Mau Kaya? Simak Mindset yang Benar Soal Uang

Kamu bisa membangun kekayaan tanpa pendapatan yang besar. Tapi, kamu tidak bisa membangun kekayaan tanpa mindset yang benar soal uang.

Kali ini saya akan membahas buku The Psychology of Money karya Morgan Housel. Buku ini membahas bagaimana hubungan manusia dengan uang dari sudut pandang perilaku manusia. Kamu bisa menggunakan uang dengan baik, bukan berasal dari apa yang kamu tahu, tapi bagaimana perilaku kamu soal uang. Kita diajarkan kalau investasi, rancangan keuangan pribadi, dan keputusan bisnis ini soal matematika di mana data dan formula memberitahu apa yang harus kita lakukan. Kenyataannya justru berbeda. Mayoritas orang tidak membuat keputusan keuangan hanya berdasarkan dari laporan. Mereka justru membuat keputusan tersebut di meja makan atau di meeting room, di mana semua perasaan bercampur aduk, mulai dari kesombongan, keserakahan, marketing produknya yang bagus, pandangan kita soal dunia, dan sebagainya. Di buku ini, Morgan akan menuliskan 19 cerita pendek yang menjelaskan cara aneh orang berpikir soal uang dan mengajarkan kamu soal uang itu sendiri.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Mengelola uang tidak harus pintar
Sumber foto: freshbooks.com

Mengelola uang tidak harus pintar

Orang jenius yang kehilangan ketenangan dalam mengatur keuangan mereka, maka akan berakibat fatal. Hal sebaliknya, orang biasa yang tidak punya latar belakang keuangan bisa menjadi kaya apabila dia punya karakter perilaku tertentu soal uang, ini tidak ada kaitannya dengan kepintaran. Ada contoh yang menarik. Ronald James Read adalah seorang petugas kebersihan pom bensin dan donatur di Amerika Serikat. Ronald hidup sederhana, rutin menabung, dan pada akhir hayatnya dia mampu mengumpulkan 8 juta dolar. Mayoritas dari kekayaannya lalu disumbangkan ke rumah sakit lokal dan perpustakaan. Kisah kedua adalah dari seseorang bernama Richard Fuscone. Dia merupakan lulusan Harvard dan eksekutif di perusahaan manajemen investasi bernama Merrill Lynch. Sepanjang hidupnya, dia banyak berhutang dan hidup sangat boros. Hingga akhirnya, nasib malang tiba ketika krisis keuangan tahun 2008. Kejadian ini memaksa Richard untuk menyatakan diri bangkrut. Perbedaan nasib kedua orang ini bukan disebabkan oleh tingkat intelektual seseorang, tapi berdasarkan bagaimana perilaku mereka soal uang. Ronald hidup sederhana dan mengatur uangnya dengan baik, sedangkan Richard hidup dengan serakah dan boros. Kesuksesan keuangan bukanlah ilmu yang kaku, tapi lebih ke soft skill di mana perilaku kamu soal uang lebih penting daripada seberapa banyak yang kamu tahu soal uang.

Pengalaman yang kita miliki sampai saat ini ternyata sangat mempengaruhi penilaian kita soal uang. Ada contoh yang menarik. Orang yang lahir pada tahun 1950-an dan 1970-an memiliki pandangan yang berbeda soal pasar saham Amerika Serikat. Bagi orang yang lahir pada tahun 1950-an, mereka merasakan sendiri betapa kecilnya hasil keuntungan dari pasar saham pada tahun 1960-an hingga 1970-an, karena pada saat itu secara rata-rata imbal hasilnya hanya satu digit. Sedangkan orang yang lahir pada tahun 1970-an punya persepsi yang berbeda. Mereka melihat pasar saham dalam kondisi naik pada tahun 1980-an dan 1990-an. Inilah yang membuat orang yang lahir 1970-an punya persepsi yang lebih positif terhadap pasar saham daripada orang yang lahir pada tahun 1950-an. Contoh ini membuktikan kalau kita tidak bisa melupakan pentingnya pengalaman pribadi seseorang dalam membuat sebuah keputusan. 

Fakta unik soal uang
Sumber foto: finance-watch.org

Fakta unik soal uang

Ada cerita menarik antara dua orang penulis Kurt Vonnegut and Joseph Heller yang sedang berada di sebuah pesta seorang miliarder. Kurt bilang ke Joseph kalau penghasilan miliarder itu dalam sehari lebih besar daripada seluruh pendapatan Joseph dari novel paling populernya. Joseph pun menjawab, betul, tapi dia punya sesuatu yang tidak mungkin dimiliki miliarder itu yaitu rasa cukup. Kita memiliki kebiasaan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain. Ini adalah proses yang tiada akhir dan akan selalu ada orang yang di atas kita. Ibaratnya di atas langit pasti ada langit. Yang paling penting, kita harus tahu rasanya cukup. Hal ini berarti kita menghindari perbuatan yang pada akhirnya membuat kita menyesal. Contohnya seperti kisah Bernie Madoff, dia adalah terpidana kasus ponzi terbesar dalam sejarah. Penipuannya berlangsung selama 17 tahun dan melibatkan ribuan investor dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar. Ini adalah contoh kasus di mana seseorang tidak tahu rasanya cukup. Mereka membawa diri mereka sendiri ke dalam jurang celaka karena mereka serakah dan tidak tahu saatnya harus berhenti. Perlu kita pahami, banyak hal di dunia tidak sepadan dengan resikonya, misalnya dalam mengejar kekayaan, kita justru punya resiko kehilangan reputasi, kebebasan, teman, keluarga, dan sebagainya. 

