rudy salim, Kisah Pengusaha Muda Mobil Mewah di Indonesia

Banyak orang bermimpi ingin menjadi orang sukses dan kaya raya. Tapi, tidak banyak yang bangun dari mimpinya dan merealisasikan mimpi menjadi kenyataan.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Rudy Salim, CEO Prestige Corporation, pengusaha muda yang sukses berjualan mobil mewah.

Rudy Salim lahir di Jakarta pada tahun 1987. Rudy lahir dalam keluarga dokter. Ayah, ibu, dan kedua kakaknya berprofesi sebagai dokter. Lahir dalam keluarga dokter membuat Rudy dipaksa keluarganya untuk jadi dokter karena ukuran sukses bagi keluarganya adalah dengan menjadi dokter. Setelah lulus sekolah, Rudy lalu mengikuti keinginan orang tuanya untuk kuliah kedokteran. Namun, karena tidak ada passion di bidang tersebut, dia pun akhirnya drop out di semester kedua. Namun, orang tuanya mengiming-iminginya sebuah mobil mercedez benz apabila mau melanjutkan kuliah dokternya lagi. Akhirnya, dia menuruti keluarganya untuk melanjutkan kuliah jurusan dokter di universitas lain. Karena dari awal tidak passion, hal ini membuat Rudy drop out kedua kalinya di tempat kuliah yang berbeda. Kali ini orang tuanya marah besar karena dia dianggap membangkang, bahkan dia sampai dimarahi dan dikatakan tidak usah ketemu lagi kalau belum sukses. Kondisi ini lalu membuat Rudy bingung soal masa depannya. 

Rudy memulai usaha sejak usianya 19 tahun. Bisnis awalnya yaitu di microfinance, baru beberapa tahun kemudian, dia memulai bisnis mobil mewah. Pada tahun 2009, dia mendirikan usaha yang bernama Excel Trade. Ide ini berasal dari hasil diskusi dengan temannya yang bekerja di perusahaan dealer elektronik. Mereka kemudian mengobrol secara detail soal model bisnisnya, mulai dari simulasi cicilan hingga berapa besar pinjaman yang bisa diambil oleh setiap orang. Hingga akhirnya, Rudy pun memutuskan untuk memulai. Modal awal dari bisnis microfinance-nya berasal dari hasil penjualan mobil Mercedes Benz miliknya sebesar 400 juta rupiah. Usaha pertamanya merupakan pembiayaan mikro secara online, karena saat itu kebanyakan model bisnisnya bergerak secara tradisional. Jadi, model bisnis microfinance jaman dulu modalnya sangat besar, harus punya ruko dan punya barang untuk dikreditkan. Walaupun begitu, karena sistemnya offline, jangkauannya sangat sedikit saja yaitu hanya tersedia bagi orang yang berada di sana. Sedangkan, karena dari awal usaha pembiayaan mikronya secara online, maka Rudy bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dia pun menawarkan pinjaman dengan maksimum dana sebesar lima juta rupiah, jadi konsumen banyak memanfaatkan pinjaman ini untuk membeli barang elektronik seperti handphone, laptop, dan sebagainya. Rudy pun lalu mulai menawarkan usahanya melalui platform forum online bernama Kaskus. Ternyata, strateginya tepat. Maklum saja, pada saat itu, belum banyak yang memanfaatkan platform online untuk menawarkan pinjaman. Boleh dibilang apa yang dilakukan oleh Rudy pada masa itu merupakan salah satu pelopor dari bisnis fintech. Kepekaan Rudy dalam berbisnis berbuah manis. Dalam waktu dua minggu saja, banyak orang sudah mengantri untuk melakukan pinjaman secara online kepada Rudy dan modal awal hasil jual mobilnya sudah habis. Rudy pun semakin bersemangat dan berusaha mengumpulkan investor untuk investasi di perusahaannya. Dalam waktu enam bulan, Rudy berhasil menggaet 600 pelanggan melalui usaha pembiayaan mikronya. Dia pun sempat viral saat usianya baru 23 tahun karena bisnisnya mencapai omzet miliaran di tahun 2011. 

