Mindset dan Rahasia Orang Kaya Mengelola Keuangan

Kebebasan keuangan hanya bisa diraih apabila kamu memiliki edukasi keuangan yang baik. Kamu harus tahu bagaimana cara uang bekerja dan membuatnya bekerja untuk kamu.

Kali ini saya akan membahas buku Cashflow Quadrant karya Robert T. Kiyosaki. Buku ini merupakan panduan kamu untuk mencapai kebebasan keuangan. Robert percaya kalau alasan utama orang memiliki kesulitan keuangan karena mereka tidak pernah belajar soal uang dan bagaimana uang bekerja. Setiap orang bekerja untuk mencari uang, tapi tidak tahu bagaimana cara uang bekerja untuk diri mereka. Jika kamu ingin memiliki kebebasan keuangan, kamu harus memiliki pandangan yang berbeda. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

4 kuadran untuk mendapatkan uang
Sumber foto: richdad.com

4 kuadran untuk mendapatkan uang

Robert dididik oleh dua ayah yang berbeda. Ayah kandungnya mengajarkan dia untuk menjadi karyawan atau pekerja mandiri. Nasehat inilah yang dikategorikan Robert sebagai nasehat ayah miskin, karena kehidupan ayahnya yang relatif miskin. Tapi, ayahnya yang lain memberikan nasehat yang berbeda. Robert menyebut ayah lainnya sebagai ayah kaya karena dia mengajarkan Robert bagaimana menjadi pemilik bisnis dan investor. Itulah jalan hidup ayah kaya-nya. Setiap orang bisa dikategorikan dari cara mereka mendapatkan uang. Penjabaran mudahnya yaitu dengan membagi kondisi seseorang menjadi empat kategori: Karyawan, Self-employed, Pemilik Usaha, dan Investor. 

Pertama, kuadran karyawan adalah tipe orang yang lebih mementingkan keamanan keuangan dan tidak berani mengambil resiko. Mereka tidak suka dengan hal yang tidak pasti, apalagi soal ekonomi. Gaji bulanan tiap bulan merupakan pilihan yang ideal. Secara pribadi, mereka lebih memiliki bekerja pada sistem orang lain untuk mendapatkan uang. Mayoritas dari karyawan fokus pada pendapatan, berapa besar gaji yang bisa saya dapatkan tahun depan, tiga tahun lagi, lima tahun lagi. Tapi, mereka tidak fokus membangun aset dan sistem yang bisa menghasilkan uang. Kedua, kuadran self-employed. Tipe orang ini ingin menjadi bos bagi mereka sendiri dan tidak ingin pendapatannya tergantung pada orang lain. Mereka akan mendapatkan uang lebih banyak ketika mereka bekerja lebih keras. Beda dengan karyawan, self-employed tidak terlalu peduli dengan keamanan keuangan rutin tiap bulan, tapi mereka lebih peduli kalau mereka bisa mengontrol hidup mereka dan bebas bekerja kapanpun sesuai yang mereka inginkan. Mereka juga sangat menghargai kebebasan kerja dan keahlian. Ketiga, kuadran pemilik usaha. Beda dengan self-employed, mereka tidak ingin bekerja sendirian, mereka memilih untuk membangun sistem. Contoh yang paling menarik adalah Henry Ford yang merupakan pendiri dari perusahaan mobil Ford. Henry banyak dikritik kalau dia tidak sepintar yang banyak orang pikirkan. Mendengar hal itu, dia lalu memanggil orang yang mengkritiknya dan meminta mereka untuk bertanya apa saja. Setelah pengkritiknya mengajukan banyak pertanyaan teknis, Henry memanggil asistennya yang paling pintar untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Kemudian Henry menjelaskan, dalam membangun bisnis, dia merekrut orang yang lebih pintar dari dirinya untuk bekerja, jadi dia punya waktu untuk mengerjakan hal lain yang lebih penting yaitu memikirkan masa depan Ford. Keempat, kuadran investor. Kuadran ini disebut oleh Robert sebagai tempat bermain orang kaya. Ini adalah kuadran di mana kamu menggunakan uang untuk menghasilkan uang. Itulah cara orang di kuadran ini membangun kekayaan mereka.

