Jualan Bawang Goreng, Omzet Ratusan Juta, Inspirasi Usaha Kuliner RUmahan

Dalam memulai usaha, yang paling penting kita harus berani melangkah dan menciptakan produk dengan diferensiasi yang kuat. Niscaya dengan usaha yang keras, rezeki tidak akan tertukar.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari M. Sigit Saputro, founder dari Bawang Goreng Sultan. Jadi, Bawang Goreng Sultan adalah bawang goreng premium yang omzetnya mencapai ratusan juta hanya dalam waktu satu bulan pertama diluncurkan. Dia pun sebelumnya pernah viral di masa pemilihan presiden 2019 karena menawarkan domain website Prabowo Sandi seharga 1 milyar rupiah.

Sigit Saputro merupakan alumni dari SMA Negeri 2 Kota Tegal. Ketika dia lulus SMA, ekonomi keluarganya mengalami kesulitan dan tidak bisa menyekolahkan Sigit ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dari situ, Sigit lalu mendapat tawaran kerja oleh saudaranya di Cirebon. Di sana, dia bekerja sebagai tenaga kontrak di Pertamina dan mayoritas pekerjaannya adalah mengangkut arsip ke gudang. Kenyataan ini membuat dia mulai berpikir ulang soal hidupnya. Sigit pun lalu menabung sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya, setahun kemudian, dia berhasil kuliah di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Perjuangan Sigit belum selesai. Setelah diterima kuliah, selama tiga tahun setengah berikutnya, hidup dia ibarat tidak ada liburnya karena senin sampai jumat bekerja, sedangkan sabtu minggu dia harus kuliah. Perjuangan dia terbayarkan, Sigit lulus dengan IPK 3.6 dengan waktu yang relatif cepat yaitu tiga tahun setengah.

Sumber foto: unlockfood.ca

Lulus dengan nilai yang cukup tinggi membuat Sigit jadi semangat untuk mengikuti berbagai tes penerimaan karyawan baru di perusahaan BUMN. Dari 20 ribu peserta yang mendaftar, Sigit berhasil diterima di Jasa Raharja setelah menjalani tujuh kali tes. Bukan hanya itu, setelah diterima, Sigit mendapat kabar kalau dia ternyata mendapatkan nilai psikotes terbaik pada masa itu. Pengalaman ini makin menguatkan dirinya kalau dia punya potensi, yang penting berusaha keras dengan potensi yang ada, hasilnya ya lihat nanti, karena yang paling penting harus bergerak dulu, baru bisa terlihat hasilnya. Sigit lalu bekerja sebagai staff IT di Jasa Raharja. Baru bekerja selama lima bulan, ada kesempatan dengan jabatan yang lebih tinggi di perusahaan BUMN lain. Sigit pun lalu pindah ke PT PPA (Perusahaan Pengelola  Aset) sebagai asisten manajer di sana. Dia bertanggung jawab untuk mengembangkan portal usaha. Di sana, Sigit bekerja selama lebih dari lima tahun. Tawaran selanjutnya datang dari temannya yang sudah bekerja di perusahaan manajer investasi swasta sebagai kepala divisi. Ini adalah hal yang membahagiakan sekaligus menantang. Namun, saat itu Sigit berpikir, dia kan awalnya dari orang biasa-biasa saja. Apabila ternyata gagal dan jatuh lagi kembali ke orang biasa-biasa saja, juga tidak masalah. Ini merupakan pekerjaan terakhirnya sebagai profesional, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Di akhir karirnya sebagai profesional, Sigit diminta untuk memilih di perusahaan terakhirnya, apakah mau melanjutkan karir sebagai profesional atau menjadi pengusaha. Sigit pun merenung, hingga akhirnya dia mendapatkan proyek yang keuntungannya mampu menutupi biaya hidupnya selama setahun. Inilah yang membuat Sigit memutuskan untuk keluar dan fokus menjadi pengusaha. Nasib baik pun datang lagi. Belum selesai proyek pertamanya, Sigit mendapatkan proyek yang jauh lebih besar lagi. Ini merupakan hal yang tidak disangka karena semua hal ini dia dapatkan atas kemampuannya menguasai pencarian Google. 

