Terima Kasih Sudah Terlambat di Dunia Serba Cepat

Ketika kamu menekan tombol pause pada mesin, maka mesin itu akan langsung berhenti. Namun, ketika kamu menekan tombol pause pada manusia, mereka akan mulai merenung dan merefleksikan masa depan.

Kali ini saya akan membahas buku Thank You for Being Late karya Thomas L. Friedman. Buku ini menjelaskan soal perubahan yang sangat cepat di dunia yang kita tinggali sekarang. Kita pasti pernah merasakannya, kenapa dunia terasa begitu cepat berubah? Dunia yang kita kenal saat kecil, dalam waktu beberapa puluh tahun kemudian, semuanya sudah berubah secara signifikan. Apa yang terjadi? Thomas menjelaskan, untuk memahami apa yang terjadi di abad ke-21, maka kita harus memahami tiga kekuatan besarnya yaitu teknologi, globalisasi, dan perubahan iklim. Ketiga hal ini mempercepat perubahan dunia yang dulu kita kenal hingga menjadi seperti sekarang. Dan mungkin dalam beberapa tahun mendatang, dunia ini sudah berubah lagi. Untuk itu, kita perlu melambatkan diri kita untuk beradaptasi di setiap perubahan yang terjadi di dunia dan membuat kita agar terus relevan.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Perkembangan teknologi abad ke-21
Sumber foto: thoughtco.com

Perkembangan teknologi abad ke-21

Teknologi merupakan pendorong terbesar di balik perubahan yang kita alami sekarang. Thomas menjelaskan, percepatan ini dimulai pada tahun 2007, itu adalah tahun di mana Iphone, Android, teknologi cloud computing, dan sebagainya pertama kali diluncurkan. Dia berpendapat kalau tahun 2007 merupakan titik balik dari sejarah umat manusia. Bukan hanya contoh yang disebutkan sebelumnya, tapi saat itu juga, trafik mobile data dari salah satu telekomunikasi di Amerika Serikat yaitu AT&T meningkat hingga 100,000 persen. Ada teori menarik yang menjelaskan fenomena ini yaitu hukum Moore. Jadi hukum ini berasal dari pengamatan dari pendiri Intel Gordon Moore pada tahun 1965 yang menyatakan kalau kemampuan microchip akan meningkat dua kali lipat setiap dua tahun. Walaupun kekuatannya meningkat drastis, namun dari segi biaya akan semakin menurun. Di tahun tersebut, perkembangan teknologi yang pesat juga bersinggungan dengan perdagangan global, perkembangan jejaring sosial, dan trafik informasi yang sangat banyak. Di sisi lain, perkembangan ini juga berdampak pada alam dalam bentuk perubahan iklim dan ledakan populasi yang semakin banyak. Kondisi ini membuat manusia harus terus beradaptasi pada lingkungan yang bergerak serba cepat. Kita tidak bisa lagi mengharapkan segala sesuatu bisa berjalan stabil dalam jangka panjang, namun yang sekarang kita harus lakukan adalah seperti naik sepeda, terus bergerak agar kita tidak jatuh. 

Thomas merasakan sendiri perubahan teknologi yang sangat pesat di era hidupnya. Pada tahun 1978, dia harus mengantri telepon umum di Inggris untuk menginformasikan berita kepada editornya yang berada di Amerika Serikat. Sekarang, dia hanya cukup mengirimkan email dari Inggris, atau bahkan dari pedalaman Afrika, lalu dapat langsung diterbitkan di website New York Times. Bahkan, saking cepatnya perkembangan teknologi, Thomas sampai harus interview para ahli teknologi minimal dua kali untuk melakukan riset dalam menulis buku ini. Perkembangan teknologi yang tidak lagi berjalan linear namun eksponensial, membuat kita harus beradaptasi. Contohnya seperti ini, selama puluhan tahun sebelumnya, memerah susu sapi merupakan pekerjaan manual yang butuh keahlian seorang peternak. Namun, sekarang, komputer sudah digunakan untuk memantau aliran susu dan rantai produksinya. Jadi, jangan heran, beberapa tahun mendatang, kita akan lihat peternak tidak lagi tampil lusuh dan kotor karena menghabiskan banyak waktu di ladang, namun akan banyak menghabiskan waktu sebagai data analyst. 

