Charlez Ponzi, Penipu Investasi Bodong Populer di Dunia

Kamu harus sadar kalau tidak ada cara apapun yang bisa menjadi jalan menuju kekayaan dengan cepat. Skema investasi yang terlalu menjanjikan, biasanya tidak sesuai dengan kenyataan.

Kali ini saya akan membahas kisah dari Charles Ponzi, seorang penipu ulung yang namanya menjadi referensi dari skema investasi bodong. Beberapa waktu lalu, kita seringkali dikejutkan dengan berbagai pemberitaan soal investasi bodong, mulai dari Vtube, TikTok Cash, dan sebagainya. Nah, saya mau membahas kenapa skema investasi bodong itu seringkali disebut sebagai skema Ponzi dan bagaimana sejarahnya?

Sejak penangkapannya pada tahun 1920, nama Charles Ponzi terkenal luas hingga saat ini yang erat kaitannya dengan skema investasi bodong. Walaupun dia bukan yang pertama kali menciptakan skema investasi bodong, namun Ponzi merupakan orang yang bertanggung jawab membuat skema investasi ini menjadi populer. Pada bulan Agustus 1919, Charles Ponzi di Boston menerima sebuah International Postal Reply Coupon dari seorang kenalannya di Italia. Jadi, kupon ini dibuat untuk menangani transaksi internasional kecil. Penerima kupon tersebut dapat menukarnya di kantor pos setempat dengan sebuah perangko. Ponzi memperhatikan bahwa kupon yang dia terima dari Italia telah dibeli di Spanyol dan harga di Spanyol sangat rendah. Faktanya, biaya kupon dari International Postal Reply Coupon di Spanyol hanya seperenam dari nilai perangko AS yang dapat diperdagangkan di AS. Ponzi melihat hal ini sebagai peluang yang besar dan dia membayangkan skema untuk menghasilkan uang besar-besaran di mana dana dolar akan dikonversi menjadi mata uang Spanyol yang digunakan untuk membeli International Postal Reply Coupon, lalu akan dikirim ke Amerika Serikat untuk ditebus dalam perangko yang kemudian dapat dijual kembali dalam bentuk dolar. Bagi Ponzi, ini adalah cara untuk mendapat keuntungan cepat dan tidak terbatas. Namun tentu saja, skema ini tidak pasti 100% berhasil. Jika ada yang mulai mengeksploitasi perbedaan harga kupon di berbagai negara, pastinya sistem tersebut langsung diperbaiki dan peluang keuntungannya akan hilang.

Sumber foto: abaforlawstudents.com

Tanpa berlama-lama, Ponzi lalu mendirikan perusahaan untuk meraup peluang keuntungan sebesar-besarnya dalam International Postal Reply Coupon. Dia lalu menawarkan keuntungan 40 persen kepada investor dalam waktu sembilan puluh hari. Saat itu, tingkat bunga yang berlaku adalah lima persen per tahun, jadi ini merupakan penawaran yang sangat menarik. Investasi dalam skema Ponzi dimulai dalam jumlah kecil pada Januari 1920. Ponzi kemudian menaikkan tingkat imbal balik yang dijanjikan menjadi 100 persen untuk sembilan puluh hari dan 50 persen untuk empat puluh lima hari. Skema investasi ini langsung meledak, semua orang berebut untuk memasukkan uangnya ke dalam perusahaan Ponzi. Dia lalu mendepositokan semua uangnya ke dalam sebuah Bank Tabungan Bersama atau dikenal dengan Mutual Savings Bank. Jadi, karena dana yang dimiliki Ponzi sangat besar, maka dia yang menjadi presiden dari bank tersebut. Dia pun sibuk mengelola uangnya, membeli properti, dan menikmati hidup mewah. Saking sibuknya, dia tidak peduli lagi dengan International Postal Reply Coupon dan keuntungannya hanya berasal dari bunga deposito bank sebesar lima persen saja.

Pada Juli 1920, Boston Post menerbitkan sebuah artikel yang menunjukkan bahwa skema investasi yang dijalankan Ponzi tidak memungkinkan secara finansial. International Postal Reply Coupon yang terjual tidak mencukupi untuk membayar semua pengembalian yang dijanjikan oleh Ponzi. Melihat artikel tersebut, beberapa investor mulai khawatir dan datang kepada Ponzi untuk mengambil uang mereka. Mereka lalu dibayar dengan cek yang ditulis di bank yang dikendalikan Ponzi. Namun Ponzi meyakinkan banyak investor lainnya bahwa artikel Boston Post tidak relevan karena dia memiliki skema rahasia lain untuk menghasilkan uang yang lebih baik daripada skema International Postal Reply Coupon. Ponzi begitu meyakinkan sehingga mayoritas investor masih mempercayainya sebagai orang yang jenius.

