Wirawan Hartawan, Bos Disc Tarra yang Banting Setir Jadi Petani Hidroponik Sukses

Usia bukan menjadi halangan untuk banting setir dalam berbisnis. Pikiran yang terbuka dan semangat mau belajar akan menghasilkan kesuksesan yang baru.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Wirawan Hartawan, eks pendiri dari Disc Tarra, yang sekarang sukses menjadi petani dan pendiri dari Hydrofarm, perkebunan hidroponik. Buat yang belum tahu, Disc Tarra merupakan jaringan toko kaset dan CD terbesar yang ada di Indonesia dan sempat booming pada era tahun 1990-an hingga 2000-an sebelum layanan musik digital masuk ke Indonesia. Pada tahun 2015, akhirnya Disc Tarra menyerah dan menutup semua outlet-nya yang ada di Indonesia.

Wirawan Hartawan awalnya dikenal sebagai tokoh yang cukup berpengaruh di dunia musik. Wajar saja, dia merupakan pemilik dari jaringan toko kaset dan CD terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1986. Namun, sejak tahun 2004, musik tidak lagi bisa dinikmati dalam bentuk kaset atau CD, tapi sudah mulai berubah format ke dalam bentuk digital. Konsumen punya pilihan untuk menikmati musik. Kemudian, pada tahun 2007, media streaming musik muncul dan mulai menggerus penjualan musik dalam bentuk fisik. Seiring berjalannya waktu, menikmati musik dalam bentuk CD dan kaset sudah mulai ditinggalkan oleh banyak konsumen. Hingga akhirnya, pada tahun 2015, Disc Tarra berhenti beroperasi. Ketika memutuskan untuk menutup Disc Tarra, ini merupakan keputusan sulit yang diambil oleh Wirawan dan keluarganya. Kesedihan bukan hanya dialami oleh Wirawan dan segenap karyawan Disc Tarra, namun banyak orang juga merasakan kehilangan, mulai dari para penikmat musik hingga banyak penyanyi yang mencurahkan kesedihannya kepada Wirawan karena tidak ada lagi tempat untuk menjual album secara fisik. Saat itu, masih ada 238 cabang yang masih beroperasi dari Sabang hingga Merauke. Ada dua faktor utama yang membuat Wirawan membuat keputusan tersebut. Saat itu, Wirawan kesulitan menemukan spare part untuk memelihara dan memperbaiki mesin di pabrik pembuat CD miliknya. Hal ini disebabkan pabrik dari Eropa yang memproduksi spare part tersebut sudah tutup karena industri CD di sana sudah tumbang. Akhirnya, Wirawan terpaksa menggunakan mesin miliknya untuk memperbaiki mesin yang rusak. Sehingga dari awalnya 9 mesin yang beroperasi, kemudian menjadi hanya sisa tiga yang beroperasi. Faktor kedua adalah kontrak kerjasama dengan pengelola mall yang harus berlangsung selama lima tahun. Wirawan tidak yakin sisa mesin yang dia miliki bisa beroperasi selama itu. Sehingga, kontrak mall yang sudah selesai, Wirawan memutuskan untuk tidak memperpanjangnya lagi. Walaupun banyak orang yang bilang kalau Disc Tarra tutup karena rugi besar, Wirawan mematahkan hal tersebut. Dia bilang kalau saat itu kondisi Disc Tarra masih baik, sehingga masih mampu membayar PHK 1.800 karyawan dan menunaikan semua kewajibannya yang tertunda. Namun, keputusan Wirawan untuk menghentikan Disc Tarra merupakan keputusan yang tepat. Coba bayangkan apabila dia tetap memaksakan bisnisnya terus berjalan, pasti dia tidak akan punya sisa uang lagi untuk bisa berinvestasi di bisnis yang dijalaninya sekarang.

Sumber foto: republika.co.id

Pada tahun 2012, Wirawan divonis terkena stroke penyumbatan darah ke otak sebelah kiri karena gaya hidupnya yang buruk. Dokternya berkata penyakit seperti ini tidak ada obatnya, ibaratnya ini penyakit orang kaya, kebanyakan makan enak dan waktu tidurnya berantakan. Dia sudah pergi berobat ke dokter manapun, tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Hingga suatu hari, Wirawan berobat ke Dr Terawan dan langsung segera diobati dengan metode pembilasan otak intra-arterial atau dikenal dengan nama metode cuci otak. Hasilnya ternyata sangat baik, penyumbatan darah ke otak sebelah kiri Wirawan sembuh. Namun, tiga bulan kemudian, penyumbatan itu kembali muncul. Ketika Wirawan ingin diberikan tindakan lagi, Dr Terawan menolak karena metode ini hanya bisa sekali karena jika dilakukan kedua kali maka obatnya bisa bereaksi negatif terhadap tubuh. Dia pun menyarankan Wirawan untuk mengubah pola hidupnya yang buruk. Sebagai informasi, sejak muda, Wirawan tidak suka makan sayur. Bahkan, ketika dia bersekolah di luar negeri, sehari-hari dia tidak pernah makan sayur dan selalu makan daging. Namun kondisinya yang sudah parah membuat Wirawan mulai berpikir ulang dan memperbaiki pola makannya yaitu mulai mengkonsumsi sayur. Tanpa disangka, sejak mulai rutin mengkonsumsi sayur, kondisi tubuhnya berangsur membaik. Wirawan semakin bersemangat dan mulai menjalani raw food therapy yang berarti terapi makan sayur mentah. Ini merupakan perubahan besar dari hidup Wirawan. Jika dulu ketika di Disc Tarra, dia mengajari orang soal musik, sekarang di bisnis barunya yaitu hydrofarm, Wirawan mengajak orang untuk menjalani gaya hidup sehat. 

