Review Buku Enlightment Now! Pencerahan Sekarang Juga!

2-1

Data dan statistik membuka mata kita untuk melihat dunia yang kita jalani ternyata jauh lebih baik daripada generasi sebelumnya. Hingga akhirnya, masa depan akan lebih baik daripada dunia hari ini.

Kali ini saya akan membahas buku Enlightenment Now karya Steven Pinker. Buku ini membahas kalau dunia yang kita tinggali sekarang, ternyata jauh lebih baik lho daripada era dan generasi sebelumnya. Apakah kamu merasa kalau dunia yang kita tinggali semakin buruk? Kita mendengarnya di berita kalau pemanasan global meningkat, resesi ekonomi, pandemi global, dan sebagainya. Namun, apakah kamu tahu, kalau di masa saat ini, justru kesehatan, kemakmuran, keamanan, dan kebahagiaan justru meningkat dibandingkan era sebelumnya. Jika kamu melihat rata-rata kekerasan, kelaparan, dan kemiskinan, ternyata persentasenya menurun daripada era sebelumnya. Steven akan mengajarkan kita untuk melihat dunia yang kita tinggali dengan perspektif yang lebih positif. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Apakah dunia sekarang lebih baik?
Sumber foto: cia.gov

Apakah dunia sekarang lebih baik?

Judul buku Steven yang bernama Enlightenment Now diambil dari abad atau zaman pencerahan yang dimulai di Eropa pada pertengahan awal abad ke-18. Saat itu, masyarakat di sana memiliki pola pikir yang jauh berbeda. Sebelum abad pencerahan, jika ada cuaca buruk maka akan dihubungkan dengan penyihir atau dewa yang marah. Sama halnya pemahaman masyarakat kalau laut dan hutan dihuni oleh makhluk buas yang jahat. Namun, sejak abad pencerahan dimulai, sains dan ilmu pengetahuan mulai bersinar dan memberikan pemahaman kepada masyarakat fenomena yang terjadi selama ini. Perubahan ini tidak hanya terjadi di bidang kepercayaan masyarakat saja, tapi juga kepada praktik hidup masyarakat misalnya seperti perbudakan. Sebelum abad pencerahan, perbudakan dianggap sebagai hal yang lumrah dan umum. Namun, setelah masyarakat mulai teredukasi, mereka baru menyadari kalau praktik perbudakan adalah hal yang tidak manusiawi. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, muncul pemahaman baru yaitu pandangan soal humanisme di mana ini merupakan pandangan untuk memahami manusia satu sama lain dan menghargainya. Dalam tahapan yang lebih besar, humanisme ini lalu didorong oleh sesuatu yang kita kenal sekarang sebagai kosmopolitanisme. Ini merupakan paham yang menolak konsep sempit yang membenturkan satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kosmopolitanisme melihat setiap orang sama tidak peduli dari mana mereka berasal. 

Tentu saja, dunia yang kita tinggali sekarang juga tidak sempurna. Kita masih melihat ada perang sipil di beberapa negara yang ada di Timur Tengah. Walaupun begitu, kurang dari 100 tahun yang lalu, perang merupakan hal yang normal pada masa itu. Bahkan, pada saat perang dunia kedua, sekitar 60 juta orang kehilangan tempat tinggalnya akibat perang dan bahkan melebihi jumlah pengungsi dunia yang kita miliki sekarang. Salah satu alasan di balik penurunan jumlah dan skala perang adalah adanya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Organisasi ini bertujuan untuk menjaga ketentraman hubungan antar negara.

Fakta dunia menjadi lebih baik
Sumber foto: anuga.com

Fakta dunia menjadi lebih baik

Pada awal abad pencerahan, rata-rata harapan hidup masyarakatnya yaitu 29 tahun. Angka ini ternyata lebih kecil daripada nenek moyang kita yang bisa hidup mencapai 32.5 tahun. Sekarang? Angka harapan hidup dunia telah meningkat berkali-kali lipat. Salah satu faktor pendukungnya adalah tingkat kematian bayi semakin kecil yang secara statistik mampu meningkatkan harapan hidup manusia secara signifikan. Gambarannya seperti ini, jika ada lebih sedikit bayi yang meninggal saat melahirkan, maka jumlah ibu yang selamat saat melahirkan juga meningkat. Ada perbandingan menarik soal harapan hidup manusia. Pada tahun 1845, seorang warga Inggris yang berusia 30 tahun memiliki tingkat harapan hidup 30 tahun lagi, sedangkan warga Inggris yang berusia 80 tahun memiliki harapan hidup lima tahun lagi. Pada tahun 2011, seorang warga Inggris yang berusia 30 tahun memiliki tingkat harapan hidup 52 tahun lagi, sedangkan warga Inggris yang berusia 80 tahun memiliki harapan hidup sembilan tahun lagi. Ini adalah salah satu bukti bahwa dunia mengarah pada kondisi yang lebih baik.  

