Anthony Sudarsono, Anak Muda Sukses Bisnis Properti Kost

anthony-sudarsono_cover-1

Apapun bisnis yang ingin kamu tekuni, kamu harus mengerti dulu bagaimana bisnis tersebut bekerja. Investasikan waktu untuk belajar dulu sebelum investasikan uangmu.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Anthony Sudarsono, investor properti sekaligus CEO dan Founder dari Sumo Squid. Di usianya yang baru 25 tahun, dia sudah memiliki 11 kost-kostan dan pendapatan pasif hingga ratusan juta rupiah. 

Anthony Sudarsono merupakan pemuda asal Yogyakarta. Motivasi awalnya ketika mau jadi pengusaha karena ingin membuktikan dirinya, karena saat itu kondisinya merupakan anak ketiga dan sering dibandingkan oleh saudaranya yang lain di dalam keluarga. Inilah yang membuat Anthony ingin cepat sukses. Ketika duduk di bangku SMA, dia pun sudah mulai berbisnis makanan yaitu berjualan nasi kucing. Jadi, nasi kucingnya dibeli saat malam hari dan kemudian pada pagi harinya dijual ke sekolah khusus perempuan dan kemudian ke sekolah khusus laki-laki-laki. Keuntungannya cukup lumayan, dalam sehari dia bisa mendapat hingga 50 ribu rupiah. Itu uang yang cukup besar bagi anak SMA pada masa itu. Anthony pun dasarnya tidak mau kuliah dan mau langsung kerja, hingga akhirnya dia dipaksa untuk ambil kuliah arsitektur oleh orang tuanya. Baru di awal kuliah, dia sudah tidak betah dan ingin keluar. Orang tuanya pun lalu menyarankan dia untuk ambil les bahasa di China sambil mencari peluang bisnis untuk diimpor ke Indonesia. Di sana, Anthony melihat ada peluang bisnis yang menarik yaitu giant crispy squid. Dia pun lalu melamar kerja di sana tanpa digaji dan waktu itu Anthony bilang kalau dia ingin latihan bahasa Mandarin. Selama tiga bulan, dia mendapat ilmu cara memasaknya, manajemen stoknya, dan sebagainya. Kemudian ketika dia kembali ke Indonesia, pada tahun 2014, Anthony lalu membuka Sumo Squid ketika usianya baru 19 tahun. Dari usaha inilah, dia mampu mengumpulkan uang sebagai modal untuk menjalankan bisnis properti. Walaupun awalnya dia mau langsung masuk bisnis properti, namun karena modalnya besar maka dia berusaha mengumpulkan modal dulu melalui bisnis makanan. 

Sumber foto: food.grab.com

Anthony pertama kali masuk ke bisnis properti sejak tahun 2018-an. Properti pertama yang dibeli adalah rumah seharga 850 juta kemudian disulap menjadi bisnis kost-kostan. Jadi, rumah itu seharga 850 juta dan kemudian hasil pengajuan KPR yang diberikan dari bank seharga 850 juta rupiah juga. Lalu, Anthony menggunakan uang miliknya sendiri sebesar 500 juta rupiah untuk melakukan renovasi, pajak, notaris, uang cicilan KPR, dan sebagainya. Uang ini berasal dari keuntungan usaha makanan sumo squid-nya. Kemudian, setelah kost-kostan sudah selesai, Anthony lalu menyewakan 9 kamar di propertinya seharga 1,8 juta rupiah per kamar. Jadi, dia mendapatkan keuntungan bersih sekitar 14 jutaan. Nah, uang ini lalu dia gunakan sebagian untuk membayar cicilan KPR-nya seharga 7 juta per bulan. Anthony memberikan tips ketika melakukan KPR untuk kost-kostan lebih baik dalam jangka waktu yang panjang yaitu 15 tahun, karena biaya cicilannya yang sama setiap tahun, namun ada potensi kenaikan harga sewa kost setiap tahunnya. Dia juga menyarankan kalau setiap pelanggan kost-nya harus memberikan deposit seharga 1 bulan kost, hal ini untuk mencegah penunggakan bayar oleh para pelanggannya. Dalam berbisnis kost-kostan yang paling penting bukan seberapa besar luas propertinya, tapi arus kas-nya harus bisa mencukupi. Maksudnya begini, pemasukan dari uang sewa kost-kostan harus memberikan keuntungan yang cukup untuk biaya cicilan KPR dan sebagainya. 