Ketika umurnya semakin bertambah, Sigit pun mulai berpikir apa yang mau dia lakukan ke depannya. Dia merasa keahlian paling penting yang harus dikuasai adalah berjualan. Jadi, itulah yang membuat dia fokus menekuni dunia SEO. Hingga akhirnya, Sigit mampu membuat simulasi SEO untuk jasa programmer di internet sehingga apabila ada orang yang meng-klik website organik tersebut, pasti itu adalah nomor kontaknya. Tanpa disangka, hasil SEO-nya mampu memberikan Sigit omset hingga milyaran rupiah. Ada sebuah kisah menarik tentang kenapa kita harus menguasai cara internet bekerja. Sigit bercerita, dulu ketika masih bekerja, dia melakukan sambilan untuk mempromosikan jasa programmer secara online. Suatu hari ada perwakilan dari perusahaan swasta yang menghubungi dia untuk bertemu dan mendiskusikan proyeknya. Karena saat itu kondisinya dia sedang sibuk bekerja, Sigit lalu mereferensikan temannya yang freelance untuk mengerjakan proyek tersebut. Ternyata, perusahaan tersebut adalah perusahaan swasta besar yaitu Lippo Group dan proyek pembuatan mataharimall.com. Inilah yang membuat Sigit sangat kagum atas dahsyatnya sebuah internet, jika kita menguasainya, maka dari situ kita bisa mendapatkan proyek besar.

Sumber foto: tokopedia.com

Saat ini, Sigit merupakan pendiri dari ERP Indonesia yang merupakan perusahaan berbasis teknologi yang menjual sistem untuk mengoptimalkan alur bisnis dan perdagangan sehingga mampu mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang optimal. Jadi, sistem ini mencakup produksi, logistik, e-commerce, sumber daya, retail, dan distribusi. Namun, ketika kondisi pandemi COVID-19 melanda Indonesia, Sigit pun mencari peluang bisnis yang lain yaitu ke retail online. Dari situ, dia lalu mempelajari produk apa yang bisa dikonsumsi segala jenis usia dan mudah dikirim baik nasional maupun internasional. Suatu hari, Sigit sedang makan di sebuah rumah makan di Cirebon dan ada menu bawang goreng. Ini bukan sembarang bawang goreng, setiap kali Sigit makan di sana, pasti dia akan selalu menambah menu bawang goreng. Kejadian ini menginspirasi Sigit untuk menciptakan bawang goreng premium yang super enak sehingga produknya dinamakan bawang goreng sultan. Hingga akhirnya, produknya bisa laku ratusan juta selama sebulan dan bahkan produknya diminati oleh para tokoh di Indonesia, misalnya Sandiaga Uno, Helmy Yahya, Susno Duadji, dan sebagainya. 

Ada beberapa pelajaran bisnis dari perjalanan hidup Sigit. Pertama, pengusaha harus langsung turun tangan. Walaupun kelihatannya jalan Sigit sebagai pengusaha sangat lancar, namun sepanjang jalan, dia pernah mengalami berbagai kegagalan. Salah satunya yaitu saat dia sempat berbisnis warung bakso. Bisnisnya gagal karena Sigit terlalu mengandalkan orang lain dan dia sendiri tidak menguasai bisnis bakso secara menyeluruh. Misalnya, dia sendiri juga tidak mau dan tidak bisa membuat bakso, itulah yang membuat bisnisnya lalu tutup. Kedua, menguasai SEO Google. Di jaman sekarang, semua orang pasti mencari informasi dari Google. Apa yang disarankan oleh Google melalui pencarian, merupakan informasi yang dianggap terpercaya oleh kebanyakan orang. Inilah rahasia bisnis dari Sigit. Misalnya saja, dia melakukan local SEO, jadi dia membuat konten dengan kata pencarian sangat lokal dan menandai lokasinya di sana. Sebagai contoh, ketika membuat website jasa programmer, dia menuliskan beberapa konten yang sangat lokal, misalnya jasa programmer Jakarta Timur, bukan hanya itu dia juga menandai lokasinya sehingga informasi ini mempermudah Google untuk memahami isi kontennya apa dan akhirnya menyarankannya di kolom pencarian. Ketiga, harus riset produk. Sigit menceritakan rahasia kenapa bisnis bawang gorengnya laku keras sejak awal diluncurkan. Dia bilang kalau sebelumnya dia sudah melakukan riset produk secara mendalam. Sebagai contoh, Sigit menggunakan bawang merah premium dan ditanam di Probolinggo varian biru lancor dengan standar ekspor. Informasi ini sudah dia riset dulu sebelumnya, jadi produknya bukan hanya sekadar bawang goreng, tapi Sigit bisa memastikan kalau dia menggunakan kualitas bahan baku yang terbaik. Keempat, harus punya diferensiasi. Banyak orang bilang kalau jualan produk komoditas, maka sulit bersaing. Namun dari kisah Sigit, kita bisa belajar kalau dalam berjualan bawang goreng saja, dia bisa memberikan nilai tambah yang berbeda, mulai dari pemilihan kualitas bawangnya, proses produksinya, hingga strategi pemasarannya yang menggunakan nama sultan untuk memperkuat posisinya sebagai bawang goreng premium. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.