200 tahun lalu, lebih dari 90% masyarakat dunia hidup dalam kemiskinan. Sekarang, jumlahnya kurang dari 10%. Hal ini disebabkan dari tahun 1820 hingga 1900, pendapatan masyarakat dunia meningkat tiga kali lipat. 50 tahun kemudian, meningkat tiga kali lipat lagi, dan meningkat lagi pada tahun 1984. Saat ini, bahkan negara paling miskin sekalipun bisa meningkatkan pendapatan mereka dua kali lipat setiap 18 tahun. Ini mematahkan argumen yang mengatakan kalau ketika pendapatan dunia meningkat, maka hanya membuat orang kaya lebih kaya. Namun, ternyata, tidak selalu begitu. Ketika kekayaan meningkat, kesenjangan sosial akan meningkat di awal, hingga mencapai puncaknya dan lalu turun. Bukti lain yaitu kita melihat banyak negara mulai mengalokasikan dana negaranya untuk program bantuan sosial. Sebagai contoh di Eropa, 100 tahun lalu, negara di Eropa hanya mengalokasikan 1.5% untuk bantuan sosial negara untuk warga miskin. Sekarang, jumlah rata-rata alokasi program bantuan sosial negara mencapai 22%.

Melihat dunia dengan lebih positif
Sumber foto: thesocialman.com

Melihat dunia dengan lebih positif

Setiap harinya, kita dihadapkan dengan berita terus menerus, seringkali berita yang bombastis membuat kita menjadi panik dan cemas. Steven mengambil contoh soal terorisme. Tentu saja, terorisme merupakan hal yang mengerikan, namun apakah hal tersebut merupakan ancaman darurat yang mendesak? Pada pemungutan suara tahun 2016, mayoritas warga Amerika Serikat mempercayainya kalau itu adalah hal yang darurat. Namun, coba kita berpikir dengan lebih bijak. Realitanya, orang Amerika Serikat lebih mungkin meninggal karena disambar listrik atau sengatan lebah daripada serangan teroris. Jika kita lihat dalam konteks yang lebih luas yaitu dunia, kita punya potensi meninggal 125 kali lebih tinggi dari kecelakaan daripada serangan teroris. Walaupun begitu, ketakutan yang berlebihan, bisa dimaklumi, karena resiko serangan teroris tidak mencapai 0%, tentu saja hal ini bisa membuat banyak orang cemas, apalagi informasinya diulang terus menerus hingga berhari-hari di media massa. Sama halnya dengan perkembangan artificial intelligence atau kita kenal dengan AI. Interpretasi bebas yang sering kita lihat di film membuat kita semakin was was dan cemas soal perkembangan AI. Banyak orang merasa perkembangan AI dapat membuat skenario dalam film terminator menjadi kenyataan. Di sisi lain, kita harus merangkul teknologi baru untuk meningkatkan taraf hidup kita di masa depan.

Di buku ini, kata kunci yang ingin disampaikan oleh Steven adalah progress atau perkembangan. Perspektif positifnya dalam melihat dunia yang kita tinggali sekarang membuat kita untuk melihat kembali dunia dengan cara yang berbeda. Jika kita tidak pernah menengok ke masa lalu, kita tidak akan sadar seberapa jauh kita sudah melangkah. Seringkali kita lupa dan sibuk melihat ke depan. Hal ini membuat kita tidak mensyukuri perkembangan yang sudah kita nikmati sekarang. Perkembangan di dunia juga didukung oleh sistem demokrasi. Walaupun tentu saja, tidak ada sistem pemerintahan yang sempurna, namun sistem demokrasi memungkinkan adanya fungsi pengawasan dan keseimbangan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Sistem ini lalu membentuk masyarakat yang progresif dan lebih toleran dalam menghadapi perbedaan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.