what i know for sure book review

Apapun yang terjadi dalam hidupmu, kamu adalah orang yang paling bertanggung jawab. Tidak ada gunanya menyalahkan dunia atas kejadian apapun yang menimpa hidupmu.

Kali ini saya akan membahas buku What I Know For Sure karya Oprah Winfrey. Buku ini membahas soal kumpulan pelajaran hidup dari perjalanan Oprah Winfrey. Dia mengalami banyak tantangan hidup saat berusaha menggapai kesuksesan dan menjadi miliarder Afrika-Amerika pertama di Amerika Serikat. Kumpulan perjalanan hidupnya pernah dipublikasikan di majalah Oprah di mana dia membagikan kisah hidupnya selama 14 tahun berkarya. Di bukunya, Oprah mendorong para pembaca untuk berani mengejar hidup yang mereka inginkan, berlatih bersyukur, dan menggunakan pengalaman buruk untuk menjadi lebih kuat di masa depan.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Pengalaman menjadi kekuatan
Sumber foto: runpage.com

Pengalaman menjadi kekuatan

Hidup yang dijalani oleh Oprah tidak mudah. Semua dimulai pada tahun 1953 di Mississippi saat ibu Oprah yang bernama Vernita Lee hamil. Kondisinya adalah Vernita hamil di luar nikah dan malu terkait kejadian tersebut hingga dia menutupi kehamilannya selama mungkin hingga Oprah dilahirkan. Itu adalah momen yang penuh kesepian dan penyesalan bagi Vernita. Beberapa tahun kemudian, Vernita pergi ke Milwaukee untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, meninggalkan Oprah kecil untuk tinggal bersama kakek neneknya di tanah pertanian kecil mereka. Lingkungan tempat Oprah dibesarkan tidak ada anak kecil lain selain dirinya, jadi dia banyak menghabiskan waktu berakting dengan teman hewannya sebagai penonton. Ini juga merupakan masa kesepian bagi Oprah. Kondisinya semakin buruk ketika Oprah ikut tinggal bersama ibunya di Milwaukee. Ketika Oprah berusia 10 tahun, dia mengalami pelecehan seksual oleh orang terdekat keluarganya. Kejadian ini menorehkan trauma mendalam bagi Oprah, tapi dia tidak pernah bercerita kepada siapapun soal hal ini. Hingga pada umurnya ke 14 tahun, Oprah hamil dan melakukan hal yang sama seperti ibunya yaitu menyembunyikan kehamilannya. Tidak lama setelah dia melahirkan, anaknya meninggal beberapa minggu kemudian. Oprah lalu pindah dan tinggal bersama ayahnya. Di sana, Oprah lalu mulai pulih dari kesulitan hidup yang dialaminya. Hingga akhirnya, Oprah menemukan dunia televisi dan menjadi miliarder.

Ketika kamu melihat dunia sebagai sebuah ruang kelas, maka kamu akan mulai menyadari kalau setiap pengalaman akan mengajarkanmu tentang sesuatu dan perjalanan hidup yang kamu jalani akan membentuk siapa diri kamu sebenarnya. Pengalaman yang terburuk biasanya merupakan guru yang mengajarkan kita paling banyak. Setiap kali ada kesulitan hidup yang muncul, coba tanya ke dirimu sendiri,”Apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang bisa saya pelajari dari kejadian ini?” Saat kamu mengetahui pelajaran sebenarnya dari kejadian tersebut, maka kamu baru bisa bertumbuh dan membuat keputusan yang lebih baik di masa depan. Perspektif ini akan yang mengubah pandangan Oprah tentang dirinya. Dia yang awalnya merasa dirinya tak berdaya dan punya masa lalu yang buruk, namun Oprah bisa bangkit, mengambil alih hidupnya, dan merubah hal yang ada dalam kendalinya. Dia juga menyadari pentingnya mandiri dan bisa merawat diri dengan baik, itulah yang membuat Oprah bekerja keras untuk mencapainya.

