12 Aturan Hidup untuk Bahagia

Banyak orang berpikir makna hidup adalah kebahagiaan, tapi apa yang terjadi bila kamu tidak bahagia? Kamu harus melihat kebahagiaan sebagai efek samping saja. Jika perasaan ini muncul, terimalah dengan suka cita. Tapi, kamu harus sadar kalau kebahagiaan adalah sesuatu yang sementara dan tidak bisa diprediksi.

Kali ini saya akan membahas buku 12 Rule for Life karya Dr Jordan B. Peterson. Buku ini membahas soal 12 aturan yang membantu kamu dalam hidup. Semua dimulai dari sebuah pertanyaan di forum Quora tentang hal berharga apa yang seharusnya diketahui oleh semua orang? Dr Jordan lalu menuliskan jawaban panjang tentang berbagai aturan hidup. Tanpa disangka responnya sangat luar biasa hingga akhirnya dia memutuskan untuk menuliskan sebuah buku yang berisi 12 aturan hidup. Dr Jordan menekankan kebanyakan orang menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan utama hidupnya. Ini tidak masuk akal. Contohnya begini, kita berpikir apabila kita mencapai atau memiliki sesuatu dalam hidup, maka kita akan bahagia. Kenyataannya, kita hanya bahagia sementara waktu dan kemudian kita akan masuk lagi ke dalam fase pencarian yang tiada akhir. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Merawat diri dengan baik
Sumber foto: atlascorps.org

Merawat diri dengan baik

Peter menjelaskan kita bisa belajar banyak dari lobster soal rahasia hidup. Jadi, lobster jantan akan bertarung satu sama lain untuk membuktikan diri mereka dan menjadi yang paling dominan. Lobster jantan yang menang maka akan mendapat dorongan hormon serotonin yang tinggi. Ini adalah senyawa kimiawi yang berperan dalam rasa bahagia. Hormon tersebut kemudian membuat hewan itu makin berani dan percaya diri. Dampak yang terlihat yaitu poster lobsternya yang semakin tegak sehingga semakin memperlihatkan dirinya sebagai hewan yang dominan. Hal ini lalu menghasilkan efek domino yang membantu lobster tersebut hingga menjadi lobster paling dominan di grup mereka. Tentu saja, menjadi lobster yang dominan memiliki banyak keuntungan, seperti akses makanan dan kesempatan untuk bereproduksi. Sedangkan, bagi lobster yang kalah akan mengalami kekurangan hormon serotonin. Dampaknya, mereka akan lebih inferior, mudah stress, dan tidak percaya diri. Semakin rendah hormon serotoninnya, maka kesempatan lobster tersebut untuk menang di pertarungan berikutnya semakin kecil. Pelajaran dari lobster ini ternyata bisa diterapkan dalam hidup kita. Dr Jordan berargumen, postur tubuh kita ternyata dapat menentukan kesuksesan kita di masa depan. Ketika kita punya postur tubuh yang bungkuk, orang lain akan melihat kita sebagai orang yang kalah atau gagal. Sebaliknya, ketika kita punya postur tubuh yang tegap, maka orang lain akan mulai memperlakukan kita dengan berbeda. Postur tubuh yang tegap juga menandakan kalau kita bersedia menerima tanggung jawab dalam hidup dengan mata terbuka. Tanpa kita sadari, orang di sekeliling kita mulai memperlakukan kita dengan berbeda. Mereka akan melihat kita sebagai orang yang kompeten dan percaya diri. Dampaknya, kita akan mendapatkan banyak hal baik di dalam hidup kita.

Hal lain yang ditekankan oleh Dr Jordan adalah kita harus merawat diri kita dengan baik. Pada dasarnya, kita lebih mudah merawat orang lain atau hewan kesayangan kita. Tapi, kita kesulitan merawat diri kita sendiri dengan baik. Menariknya, ketika kita merawat diri kita dengan baik, kita tidak bertanya, apa yang saya inginkan? Bukan juga pertanyaan, apa yang membuat saya bahagia? Tapi pertanyaan, hidup saya akan seperti apa bila saya merawat tubuh saya dengan baik? Perlu disadari, kalau keberadaanmu di dunia ini penting bukan hanya bagi dirimu sendiri, tapi juga bagi orang lain di sekelilingmu. Maka, kamu punya tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatanmu sendiri, bukan hanya bagi dirimu, tapi juga bagi orang yang menyayangimu.

