Kupas Tuntas Investasi Bitcoin

information-template-1

Ada sebuah saran investasi dari Warren Buffett, investasi terbaik adalah investasi ke diri sendiri. Semakin banyak yang kamu pelajari, maka semakin banyak yang kamu hasilkan.

Kali ini saya akan membahas soal investasi bitcoin, apa itu bitcoin, sejarahnya bagaimana, hingga tips untuk memulai investasi bitcoin atau cryptocurrency lainnya.

Pada akhir bulan Januari lalu, kita dikejutkan dengan pergerakan harga dogecoin yang meroket hingga 800% dalam 24 jam setelah tweet Elon Musk tentang cover majalah seekor anjing yang diartikan oleh pengguna forum Reddit sebagai dukungan terhadap mata uang kripto bernama dogecoin. Awalnya hal tersebut hanya merupakan meme dari Elon, tapi malah menjadi sentimen positif yang luar biasa besar pada dogecoin. Bukan hanya itu, pada awal bulan Februari lalu, Tesla juga mempublikasikan informasi kalau mereka telah menginvestasikan 1.5 miliar USD dana di Bitcoin. Bukan hanya itu, Tesla juga punya rencana Bitcoin bisa digunakan untuk membeli mobil Tesla ke depannya. Euforia ini bukan hanya terjadi di luar negeri, tapi juga terjadi di Indonesia. Nah, kalau semua orang mulai melirik mata uang kripto, saya rasa kita harus paham dulu sebelum melakukan investasi. Saya akan coba menjelaskan mata uang kripto terbesar dan paling populer yaitu bitcoin, apa itu bitcoin, bagaimana sejarahnya, hingga tips untuk memulai investasi di mata uang kripto.

Sumber foto: cnbc.com

Ide soal bitcoin pertama kali diperkenalkan pada bulan Oktober 2008. Saat itu, dunia sedang mengalami krisis keuangan global. Hal ini terjadi karena pasar keuangan terpusat dan bangkrut setelah hipotek subprime dan turunannya gagal bayar. Jadi, industri hipotek rumah memberikan dana kepada para peminjam yang sebenarnya tidak mampu membayar. Gagal bayar yang terjadi di Amerika Serikat, kemudian merambat ke banyak negara lain hingga akhirnya menjadi krisis global. Di tahun yang sama, ada seseorang dengan nama samaran bernama Satoshi Nakamoto mem-posting pesan di milis kriptografi berjudul, “Bitcoin P2P e-cash paper.” Di dalamnya ada tautan ke sebuah white paper yang disebut sebagai “Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer.” Hingga saat ini, keduanya masih tersedia secara online untuk dilihat langsung. Dalam makalah tersebut, Nakamoto menjabarkan konsep Bitcoin sebagai mata uang digital terdesentralisasi, jadi tidak terpusat. Tujuan utamanya adalah agar setiap orang bisa mengirimkan uang langsung kepada orang lain tanpa melalui perantara. Saat ini, apabila kita ingin mengirimkan uang kepada orang lain, kita butuh perantara yaitu bank. Sedangkan, dalam mata uang kripto, kamu tidak perlu bank lagi sebagai perantara, cukup kamu dan si penerima saja menggunakan teknologi yang dinamakan blockchain. 

Pada awalnya, Bitcoin tidak punya nilai sama sekali. Maklum saja, beda dengan mata uang pada umumnya yang punya penjamin berupa pemerintah, Bitcoin tidak ada penjaminnya. Walaupun begitu, setiap transaksi dari mata uang kripto tercatat dan bisa dilihat oleh semua orang. Tapi karena tidak ada penjamin, banyak pemilik usaha ragu untuk menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Bahkan, pertama kalinya Bitcoin digunakan sebagai alat pembayaran baru setahun setelah diperkenalkan secara luas. Ceritanya begini. Ada seorang pria dari Florida bernegosisasi dengan seseorang di dalam forum untuk mengirimkannya dua pizza dari Papa John seharga 25 USD dan ditukar dengan 10,000 bitcoin pada tahun 2010. Transaksi ini merupakan awal nilai dari Bitcoin yaitu seharga 4 bitcoin per sen. Dari situ, bitcoin mulai dijadikan alat pembayaran bagi para pengguna forum sebagai balasan atas jasa atau barang yang ditawarkan. Barulah pada tahun 2010, Bitcoin mulai tersedia untuk di-trading-kan. Hal ini membuat penggunaan Bitcoin menjadi semakin luas, karena semakin mudah orang untuk membeli dan menjual Bitcoin. Saat ini, bahkan banyak perusahaan besar sudah menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Sumber foto: fool.com