Bersyukur sebagai pengingat hidup
Sumber foto: positivepsychology.com

Bersyukur sebagai pengingat hidup

Selama lebih dari 10 tahun, Oprah selalu menyimpan jurnal syukur di mana setiap hari dia akan menuliskan lima hal baik yang dialami di hari tersebut. Ini merupakan kebiasaan baik yang rutin dilakukan Oprah. Bertahun-tahun kemudian, dia baru sadar kalau setiap kali dia menuliskan apa yang dia syukuri di hari tersebut, maka ternyata muncul lagi banyak hal yang bisa disyukuri. Ini boleh dibilang keajaiban bersyukur. Cara kerjanya yaitu meningkatkan energi positif kamu sehingga kamu bisa menarik banyak kebaikan di dalam hidupmu. Hal sebaliknya, bila kamu kesulitan untuk menuliskan hal apa yang bisa kamu syukuri, itu tandanya kamu harus berlatih untuk bersyukur. Dalam perjalanannya, satu hal yang membuat Oprah sulit untuk puas adalah bentuk tubuhnya. Sejak muda, dia selalu terobsesi dengan berat badannya dan berusaha berbagai macam diet dan hal ini berlangsung selama 20 tahun. Sudah tidak terhitung berapa banyak jenis diet yang sudah dilakukan mulai dari diet telur, diet sup kol, bahkan diet hot dog. Kondisi ini membuat Oprah lupa hal yang paling penting yaitu tidak bersyukur atas tubuhnya yang sehat. Hingga suatu hari, Oprah terbangun di tengah malam dengan jantung berdebar-debar dan para dokter tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Ini yang membuat Oprah sangat takut. Momen ini juga yang membuat dia menyadari kalau selama ini Oprah meremehkan kesehatannya. Hingga akhirnya, dia bisa berdamai dengan segala ketidaksempurnaannya dan bersyukur atas tubuhnya yang sehat.

Jangan biarkan ketakutan menghalangimu
Sumber foto: chriskyle.com

Jangan biarkan ketakutan menghalangimu

Menjadi miliarder Afrika-Amerika pertama di Amerika Serikat dan meraih banyak pencapaian dalam hidup, tidak membuat Oprah merasa kalau dia sudah menjalani hidup dengan potensi maksimal. Dia merasa kalau hidupnya masih terus berkembang dan selalu ada hal baru yang harus dikembangkan. Oprah setuju kalau tidak peduli berapapun umurmu, jangan biarkan rasa takut menghentikanmu menjadi versi terbaik dirimu sendiri. Sejak kecil, Oprah takut apabila ada orang yang tidak suka dengan dirinya dan ketakutan inilah yang sering menghalanginya. Ada salah satu contoh yang menarik. Ketika kelas tiga SD, gurunya memuji Oprah atas hasil PR-nya yang bagus. Pujian ini bukannya membuat dia senang, malah Oprah jadi takut kalau pujian ini membuat teman sekelasnya membencinya karena merasa kalau Oprah anak yang sombong. Ada hal lain juga yang menarik. Setelah melalui pengamatan panjang, Oprah baru sadar kalau kenaikan berat badannya merupakan bagian dari bawah sadarnya agar dia bisa menjadi orang kebanyakan dan tidak menonjol. 

Ketakutan lainnya muncul ketika dirinya sudah mulai sukses. Saat awal menjalani acara TV pertamanya, dia kesulitan dalam mengelola harapan orang lain kepada dirinya. Fans-nya sering datang ke studio untuk meminta bantuan dari Oprah, mulai dari anak yang kabur dari rumah hingga wanita yang mengalami pelecehan seksual. Saat itu, Oprah selalu berusaha untuk membantu semua orang yang minta tolong, namun lama kelamaan, hal ini malah membuatnya lelah. Hingga dia menyadari, akar semua permasalahan ini adalah karena Oprah takut orang lain tidak suka pada dirinya lagi apabila dia bilang tidak. Oprah merasa dia harus terlihat baik dan disukai, itulah yang membuat dirinya selalu bilang iya. Kesadaran ini membuat Oprah merasa harus melakukan sesuatu atas hidup yang dijalaninya. Satu hal yang mencerahkan dirinya adalah akhirnya dia sadar kalau orang baik tidak selalu bilang iya dan bilang tidak bukan berarti orang tersebut adalah orang yang jahat. Hidup dengan penuh rasa takut atas penilaian orang lain juga membuat Oprah tidak bisa hidup dengan potensi maksimalnya. Hingga akhirnya, dia pun sadar kalau dia tidak perlu harus mengikuti harapan dari orang lain dan fokus pada hal yang dia inginkan dalam hidup. Perspektif ini juga membuatnya berhenti untuk berusaha membuktikan dirinya di depan orang lain.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.