasa empati kepada orang lain.

Jika kamu sudah memiliki sebuah cerita yang ingin kamu sampaikan untuk produk yang kamu ciptakan, maka ada dua hal penting yang harus kami cermati. Pertama, kamu harus memastikan tim kamu juga paham dan tahu apa yang ingin kamu capai. Ini akan membantu setiap karyawan untuk fokus dan paham apa tujuan perusahaan. Kedua, peluncuran produk kamu harus seperti petir. Ini mungkin terdengar hiperbola, namun maknanya adalah kamu harus membuat perkenalan produk kamu seunik mungkin agar mendapat perhatian yang luas dari konsumen, media, atau bahkan investor. Setiap harinya, banyak perusahaan berusaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen, tentu saja ini perang yang sangat kompetitif. Kamu hanya bisa sukses ketika berhasil menarik perhatian konsumen hingga akhirnya timbul sebuah pemikiran,”Perusahaan itu mengerti masalah saya lebih baik daripada orang lain, dan mereka pasti punya solusi terbaik.” Contoh paling menarik adalah Apple. Setiap kali Apple meluncurkan produk baru, semua mata di dunia tertuju pada mereka dan penasaran apa inovasi terbaru yang diluncurkan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.