Fakta unik lainnya yaitu kekayaan adalah sesuatu yang kamu tidak lihat. Contohnya begini, ketika ada seseorang mengendarai sebuah mobil seharga 1 miliar, mungkin saja orang itu kaya raya. Tapi, fakta yang kamu tahu soal kekayaan dia adalah kalau dia sudah menghabiskan 1 miliar untuk membeli sebuah mobil. Morgan mengingatkan kita kalau sebenarnya ketika orang ingin bilang jadi miliarder, yang sebenarnya dimaksud adalah mereka ingin menghabiskan uang miliaran, sederhananya mereka ingin gaya hidupnya yang glamor. Namun, logika ini bertentangan dengan menjadi miliarder. Morgan memberikan contoh kalau ada perbedaan mendasar antara wealth dan rich, mungkin kalau di bahasa Indonesia artinya sama-sama kaya. Namun ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Rich adalah orang yang tinggal di rumah besar dan naik mobil mewah. Orang dengan pendapatan besar adalah rich. Mereka menunjukkan kalau diri mereka adalah rich. Namun, wealth berbeda. Wealth itu tersembunyi. Wealth adalah pendapatan yang disimpan, bukan yang dibelanjakan. Jadi, sebenarnya yang kita lihat adalah rich bukan wealth. Mungkin saja ada orang yang terlihat rich, tapi sebenarnya hutangnya sangat banyak. Namun, ada juga orang yang punya wealth yang besar, tapi tampilannya biasa saja tidak terlihat rich.

Mempertahankan kekayaan tidak sama dengan membangun kekayaan
Sumber foto: freepik.com

Mempertahankan kekayaan tidak sama dengan membangun kekayaan

Ada banyak cara untuk memperoleh kekayaan. Tapi, menurut Morgan hanya satu cara untuk tetap kaya yaitu gabungan antara hidup sederhana dan punya rasa takut. Memperoleh kekayaan dan mempertahankan kekayaan punya pendekatan yang berbeda. Dalam memperoleh kekayaan, kamu perlu mengambil resiko dan optimis. Sedangkan dalam mempertahankan kekayaan kamu butuh mindset yang 180 derajat bertentangan yaitu harus lebih sederhana dan rasa takut kalau apa yang kita kumpulkan selama bertahun-tahun bisa hilang dalam sekejap. Itulah sebabnya kita harus memiliki survival mindset dalam mempertahankan kekayaan. Pertama, kondisi keuangan yang kokoh. Kita harus punya manajemen uang yang baik, misalnya berapa bagian untuk investasi konservatif dan berapa bagian untuk investasi yang agresif. Pembagian ini harus jelas dan diamati dengan baik. Hal ini bertujuan agar kita mampu menikmati kondisi keuangan yang baik dalam jangka panjang. Kedua, rencana yang kita susun mungkin tidak terjadi. Rencana yang baik harus bisa menyisakan ruang apabila gagal, artinya kita harus siap dengan opsi kedua apabila opsi pertama tidak berhasil. Seorang venture capitalist bernama Michael Moritz pernah bilang kalau kita tidak bisa berasumsi besok akan seperti kemarin dan kita juga tidak bisa berasumsi kesuksesan kemarin akan menghasilkan kekayaan di masa depan. Ketiga, optimis tapi juga takut. Mungkin bagi sebagian orang hal ini cukup membingungkan, tapi esensinya adalah kita harus optimis terhadap masa depan, tapi kita boleh merasa paranoid pada rintangan yang kita hadapi saat menuju ke sana. Tentu saja, hal ini lebih menekankan kamu harus selalu mawas diri dan waspada dalam mempertahankan kekayaan.

Ada fakta sederhana yang jarang orang pahami soal kekayaan Warren Buffett. Dia bukan hanya seorang investor yang hebat, tapi dia adalah investor yang hebat selama 75 tahun lebih. Ini adalah rahasianya. Kesuksesan keuangan Warren bukan berasal dari mencari imbal balik hasil setinggi-tingginya, tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan imbal hasil yang relatif bagus dalam jangka waktu yang panjang. Inilah yang akhirnya membuat compound effect bergulir sangat kencang dan mindset yang seharusnya kita miliki saat mengumpulkan kekayaan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.