Sebelum menjalani bisnis hydrofarm, Wirawan sempat mencari bisnis lain yang sesuai. Dia sempat melirik bisnis ternak ayam. Namun, setelah dipelajari lebih lanjut, ternyata bisnis ternak ayam sudah terlalu banyak pesaing dan dikuasai para pemain besar. Wirawan merasa kalau bisnis tersebut kurang cocok bagi dirinya. Dia ingin masuk ke bisnis yang masih blue ocean. Hingga akhirnya, dia mulai melirik bisnis pertanian organik pada tahun 2013. Setelah dipelajari, ternyata potensi bisnis ini masih sangat besar dan belum banyak pemain yang ada di sana. Maklum saja, bisnis model pertanian hidroponik cukup menarik karena luas tanah untuk bercocok tanam yang semakin sedikit maka perlu inovasi untuk memproduksi hasil pertanian. Media tanam hidroponik memungkinkan Wirawan untuk memberikan hasil lebih banyak jika dibandingkan dengan luas tanah yang sama. Wirawan pun mendapat dukungan dari istrinya, bahkan istrinya mendorong dia untuk mencoba menanam buah. Namun, keluarga besarnya sempat meragukan Wirawan karena bisnis pertanian perlu keahlian khusus dan biasanya memang berasal dari keluarga petani atau latar belakang pertanian. Dia pun mencoba mendatangi universitas besar di Indonesia untuk mempelajari metode hidroponik. Namun sayangnya, saat itu metode ini belum booming dan tidak ada yang bisa mengajarinya. Maklum saja, teknik pertanian di Indonesia masih sangat tradisional. Wirawan tidak kehabisan akal. Dia pun pergi ke luar negeri untuk belajar metode ini. Wirawan tidak main-main, dia berkeliling ke banyak negara mulai dari Belanda, Perancis, Amerika Serikat, China, Thailand, hingga Turki. Tanpa disangka, keputusan tersebut ternyata sangat tepat. Kesuksesan yang dinikmati oleh Wirawan tidak mudah, apalagi latar belakangnya di dunia musik yang belum pernah bersinggungan dengan pertanian. Dia bersedia belajar semuanya dari awal, bahkan Wirawan tidak segan untuk turun langsung, misalnya saat membersihkan tanah di lahan pertanian hidroponiknya. 

Sumber foto: hydrofarm.co.id

Lima tahun pertama, Wirawan fokus melakukan riset dengan membuat green house smart lab. Ada hal yang membedakan dari green house biasa, karena semuanya dikontrol menggunakan komputer mulai dari cuaca, udara, kelembaban, hingga sinar UV-nya. Sebagai contoh, Wirawan bisa menanam selada di Tangerang yang cuacanya sangat panas, padahal selada harusnya ditanam di cuaca yang cukup dingin seperti di puncak. Itulah kehebatan teknologi sehingga dia mampu memodifikasi lingkungan sekitar tanaman tersebut sehingga mampu tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Setelah berhasil menciptakan produk terbaik dari eksperimen berkali-kali, akhirnya Wirawan baru memutuskan untuk menjadi petani sayur hidroponik. Dengan teknologi yang canggih, setiap lahan hidroponiknya yang seluas 1 hektar, hanya mempekerjakan 3 orang. Timnya bertugas untuk memastikan mesinnya bekerja dengan baik, tidak ada hama, menyemai, dan memanen.  

Usaha Wirawan yang bernama Hydrofarm berasal dari dua kata hydro dan farm, yang berarti air dan pertanian. Dia berkomitmen untuk mendorong gaya hidup sehat melalui pertanian hidroponik. Perusahaannya saat ini merupakan pemasok produk pertanian dan perkebunan hidroponik terbesar di Indonesia. Ke depannya, kita akan melihat kalau bercocok tanam tidak lagi menggunakan lahan yang luas, namun malah bisa ditanam di dalam gudang. Apalagi di era pandemi COVID-19, kebutuhan gaya hidup sehat semakin berkembang dan masyarakat mulai teredukasi dengan baik soal rutin makan sayur, khususnya sayur organik.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.