Kisah Sukses Thomas Alva Edison, Penemu Bohlam Lampu

thomas-alva-edison_cover-1

Banyak kegagalan dalam hidup terjadi karena seseorang tidak sadar seberapa dekat mereka dengan kesuksesan ketika mereka menyerah. Pada dasarnya, jenius itu 1% inspirasi dan 99% kerja keras.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Thomas Alva Edison. Buat yang belum tahu, Thomas merupakan salah satu penemu hebat sepanjang sejarah dan merupakan pengusaha yang sukses. Salah satu karyanya yang mendunia yaitu komersialisasi bohlam lampu listrik yang sekarang kita nikmati.

Thomas Alva Edison lahir di Ohio pada tahun 1847. Dia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara. Saat kecil, Thomas tidak banyak mendapatkan pendidikan formal, dia hanya berada di sekolah selama tiga bulan. Ada cerita menarik di baliknya. Suatu hari, Thomas pulang dari sekolah dan memberikan secarik kertas dari guru kepada ibunya. Setelah membaca kertas tersebut, ibunya langsung menangis. Dia pun bertanya, apa isinya? Ibunya lalu membaca surat tersebut dan bilang,”Anakmu jenius. Sekolah terlalu kecil bagi Thomas dan tidak ada guru yang cukup baik untuk melatihnya. Tolong ajari dia sendiri.” Ini yang membuat Thomas lalu diajarkan membaca, menulis, dan aritmatika oleh ibunya. Tapi bertahun-tahun kemudian setelah ibunya meninggal, suatu hari tanpa sengaja Thomas mengecek lemarinya, dia menemukan surat gurunya yang ternyata jauh berbeda dari apa yang dikatakan ibunya dulu. Surat itu berisi,”Sekolah tidak bisa membiarkan anakmu untuk bersekolah lagi, karena mentalnya bermasalah.” Ini membuat Thomas sangat sedih dan ternyata, peran ibunya sangat besar dalam membantu Thomas menjadi salah satu penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Oke, kembali lagi ke cerita Thomas ya. Karena tingkat keingintahuannya yang tinggi, Thomas juga banyak belajar sendiri melalui membaca. Kebiasaan ini terus dia jalankan sepanjang hidupnya. Thomas pun sering melakukan eksperimen sendiri sejak kecil di mana saat itu dia membuat lab kimia di basemen rumahnya. Karena ibunya takut rumahnya terbakar akibat eksperimen Thomas, dia pun lalu disuruh bekerja ketika usianya masih sangat muda, seperti kebanyakan anak laki-laki pada masa itu. Pada umur 13 tahun, dia bekerja sebagai loper koran, menjual koran dan permen di stasiun lokal yang ada di sana. Menariknya, Thomas boleh dibilang berbeda dari anak kebanyakan. Ketika banyak anak seusianya bermain, dia malah menghabiskan waktu membaca karya ilmiah. Thomas juga berkesempatan untuk belajar cara mengoperasikan telegraf. Sebagai informasi, telegraf adalah sebuah perangkat yang memungkinkan orang pada zaman dulu untuk berkomunikasi melalui kode morse dari pengirim kepada penerima. Namun, pesan yang diterima berupa kode morse biasanya diterjemahkan dulu oleh seorang operator sebelum diberikan kepada penerima. Oke, kembali ke cerita Thomas ya. Pada usianya ke-16 tahun, dia sudah cukup mahir dan akhirnya diterima sebagai karyawan tetap untuk operator telegraf. 

Sumber foto: theodysseyonline.com

Saat itu, perkembangan telegraf merupakan langkah awal dari revolusi komunikasi dan berkembang sangat cepat di masa Thomas hidup. Perkembangan ini membuat dia dan para operator telegraf yang lain bisa punya kesempatan untuk bepergian, melihat wilayah yang lain, dan mendapatkan pengalaman. Thomas bekerja di beberapa kota di Amerika Serikat sebelum akhirnya tiba di Boston pada tahun 1868. Selain sebagai operator telegraf, dia tidak pernah melupakan hobinya dalam bereksperimen dan menciptakan sebuah penemuan baru. Thomas pun akhirnya berhasil mengajukan paten atas karyanya pada tahun 1869. Saat itu, dia menciptakan alat perekam penghitungan suara secara elektrik, jadi alat ini bisa digunakan oleh anggota legislatif Amerika Serikat untuk mempercepat proses penghitungan suara. Walaupun penemuannya bermanfaat, namun sayangnya hal ini ditolak oleh anggota legislatif pada masa itu. Sebagai informasi, perhitungannya saat itu adalah manual, jadi ada petugas yang memanggil nama anggota legislatif satu per satu dan bertanya apa posisinya, apakah menolak atau setuju. Nah, kalau semuanya sudah berjalan begitu cepat, para anggota legislatif tidak bisa lagi punya waktu untuk melobi anggota yang lain. Pelajaran ini sangat berharga bagi Thomas. Dari peristiwa ini, dia belajar kalau menciptakan sebuah penemuan tidak hanya soal menciptakan ide yang hebat, tapi harus bisa berguna dan dapat dikomersialkan. 

