Pola Pikir Orang Kaya dalam Membangun Kekayaan

Uang adalah sebuah konsep semata dan merupakan konsekuensi dari tindakan yang kamu lakukan. Dalam membangun kekayaan, kamu harus punya pola pikir yang benar untuk bisa mencapai kekayaan, tetap kaya, dan membagikannya.

Kali ini saya akan membahas buku Rules of Wealth karya Richard Templar. Buku ini membahas soal aturan untuk mencapai kekayaan. Mungkin kita pernah lihat, kok ada orang yang kelihatannya gampang banget dapat uang. Usaha atau kerja apa saja, cepat sekali dapat uangnya. Bukan hanya itu, kita juga melihat ada orang yang kelihatannya mudah sekali menumbuhkan kekayaannya. Tapi, kebanyakan dari kita hanya mudah menghabiskan uang. Apa rahasianya? Apakah ini rahasia yang hanya diketahui oleh orang kaya? Atau ini adalah sesuatu yang bisa kita pelajari? Jawabannya adalah iya. Ini adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Aturan menuju kekayaan merupakan panduan untuk membantu kamu menghasilkan uang lebih banyak, mengatur keuangan dengan lebih bijaksana, dan mengembangkannya lebih efektif. Tujuan utamanya agar kita bisa hidup lebih bahagia dan nyaman. Menariknya buku ini berisi 107 aturan yang bisa kamu pilih sendiri, mana yang paling cocok buat kamu.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Berpikir seperti orang kaya
Sumber foto: hermoney.com

Berpikir seperti orang kaya

Kamu harus menyadari kalau uang adalah sebuah konsep. Kamu tidak bisa benar-benar menyentuhnya, kecuali jika sudah berbentuk fisik misalnya, uang kertas, uang logam, cek, atau berbentuk emas. Setiap orang punya pemikiran sendiri kalau bicara soal uang. Ada yang punya kepercayaan kalau uang adalah jahat, tapi ada juga orang yang merasa kalau uang itu baik. Sebelum kita berpikir untuk memiliki kekayaan, kita harus paham dulu bagaimana kita melihat uang? Jika kita merasa kalau memiliki uang yang banyak adalah jahat, bahkan secara tidak sadar, mungkin hal ini yang menghalangi kita dalam menjadi kaya. Mayoritas orang biasanya dibesarkan dengan konsep tertentu soal uang. Ada konsep yang bilang kalau uang adalah akar dari kejahatan, uang hanya membuat orang menjadi tamak dan bohong, uang tidak bisa membeli kebahagiaan, dan sebagainya. Ini adalah mitos soal uang. Untuk punya pola pikir seperti orang kaya, kamu harus bisa menulis konsep yang baru soal uang. Misalnya, uang adalah OK, menginginkan uang adalah OK, saya akan menjadi kaya raya, dan saya siap bekerja keras untuk mencapainya. 

Hal lain yang cukup menarik adalah apa definisi kekayaan buat kamu? Setiap orang pasti punya definisi orang kaya itu seperti apa. Namun, apabila kita serius ingin memiliki kekayaan, maka kamu harus punya definisi yang jelas. Kita sering dengar kalau banyak orang bilang ingin jadi miliarder. Tapi, apakah kamu tahu, kalau banyak orang yang punya rumah seharga 1 miliar lebih tapi tidak merasa dirinya adalah seorang miliarder. Kita harus bisa mengukur berapa banyak yang kita inginkan supaya kita menganggap kalau diri kita kaya. Ada contoh yang menarik di buku ini. Richard menceritakan kisah temannya yang kaya raya. Dia bilang, saat awal temannya membangun bisnis, temannya tahu berapa banyak kekayaan yang ingin dia kumpulkan. Temannya baru merasa dirinya kaya raya apabila dia bisa hidup dari bunga yang berasal dari bunga dari total kekayaannya. Ini hal yang paling penting, kita harus bisa mendefinisikan apa yang kita mau. Untuk sebagian orang, mungkin kekayaan ini bisa didefinisikan dari berapa banyak mobil yang mereka punya? Berapa banyak uang yang ada di tabungan mereka? Atau seberapa banyak uang yang ada di portofolio investasinya? Tentu saja, tidak ada jawaban yang benar dan salah, yang penting kamu sudah tahu jelas apa yang kamu mau. 