Mungkin kamu penasaran, bagaimana kamu bisa mendapatkan Bitcoin? Saat ini ada tiga cara, pertama kamu bisa membeli Bitcoin dengan uang yang kamu miliki. Kedua, kamu menjual barang dan menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin, dan ketiga adalah melalui proses mining. Ini adalah proses awal saat Bitcoin dibuat. Penjelasan paling sederhananya, mining adalah proses di mana komputer memproses verifikasi transaksi di blockchain dan membutuhkan kemampuan untuk menyelesaikan soal matematika yang sulit. Penambang pertama yang berhasil menyelesaikannya akan mendapat hadiah berupa sejumlah Bitcoin. Jadi, kamu harus berlomba-lomba dengan semua orang di seluruh dunia untuk menyelesaikan soal matematika yang rumit. Beberapa tahun lalu, di Indonesia cukup booming di mana banyak orang mulai berinvestasi untuk membeli alat mining Bitcoin. Namun, di jaman sekarang, di mana supply Bitcoin semakin sedikit, maka soal matematikanya juga semakin rumit. Oleh karena itu, banyak orang mengambil pendekatan lain yaitu dengan cara membeli bitcoin di platform jual beli aset kripto yang ada di Indonesia. Menariknya, beberapa orang juga melihat Bitcoin sebagai investasi atau aset karena jumlahnya yang terbatas. Di dunia hanya tersedia maksimum 21 juta bitcoin dan jumlahnya sekarang sudah mencapai lebih dari 16 juta bitcoin, maka seperti hukum ekonomi, ketika supply terbatas dan demand yang besar, maka harganya akan naik. 

Fakta lain yang menarik soal Bitcoin adalah hingga saat ini tidak ada yang tahu Satoshi Nakamoto itu siapa, apakah dia pria atau wanita, individu atau grup, dan sebagainya. Inilah yang kemudian membuat banyak spekulasi dan teori konspirasi tentang siapa di balik nama samaran Satoshi Nakamoto. Bahkan, Satoshi ibarat lenyap ditelan bumi, dia berhenti posting apapun sebelum Bitcoin meledak pada tahun 2010. Dia juga tidak pernah menjual satu koin pun dari total Bitcoin yang dia miliki sebesar 1.1 juta Bitcoin. Jika, dikonversikan mungkin sekitar lebih dari 30 miliar dolar. Inilah yang membuat banyak orang kagum pada Bitcoin, bahkan boleh dibilang Bitcoin itu seperti punya die hard fans-nya sendiri. Mereka melihat Satoshi sebagai sosok yang tidak egois dan memang bertujuan untuk menciptakan mata uang digital di mana setiap orang bisa bertransaksi langsung tanpa perantara. 

Sumber foto: cnbc.com

Nah, di bagian terakhir, saya akan bahas bagaimana tips untuk memulai investasi Bitcoin. Pertama, Bitcoin adalah aset dengan tingkat fluktuatif yang sangat tinggi. Sederhananya, Bitcoin bisa naik tinggi, tapi juga bisa turun tajam. Jadi, kamu harus pahami risikonya sebelum mulai berinvestasi. Balik lagi ke pertanyaan, apakah Bitcoin sesuai profil risiko kamu atau tidak, karena tentu saja setiap orang punya profil risiko yang berbeda-beda. Ada yang siap mengalami roller coaster naik turunnya Bitcoin dan tetap santai, namun ada juga yang mudah panik ketika harga Bitcoin turun tajam. Kedua, jangan pakai uang dapur. Apapun jenis investasinya, jangan pernah gunakan uang yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena semua investasi ada risikonya. Lebih baik gunakan uang dingin, jadi uang ini adalah uang yang tersisa setelah semua kewajiban kita sudah terpenuhi. Selain secara keuangan lebih aman, di sisi lain, perasaan kamu tidak akan mudah terombang ambing karena pergerakan harga Bitcoin. Ketiga, diversifikasi investasi. Ingat, jenis produk investasi ada banyak, bukan hanya bitcoin, ada deposito, obligasi, saham, reksa dana, emas, dan sebagainya. Ada sebuah pepatah yang menarik, don’t put all your eggs in one basket. Artinya, kita jangan menaruh semua uang kita di satu produk investasi. Lebih baik kita membagi komposisinya, kalau saya pribadi, membaginya berdasarkan profil risiko dari setiap masing-masing produk investasi. Dengan begitu, kita punya risiko yang terukur dalam melakukan investasi apapun. Keempat, gunakan uang yang kamu siap hilang. Seperti yang sudah saya jelaskan, semua investasi ada risikonya. Apalagi untuk investasi dengan profil risiko yang tinggi, kamu harus gunakan uang yang secara pribadi kamu siap apabila uang tersebut hilang akibat dari kerugian investasi. Kelima, investasi di produk yang kamu pahami. Walaupun sekarang Bitcoin lagi hot banget, namun kamu harus bisa menjaga diri kamu sendiri. Jangan investasi berdasarkan kata orang, rekomendasi dari grup investasi, atau rekomendasi dari analis dan influencer. Lakukan riset sendiri, pelajari investasinya, pahami, barulah investasikan uangmu ke sana. Ini memang bukan proses yang cepat, karena balik lagi, menurut saya, tidak ada investasi yang bisa menghasilkan keuntungan jangka panjang dengan cepat. Semua butuh proses dan keahlian untuk bisa mendapatkan keuntungan yang konsisten.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.