Perkembangan globalisasi di abad ke-21
Sumber foto: e-ir.info

Perkembangan globalisasi di abad ke-21

Pasar global bukan hanya berarti soal manufaktur dan perdagangan antar negara. Namun, sekarang telah berkembang ke pertukaran informasi dan transaksi keuangan secara digital. Contohnya seperti ini, pertukaran informasi yang sekarang terjadi di Youtube, transaksi antara penyewa dan pemilik kamar di Airbnb, dan sebagainya. Ini yang membuat dunia saling terhubung satu sama lain. Informasi yang ada di belahan dunia lain, dapat dengan mudah kita ketahui. Contohnya ketika anak Elon Musk baru lahir dan kemudian memiliki nama yang unik X Æ A-12. Ini merupakan sebuah informasi yang viral dan hampir semua orang membicarakannya pada masa itu. Kejadian ini tidak mungkin terbayangkan oleh generasi sebelumnya. Contoh lain saat tahun 2012, sebuah foto dari istri mantan presiden Amerika Serikat yaitu Michelle Obama yang mengenakan baju dari toko fashion online bernama ASOS yang kemudian di-retweet di Twitter sebanyak 816,000 kali dan dalam sekejap baju tersebut sudah habis terjual. Arus informasi yang berkembang sangat cepat membuat semuanya berubah. Coba bayangkan, di jaman dulu, usaha yang dijalankan atau pekerjaan yang dilakukan bisa bertahan seumur hidup, namun di era sekarang, kita harus terus meningkatkan kemampuan diri kita agar terus relevan. 

Bukan hanya kita sebagai individu, bahkan banyak perusahaan besar juga harus beradaptasi. Contohnya yaitu General Electrics. Perusahaan ini mengubah caranya dalam inovasi bisnis, daripada berharap pada para engineer-nya yang tersebar di Amerika Serikat, China, India, dan Israel, General Electrics malah membuat kompetisi global yang membuka peluang orang dari belahan dunia manapun untuk bisa bergabung menyampaikan idenya. Inilah yang kemudian meningkatkan budaya kolaborasi. Sebagai contoh, komunitas online bernama rloop yang menghubungkan ribuan orang yang memiliki mindset yang sama yaitu menciptakan transportasi masa depan yaitu Hyperloop. Banyak dari mereka tidak pernah bertemu satu sama lain, namun perkembangan teknologi membuat mereka bisa berkolaborasi dan menghasilkan kemajuan luar biasa. Namun di sisi lain, arus informasi yang semakin mudah membuat setiap orang bisa menyebarkan informasi apapun tanpa filter. Itulah yang kemudian menyuburkan berita hoax dan kaum ekstrimis. Bahkan, suara ekstrimis yang jumlahnya sedikit, namun bisa terlihat sangat besar di era digital. 

Perubahan iklim di abad ke-21
Sumber foto: youmatter.world

Perubahan iklim di abad ke-21

Mungkin kita sering dengar soal hal ini. Dunia semakin panas, laut semakin tinggi, dan CO2 juga semakin tinggi. Di sisi lain, populasi yang terus meningkat membuat sumber daya semakin menipis. Tentu saja, hal ini cukup menakutkan. Ditambah lagi dampak dari perubahan iklim ini adalah migrasi penduduk. Sebagai informasi, 2/3 dari semua migrasi di Amerika Serikat berasal dari banyak tempat, dan seringkali berhubungan dengan perubahan iklim. Walaupun begitu, teknologi dan globalisasi dapat menghubungkan setiap orang dan bisa berkolaborasi untuk mencari solusi bersama atas masalah perubahan iklim. Thomas mencontohkan bagaimana kemampuan perubahan ini mampu merubah kota halamannya yaitu di St. Louis Park, Minnesota. Dulunya, kota halamannya merupakan tempat yang homogen namun sekarang sudah menjadi kota yang multikultural. Bukan hanya itu, pemimpin yang visioner membuat ekonomi masyarakat di wilayah tersebut naik kelas berkat lapangan pekerjaan yang baik dan sistem pendidikan. Inilah keindahan dunia yang saling terkoneksi, di mana kita tidak boleh egois dan mementingkan diri sendiri, namun kita bersama sebagai bagian dari masyarakat dunia. Terakhir, ada yang menarik dari judul buku Thomas. Thank you for being late merupakan respon kepada setiap orang yang telat ketika mengadakan janji pertemuan dengannya. Waktu menunggu itu lalu digunakan oleh Thomas untuk berhenti sejenak dan merefleksikan momen yang ada di hidupnya. Buku ini merupakan hasil kontemplasi dirinya atas dunia yang bergerak super cepat.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.