Sumber foto: prestigecorp.co.id

Setelah mulai terkumpul modal usaha yang lumayan besar, Rudy pun melirik bisnis selanjutnya yaitu bisnis mobil mewah. Pada dasarnya, dunia otomotif merupakan passion dia sejak dulu. Bahkan, orang tuanya membujuk dia dengan Mercedes Benz, hingga akhirnya dia mampu melanjutkan kuliah kedokteran. Walaupun begitu, bisnis jual beli mobil mewah boleh dibilang cukup beresiko, karena pasar mobil mewah di Indonesia sangat terbatas untuk kalangan tertentu. Rudy pun belajar lebih jauh soal mobil mewah termasuk soal regulasi apa yang saja yang terkait dengan mobil mewah. Hingga akhirnya, dia bisa tahu kenapa harga mobil mewah di Indonesia bisa beda hingga tiga kali lipat dari harga asalnya. Selain itu ada banyak sekali dokumen, perizinan, dan pajak yang harus diurus sehingga margin keuntungannya juga tidak terlalu besar karena harga dasarnya sudah cukup tinggi. Setelah dipelajari soal model bisnisnya, Rudy akhirnya memberanikan diri untuk impor tiga mobil pada tahun 2012. Cara menjalankan bisnis ini boleh dibilang jauh berbeda saat dia menjalankan usaha microfinance. Di microfinance, dia berusaha untuk mendapatkan pelanggan yang jumlahnya relatif banyak. Sedangkan di bisnis mobil mewah, tipe konsumennya yang berbeda, maka perlu juga pendekatan yang berbeda. Di pola bisnis yang berbeda, maka hukum serta spesifikasi bisnisnya juga berbeda. Ketekunan Rudy dalam menjalankan bisnis mobil mewah ternyata berbuah manis, saat ini Prestige sudah tersedia delapan cabang di luar Jakarta. Konsumennya pun bukan hanya di Indonesia, tapi beberapa mobil mewah yang merupakan bagian dari koleksi terbatas juga dijual keluar negeri. 

Walaupun kelihatan bisnisnya sukses, Rudy mengaku kalau dia juga mengalami banyak kegagalan. Pada waktu menjalani bisnis pertamanya yaitu microfinance, dia sering mengalami penipuan. Rudy bercerita saat menjalani usaha microfinance, ada sindikat penjahat yang melakukan penipuan dengan menggunakan identitas palsu untuk membeli barang. Kejadian ini membuat Rudy harus terus memperbaiki perusahaannya, mulai dari sistem, sumber daya manusia, dan sebagainya. Di bisnis lain, dia juga sempat mengalami beberapa kali kegagalan. Misalnya, ketika dia bersama Raffi Ahmad membuka usaha rumah produksi. Ada beberapa film yang sukses dan laku di pasaran, namun juga ada yang kurang begitu laku. Bagi Rudy, kita tidak boleh melihat bisnis dari segi lakunya saja, itu bukanlah bisnis. Namun, kalau kita bisa menemukan kesalahan dalam berbisnis, lalu memperbaikinya menjadi lebih baik. Maka, disitulah kenikmatan dalam berbisnis. 

Sumber foto: prestigecars.id

Rudy memberikan tips bagi kamu yang ingin mulai berusaha. Rudy mengutip ungkapan dari almarhum Bob Sadino yang menekankan kalau bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai. Jadi, kalau bisnisnya tidak pernah dimulai, kita tidak pernah tahu apakah bisnisnya berjalan atau tidak. Dia juga menekankan kita tidak boleh pernah berhenti bermimpi pada hal yang kita cita-citakan. Tapi, mimpi saja tidak cukup. Banyak orang terlalu lelap dengan mimpinya, sehingga tidak pernah bangun dari mimpi yang panjang. Kita harus bangkit dari tidur untuk merealisasikan mimpi itu menjadi kenyataan. Rudy juga menekankan soal diversifikasi. Di usianya yang relatif muda yaitu 30 tahunan, Rudy memiliki puluhan bisnis yang beraneka ragam mulai dari microfinance, restoran, makanan ringan, mobil mewah hingga rumah produksi. Hal ini dia lakukan untuk membagi resiko bisnisnya ke banyak sektor, karena tentu saja bisnis itu tidak selamanya naik, pasti ada turunnya. Maka, ketika bisnisnya turun, ada bisnis lain yang menopang. Rudy memberikan contoh saat pemerintah meningkatkan tarif pajak untuk mobil mewah, kebijakan ini berdampak besar bagi bisnisnya. Walaupun begitu, Rudy menekankan, kebijakan tersebut juga bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.