Jangan suka membandingkan
Sumber foto: psychologytoday.com

Jangan suka membandingkan

Dr Jordan menekankan, jangan bandingkan dirimu dengan orang lain di hari ini, tapi bandingkan dirimu hari ini dengan dirimu kemarin. Tidak peduli seberapa hebat kamu, atau seberapa tinggi pencapaian kamu, pasti akan selalu ada orang yang lebih hebat dari kamu. Di sini kita akan belajar soal rendah hati, kalau di atas langit masih ada langit. Ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, biasanya ada dua perasaan yang muncul, sombong atau minder. Sombong ketika kita merasa hidup kita lebih baik daripada orang lain atau minder ketika kita merasa hidup kita lebih buruk daripada orang lain. Ini adalah kecenderungan yang biasanya terjadi di otak kita saat membandingkan satu sama lain. Kita tidak bisa berhenti membandingkan, tapi kita bisa memilih dengan siapa kita harus bandingkan hidup yang kita jalani. Perlu kita pahami bersama, kalau setiap orang itu unik dan kondisi hidup yang mereka alami juga berbeda satu sama lain. Kamu tidak pernah tahu seberapa banyak waktu dan tenaga yang dilakukan seseorang untuk bisa mencapai posisi tertentu dalam hidupnya. Jadi, ini merupakan hal yang tidak berguna ketika kamu membandingkan diri kamu dengan orang lain. Orang yang harus kamu bandingkan adalah diri kamu di masa lalu. Ini adalah cara kamu mengubah rasa iri hati menjadi sebuah tujuan. Ketika kita membandingkan diri kita sekarang dengan diri kita di masa lalu, maka kita akan melihat perubahan kecil yang sudah kita lakukan di masa lampau sehingga membentuk diri kita yang sekarang. Ketika kita selalu berusaha untuk membandingkan diri kita dengan orang lain, secara tidak sadar, ini akan membuat kita merasa tidak bernilai. Fokuslah pada dirimu sendiri, maka kamu akan melihat dunia dari perspektif yang berbeda.

Katakan sesuatu dengan jujur
Sumber foto: filosofiaesoterica.com

Katakan sesuatu dengan jujur

Kita pasti pernah berbohong untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau menghindari rasa sakit. Kita mungkin tidak berkata secara jujur agar kita lebih disukai, menghindari konflik, mendapatkan status tertentu dan sebagainya. Ini adalah cara kita memanipulasi dunia. Namun, dalam tingkatan yang lebih dalam, kita mungkin juga berbohong pada diri kita sendiri tentang apa yang kita inginkan. Kita mungkin pernah berpikir ingin melakukan sesuatu atau ingin mengejar mimpi yang kita inginkan sejak lama, namun kita malah menyabotase diri kita sendiri dengan bilang kalau hal tersebut tidak mungkin dan terlalu beresiko. Mungkin kita tidak secara aktif mengelabui orang lain, tapi kamu tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Contohnya seperti ini, bos kamu melakukan sesuatu yang menurut kamu tidak benar, namun kamu tidak berani menegur. Atau contoh lainnya ketika kamu tidak bisa berkata tidak kepada bos kamu, pasangan kamu, orang tua kamu, dan sebagainya. Ini bisa dikategorikan sebagai berbohong, karena kamu tidak menjalani hidup sesuai dengan keyakinan yang kamu jalani. Siklus ini biasanya dimulai dari kebohongan kecil, kemudian ditambah kebohongan kecil lainnya. Dari situ, kamu mulai mendistorsi pemikiran kamu sendiri. Hingga akhirnya, semakin sering kita berbohong, maka akan semakin sulit untuk mengubahnya. Itulah kenapa Dr Jordan menyarankan kita untuk katakan sesuatu dengan sejujurnya. Jika kita tidak jujur dengan diri kita sendiri, maka kita akan melemahkan karakter kita sendiri. Ketika karakter kita lemah, maka kita tidak akan kuat dalam menjalani tekanan hidup. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.