Menghasilkan dan menjaga kekayaan
Sumber foto: commonsenseadvisors.com

Menghasilkan dan menjaga kekayaan

Setiap tindakan pasti ada konsekuensi. Jika kamu kaya, maka kekayaan itu adalah hasil dari tindakanmu. Richard menjelaskan kalau kita harus melihat uang sebagai bayaran atas kecerdasan dan kerja keras, bukan merupakan hadiah atas perilaku kamu yang baik. Seringkali, kita menilai orang lain dengan kacamata moral, apakah orang itu pantas atau tidak menjadi orang yang kaya raya. Namun, kita lupa kalau mereka menjadi kaya karena mereka bekerja keras dalam mengumpulkannya. Hingga akhirnya, kekayaan hanyalah sebagai konsekuensi dari tindakan yang kita lakukan. Inilah sesuatu yang harus kita pahami bersama, kalau menjadi kaya raya bukanlah sebuah rahasia yang hanya diketahui segelintir orang, namun merupakan konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan. Jika kita berusaha untuk mencari jalan singkat dan punya pola pikir ingin cepat kaya, hal ini malah kontraproduktif. Kita akan mudah tergiur pada skema bisnis atau investasi yang penuh penipuan. 

Ada hal penting yang harus kamu pahami ketika kamu sudah memiliki kekayaan yaitu, jangan takabur dan ceroboh. Kamu harus bisa menggunakan uangmu dengan bijaksana. Ada dua kisah menarik di buku ini. Satu cerita adalah soal musisi yang kaya raya dan membeli rumah mewah yang mereka tinggali di pinggir kota. Uang memberikan dia tempat yang nyaman untuk keluarga dan anaknya. Rumah tersebut bisa juga menjadi aset berharga. Di sisi lain, adalah cerita soal fashion model yang jatuh bangkrut karena kebiasaanya menggunakan narkoba. Ini yang harus kita pahami, ketika kita menghambur-hamburkan kekayaan, maka kekayaan tersebut tidak akan bertahan lama. Ingat, menjadi kaya merupakan hal yang menyenangkan. Namun, pamer kekayaan bukan hal yang bijaksana. Ketika kamu mencapai level kekayaan tertentu, tetaplah rendah hati. Kamu tidak perlu memberitahu orang lain seberapa banyak yang kamu hasilkan dan seberapa banyak hartamu. Jika kamu memberitahu mereka, sebagian akan merendahkanmu karena kekayaanmu di bawah mereka, sebagian lagi akan menjadi iri hati karena kekayaan yang kamu miliki. Oleh karena itu, jagalah baik-baik informasi soal kekayaanmu dan tidak perlu diketahui oleh orang lain. 

Membagikan kekayaan
Sumber foto: improve-agency.com

Membagikan kekayaan

Kekayaan itu seperti lukisan yang indah. Tentu saja, bisa dipajang di rumah dan hanya kamu dan keluargamu yang bisa menikmatinya. Namun, kamu juga bisa membagikannya agar orang lain mendapatkan manfaatnya. Ada saran menarik dari Richard yaitu jangan pernah meminjamkan uang kepada siapapun, kecuali kamu bersedia mengikhlaskannya. Dengan begitu, ketika mereka tidak membayarnya, kamu masih merasa baik-baik saja. Contohnya begini, ketika kamu meminjamkan uang kepada temanmu dan kemudian dia tidak membayarnya, kamu tidak hanya kehilangan uang, tapi juga kehilangan hubungan pertemananmu. Mereka mungkin merasa malu karena belum bisa bayar sehingga mereka tidak berani untuk menemuimu. Tentu saja, kamu bisa memilih opsi lain yaitu memberikan mereka sejumlah uang yang bersedia kamu ikhlaskan atau tidak memberikan mereka sama sekali. Ketika kamu menjadi orang yang kaya raya, pasti ada saja orang yang berusaha mendekatimu. Ada yang berusaha untuk mendapatkan uangmu, entah itu meminta pinjaman langsung atau menawarkan bisnis kepadamu. Penting untuk kamu bisa memahami kapan bilang iya atau tidak. 

Hal lain yang cukup menarik adalah jangan terlalu melindungi anakmu dari pengalaman berharga berasal dari hidup yang susah. Ini adalah nasehat yang bagus buat para orang tua atau calon orang tua. Biasanya banyak orang tua tidak tega melihat anaknya menjalani kehidupan yang keras dan berusaha memberikan anaknya kehidupan yang berkelimpahan. Dampaknya, anak tersebut tumbuh dengan pola pikir soal uang yang buruk. Salah satu cara melatih hal ini adalah dengan memberikan uang bulanan. Misalnya ketika mereka sudah masuk universitas dan tinggal terpisah dari orang tua. Uang bulanan akan mengajarkan mereka untuk mengatur keuangan pribadi dan hidup cukup sesuai dengan uang yang mereka miliki. Mungkin pertanyaannya, seberapa besar yang harus diberikan? Tentu saja, ini berdasarkan biaya hidup mereka dan juga diskusi panjang antara orang tua dan anak. Anak tersebut harus bisa memberikan justifikasi kenapa mereka butuh uang bulanan dengan jumlah yang mereka minta. Ini akan mengajarkan mereka soal nilai sebuah uang dan mereka akan lebih menghargainya ketika mereka mendapatkannya. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.