Kisah Pendiri Walt Disney, Mimpi yang jadi Kenyataan

Semua mimpi kita bisa jadi kenyataan, jika kita punya keberanian untuk mengejarnya. Langkah awalnya yaitu berhenti bicara dan mulai lakukan. Ini merupakan kegiatan yang seru melakukan sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin dicapai.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Walter Elias Walt Disney yang merupakan co-founder dari rumah produksi Walt Disney. Walt merupakan seorang pembuat gambar bergerak terkenal dan karyanya sangat terkenal seperti Mickey Mouse dan juga pendiri dari Disneyland.

Walt Disney lahir di Chicago pada tahun 1901. Dia merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Ayahnya merupakan tipe orang yang pendiam dan menyendiri, sedangkan ibunya merupakan sosok yang hangat, penuh cinta, dan pengasuh dalam hidupnya. Saat Walt kecil, dia mengalami hidup yang berpindah-pindah, dari Chicago kemudian ke Missouri, hingga akhirnya keluarganya menetap di Kansas City saat berumur sembilan tahun. Walt tidak lahir dalam keluarga yang berkelimpahan, dia menjadi loper koran saat masih duduk di bangku sekolah. Saat di Missouri, Walt mulai menggambar dan melukis, kemudian hasilnya dia jual ke tetangga dan teman keluarganya. Kegiatan menggambarnya dilanjutkan juga ketika dia di sekolah, Walt mengambil kelas menggambar dan fotografi. Dia kemudian menjadi kartunis untuk koran sekolahnya. Namun, ketika usianya 16 tahun, hidupnya tiba-tiba berubah 180 derajat. Amerika memasuki era Perang Dunia Pertama. Sebagai anak muda yang cinta negaranya, Walt berusaha untuk mendaftar di bagian militer, namun ditolak karena usianya tidak mencukupi. Dia tidak menyerah, Walt lalu memalsukan tahun lahirnya, hingga akhirnya dia bergabung di bagian Palang Merah. Selama perang, dia menghabiskan banyak waktu di Perancis untuk mengendarai mobil ambulans dan membantu kegiatan operasi pasca perang. 

Sumber foto: d23.com

Setelah perang selesai, Walt lalu kembali pulang ke Kansas. Di sana, kakaknya yaitu Roy Disney membantu dia untuk mendapatkan pekerjaan di Pesmen–Rubin Art Studio. Walt bertugas untuk membuat iklan untuk koran dan majalah. Di sana, Walt bertemu kartunis yang lain hingga menjadi sahabat seumur hidupnya yaitu Ubbe Iwerks. Keduanya lalu memutuskan untuk mendirikan perusahaan mereka sendiri bernama Iwerks-Disney Commercial Artist, namun sayangnya tidak berjalan baik. Jadi, Walt pun lalu mencari pekerjaan lain di Kansas City Film Ad Company. Perusahaan ini membuat iklan dalam bentuk kartun dengan menggunakan potongan kertas. Inilah momen pertama kalinya Walt bersinggungan langsung dengan dunia film dan animasi kartun. Dunia ini membuat Walt langsung jatuh cinta. Suatu hari, Walt meminjam kamera dari kantornya untuk membuat film kartunnya sendiri di halaman belakang rumahnya. Walt menyebutnya sebagai Laugh-O-Grams dan menjualnya ke Teater Newman di Kansas City. Animasi Walt sangat populer di Kansas City hingga akhirnya dia mampu mendirikan studio sendiri dan merekrut tim animatornya. Jadi, saat itu Walt berumur dua puluh tahunan dengan perasaan bahagia dan spontan membuat film pendek berdasarkan dongeng yang sudah ada melalui proses coba-coba. 

Kemudian, sebuah perusahaan bernama Pictorial Clubs menandatangani kontrak dengan Laugh-O-Gram Company yang menyatakan kalau Walt dan rekan kerjanya akan mendapatkan 11,100 dolar untuk animasi Laugh-O-Gram nya. Namun sayangnya, Pictorial Clubs bangkrut dan hanya membayar Laugh-O-Gram sebesar 100 dolar. Kejadian ini membuat Walt sangat kecewa, dia lalu menuntut Pictorial Clubs, walaupun menang, Walt hanya menerima kompensasi yang sedikit. Dia lalu memulai proyek Alice’s Wonderland. Ini merupakan proyek yang beresiko karena Walt harus memasukkan karakter live-action ke dalam dunia animasi. Pada masa itu, ini bukan merupakan hal yang mudah. Namun sayangnya, proyeknya baru setengah berjalan, Walt sudah kehabisan uang dan Laugh-O-Grams bangkrut. 