Walaupun terlihat mulus, ternyata awalnya juga tidak mudah. Keluarganya saat itu juga pesimis dan merasa hal ini tidak mungkin bisa menjalankan bisnis properti tanpa DP. Pada tahun 2017, Anthony sempat mengikuti seminar properti dan langsung semangat mencari peluang bisnis properti. Namun, setelah hunting tiga bulan, dia tidak mendapat properti yang diinginkan. Inilah yang membuat dia ragu dengan bisnis properti, apakah bisa menjalani bisnis properti tanpa DP dan sebagainya. Lalu setahun berikutnya, Anthony lalu mengikuti seminar properti lagi dan kembali bersemangat. Kali ini, dia melakukan pendekatan yang berbeda. Jika dulu saat hunting properti, dia tidak ingin keluar modal sama sekali. Kali ini, dia bersedia mengeluarkan uang 500 juta rupiah sebagai biaya renovasi dan sebagainya. Inilah yang akhirnya mengawali perjalanan Anthony sebagai juragan kost-kostan. Tantangan berikutnya adalah ketika awal, Anthony masih belum paham kalau semua itu bisa dinego, misal dari notaris, bank, kontraktor, dan sebagainya. Dia mencontohkan, saat awal dia hanya berani nego tipis harga rumah ke pembeli, sedangkan sekarang dia bisa nego rumah 1.5 milyar menjadi hanya 800 juta rupiah. Tentu saja, ini merupakan sebuah pencapaian luar biasa. Namun, ada strateginya. Anthony bercerita, saat melakukan negosiasi, penting untuk membuat pemilik rumah suka dengan kita. Misalnya, dia membawakan makanan kepada calon penjualnya setiap kali bertemu, menjadi teman ngobrol, dan sebagainya. Semua pendekatan ini tidak bisa sekali langsung deal, Anthony melakukannya hingga 5 atau 6 kali, baru akhirnya pemilik rumah bersedia melepas rumahnya dengan harga 800 juta rupiah. 

Sumber foto: propertyresourceshop.com

Selain strategi negosiasi dengan pemilik saat membeli, Anthony juga berbagi tips dalam menghadapi kontraktor. Dia punya strategi tersendiri. Anthony menyarankan, jangan cari kontraktor yang paling murah, tapi paling sesuai harganya dengan apa yang ditawarkan. Kamu harus mengecek dengan teliti bahan yang digunakan, apa mereknya, dan sebagainya. Anthony bercerita, dulu waktu renovasi rumah pertamanya, dia pilih kontraktor yang paling murah, hasilnya ternyata sangat jauh dari desain awal dan jelek sekali. Ini yang harus kita cermati. Tips lain yaitu kita harus rekrut pelaksana. Ini adalah orang yang rutin melakukan cek lapangan dan memastikan pekerjaan kontraktornya dan bahan yang digunakan. Walaupun gajinya cukup mahal, tapi fungsi orang ini sangat vital dan menjaga agar proyek berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Anthony menjelaskan kost-nya berukuran 9 hingga 10 meter persegi dengan fasilitas yang boleh dibilang cukup mewah dan lengkap, mulai dari gratis wifi, laundry, printing, co working space, dan sebagainya. Inilah nilai tambah yang diberikan Anthony sehingga propertinya hampir selalu terisi penuh. Saat ini, Anthony memiliki 11 properti yang semuanya dibuat kost-kostan dan total kamarnya mencapai ratusan. Menariknya, dunia kost-kostan masih banyak didominasi oleh orang tua, sehingga Anthony masih leluasa dalam melakukan promosi untuk menyewakan kost eksklusifnya. Inilah yang membuat bisnis kost-kostan-nya selalu penuh dan hanya turun 5% selama pandemi COVID-19. Bukan hanya kost-kostan, sekarang Anthony mulai menjadi pengembang perumahan. 

Sumber foto: thepropertycollective.com

Buat kamu yang ingin berbisnis properti, Anthony membagikan empat tips. Pertama, pastikan lokasinya strategis. Lokasi properti yang ingin diinvestasikan harus sesuai dengan peruntukannya. Contohnya seperti ini, Anthony membuka kost-kostan di tempat yang sudah ada tempat kost yang ramai di wilayah tersebut. Ini akan mengurangi resiko kamu dalam berinvestasi properti, karena wilayah tersebut sudah terbukti banyak peminatnya. Kedua, kolaborasi bisnis. Buat yang kesulitan dalam modal di awal, solusi alternatifnya yaitu bisa gabung dengan orang lain. Ketiga, cari properti termurah. Karena fokus utamanya di investasi, maka harga pembelian properti di awal sangatlah penting. Jika kita tidak bisa mendapatkan harga terbaik, nantinya kita akan kesulitan saat menjual properti tersebut. Anthony juga memberikan saran, lebih baik berinvestasi di properti yang terjangkau kisaran 1 hingga 4 miliar. Hal ini disebabkan akan lebih sulit untuk mendapatkan capital gain dari properti yang harganya diatas itu. Keempat, pahami model bisnisnya. Ini yang harus dipahami sebelum berinvestasi apapun, termasuk investasi properti. Kita harus paham dulu bagaimana bisnisnya bekerja dan sadar kalau tidak ada investasi apapun yang bisa membuat kita kaya mendadak, karena semua itu butuh proses dan pembelajaran. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.