Thomas pun lalu pindah ke New York dan melanjutkan perjalanannya sebagai penemu. Kali ini, dia menemukan sesuatu yang berhubungan dengan telegraf. Thomas menyempurnakan stock ticker yang disebut sebagai Universal Stock Ticker. Jadi, ini adalah telegraf khusus yang bisa mencetak kode saham dari perusahaan publik beserta harganya. Boleh dibilang ini adalah bakat dari Thomas, dia sebenarnya bukan penemu yang menciptakan sesuatu dari awal, namun bakatnya ada pada kemampuan menyempurnakan, bagaimana bisa membuat sebuah barang bisa lebih baik atau lebih murah atau bahkan keduanya. Selain Universal Stock Ticker, Thomas juga berhasil mengajukan hak paten untuk quadruplex telegraph. Jadi, ini adalah alat yang mampu mengirim empat pesan telegraf sekaligus. Dua penemuan besar ini mampu menghasilkan uang yang cukup besar sehingga dana tersebut bisa digunakan oleh Thomas dalam menciptakan penemuan yang lain.

Sumber foto: blog.ipleaders.in

Salah satu penemuan besar Thomas adalah bohlam lampu pijar. Sebenarnya, lampu listrik bukanlah penemuan dari Thomas dan sudah digunakan sebagai lampu jalanan pada masa itu. Namun, yang dilakukan oleh Thomas adalah, dia menciptakan bohlam lampu pijar yang praktis, terjangkau, dan bisa digunakan untuk penerangan di dalam rumah. Sebagai informasi, orang pada masa itu menggunakan lampu dari gas, namun tentu saja hal itu tidak efisien ditambah lagi asapnya yang tidak menyenangkan. Thomas berhasil mencari cara bagaimana membuat sebuah bohlam lampu bisa berpijar lebih lama dan mengeluarkan sinar yang pas untuk penerangan di dalam rumah. Untuk menghasilkan penemuan ini, Thomas melakukan percobaan hingga ribuan kali. Suatu hari, seorang wartawan bertanya bagaimana rasanya gagal 10,000 kali? Dia pun menjawab kalau dia tidak gagal 10,000 kali, tapi dia menemukan 10,000 cara yang tidak berhasil. Cara Thomas memandang sebuah kegagalan memang unik. Ada lagi kisah yang menarik. Pada tahun 1914, ada sebuah ledakan besar di New Jersey. 10 gedung yang dimiliki oleh Thomas hangus terbakar. Enam dari delapan departemen pemadam kebakaran berusaha mematikan apinya namun tidak berhasil. Setelah melakukan semua yang dia bisa, Thomas lalu berdiri di samping anaknya yang saat itu berusia 24 tahun dan bilang untuk ajak ibu dan teman-temannya melihat pemandangan api yang luar biasa ini. Anaknya pun kaget dengan respon ayahnya dan mengingatkan ayahnya lagi kalau pabrik mereka hangus terbakar. Thomas pun menjawab,”Iya betul, pabrik kita habis terbakar, begitu juga dengan semua kesalahan yang kita buat di dalam pabrik itu. Kita akan mulai lagi dari awal besok.”

Inilah yang membuat sosok Thomas menjadi sangat kuat apalagi dalam hal inovasi produk. Ada fakta lain yang menarik. Apakah kamu tahu kenapa bohlam lampu bersinar sering diasosiasikan dengan inovasi? Ternyata, bukan karena produknya tapi karena siapa yang penemunya. Sebelum menyempurnakan bohlam lampu yang bisa menyala dalam waktu lama, Thomas merupakan sosok yang sudah dikenal oleh banyak orang. Namun, saat penemuan bohlam lampunya meledak, dia sangat sering difoto bersama produk tersebut sehingga publik mulai mengasosiasikan bohlam dengan penemuan itu sendiri. Tentu saja hal ini bisa dimaklumi. Sosok Thomas boleh dibilang sangat mengagumkan. Selama masa hidupnya, Thomas mematenkan 1,093 penemuan berbeda yang berhasil memecahkan rekor dunia. Sepanjang masa dewasanya, dia rata-rata mematenkan sebuah penemuan baru sekitar sebelas hari sekali. Itulah yang membuat Thomas merupakan orang dengan rekor pemegang paten terbanyak hingga abad ke-21. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.