Sumber foto: cnn.com

Pada bulan Juli 1923, Walt menjual kameranya dan menggunakan sisa uangnya untuk pergi ke Hollywood. Dia memutuskan untuk masuk ke dalam bisnis motion picture dan membayangkan dirinya sebagai direktur. Di sana, dia tinggal bersama pamannya sambil mencari pekerjaan. Namun sayangnya setiap studio di sana menolaknya. Sebagai usaha terakhir, akhirnya dengan rasa keengganan, Walt kembali lagi ke bisnis animasi. Dia pun lalu mengirim hasil karya Alice’s Wonderland setengah jadinya ke sebuah distributor di New York dan akhirnya Walt berhasil mendapatkan kontrak kerja. Bersama Roy dan Iwerks, mereka mendirikan Disney Brothers’ Studio. Serial yang berubah nama menjadi Alice Comedies sukses berat, namun pada tahun 1926, distributor tersebut berpikir untuk menyudahinya. Mereka pun ingin memulai serial animasi yang baru. Hingga akhirnya, Walt dan timnya berhasil memproduksi film animasi terbaru berjudul Oswald the Lucky Rabbit dan langsung sukses berat. Film ini didistribusikan oleh Universal Studio, perusahaan besar pertama yang mendistribusikan kartun dari Disney. Namun sayangnya, pada tahun 1928, Walt kehilangan hak atas karakter Oswald dari distributornya yang bernama Charles Mintz. Bukan hanya itu, Walt juga kehilangan animator terbaiknya karena dibajak oleh Charles. Kejadian ini membuat Walt sangat sedih dan dia bertekad hanya akan mengerjakan karakter yang hak ciptanya dia miliki. Saat perjalanan kereta pulang ke New York, Walt lalu berpikir keras, karakter baru apa sebagai pengganti dari Oswald. Hingga akhirnya, dia terpikir sebuah ide yaitu seekor tikus yang awalnya bernama Mortimer kemudian akhirnya dikenal sebagai Mickey Mouse. Karakter ini dibuat sangat humanis, petualang, dan sangat optimis dalam menjalani hidup, mirip seperti Walt Disney di dunia nyata. 

Mickey Mouse kemudian pertama kali diperkenalkan dalam dua film tanpa suara yaitu Plane Crazy dan The Gallopin Gaucho. Namun sayangnya kedua film itu gagal. Kejadian ini tidak membuat Walt menyerah. Dia mencoba lagi, kali ini ditambah dengan teknologi suara dalam film pendek berjudul Steamboat Willie. Namun masalah muncul karena tidak ada pengisi suara yang bisa menggambarkan Mickey Mouse seperti di benak Walt. Hingga akhirnya, dia yang menjadi pengisi suara Mickey Mouse dan film pendek itu menjadi film kartun pertama dengan suara pada tahun 1928. Seketika, semua orang langsung jatuh cinta pada karakter Mickey Mouse dan kepopulerannya terus naik. Enam tahun kemudian, Walt kembali dengan ide yang out of the box. Dia ingin memproduksi film animasi dengan durasi yang panjang berjudul Snow White and the Seven Dwarfs. Semua orang pada masa itu merasa kalau ide itu sangat beresiko dan buruk. Istri dan kakaknya berusaha untuk meyakinkan Walt tidak melanjutkan idenya. Namun, Walt tetap bersikeras dan mengambil banyak pinjaman bank untuk memproduksi film tersebut selama tiga tahun ke depan. Tanpa disangka, pada tahun 1937, film tersebut menjadi motion picture paling sukses selama setahun. Film Snow White kemudian memenangkan puluhan penghargaan dan keuntungannya mampu menutup semua hutang produksinya. Bertahun-tahun kemudian, semangat Walt untuk terus bermimpi dan mengerjakan proyek yang ambisius tidak berhenti. Perusahaannya pun memproduksi puluhan film animasi populer dan banyak karakter yang ikonik.

Sumber foto: cntraveler.com

Suatu hari, Walt sedang duduk di taman sambil melihat kedua anak perempuannya bermain komidi putar. Dia kemudian mulai melamun dan membayangkan sebuah tempat di mana orang tua dan anak-anak bisa bersenang-senang bersama. Inilah yang membuat Walt punya ide besar untuk membuat taman bermain. Tempat ini harus berbeda dengan tempat lain, di mana setiap orang tidak peduli berapapun usianya dapat merasakan pengalaman yang luar biasa. Hingga pada tahun 1954, taman bermain pertamanya dibuka dengan nama Disneyland. Walaupun taman bermain ini sangat sukses dan pengunjung yang membludak, hal ini tidak membuat Walt bahagia karena hasilnya tidak sesuai seperti yang ada di bayangannya. Hingga kemudian, dia lalu melanjutkan pembuatan taman bermain berikutnya di Florida. Namun sayangnya, Walt meninggal sebelum proyeknya selesai. Untuk menghormati jasa Walt, taman bermain di Florida tidak dinamakan Disneyland tapi Walt Disney World agar setiap orang ingat siapa yang pertama kali membuat semua ini menjadi kenyataan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.