Sumber foto: en.wikipedia.org

Ancaman yang lebih serius muncul ketika Jaksa Wilayah Boston memerintahkan perusahaan Ponzi untuk berhenti menarik investasi baru sampai ada audit atas pembukuan perusahaan. Boston Post menerbitkan artikel lagi soal hutang Ponzi senilai jutaan dolar dan bertanya mengapa Ponzi menyimpan dana di bank yang menghasilkan bunga lima persen setahun padahal dia mengaku bisa menghasilkan keuntungan lebih dari 50 persen dalam waktu empat puluh lima hari. Reporter Boston Post kemudian menemukan masa lalu Ponzi. Ia lahir di Italia tetapi dibesarkan di Montreal, Kanada. Sebagai seorang pemuda, dia telah terlibat dalam mengatur pengiriman uang oleh imigran Italia ke keluarga mereka di Italia. Ada tuduhan bahwa sebagian kiriman uang tidak pernah sampai. Di Montreal, Ponzi telah dikirim ke penjara karena memalsukan tanda tangan untuk cek. Setelah dibebaskan dari penjara di Montreal, dia bermigrasi ke Boston di mana dia bekerja sebagai buruh kasar seperti mencuci piring dan juru tulis hingga tahun 1919 saat dia mengetahui soal International Postal Reply Coupon.

Pemberitaan dari Boston Post dan audit atas perusahaannya menghancurkan skema investasi yang diciptakan oleh Ponzi. Ketika dia dituduh melakukan pencurian besar dan menggunakan surat untuk menipu, dia memberi tahu investornya bahwa semua masalahnya berasal dari fakta bahwa orang kaya mencoba menghukumnya karena memberi “orang kecil” kesempatan untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi. Namun, dia divonis bersalah karena menjalankan skema investasi bodong dengan total kerugian mencapai lebih dari delapan juta dolar yang berasal dari 30,000 investor. Ponzi lalu dipenjara tetapi dibebaskan bersyarat setelah tiga setengah tahun. Saat menjalani pembebasan bersyarat, tabiat lama Ponzi tidak hilang. Di Florida, dia lagi-lagi dikirim ke penjara karena penipuan properti di mana dia menjanjikan imbal balik 200 persen dalam enam puluh hari. Dia kembali keluar dari penjara dengan jaminan tetapi ditangkap kembali dan dipindahkan ke Massachusetts di mana dia dipenjara selama tujuh tahun. Ketika dibebaskan dari penjara, dia lalu dideportasi ke Italia. Di sana, Ponzi lalu mendapatkan pekerjaan di Alitalia sebuah maskapai pesawat Italia hingga perusahaannya angkat kaki di Brazil saat perang dunia kedua. Di sana, Ponzi lalu mencoba berbagai pekerjaan, namun tidak berhasil. Hingga akhirnya, dia meninggal dalam kemiskinan. 

Sumber foto: leidenlawblog.nl

Mengutip dari usnews.com, ada beberapa tips supaya kita terhindar dari investasi bodong. Pertama, cek perusahaannya. Apakah perusahaannya ada di Indonesia? Apakah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan? Cek juga reputasinya, berapa lama perusahaanya sudah berdiri dan bagaimana rekam jejaknya selama ini. Ingat, ini uang yang kamu kumpulkan dengan jerih payah, maka kamu harus sangat hati-hati sebelum menaruh uangmu ke dalam skema investasi manapun. Kedua, selalu bersikap skeptis. Jika ada penawaran investasi yang sangat menjanjikan, kamu harus pahami dulu secara lebih dalam bagaimana skema investasinya bekerja. Jika kamu tidak memahami skema investasinya, lebih baik jangan taruh uangmu di sana. Ingat, sebelum menaruh uangmu, kamu harus paham 100% dengan skema investasinya, bagaimana mereka bisa menghasilkan imbal balik yang mereka tawarkan dan sebagainya. Perlu diingat, kinerja masa lalu tidak mencerminkan masa depan ya. Ketiga, lebih hati-hati ketika mendekati masa pensiun. Menurut sebuah studi oleh Asosiasi Administrator Sekuritas Amerika Utara, hampir setengah dari semua keluhan investor yang diajukan berasal dari kelompok senior. Menurut asosiasi tersebut, operator palsu terkadang menipu investor yang lebih tua melalui seminar makan siang gratis yang diikuti oleh panggilan dari tim penjual mereka beberapa hari kemudian. Selain itu, ketika mendekati masa pensiun, sebaiknya memilih skema investasi yang cenderung lebih konservatif daripada agresif. Perlu selalu diingat, apabila ada seseorang yang menjanjikan keuntungan investasi yang tinggi atau stabil secara tidak wajar, kamu harus wajib waspada.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.