Kuadran untuk keluar dari perlombaan tikus
Sumber foto: liz-griffin.com

Kuadran untuk keluar dari perlombaan tikus

Hubungan manusia dengan uang dipengaruhi oleh dua emosi: ketakutan dan ketamakan. Fear dan greed. Ini yang membuat kita selalu berada dalam perlombaan tikus, “pergi ke sekolah, lulus kuliah, kerja yang baik hingga pensiun.” Itu adalah jalur lama dan dijalankan oleh hampir semua orang. Tapi, Robert mengajarkan bagaimana kita bisa keluar dari perlombaan tikus dan bisa bebas secara finansial. Jalur yang ideal untuk mencapai kebebasan keuangan yaitu mulai berpikir untuk pindah dari kuadran karyawan atau self-employed ke dalam kuadran pemilik usaha, nah kemudian baru berpindah ke kuadran investor. Untuk menjadi investor yang sukses, kamu harus punya literasi keuangan yang bagus dan modal yang cukup. Semua itu didapat ketika kamu punya pengalaman dan dana sebagai pemilik usaha. Karyawan dan Self-employed bekerja untuk uang, artinya apabila mereka tidak bekerja, maka mereka tidak menghasilkan uang. Sedangkan, Pemilik Usaha dan Investor tidak bekerja untuk uang, melainkan uang yang bekerja untuk mereka. Pemilik usaha membuat prosedur sistem operasional sehingga usaha atau perusahaannya dapat bekerja dengan baik walaupun pemiliknya tidak berada di tempat tersebut. Sedangkan, investor mendapatkan keuntungan dari perusahaan yang didanai. Pengetahuan finansial inilah yang membuat seseorang bisa keluar dari jebakan perlombaan tikus dan bebas secara finansial. Sederhananya, bebas secara finansial adalah kondisi dimana kamu bisa hidup normal tanpa harus bekerja atau bergantung pada orang lain.

Untuk mencapai kebebasan keuangan, kamu harus mengubah pola pikir kamu soal cara mendapatkan dan mengatur keuangan. Apalagi di zaman sekarang, kita bisa belajar dari berbagai sumber, bisa dari buku, bisa juga dari youtube. Ketika kita punya pengetahuan dan literasi keuangan, selanjutnya adalah kita harus mempraktekkannya. Robert belajar untuk mencapai kebebasan keuangan melalui permainan monopoli. Permainan ini mengajarkan dia, untuk menang, maka kamu harus punya 4 rumah hijau kemudian menukarnya menjadi sebuah hotel. Inilah yang kemudian dia praktekkan. Robert memulai dari investasi kecil, kemudian dari situ pelan-pelan dia punya dana yang cukup untuk berinvestasi lebih besar lagi.

Lima level investor
Sumber foto: entrepreneur.com

Lima level investor

Untuk keluar dari perlombaan tikus, menjadi investor adalah tingkatan yang paling tinggi. Untuk mudah memahaminya, Robert membaginya menjadi lima tingkatan. Hal ini bisa membantu kamu untuk mengukur di mana kamu sekarang, sehingga kamu bisa punya tujuan untuk naik kelas.  Pertama, Zero Financial Intelligence Level. Investor di tingkat ini tidak punya uang untuk diinvestasikan. Uang mereka habis untuk membayar tagihan setiap bulannya. Mereka sadar kalau berinvestasi itu adalah hal yang penting, tapi mereka merasa kalau mereka tidak punya uang untuk diinvestasikan. Kedua, The Savers-Are-Losers Level. Ini adalah tipe investor yang berpikir kalau menabung adalah investasi. Tentu saja, menabung adalah ide yang bagus. Namun, yang kadang mereka lupa adalah uang yang ditabung akan dimakan oleh inflasi sehingga uang tersebut tidak bisa bertumbuh. Setiap tahunnya, uang mereka tidak bertambah, malah nilainya akan semakin turun. Ketiga, I’m-Too-Busy Level. Ini adalah tipe investor yang merasa kalau mereka terlalu sibuk untuk belajar cara berinvestasi. Di level ini bukan berarti mereka tidak berpengetahuan. Banyak orang di level ini merupakan profesional yang memiliki tingkat edukasi yang baik, tapi mereka tidak memiliki semangat atau dorongan untuk belajar caranya berinvestasi. Uang mereka banyak di tabungan pensiun dan reksadana. Mereka pikir kalau investasi harus dikelola oleh tim profesional. Keempat, I’m-a-Professional Level. Ini adalah tipe investor yang paham caranya berinvestasi. Mereka adalah tipe orang yang menginvestasikan sendiri uangnya, tanpa menggunakan jasa profesional. Pengalaman yang mereka dapatkan berasal dari investasi dan bisnis bertahun-tahun. Walaupun begitu, tipe investor ini tidak memiliki sistem dan sebuah tim, mereka bekerja sendiri. Kelima, The Capitalist Level. Ini adalah tingkat di mana orang terkaya di dunia berada. Mereka punya sistem dan tim untuk menentukan sebuah investasi.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.